
Alia merapikan pakaiannya yang di lemari.
Tanpa di sengaja sebuah dompet terjatuh di kaki Faraz.
Alia melihat ke arah dompet itu.
Faraz membungkuk kan badannya dan mengambil dompet itu.
"Ini kaaan... Dompet ku," ucap Faraz terkejut
"Eee... Itu ... Tertinggal saat Kau mabuk."
"Lalu kenapa Kau tidak mengembalikannya? Apa kau berniat mencurinya?"
"Untuk apa Aku mencurinya, Aku hanya selalu lupa untuk mengembalikannya,"
Faraz membuka dompetnya di saat bersamaan sebuah foto jatuh di kaki Alia, Alia langsung mengambilnya.
Faraz terlihat khawatir begitu melihat foto itu di tangan Alia.
"Kembalikan fotonya!" ucap Faraz berusaha merebut dari tangan Alia,
Alia segera menyembunyikan tangannya.
"Memangnya foto siapa ini?" tanya Alia penasaran.
"Itu bukan urusan mu, Cepat berikan pada ku!" Faraz berusaha merebutnya lagi.
"Aku tidak akan memberikannya sebelum Aku melihatnya."
"Cupu jangan membuatku marah... Cepat berikan!!!
Alia berlari menjauh dari Faraz, saling kejar pun terjadi.
"Cupu.. Kamu benar-benar membuatku marah!" Faraz berhasil menarik Alia ke sisinya.
Deg...
Seketika jantung Alia terasa berhenti saat Faraz memeluknya dari belakang.
Alia menoleh kesamping dan melihat wajah Faraz yang berada di atas pundaknya.
Faraz yang melihat Alia menatapnya pun terdiam, hingga suasana menjadi hening.
Cukup lama mereka saling menatap sampai akhirnya Faraz tersadar dan melepaskan pelukannya.
Faraz yang melihat Alia lengah, langsung mengambil foto itu dari tangan nya.
"Faraz..." Alia merasa kesal belum sempat melihat foto siapa yang membuat Faraz begitu khawatir jika Ia melihatnya.
Faraz dan Alia saling mengalihkan pandangannya,
Kemudian saling menatap lagi.
"Aku hanya ingin melihatnya kenapa kamu berlebihan, memangnya foto siapa itu?" tanya Alia memecah keheningan.
Alia tersenyum dan kembali merebut foto itu ketika melihat Faraz lengah.
"Cupu... Kau!!!" Faraz berhasil merebut fotonya kembali.
Kali ini Faraz mengangkat tangannya tinggi-tinggi agar Alia tidak bisa lagi mengambil fotonya.
"Sekarang ambilah kalau bisa," ucap Faraz tersenyum smirk.
"Aku pasti bisa mengambilnya, lihat saja," Alia melompat-lompat agar bisa menjangkau foto di tangan Faraz, namun tubuh Faraz yang tinggi membuat Alia tak mampu menggapainya.
"Mana katanya bisa?" tantang Faraz.
Alia menarik-barik lengan Faraz mencoba menurunkan tangannya.
"Cupu.... Kenapa kamu terus memaksa? ini tidak ada urusannya dengan mu, Keepo banget sih," ucap Faraz yang terus mempertahankan fotonya.
Tarik menarik pun terjadi hinga mereka terjatuh bersama di lantai dengan posisi Faraz di bawah Alia.
"Awwwhhh... Kepala ku... ssstttt," ringis Faraz memegangi kepalanya yang terbentur lantai.
Faraz terdiam melihat Alia yang terdiam menatapnya.
Faraz mengalihkan pandangannya kesana kemari kemudian kembali melihat Alia.
Alia masih terpaku menatap Faraz hingga membuat Faraz canggung.
"Berhenti menatap ku." ucap Faraz mengalihkan kecanggungan nya.
Alia masih terdiam menatap Faraz.
"Cupu... Aku bilang berhenti menatap ku dan bangunlah dari tubuhku!" tegas Faraz.
"Haghhh!!!" Alia tersadar dan langsung bangun dari atas tubuh Faraz.
"Oh ya ampun badanku sakit semua, Sebenarnya Kau ini makan apa, Kenapa berat sekali," ucap Faraz sambil melemaskan badannya.
Alia hanya cemberut mendengarnya.
"Oh ya satu lagi," Faraz mendekati Alia dan membelai wajah Alia dengan jarinya.
"Kenapa kamu selalu terpaku saat dekat dengan ku? Apa dugaan ku selama ini benar?" tanya Faraz terseyum smirk.
Alia langsung memalingkan wajahnya, dan berdiri membelakangi Faraz.
"Ya kenapa denganku? Kenapa Aku selalu membeku saat menatap Faraz dari dekat?" gumam Alia dalam hatinya.
Alia kembali menoleh ke Faraz, kemudian meninggalkan nya tanpa menjawab pertanyaan Faraz.
Faraz terdiam dan menatap foto yang baru saja mereka perebutkan.
"Kenapa gadis Cupu itu menyimpan dompet ku? Jika Dia tidak menyimpannya, maka Aku tidak akan pernah melihat foto ini lagi," ucap Faraz menatap foto Kavita.
bersambung...