Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Kebahagiaan Yang Berlipat


Faraz dan Alia sampai ke rumah.


Keduanya begitu bahagia kembali mendapat kepercayaan tidak lama setelah Mereka kehilangan bayi pertamanya.


Seperti tidak ingin apapun terjadi lagi pada sang istri, Faraz menggendong Alia turun dari mobilnya.


"Mas... Mau ngapain?"


"Sudah diam, Aku tidak ingin terjadi apapun lagi padamu dan bayi Kita."


"Aku hanya berjalan masuk, Tidak akan ada apapun yang terjadi."


"Tidak, Biarkan Aku memanjakan mu." ucap Faraz yang terus melangkah menaiki anak tangga satu persatu.


"Kenapa tidak naik lift, Itu akan lebih cepat dan tidak berat kan?"


"Aku ingin lebih lama menggendong Istri dan Anak ku." ucap Faraz terseyum.


Alia tertawa dan meletakkan kepalanya di ceruk leher Faraz.


Setelah sampai kamarnya, Faraz membaringkan tubuh Alia dan langsung menyibak pakaian Alia kemudian menempelkan telinganya di perut Alia.


Alia terseyum membelai rambut Faraz yang terlihat begitu tidak sabar mendengarkan detak jantung calon buah hatinya.


•••


Keadaan Dev sudah semakin membaik sejak di rawat di rumah.


Meskipun tangan kanan dan kakinya belum kembali sempurna seperti sebelumnya, Namun Ia sudah bisa bangun dari ranjangnya dan sedikit melakukan aktivitas dengan kursi roda elektrik untuk membantu pergerakannya.


Kavita sebisa mungkin tidak menunjukan rasa keterpaksaannya di depan Dev. Ia mengurus Dev sekedarnya, Selebihnya menyerahkan pada tenaga ahli yang di sewa untuk mengurus kesembuhan Dev.


Perasaan cinta yang dulu membara seakan layu seiring berjalannya waktu, Bahkan sering kali Kavita menggunakan bayinya untuk menghindari pembicaraan dengan Dev.


Dengan menyusui bayinya Kavita lebih senang bermain sosmed dan stalking Media sosial Faraz dengan menggunakan akun fake,


Faraz yang memiliki jutaan followers memang masih aktif menyapa penggemarnya melalui media tersebut. Meskipun Ia sudah lama tidak aktif di dunia modeling, Namun pengikutnya masih selalu penasaran dengan kehidupan pribadi Faraz.


seperti hari ini Faraz membagikan foto dirinya tengah mencium perut Alia tanpa keterangan, Hingga membuat para pengikut-pengikutnya penasaran dan banyak yang menebak jika Istri Faraz tengah berbadan dua. Kavita yang membaca komentar dari para netizen merasakan nyeri di sudut hatinya. Ia seakan tidak rela jika Alia benar-benar tengah mengandung anak Faraz.


"Benarkah Alia hamil? Kenapa begitu cepat." batin Kavita yang menjadi resah.


"Kavita."


"Hagh!" Kavita terkejut melihat Dev sudah berada di depannya.


"Devita sudah tidur, Lihat ASI mu mengalir ke pipinya."


Kavita begitu terkejut dan segera membersihkan pipi Devita.


Kemudian Ia duduk dan pakaiannya lalu memalingkan wajahnya.


"Apa Kamu tidak bahagia tinggal disini?"


"Kenapa Kau menanyakan itu," Kavita balik bertanya.


"Sejak Kamu kembali, Aku perhatikan Kamu selalu menghindar jika Aku ingin mengajakmu bicara."


"Dev kamu tau kan Aku sibuk mengurus Devita dan kamu juga masih sakit jadi wajar kan Kita jarang membicarakan hal yang serius," Kavita terus mengalihkan pandangannya kesana-kemari tanpa mau melihat Dev.


•••


Hari terus berlalu tak terasa jadwal USG tiba juga.


Meskipun Mereka harus menunggu lebih lama dari jadwal sebelumnya karena Dokter Yeni yang menangani Alia mengalami musibah dengan meninggalnya Ibunda tercinta, Namun Faraz yang tidak ingin mencari Dokter lain apa lagi sampai Alia di tangani oleh Dokter Pria, Lebih memilih menunggu Dokter Yeni sampai bisa kembali berpraktek.


Alia sampai menggelengkan kepalanya melihat pendirian teguh suaminya. "Sama Dokter langganan aja tidak mau berpaling, Apa lagi dengan istrinya" batin Alia terkekeh dalam hati.


"Baiklah Sayang, Ayo Kita berangkat, Aku sudah tidak bisa menunggu lagi." ucap Faraz sedikit mengagetkan Alia yang tengah asik memandanginya.


"Ee... Ya, Ayo." Alia segera mengganti pakaiannya.


Setelah perjalanan kurang lebih tiga puluh menit akhirnya mereka sampai ke klinik dimana Dokter Yeni praktek.


Mereka hanya perlu menunggu satu pasien lain sebelum akhirnya mereka dapat gilirannya.


"Selamat malam Tuan dan Nyonya Shaikh." sapa Dokter Yeni dengan ramah.


"Malam Dokter."


"Maaf ya, Anda jadi menunggu lama."


"Tidak masalah Dokter, Kami turut berdukacita, Semoga Husnul khatimah," ucap Alia.


"Aamiin, Terimakasih, Kalau begitu kita mulai USG nya." Dokter mempersilahkan Alia naik ke ranjang dan menyuruhnya menaikan bajunya.


Dengan menuangkan cairan Ultrasonic Dokter mulai memantau janin di layar komputernya.


Semakin lama gambar itu semakin jelas terlihat hingga dokter terkejut dengan apa yang Ia lihat.


"Dua kantung" ucap Dokter


"Hagh! Dua?" ucap Alia dan Faraz bebarengan.


"Ya." ucap Dokter sambil terus menelisik dan merasakan detak jantung sang bayi.


"Apa Maksud Dokter bayi Kita kembar?" tanya Faraz bersemangat.


"Ya, Saya dapat merasakan ada dua detak jantung." jelas Dokter.


"Haghh! Sayang Kamu dengar itu, Kita akan memiliki bayi kembar." Faraz menangkup wajah Alia dan menciumi kening dan pipinya.


Ia benar-benar merasakan kebahagiaan yang tak terhingga hingga Ia tak bisa lagi menahan untuk meluapkan perasaannya.


"Ini benar kan Dokter? Dokter tidak salah dalam memeriksa?"


"Tidak Tuan, Hamil kembar bisa dideteksi pada masa awal kehamilan usia 8-13 minggu dan ini sudah sangat jelas dengan adanya dua kantung, dua detak jantung sehingga akurasinya sangat tinggi."


"Alhamdulillah ya Allah..." Faraz menengadahkan kepalanya ke atas seraya mensyukuri apa yang telah Allah anugerah kan kepadanya dan istrinya.


"Selamat ya Tuan, Nyonya, Semoga selalu di beri kesehatan dan kelancaran,"


"Terimakasih banyak Dokter, Meskipun kami harus menunggu Dokter lebih lama dari jadwal, Tapi Dokter telah memberitahukan kabar yang sangat membahagiakan untuk Kami, Sekali lagi terimakasih Dokter," ucap Faraz yang tidak henti-hentinya berterimakasih dan mengucap syukur.


Bersambung...


BACA JUGA PESONA MAJIKAN'KU KISAH MAJIKAN DUDA DAN PENGASUH YANG MASIH BERUSIA 19TH.