Perjalanan Cinta Sang Duda

Perjalanan Cinta Sang Duda
Merasa Canggung


Pagi Hari


Faraz mulai menggeliat, di ikuti oleh Alia yang menggerakkan kepalanya dengan mata yang masih terpejam.


Perlahan Faraz membuka matanya dan melihat dirinya yang tidur dengan posisi kepalanya di atas bahu Alia, Sedangkan tangan kirinya berada di atas perutnya.


Ia pun menatap Alia yang terlihat masih tidur pulas.


Faraz menurunkan tangannya dan beranjak duduk.


Ia melihat kesemua sudut kamarnya yang terlihat seperti kapal pecah


Barang-barang berantakan, semua pintu lemari terbuka, meja terbalik.


Matanya kembali terbelalak saat melihat pakaiannya berserakan di lantai.


Seperti orang bingung Faraz memegang badannya yang tidak mengenakan pakaian.


Faraz pun menoleh ke Alia dan melihat Alia hanya mengenakan selimut yang membalut tubuhnya.


Faraz menutup mulutnya yang terbuka lebar karena mengingat kejadian semalam.


"Benarkah Aku melakukan itu padanya?" batin Faraz yang seakan tak percaya dengan apa yang sudah Ia lakukan.


Faraz yang melihat Alia mulai menggerakkan tubuhnya langsung kembali berbaring dan pura-pura tidur.


Alia membuka matanya dan menatap langit-langit ruangan.


Kemudian Ia menurunkan pandangannya dan melihat selimut tebal yang menutupi tubuhnya, sontak Alia terlonjak begitu menyadari jika dirinya sudah tak lagi tidur di lantai.


"Bagaimana Aku bisa tidur disini? Daaan...." Alia terdiam melihat Faraz tidur disampingnya.


Alia langsung berbalik badan membelakangi Faraz.


Ia berfikir bagaimana mungkin Faraz tidur di sampingnya,


Saat semua pertanyaan yang ada dalam fikirannya belum terjawab, Alia kembali merasa bingung melihat seisi kamar yang begitu berantakan.


"Apa yang terjadi semalam, Kenapa kamarnya begitu berantakan?" batin Alia.


Faraz membuka sebelah matanya untuk melihat apa yang sedang Alia lakukan.


Kini mata Alia tertuju pada pakaiannya yang berserak di lantai.


Matanya langsung terbelalak dan melihat dirinya hanya memakai selimut.


Alia kembali menoleh ke Faraz yang juga bertelanjang dada dengan selimut sebatas perutnya.


Alia menutup sebelah wajahnya sambil mengingat apa yang sudah terjadi.


"Oh Astaga apa yang sudah terjadi?" Alia mencoba mengingat.


Alia kembali menoleh ke arah Faraz dan mengingat saat ia menggigil kedinginan,


"Semalem Aku merasa sangat kedinginan, Setelah itu?"


Alia mengingat Faraz mulai mendekati wajahnya.


"Haghhh! Apa Setelah itu Bucin melakukan...?" Alia menutup mulutnya memikirkan apa yang Faraz lakukan padanya.


"Oh ya Ampun sekarang bagaimana Aku menghadapinya." ucap Alia kembali melihat Faraz.


Kemudian Alia menggapai pakaiannya yang berserak di lantai.


Karena mengira Faraz masih tidur, Alia menurunkan selimutnya dan memakai pakaiannya di depan Faraz.


"Oh ya Ampun apa ini," ucap Faraz yang melihat punggung indah Alia yang putih mulus tanpa cela.


Alia turun dari ranjangnya dan pergi ke kamar mandi.


Faraz membuka matanya dan melihat pintu kamar mandi yang sudah tertutup, Faraz pun menarik nafas lega.


Kemudian Faraz terdiam mengingat bagaimana Ia mencoba menghangatkan Alia sampai Ia memberikan nafkah batinnya.


"Aku tidak percaya telah melakukan ini padanya, sekarang bagaimana caraku menghadapinya?" batin Faraz.


Setelah selesai mandi, Alia berdiri di depan cermin kamar mandi, Ia begitu terperangah melihat begitu banyak tanda kiss marks baru di lehernya.


"Jadi benar, semalam dia kembali melakukannya?" ucap Alia sembari membedakan warna kiss marks yang sebelumnya telah menghitam.


"Ckck, Sekarang bagaimana Aku menghadapinya, dan bagaimana jika Ibu mertua lihat ini," gumam Alia.


Faraz melihat Alia keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya.


Alia menundukkan pandangannya melihat tatapan Faraz yang tidak seperti biasanya.


Mereka yang sama-sama merasa canggung mengalihkan pandangan masing-masing.


"Kenapa perasaanku jadi seperti ini, sebelumnya Aku tidak peduli dengannya." batin Faraz.


"Apa yang Bucin fikirkan? Kenapa Dia menatap ku seperti itu," batin Alia sembari mengambil tas pakaiannya.


Setelah memilih pakaian yang akan Ia kenakan, Alia segera kembali ke kamar mandi.


"Tunggu..." ucap Faraz menghentikan langkah Alia.


Alia menoleh ke arah Faraz.


"Kau... Kau ganti pakaianmu disini saja, Aku akan ke kamar mandi, Ee.... Tolong ambilkan handuk ku." ucap Faraz sedikit gugup.


Alia mengangguk dan mengambilkan handuk dan memberikannya pada Faraz.


Faraz pun mengambil handuknya dari tangan Alia.


Faraz melirik ke wajah Alia yang terus menundukkan kepalanya.


Aliapun langsung membalikkan badan melihat Faraz ingin memakai handuknya.


Faraz turun dari ranjangnya dan melangkah ke kamar mandi.


Alia menoleh kebelakang dan melihat kamar mandi yang sudah tertutup rapat.


Alia pun menghelai nafas lega.


Bersambung....