
Sepenggal Bab 19
Sebelum mempersiapan pernikahan, Zayn mendatangi rumah Papa Faraz untuk memberitahukan rencana pernikahan cucu mereka. Meskipun Simba bukan cucu yang pertama. Namun pernikahan Simba akan menjadi pernikahan pertama di antara cucu keluarga Shaikh.
Seperti halnya Faraz yang menikah muda, Faraz pun tidak keberatan dengan keputusan tersebut. Hanya saja Faraz meminta Zayn menghubungi Zayd dan juga Zia untuk berkumpul di rumahnya agar ikut andil dalam pernikahan Simba.
"Bagaimana?" tanya Faraz begitu Zayn menutup ponselnya.
"Zayd masih ada rapat, Zia akan segera datang."
"Baiklah, Lalu bagaimana dengan keluarga siapa nama calon istri Simba?"
"Ana..."
"Mawardianah."
Zayn dan Faza yang menjawab bebarengan saling menatap karena jawabannya yang tidak sama.
"Jadi Ana atau Mawardianah?"
Zayn yang memang tidak tahu nama lengkap Ana hanya menatap Faza, Menunggu jawaban yang sama seperti Faraz.
"Aku sudah sedikit berbincang dengannya, Nama lengkapnya adalah Mawardianah, Dulu saat masih di bangku sekolah ia di panggil Mawar, Tapi setelah memutuskan berhijrah ia tidak lagi mau menggunakan nama itu dan lebih suka di panggil Ana."
"Kak Zayn belum tau nama lengkapnya tapi sudah mengambil keputusan untuk menikahkan mereka berdua? Luar biasa."
Zayn dan lainnya menatap ke arah pintu. Dimana Zia yang baru datang langsung menyuarakan pendapatnya.
"Hey... Adik ku yang paling cantik, Apa kamu lupa bagaimana saat kamu jatuh cinta kepada pria dewasa yang usianya jauh lebih tua darimu?" tanya Zayn.
"Apa hubungannya?"
"Jelas ada, Bukankah kamu juga langsung tergila-gila kepadanya tanpa tahu siapa nama rumah dan apa saat itu Om Bryan sudah menikah atau belum?"
"Sekarang kamu mengingatnya? Begitulah cinta sama seperti dirimu, Seperti diriku bahkan Zayd, Simba juga mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama tanpa tahu siapa namanya."
"Hanya Opa Faraz yang sulit jatuh cinta pada Oma Alia ."
Lagi-lagi semua orang menoleh ke arah pintu mendengar suara Ziyan yang juga langsung memberikan pendapatnya.
"Ziyan kamu berani mengejek Opa mu?" tanya Faraz melotot.
Ziyan hanya tertawa dan merangkul keduanya pundak Alia.
"Maafkan Aku Oma, Jika Aku harus mengatakan ini untuk yang kesekian kalinya," ucap Ziyan mengecup ujung kening Alia penuh kasih.
"Tidak Papa Sayang..." jawab Alia singkat.
"Kamu inih tidak jauh bedanya dengan Deddy mu, Sama-sama menyebalkan," ucap Faraz memasang wajah kesalnya.
•••
Sepenggal Bab 22
Cuplikan Bab 22
Hari yang di nantikan pun tiba, Kedua keluarga telah berkumpul di tempat yang akan menjadi saksi hidup terpenting dalam hidup Simba dan Mawar. Para tamu undangan pun mulai berdatangan, Begitupun dengan penghulu yang akan menikahkan keduanya juga telah duduk di tempat yang telah di sediakan.
Kini Zaidan atau biasa di panggil Simba sang mempelai pria di apit kedua sepupunya yakni Ziyan dan juga Zayed menuju ke lokasi pernikahan yang di adakan di ruang terbuka, Membuat semua pasang mata tertuju pada ketampanan ketiga cucu Faraz Shehzad Shaikh. Ketampanan yang di warisi oleh Ayah dan Kakeknya yang memang terkenal tampan bahkan di usia mereka yang tak lagi muda.
Faraz yang dari dulu selalu sentimentil kepada Bryan, Kali ini harus mengakui jika Ziyan tak kalah tampan dari Zayed yang paling mirip dengan dirinya. Begitupun dengan Simba, Meskipun wajahnya lebih ikut ke keluarga sang ibu. Namun ketampanannya tidak kalah dari kedua sepupunya.