Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
94. Wei qian Nian Kabur


Setelah makan siang Lu Jing Yu pergi tidur. Sedangkan Pei ZHANG Xi pergi memancing ikan seperti yang dia janjikan pada Lu Jing Yu. Ikan di danau besar dan segar. Pei Zhang Xi dibantu oleh Quan Yuan dan Mo Ting untuk mendapatkan banyak ikan.


Lu Jing Yu bangun setelah tertidur selama satu setengah jam. Pei Zhang Xi dan yang lainnya belum kembali dari memancing ikan. Setelah mengetahui dari Xiao Bei bahwa Pei Zhang Xi dan yang lainnya masih belum kembali, ia meminta Xiao Bei mengambilkannya kertas dan juga tinta untuk menggambar.


Beruntung Lu Jing Yu pernah belajar menulis menggunakan kuasa dan tinta. Jadi meskipun hasil gambar yang dibuat sedikit jelek karena tidak rapi, masih bisa dilihat dengan jelas bentuknya.


Gambar yang di untuk Lu Jing Yu selesai setelah dua jam. Gambar kincir air yang dibuat Lu Jing Yu dilengkapi dengan tulisan dan juga ukuran. Gambar dibuat dari beberapa sudut dan dilengkapi dengan penjelasan dan juga ukuran. Di dunia ini alat seperti kincir air ini belum.eprnah di untuk sebelumnya. Jadi selain dia tidak ada lagi yang pernah melihatnya. Itulah mengapa ia harus menggambarkannya dengan detail. Lu Jing Yu tidak mungkin mengawasi pengerjaan kincir ini secara pribadi.


Ada total sepuluh gambar yang berbeda di atas meja agar tinta kering. Lu Jing Yu melihatnya sekali lagi untuk memastikan semua ukuran dan penjelasannya dapat dengan mudah dipahami. Xiao Bei yang sejak awal melihat Lu Jing Yu menggambar benda yang aneh beberapa kali memggaruk belakang kepalanya dengan bingung.


Pei Zhang Xi akhirnya kembali dengan bau amis ikan yang menguat dari tubuhnya. Belum sampai ia masuk ke dalam paviliun, Lu Jing Yu sudah menjepit hidungnya dengan ibu jari dan telunjuknya.


"Xiao Bei sampaikan pada Yang Mulia jika bau amis di tubuhnya belum hilang, dia dilarang masuk."


"Bagaimana jika Yang Mulia marah nanti? Permaisuri, hamba takut."


"Tidak ada yang perlu ditakutkan. Katakan saja jika aku mual mencium bau amisnya." Lu Jing Yu memang merasakan mual di perutnya. Padahal Pei Zhang Xi masih belum sejengkal pun melangkahkan kakinya ke paviliun.


Melihat wajah Lu Jing Yu yang tidak nyaman, Xiao Bei segera mengangguk dan keluar dari ruangan. Bersiap mencegah Pei Zhang Xi masuk.


"Apa? Yu'er melarangku masuk!?" Tanya Pei Zhang Xi dengan emosi.


"Benar Yang Mulia. Permaisuri berkata jika dia mual mencium bau amis dari tubuh Yang Mulia."


Pei Zhang Xi mengangkat tangannya dan mencoba mencium lengannya yang memang bau ikan. Jadi dia berhenti mengeluh dan pergi ke lamar mandi yang ada di luar paviliun. Mo Ting dan Quan Yuan juga sedang membersihkan diri di sana. Keduanya mengernyit heran saat melihat Pei Zhang Xi yang datang bergabung dengan mereka.


"Apa di paviliun kekurangan air yang Mulia?" Mo Ting bertanya dengan apa adanya yang ada di pikirannya. Ia Tidak pernah menyangka jika apa yang dikatakan nya dengan santai ternyata masuk ke dalam telinga Pei Zhang Xi dengan menusuk dan mengejek.


"Ya. Karena air di paviliun habis, setelah ini kmu ambil air danau dan isi kolam mandi di seluruh ruangan." Ucap Pei Zhang Xi tenang sambil menggosok tangannya agar tidak tersisa bau ikan yang amis.


Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu yang sedang berada di pinggiran ibukota tidak mengetahui sesuatu yang menggemparkan terjadi di Ibukota. Jenderal Wang ditemukan sudah tidak bernyawa setelah dua jam kematiannya. Para penjaga dan pelayanan curiga sesuatu terjadi karena mereka merasa bahwa halaman miliki Web Qian Nian yang dimasuki Jenderal Wang lebih dari dua jam sangat sunyi tanpa ada suara apapun.  


Setelah mereka mendekat dan mendengarkan baik-baik apa yang terjadi di dalam, mereka akhirnya menyadari bahwa paviliun itu memang sepi. Mereka semakin curiga saat mereka mencium bau darah yang menguar dari dalam ruangan.


Wei Qian Nian yang sudah menjadi buronan berjalan dengan mengendap-endap di sepanjang jalan pelariannya. Ia bahkan beberapa kali berganti baju agar tidak ada yang dapat mengenalinya.


Pasukan dikerahkan untuk mencari Wei Qian Nian yang diduga kuat sebagai pembunuh JENDERAL Wang. Wei Qian Nian harus berjalan dengan hati-hati agar tidak dikenali dia ditangkap oleh mereka.


Wei Qian Nian lagi-lagi berhenti karena melihat pasukan yang berpatroli. "Sial. Kenapa mereka ada di mana-mana?" Wei Qian Nian kembali berjalan dan dengan sangat berhati-hati. Ia akan bersembunyi ketika ada pasukan yang sedang berjalan terburu-buru di depannya.


Pasukan di bawah kekuasaan Jenderal Wang menyebar untuk mencari keberadaan Wei qian Nian yang telah membunuh ketua mereka. Meskipun jenderal wang memiliki sikap yang buruk terhadap para wanita, sebagai seorang pemimpin dia adalah pemimpin yang baik. itulah sebabnya mereka harus menemukan wanita itu untuk membalaskan dendam pemimpin mereka.


"Aku tidak bisa terus berlari seperti ini. Lama kelamaan aku akan segera ketahuan. Aku harus menemukan tempat bersembunyi sementara." Gumam Wei Qian Nian saat ia melihat banyak lakukan yang berkeliaran.


Lalu Wei Qian Nian melihat seorang wanita pengemis dan melihat bahwa ia tida memiliki penampilan mereka yang kumuh. Dia memiliki ide cemerlang untuk dilakukan agar dia dapat terbebas dari kejaran para pasukan dengan menyamar menjadi seorang pengemis.


"Anak muda terlalu bersemangat."


Sedangkan di istana, kaisar mengadakan pertemuan mendadak untuk masalah kematian JENDERAL Wang. Jenderal Wang juga tidak memiliki kelaurga, jadi hanya ada para pelayan dan para wanita yang tinggal di kediamannya. Tidak ada yang akan mengatur pemakaman untuk jenderal wang. Selain membahas masalah pemakaman, Kaisar juga secara resmi menyerahkan kasus itu pada biro Yunguang.


Tetapi pada saat ini ia baru mengingat jika Pei Zhang Xi yang sedang mereka bicarakan sedang pergi bersama dengan denganmu LuJing Yu, ia pun segera marah.


"Bawa kemari Pei Zhang Xi. Suruh urus masalah ini sampai tuntas dan temukan pelaku yang telah membunuh Jenderal Wang"


"Baik Yang Mulia." Mo Han yang datang untuk menggantikan Pei Zhang Xi mengangguk dengan hormat.  Ia langsung berpaling dan pergi setelah menerima perintah.


~○○○~


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_94♡


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..