
Semua orang merasakan suasana nya semakin panas. Mereka dengan jelas merasakan kebencian Ratu Zhu tehadap Lu Jing Yu. Dengan segera mereka menyusutkan kehadiaran mereka lagi dan lagi agar mereka tidak sampai terkena imbasnya jika secra tidak sengaja mereka menyulut masalah.
Lu Jing Yu merasa masam di hatinya. Apa salahnya pada wanita yang masih terbilang ibu mertuanya juga sehingga wanita ini sepertinya selalu memberinya masalah dan menjadikannya sasaran kebencian. Ia hanya ingin segera menyelesaikan masalah agar semua orang segera bubar dan tidak menyebabkan keributan.
Jika hukuman yang diberikan oleh Ratu Zhu berdasarkan pada keadilan, itu tidak masalah. Dia juga tidak akan mengatakan apapun untuk itu meskipun hukuman yang diberikan bahkan lebih buruk. Namun saat ketidakadilan terjadi di depannya, sebaai orang modern yang mengerti hukum, ia tidak bisa membiarkan ketidakadilan terjadi tepat di depan matanya.
Lu Jing Yu juga tidak ingin menjadi terlalu mencolok dan hanya menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kebenaran terlebih dahulu sebelum memutuskan hukuman yang akan diberikan, namun Ratu Zhu sepertinya sangat tidak sabaran untuk mendorongnya jatuh ke dalam lumpur!
Tapi tidak mengapa, jika Ratu Zhu sangat suka bermain dengan lumpur, ia akan dengan senang hati melayaninya dengan baik.
Lu Jing Yu tersenyum saat memandang Ratu Zhu dengan percaya diri.
"Tentu saja anak ini sudah memilikinya ibu. Dan anak ini juga sudah mengetahui pelakuya, hanya saja anak ini butuh saksi yang dapat menyaksikan saat anak ini menunjukkan bukti, jika tidak, dengan bukti yang sangat rentan akan sangat mudah untuk pelaku melarikan diri. Jadi ibu, apakah ibu mengizinkannya?" Lu Jing Yu tidak memberi kesempatan Ratu Zhu untuk berbicara dan dengan segera mendorongnya untuk menyetujui.
"Baik. Karena Putri Mahkota sudah berkata demikian, aku tidak memiliki alasan untuk tidak mengbulkan permintaannya dan menyerahkan kuasa untuk menyelesaikan masalah ini atas namaku. Maka dari itu Putri Mhkota, segera beritahu kami siapa orang yang bersalah itu berdasarkan bukti yang telah disebutkan. Dan untuk saksi, aku sendiri, Zhu Qing Yi, Ratu Kekaisara Shao yang akan menjadi saksi." Meskipun Ratu Zhu mulai merasa ragu jika Lu Jing Yu memang benar-benar mampu menunjukkan bukti dan telah mengetahui pelakunya, ia masih bersikap bijaksana dan tidak menentangnya atau orang-orang akan segera menyebrkan rumor bahwa Ratu Zhu adalah orang yang tidak masuk akal. Jadi dia secara pribadi berinisiatif untuk menjadi saksi.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih atas kepercyaan Ibu." Lu Jing Yu memandang Ratu Zhu penuh arti sebelum ia berbalik dan memandang Selir Xu dan Selir Yu bergantian. Senyumannya membuat kedua orang itu takut.
"Mulia sekarang saya yang aka mengambil alih kasus ini jadi saya mohon semua orang untuk bekerja sama dengan saya. Khususnya selir Xiu dan selir Yu." Selir Xiu dan selir Yu yang disebutkan namanya langsung mendongak dengan kaget. "Aku ingin semua orang tidak menyela saat aku bertanya dan tidak ada yang berbicara saat aku tidak memintanya, apa kalian sanggup?" Lanjutnya dengan menatap tajam selir Xiu dan selir Yu.
"Saya sanggup." Selir Yu dengan cepat menjawab.
"saya juga sanggup." Selir Xiu mejawab dengan yakin. Dia menatap selir Yu dengan penuh amarah.
"Baiklah. kalau begitu Selir Xiu, tolong ceritakan apa yang terjadi sebenarnya." Lu Jing Yu memandang Selir Xiu dengan serius.
Selir Xiu tidak keberatan dan segera mengulangi ceritanya. Sama sperti yang dikatakan pada Ratu Zhu sebelumnya. Lu Jing Yu sebenarnya juga telah mendengar hal yang sama, tapi dia ingin mengingatkan semua orang akar masalahnya. Setelah Selir Xiu menceritakannya, Lu Jing Yu mengangguk paham dan berganti memandang Selir Yu.
"Selir Yu, apakah benar yang dikatakan Selir Xiu?"
"Itu Tidak benar Putri Mahkota, saya memang datang ke paviliun Selir Xiu tetapi hanya untuk mencari teman mengobrol dan tidak mengganggu sama sekali. Begitu juga dengan lukisan itu, saya hanya berniat untuk menyapa dan datang untuk mlihat-lihat. Dikabarkan jika kemampuan melukis Selir Xiu adalah yang terbaik di dalam harem ini, jadi saya ingin datang dan melihat. Siapa tahu saya beruntung untuk belajar satu dua teknik melukis agar saya dapat melukis denga baik. Namun saya masih berjarak satu meter dari Seir Xiu saat tiba-tiba luksan selir Xiu jatuh ke tanah." selir Yu berbicara dengan wajah bersalah.
"Hem." Lu Jing Yu mengangguk ringan sebelum melanjutkan. "Apakah itu berarti Selir Yu tidak mendekat atau menyentuh lukisan itu saa sekali?" Lanjutnya.
"Ya. Saya berani bersumpah bahwa saya tidak menyentuh lukisan selir Xiu sama sekali untuk membuktikan bahwa saya berkata benar dan Selir Xiu telah memfitnah saya." Selir Yu berkata dengan prcaya diri. Selir Xiu yang mendengar sumpah Selir Yu mengepalkan tangannya dengan marah.
"Baiklah kalau begitu. Karena Selir Yu telah berkata bahwa dia tdak menyentuh lukisan selir Xiu, mari kita anggap seperti saja." Lu Jing Yu menganggukkan kapalanya sambil tersenyum. Seli Xiu melihat bahwa Lu Jing Yu percaya pada kata-kata Selir Yu dan segera ingin menyangkal, namun isyarat tangan Lu Jing Yu yang memintanya untuk berhenti menghentikan niatnya dan hanya bisa menahan amarahnya di dalam hati.
"Apakah selir Yu juga suka melukis?"
"Sedikit. Tapi kemampuan melukisku tidak begitu baik."
"Apakah Selir Yu baru saja melukis baru-baru ini?" Pertanyaan Lu Jing Yu lagi-lagi membuat semua orang bingung dan mulai mngerutkan alis mereka.
"Tidak."
"Kalau begitu, kapa terakhir kali selir Yu melukis atau memegang kuas?" Semua orang merasa bahwa semakin lama pertanyaan yang diajukan Lu Jing YU semakin aneh dan menyimpang jauh dari masalah. Namun akrena semua orang telah seyuju untuk bekerja sama, semua orang hanya diam melihat dan mendengar tanpa berniat menyela atau keberatan.
Begitu juga dengan Selir Yu yang langsung menjawabnya dengan jujur. "Saya sudah tidak melukis lebih dari satu bulan. Sedangkan untuk memegang kuas, saya rasa itu tiga hari yang lalu." Selir Yu berkata sambil mengingat-ingat.
"Apakah Selir Yu yakin?" Lu Jing Yu menyipitkan matanya.
"Ya. Tiga hari yang lalu saya mengirim surat pada ibu saya. Setelah itu saya tidak menulis apa-apa lagi."
"Baik." Lu Jing Yu mengangguk sebelum menatap Selir Yu dengan tajam. "JIka terakhir selir Yu memegang kuas dan berurusan dengan tinta adalah tiga hari yang lalu, bagaimana bisa lengan baju selir Yu terdapat noda tinta yang masih baru?" setelah mendengar perkataan Lu Jing Yu, Selir Yu dengan kaget melihat lengan baju sebelah kiri miliknya yang berwarna kuning cerah memiliki noda hitam yang sangat kontras.
Noda tinta itu tidak terlalu besar dan berada di bagian bawah lengannya sehingga hampir tidak terlihat. Jika ia tidak mengangkat lengannya, noda itu hampir tidak terlihat, namun saat ia mulai mengangkat lengannya, noda itu segera muncul di depan seua orang dengan jelas. Semua orang kini teah melihat nya dan mulai memperhatikannya dan meemukan jika itu memang noda yang berasal dari tinta dan yang peling penting adlah bahwa noda hitam itu masih basah. Jelas terjadi beberapa saat sebelumnya.
Melihat ini saja, tanpa harus dijelaskan, semua rang juga dapat menyimpulkan bahwa noda itu berasal dari tinta lukisan selir Xiu yang telah rusak. Jika Selir Yu memang tidak menyentuh atau mndekat pada lkisan itu seperti yang dikatakannya, bagaimana bisa noda tinta itu ada sedangkan terakhir kali Selir Yu berurusan dengan tinta adalah tiga hari yang lalu?
"Ini... saya benar-benar tidak! Ini bukan noda tinta." Selir Yu tidak percaya dia akan terungkap dengan cepat dan panik. Ia menarik lengannya dan menyembunyikan lengannya di belakang tubuhya agar tersembunyi dari pendangan semua orang.
"ratu, yang Mulia Ratu, tolong percaya pada saya. Saya benar-benar tidak mengerti bagaimana di baju saya ada noda tinta ini." Selir Yu yang panik segera memandang Ratu Zhu dengan tatapan memohon.
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_229🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉