Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
89. Pergi Ke Heaven Lake


Bungalou  Heaven Lake berada di lereng gunung. Udara dingin sudah mulai menusuk saat kereta mulai memasuki area gunung. Pei Zhang Xi ingin menutup jendela agar Lu Jing Yu tidak kedinginan. Tetapi Lu Jing Yu menolak menutupnya sebab ia masih ingin melihat pemandangan di sekeliling yang sangat jauh berbeda sejak mereka meninggalkan ibu kota yang penuh sesak dengan orang dan berganti dengan pemandangan alam berupa sawah para rakyat.


Apalagi setelah memasuki gerbang luar bungalou Heaven lake yang memiliki berbagai jenis bunga yang tumbuh di sepanjang jalan. Juga perkebunan anggur yang terbentang luas. Menampilkan keindahan yang memukau. Lu Jing Yu di dunia asalnya sesekali akan pergi ke gunung untuk mendaki gunung demi melihat pemandangan alam seperti ini. Saat ia matanya seakan sedang dimanjakan dan tidak bisa menyembunyikan perasaan senang di matanya.


Melihat mata berbicara Lu Jing Yu, Pei Zhang Xi tidak bisa terus memaksa dan membiarkan saja je delapan terbuka. Tetapi Pei Zhang Xi melepas jubah luarnya utk digunakan untuk melindungi tubuh Lu Jing Yu dari udara dingin yang menusuk.


Lu Jing Yu menoleh dan bertemu pandang dengan tatapan mata Pei Zhang Xi yang lembut dan penuh cinta. Ia pun tersenyum dan menyandarkan kepalanya di dada Pei Zhang Xi yang nyaman.


"Aku tidak menyangka pemandangan di sini akan sangat indah." Ucap Lu Jing Yu tanpa menoleh.


"Ya. Apa kamu tahu kamu membuat semua orang iri padamu untuk hal ini. Sebelumnya, Heaven Lake adalah tempat untuk berlibur keluarga kerajaan. Itupun harus dengan izin khusus dari Ayah Kaisar. Jika tidak mendapat izinnya juga tidak boleh datang ke sini sesuka hatinya."


"Benarkah?"


"Hem. Aku juga tidak menyangka jika ayah Kaisar akan memberikan Heaven Lake ini padamu sebagai hadiah."


"Huh! Mendengarnya kenapa aku sekarang bingung harus tertawa atau menangis?" Lu Jing Yu mendesah pasrah.


"Kenapa?" Tanya Pei Zhang Xi bingung.


"Karena sepertinya aku mengundang banyak musuh tanpa aku sadari?" Ucap Lu Jing Yu dengan masam.


"Tenang saja. Ada aku di sini. Aku akan melindungimu." Pei Zhang Xi mengecup kepala Lu Jing Yu dengan posesif.


"Mm. Aku beruntung bertemu dengan pria seperti Yang Mulia."


"Kita adalah pasangan yang beruntung."


Semakin masuk ke dalam area, pemandangan semakin indah. Seperti namanya, ini seperti danau di surga yang indah. Danau alami tidak begitu luas. Air di dalamnya terlihat jernih dengan warna air hijau yang terantuk dari dedaunan yang ada di sekitar danau. Jika sedang berlayar di atasnya, warna air danau akan berubah menjadi warna biru dari pantulan langit biru di atasnya.


Di atas permukaan danau, ratusan bunga teratai terlihat mekar dengan indah. Menyebarkan aroma yang harum. Di tempat ini terlihat  banyak capung dan kupu-kupu yang beterbangan kian kemari diantara bunga-bunga yang indah. Semakin dilihat pemandangan akan semakin indah dan memanjakan mata. Bibir Lu Jing Yu semakin terangkat tinggi saat ia melihatnya dengan bahagia.


Lebih jauh lagi sebuah bangunan mulai terlihat. Sejauh menara tinggi sudah terlihat sejak jarak satu kilometer jauhnya. Menara seperti ini biasanya hanya akan dibangun di istana atau di gerbang kota untuk melihat dari jarak jauh. Tapi menara di sini lebih banyak untuk melihat pempemandangan indah di sekitar bungalou.


Bangunan utama juga secara bertahap terlihat. Bangunan yang cukup besar dan indah menjadi pusatnya. Seluruh bangunan terbuat dari kayu dengan ukiran yang indah berwarna cokelat tua. Jendela-jendela kertas dibuka lebar menghadap taman yang ada di luar bangunan yang ditata dengan apik. Tanaman hias bonsai dan juga berbagai bunga warna-warni berukuran kecil ditata rapi membentuk jalan dengan bunga di kanan kirinya.


Di sisi kanan bantuan utama inilah menara itu nerdiri dengan gagah. Dari dekat barulah terlihat bahwa menara ini berbeda dengan yang ada di istana maupun di gerbang kota yang digunakan untuk melihat musuh atau keadaan dari jarak jauh. Jadi menara tersebut terbuat dengan sederhana yang hanya terbuat dari kayu yang dirangkai dan hanya bisa dinaiki oleh laki-laki.


Tetapi menara yang ada di Heaven Lake lebih digunakan untuk melihat pemandangan. Ada tiga lantai luas yang dapat digunakan bersantai dan satu lantai khusus untuk mengawasi wilayah di sekitar menara. Setiap lantainya memiliki ruangan yang cukup luas dan bisa digunakan untuk tempat duduk bersantai. Ada juga tangga yang lebar untuk membantu seseorang untuk naik, bahkan wanita juga mudah untuk naik.


Pada masing-masing lantai memiliki keunikan dekorasinya. Selain itu pemandangan dari setiap lantai juga sangat indah.


Lu Jing Yu juga sedang bingung memilih antara keduanya saat suara Quan Yuan terdengar dari depan.


"Yang Mulia, Permaisuri, kita sudah sampai."


"Hem."


Tirai dibuka dari luar. Lu Jing Yu yang sudah tidak sabar ingin segera turun. Tetapi ketika melihat perutnya yang menonjol ia mengurungkan niatnya lalu duduk menunggu dengan sabar.


Pei Zhang Xi mengerti jika Lu Jing Yu sudah tidak sabar dan segera mengulurkan tangannya untuk membantu Lu Jing Yu turun.


"Ini sangat memanjakan mata." Puji Lu Jing Yu setelah melihat ke sekeliling.


"Baguslah jika kamu suka." Pei Zhang Xi mengelus kepala Lu Jing Yu.


"Yang Mulia, aku ingin naik ke menara. Ayo ke sana!" Lu Jing Yu menarik tangan Pei Zhang Xi dengan mata berbinar bahagia.


"Tidakkah kamu tertarik untuk melihat danau? Aku bisa memancing ikan nanti. Di danau itu banyak ikan besar yang lezat."


"Benarkah?"


"Hem. Ayo kesana saja." Pei Zhang Xi dengan tidak sabar menarik Lu Jing Yu tetapi  Lu Jing Yu menolak. Matanya masih tidak bisa teralihkan dari menara.


Sebagai manusia yang terbiasa berada tinggal di lantai yang tinggi, ia cukup penasaran bagaimana bangunan tinggi di tempat ini. Pemandangan yang dapat dilihat pasti lebih indah. Sedangkan untuk pemandangan di danau, lebih kurang tidak akan jauh berbeda dari pemandangan di kolam buatan di kediaman Raja Rui yang sudah sering dilihatnya.


"Tapi aku tidak mau. Yang Mulia, pemandangan dari atas menara pasti lebih indah."


"Tapi itu berbahaya Yu'er. Tangganya sangat banyak dan tinggi. Ketinggiannya juga lebih tinggi dari bangunan restoran atau penginapan. Akan sangat bahaya jika jatuh dari sana." Lu Jing Yu mengernyitkan alisnya. Tinggi menara memang jauh dibandingkan dengan  bangunan  restoran, tetapi menara itu dibuat kuat dan juga memiliki pengamanan yang baik.


~○○○~


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_89♡


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..