
Hutan adalah tempat dimana pepohonan tumbuh dengan subur. Satu sama lain dengan jarak yang cukup dekat. Besar kecil berdesakan seperti tumpang tindih di antara lebatnya hutan. Di tengah lebatnya hutan, para binatang besar dan kecil, jinak dan buas hidup. Salah satu dari mereka adalah mangsa dari satu yang lain. Binatang-binatang ini akan berlarian di tengah hutan seperti anak kecil yang saling berkejaran di taman bermain. Atau mereka akan berlari kencang ketika mereka bertemu dengan pemburu yang masuk ke dalam hutan.
Namun hari ini, pemandangan yang sangat tidak terduga terlihat. Seorang gadis cantik dengan pakaian putih yang tampak seperti peri berlarian di hutan. Berawal dari keinginannya untuk mengejar kelinci kecil hingga tanpa sadar masuk ke dalam hutan.
Namun sayangnya gadis ini melupakan jika di dalam hutan, bukan hanya tempat tinggal bagi binatang jinak seperti kelinci kecil. Bahkan dibandingkan dengan binatang jinak, binatang buas yang berbahaya justru lebih mudah ditemui.
Gaun putih yang ia pakai awalnya putih bersih dan terlihat sangat indah. Namun setelah dia mengalami banyak hal di dalam hutan, gaun putih bersih itupun penuh dengan noda dan debu. Beberapa robekan terlihat merusak pemandangan. Rambutnya yang tergerai lurus dengan rapi saat ini terlihat berantakan dengan anak rambut yang lepas dari ikatan. Bahkan sebuah daun kecil terlihat di antara Helai rambut yang berasal dari tanaman atau semak-semak yang dilaluinya sepanjang jalan.
Namun gadis cantik itu tidak menderita sendirian. Gadis lainnya yang juga cukup cantik bahkan memiliki penampilan akhir yang terlihat lebih parah darinya. Gadis itu berlari mengikuti gadis cantik berbaju putih. Secara bertahap menghalangi beberapa hal buruk yang berusaha menyerang yang berlari di depannya yang merupakan majikannya. Sebagian bajunya robek dengan noda darah yang menodainya. Semua kekacauan adalah hasil dari usahanya untuk melindungi majikannya yang cantik itu.
"Ah!" Gadis itu tersandung akar pohon besar yang menonjol di atas tanah. Tubuhnya pun terjatuh. Melihat orang yang dikejarnya jatuh tidak berdaya, babi besar itu segera mempercepat langkahnya dan menggigit kaki Rong Yun dengan gigi taringnya yang tajam.
"Argh!" Rong Yun merasakan kakinya sakit. Kulit dan dagingnya terkoyak. Ia tidak bisa menahan rasa sakit dan berteriak kesakitan. Gadis cantik yang mendengar bunyi jatuh yang besar disertai dengan teriakan kesakitan Rong Yun segera berhenti dan berbalik demi melihat kaki Rong Yun telah berlumuran darah yang banyak. Babi hutan yang besar itu terus menggigit dan sepertinya tidak berniat untuk melepaskan nya.
Dengan kaki yang dihancurkan oleh Bani hutan, Rong Yun terus berteriak setiap gigi besar babi hutan mengoyak daging kakinya.
"Babi busuk! Lepaskan Rong Yun!" Gadis cantik itu menemukan dahan kayu di dekatnya dan segera mengambilnya.
Dengan kayu besar di tangannya, ia siap untuk menyelamatkan Rong Yun dari babi hutan. Ia akan menyerang babi hutan itu. Ia harus membunuh babi itu jika ingin menyelamatkan Rong Yun. Namun tangannya gemetar. Jangankan babi hutan, ia bahkan tidak tega menginjak semut atau memukul nyamuk yang menggigit nya.
Jeritan Rong Yun yang tidak berhenti menyadarkannya. Matanya melihat Rong Yun yang kesakitan. Rong Yun telah mengikutinya sejak ia masih muda. Pelayannya itu juga telah memberinya peringatan untuk segera meninggalkan hutan. Hanya dia yang tidak mau mendengar sarannya dan menyebabkan semua hal mengerikan itu terjadi. Jadi, semua ini salahnya. Jika terjadi sesuatu pada Rong Yun, dialah yang patut disalahkan setelah semua.
Keberanian datang setelah melihat ketidakberdayaan Rong Yun. Dia kembali mengangkat tangannya yang gemetar. Lalu dengan pasti ia melangkah dan bersiap memukul babi hutan yang menggigit Rong Yun tanpa ampun.
Melihat nonanya maju untuk menyelamatkannya, Rong Yun tersentuh. Namun ia juga panik. Bagaimana jika babi hutan menyerang Majikannya sebagai gantinya?
"Ah! Nona! Cepat lari!" Rong Yun dengan panik berteriak. Ia juga menggerakkan kakinya agar babi itu tidak menyadari keberadaan nonanya dan hanya fokus padanya. Ia menggunakan tubuhnya sendiri untuk mengalihkan perhatian babi besar itu.
"Tidak Rong Yun. Aku tidak akan meninggalkanmu di sini. Semua ini salahku."
"Tidak nona. Nona tidak perlu mengkhawatirkan hamba. Nona cepat lari atau nona akan terluka." Dengan menahan rasa sakit di kakinya, Rong Yun berusaha meyakinkan nonanya untuk pergi menyelamatkan diri.
"Tidak Rong Yun! Babi sial! Mati kau!" Teriak gadis cantik itu saat dia mengangkat kayu di tangannya tinggi dan memukul kepala babi itu dnegan sekuat tenaga.
Merasa kesenangannya diganggu ditambah rasa sakit di kepalanya akibat dipukul dengan begitu keras, babi hutan itu dengan enggan melepaskan kaki Rong Yun. Menatap gadis yang memukulnya dengan penuh amarah. Darah merah yang kental menetes dari moncongnya. Giginya yang putih terlihat kontras dengan darah yang menetes dari ujungnya yang runcing. Membuat tampilan babi hutan yang sejak awal sudah menakutkan menjadi semakin mengerikan.
Rong Yun panik melihat babi yang menatap nonanya dengan marah. Rong Yun ingin menolong nonanya namun saat ia hendak berdiri, ia merasakan nyeri di kakinya. Setiap gerakan yang bahkan gerakan lembut sekalipun menyebabkan rasa menyengat yang menyakitkan. Namun ia tidak menyerah dan berusaha berdiri namun hanya mendapati kepalanya tiba-tiba berputar dan dia jatuh tidak sadarkan diri.
Salah satu kelompok ada di dekat mereka saat itu. Keributan yang disebabkan oleh dua manusia dan seekor babi hutan terdengar dari jarak yang cukup jauh. Apalagi teriakan kesakitan Dari seorang gadis. Sangat memilukan mendengarnya di tengah hutan.
Xian Mu Xuan yang merupakan ketua dari kelompok itu segera memimpin kelompok nya untuk melihat situasi. Saat mereka tiba di tempat kejadian, mereka melihat seorang gadis yang tidak sadarkan diri di satu sisi dan babi hutan yang menatap seorang gadis lainnya di sisi lain.
Pada saat itu, babi hutan sudah bersiap hendak menyerang. Babi itu tidak menyadari kehadiran orang-orang yang datang belakangan. Ia hanya menginginkan satu hal, menjatuhkan gadis yang telah memukul kepalanya.
Berbeda dengan babi itu, sang gadis menyadari kehadiran orang lain namun tidak berani memalingkan wajahnya dari babi yang tidak berhenti menatapnya. Ia hanya melirik mereka dengan matanya uang berair dan penuh permohonan untuk meminta diselamatkan.
"Putri, apa yang harus kita lakukan?" Salah satu penjaga bertanya. Ia ingin membantu gadis itu, tetapi harus dengan izin sang putri sebagai majikannya.
"Binatang buruan datang menghampiri tanpa diminta. Sekaligus menambahkan penghitungan balas budi dari pihak lain. Siapa orang bodoh yang akan melewatkan kesempatan?" Selesai dengan kalimatnya, Xian Mu Xuan menarik anak panah dari punggungnya dan memasangnya pada busur dengan terampil. Membidiknya dan menembak setelah sasaran dikunci dengan tepat.
Wuuuus.... Jleb! Bruuk! Pergantian begitu cepat hingga tubuh babi yabg besar tergeletak di tanah.
Melihat babi yang mengancamnya sejak awal jatuh di depannya, gadis itu tidak dapat menahan air matanya yang tidak berani diturunkannya. Kakinya lemas saat tubuhnya ambruk dengan lutut seperti jeli.
"Terima kasih. Terima kasih tuan Putri telah menyelamatkan hamba dan pelayan hamba. Hamba bernama Feng Fei Yi. Putri pertama dari menteri sayap kanan Kekaisaran Shao. Tuan putri telah menyelamatkan hamba, hamba akan berusaha untuk membalas Budi dengan baik." Feng Fei Yi memandang pengawal yang mengikuti Xian Mu Xuan sedang menyelamatkan Rong Yun dan bernapas lega. Gadis itu mengikuti setiap acara dan mengenak gadis yang menjadi penyelamatnya.
"Saling membantu adalah kewajiban setiap manusia. Jadi tidak perlu memikirkannya." Xian Mu Xuan tahu kapan dia harus bersikap. Dia mendengar bahwa menteri Feng adalah menteri yang memiliki kekuatan yang cukup besar. Jika ia berhasil mendapatkan dukungan dari mereka, semuanya akan mudah di masa depan. Apalagi putrinya terlihat polos dan naif. Dia pasti dengan mudah mengambil alih semuanya.
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_207🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi , pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉