
Akhirnya setelah memastikan bahwa Lu Jing Yu baik-baik saja, Pei Zhang Xi sampai di pengadilan pagi bersama dengan kasim yang diutus menjemputnya oleh Kaisar bersama dengan Mo Han dan Mo Ting. Saat Pei Zhang Xi masuk ke dalam aula, para pejabat yang sejak tadi sudah sibuk bergosip mendapatkan bahan baru. Mereka mulai memasukkan Pei Zhang Xi di dalam perbincangan mereka.
Pei Zhang Xi sudah dua minggu terakhir tidak datang dalam pengadilan pagi. Meskipun dia telah dibebas tugaskan selama satu bulan dari biro Yuguang, tapi menghadiri pengadilan pagi adalah sesuatu yang wajib diikuti oleh setiap pangeran yang telah menginjak dewasa.
Hari ini Pei Zhang Xi datang bertepatan dengan hadirnya Wei Qian Nian di sana. Jadi mau tidak mau mereka semua menyangkut pautkan kehadiran mereka bersama apalagi saat melihat wajah kusut dan marah Pei Zhang Xi yang biasanya hanya menunjukkan ekspresinya yang datar.
"Apa mungkin Yang Mulia Kaisar akhirnya menolak permintaan Raja Rui dan tetap memasukkan putri Chu Timur ke dalam kediaman raja Rui? Lihat wajahnya yang gelap itu." Semua orang mulai berbisik-bisik dengan dugaan mereka.
"Salam Raja Rui." Saat ini Wei Qian Nian berinisiatif berdiri dan menyapa Pei Zhang Xi yang berjalan ke tempatnya yang berada tidak jauh dari tempat Wei Qian Nian.
"Hm." Pei Zhang Xi bahkan tidak repot-repot meliriknya saat ia bergumam dan duduk di kursinya.
"Bagaimana keadaan Permaisuri Rui? Hamba dengar kondisi Permaisuri mengalami sedikit masalah." Wei Qian Nian mengabaikan sikap Pei Zhang Xi. Duduk dan mulai bertanya mengenai Lu Jing Yu.
"Tidak masalah. Dia baik-baik saja."
"Syukur lah kalau begitu. Bagaimanapun selama perjalanan dari perbatasan negara Chu Timur sampai ke istana ini, bisa dibilang kami cukup mengenal dengan baik." Wei Qian Nian mengingatkan bagaimana ia bisa sampai di istana ini. Itu semua karena Pei Zhang Xi yang membawanya datang. Setelah semuanya, Pei Zhang Xi meninggalkannya tanpa nasib yang jelas.
"Tidak perlu mengkhawatirkan keadaan Permaisuri ku. Tetapi terima kasih atas perhatian putri Chu Timur. Aku mewakili Permaisuri ku mengucapkan terima kasih banyak." Pei Zhang Xi tidak repot memaksakan senyumnya.
Wei Qian Nian tidak puas dengan jawaban Pei Zhang Xi. Setelah kabar yang diterimanya bahwa Lu Jing Yu yang saat ini sangat begitu merepotkan, bukankah Pei Zhang Xi harusnya membencinya? Kenapa saat ini seperti melindunginya?
"Kaisar tiba." Suara kasim di lindungi masuk bergema. Semua suara berisik para pejabat berhenti seketika. Setelah itu langkah kaki yang tegas memasuki aula pengadilan. Jubah naganya berkibar dengan gagah saat Pei An Long berjalan menunggu tempat tertinggi di ruangan itu bersama dengan penasehat dan juga Ratu.
"Salam kepada yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Ratu. Semoga kebahagian menyelimuti seluruh anggota kerajaan." Semua orang berdiri dan memberi salam.
"Bangun." Pei An Long melambaikan lengannya dan duduk dengan gagah di atas tahtanya. Ratu duduk di sampingnya dengan anggun. Wajahnya yang cantik terlihat penuh dengan kesombongan saat ia berada di samping kaisar. Seperti biasanya.
Kaisar memindai seluruh aula. Saat matanya menemukan sosok Pei Zhang Xi yang sudah mangkir selama dua minggu duduk dengan paksa di tempatnya sudut bibirnya sedikit terangkat. Senyum mengejeknya dibalas oleh anak kurang ajarnya dengan sebuah cibiran. Dengan itu Kaisar mendengus kesal dan meminta Kasim Song untuk segera memulai pengadilan pagi seperti biasa.
Sejak kehadiran Kaisar, keadaan sudah kembali seperti biasanya. Satu persatu menteri dan pejabat lainnya melaporkan hasil kerja mereka. Pagi yang begitu hidup namun sangat membosankan bagi sebagian orang. Pei Zhang Xi sejak baru datang sudah tidak sabar ingin segera pulang mengepalkan tangannya di bawah meja. Bibirnya terus mengerucut saat ia mulai mengutuk semua orang yang saat ini berbicara seperti kerumunan lebah yang tidak ada artinya.
Mo Han yang duduk di belakangnya beberapa kali mengingatkannya untuk tenang setiap kali ia melihat buku jari Pei Zhang Xi yang memutih setelah dengan kesal meremas cangkir tehnya.
Wei Qian Nia yang diabaikan sementara waktu masih duduk dengan tenang di tempatnya dengan sesekali memakan camilan dan menyesal teh yang disediakan. Semua masalah yang dilaporkan tidak ada hubungannya dengannya. Di zaman ini, wanita tidak diperbolehkan ikut campur dalam masalah kerajaan. Jadi meskipun Wei Qian Nian sejak awal berada di sana dan mendengarkan, sangat kecil kemungkinannya untuk mengerti apa yang sedang mereka bicarakan kecuali saat mendengar nama suatu daerah yang disebut. Itupun dia juga tidak mengetahui daerah itu karena ini bukan tanah airnya
Kaisar menyapukan pandangannya ke seluruh aula. Memindai wajah semua orang yang tampak penasaran kali ini. Biasanya para pejabat ini hanya akan memasang wajah seperti ini saat ada berita besar yang tengah mereka bicarakan. Setelah pandangannya sampai lada Wei Qian Nian, Kaisar sepertinya sudah menebak bahwa alasan para pejabatnya bergosip pagi ini karena adanya putri Chu Timur di dalam pengadilan pagi kali ini.
"Putri Wei, sepertinya sudah dua minggu tuan putri berada di kekaisaran ini." Ucap Pei An Long berbasa basi. Memusatkan pandangannya pada gadis cantik di sudut ruangan.
"Menjawab Yang Mulia Kaisar, hari ini sudah dua minggu Yang Mulia."
"Hem. ..sudah cukup lama. Zhen harap putri Wei segera terbiasa dengan keadaan dan cuaca di sini. Meskipun negara kita bertetangga, iklim kita sedikit memiliki perbedaan."
"Hamba sangat senang bisa tinggal di Istana Kerajaan Shao yang sangat indah. Udara di sini terasa segar dibandingkan dengan udara di Chu Timur yang sedikit lebih kering."
"Bagus jika putri Wei betah tinggal di sini." Kaisar tersenyum dengan tenang sebelum melanjutkan. "Sesuai dengan rencana awal kedatangan putri Wei sebagai hadiah dari Kaisar Chu Timur, putri dari Chu Timur, putri Wei Qian Nian akan dinikahkan dengan salah satu pangeran dari kekaisaran Shao. Pada awalnya Putri Wei diserahkan kepada Raja Rui sebagai selirnya. Tetapi karena Raja Rui yang baru saja menikah dengan Permaisuri nya dan secara kebetulan Permaisuri Rui saat ini tengah mengandung dan dalam kondisi yang tidak stabil, untuk sementara kediaman Raja Rui tidak akan menerima Selir. Maka dari itu Zhen ingin bertanya bagaimana pendapat Putri Wei mengenai masalah ini."
Ketika Pei An Long berbicara, Wei Qian Nian meremas ujung hentinya di bawah meja. Ekspresinya tenang dan datar seperti semua yang dibicarakan tidak ada hubungannya dengannya. Memang pantas menjadi putri Chu Timur yang dibesarkan dengan baik oleh keluarga kerajaan.
Saat pertanyaan jatuh, semua orang menatap Wei Qian Nian dengan rasa ingin tahu. Mereka penasaran apa yang ingin dilakukan Putri Chu Timur ini. Mereka mulai memasang telinga dengan tajam.
"Yang Mulia Kaisar bijaksana dan murah hati. Saya dikirim kemari untuk menjadi Selir Raha Rui oleh Kaisar Chu Timur yang adalah ayah saya sendiri. Tetapi lada saat ini Raja Rui masih tidak bisa menerima Selir di kediamannya. Untuk itu saya memutuskan bahwa saya bersedia menunggu. Lagipula saya tidak sedang terburu-buru. Menikmati keindahan istana Shao beberapa bulan lagi tidak akan menjadi masalah bagi saya selama saya bisa memenuhi harapan Ayah Kaisar saya terhadap saya." Napas semua orang tercekat. Mereka tanpa sadar ngelihat ke arah Pei Zhang Xi yang berwajah gelap dan menakutkan.
Kaisar juga hampir tidak percaya pada keputusan yang diambil oleh Wei Qian Nian. Awalnya untuk menghormati Kaisar Chu Timur melalui putri Wei, dia bertanya-tanya mengenai keinginannya. Tetapi ia tidak menyangka jika Putri Chu Timur akan memiliki sifat keras kepalanya. Membuat rencananya untuk segera memutuskan kemana dia akan pergi menjadi berantakan. Awalnya Pei An Long mengira putri Wei kan menyerahkan semua keputusan padanya. Ternyata....ambisinya cukup besar.
Saat ini ia memandang putranya yang berwajah gelap dengan pandangan mengejek sekali lagi. Salah sendiri memiliki wajah yang begitu tampan. Ditambah sifatnya yang sok misterius itu pasti akan membuat para gadis berkerumun. Bahkan putri Wei Qian Nian yang baru bertemu beberapa hari saja tidak bisa melepaskannya dengan mudah.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_56♡
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .