
Dua hari sudah Lu Jing Yu tinggal di Bungalow Heaven Lake tanpa pei Zhang Xi. Pekerjaan sudah dimulai dengan membuat pondasi di pinggir danau. Kincir air itu harus dibuat dengan besar agar dapat mengalirkan banyak air. Jadi tentu saja membutuhkan pondasi yang juga kuat dan kokoh. Kayu-kayu juga sudah mulai diukur dan dipotong. Semua potongan diberi tanda dan nomor untuk memudahkan dalam perakitannya nanti. Selain Xin Mo Yan dan Xin Mo Yin, beberapa tulang takut dan tukang batu juga ikut diperkerjakan agar pekerjaan cepat selesai.
Pembuatan Kincir berada di sisi danau yang tidak mengganggu para pekerja di perkebunan sehingga para pekerja di kebun bisa tetap bekerja. Selain membuat Kincir mereka juga harus membuat saluran yang menghubungkan Kincir dengan perkebunan sehingga lebih banyak tukang kayu yang diperkerjakan. Lu Jing Yu mengawasi semua pembuatan Kincir ini dari atas menara. Tetapi ia juga akn melihatnya secara langsung sesekali.
"Apa sudah ada kabar tentang perkembangan di ibu kota selain tertangkapnya Wei Qian Nian?" Tanya Lu Jing Yu setelah ia selesai melihat pekerjaan para tukang. Setiap hari akan ada utusan Pei Zhang Xi yang datang untuk melaporkan perkembangan kasus di ibukota sekaligus memeriksa keadaan Lu Jing Yu di sana.
"Saat ini Yang Mulia sedang mengumpulkan bukti. Yang Mulia berpesan agar Permaisuri tetap di sini sementara waktu hingga semuanya benar-benar selesai." Quan Yuan segera menjawab.
"Baiklah aku mengerti. Ikut aku ke proyek. Aku ingin memeriksa pekerjaan mereka."
"Permaisuri, jangan bekerja terlalu keras. Lebih baik Permaisuri istirahat sekarang." Xiao Bei merasa khawatir. Lu Jing Yu sejak pagi belum beristirahat. Padahal saat ini hampir siang.
"Tidak Xiao Bei. Aku tidak bisa istirahat sekarang."
"Bagaimana kalian pergi jalan-jalan saja. Kita bisa menikmati bunga di taman." Saat ini sendal musim panas. Siang hari terasa menyengat. Di proyek selain panas juga banyak debu dari pemotongan kayu. Tidak baik jika Lu Jing Yu terkena bubuk kayu yang beterbangan diterpa angin.
"Hem kamu benar Xiao Bei."
Di dalam istana Pei Zhang Xi juga sedang merasa geram pada Pei An Long. Bukti sudah ada di tangannya tapi ayahnya itu masih enggan untuk bertindak.
"Apa ayah mau menunggu putra ayah itu menghabisi kami satu persatu dulu baru kau menghukumnya?" Sinis Pei An Long.
"Aku memiliki pengaturanku sendiri."
"Jika ayah Kaisar memiliki pengaturan sendiri seharusnya tidak perlu bagiku untuk menemukan bukti kejahatannya."
"Zhong Min memiliki banyak pengikut setia di kalangan menteri. Jika menariknya sekarang hanya akan menyebabkan pergolakan di pemerintahan."
"Huh hanya beberapa menteri sudah membuat seorang Kaisar menarik tangannya. Mana yang ayah Kaisar bilang kekuasaan?"
"Sebuah negara tidak bisa berdiri tegak jika para menterinya tidak sejalan. Kita harus mendapatkan kepercayaan mereka sedikit. Demi sedikit.narulah bisa menguasai mereka di tangan. Untuk saat ini yang bisa kita lakukan hanya dengan membatasi langkahnya."
"Terserah. Aku akan segera pergi menjemput Yu'er. Permisi." Pei Zhang Xi berbalik.
"Tunggu! Masalah ini tidak diselesaikan dengan baik. Bukankah kau harus dihukum untuk itu?"Pei Zhang Xi menggertakkan giginya.
"Aku akan menerima hukuman." PEI Zhang Xi berjalan keluar dengan cepat.
Semua Bukti Yang didapatkan dengan susah payah oleh Pei Zhang Xi pada akhirnya sia-sia. Meskipun semua orang tahu bahwa Pei Zhong Min lah yang menjadi sekutu Wei Qian Nian yang akhirnya dihukum mati, Pei Zhong Min masih bisa lepas dari hukuman. Ia hanya dikirim ke perbatasan untuk menjaga perdamaian di sana selama satu tahun dan tidak diizinkan untuk kembali pada masa itu.
Kemarahan Jenderal Ji dan pasangan tentara Jenderal Wang juga mengetahui siapa dalang sebenarnya. Tetapi karena Pei Zhong Min tidak bisa dihukum, Pei Zhang Xi akhirnya menerima hukuman karena tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan padanya dengan pukulan papan. Akhirnya, Pei Zhang Xi bilang dengan menggunakan tandu karena punggung dan pan-tat-nya etika parah setelah menerima dua puluh pukulan papan.
"Kami mohon diri yang Raja Rui. Meskipun kami tidak bisa membalaskan dendam Jenderal Wang. Dengan mengetahui siapa pelakunya sudah membuat kami puas. Kami akan pergi ke perbatasan setelah pemakaman JENDERAL Wang besok. Tapi kami akan mengingat jasa Yang Mulia ini dan berjanji untuk membantu Yang Mulia jika suatu hari nanti Yang Mulia memutuskan untuk ikut memperebutkan posisi putra mahkota." Jenderal Ji datang ke kediaman Rui setelah Pei Zhang Xi menerima hukumannya.
"Yah. Keputusan Yang Mulia memang yang terbaik untuk saat ini. Kekuatan Pei Zhong Min sangat besar." Lanjut Pei Zhang Xi.
"Kami percaya Yang Mulia. Meskipun tidak bisa menghukumnya, paling tidak dengan begini kekuatannya sedikit demi sedikit akan berkurang."
"Bagus jika Jenderal Ji mengerti."
"Karena apa yang harus disampaikan sudah saya sampaikan, saya akan pamit. Semoga Yang Mulia lekas sembuh."
Seharusnya saat ini ia bisa menyusul Lu Jing Yu. Tetapi karena kondisinya, ia tidak bisa melakukan apa-apa selain menutupi keadaannya pada Lu Jing Yu. Jika Lu Jing Yu mengetahui jika ia terluka, istrinya itu pasti khawatir. Apalagi jika ia mengetahui keputusan Pei An Long yang lebih memilih melepaskan Pei Zhong Min demi stabilnya pemerintahan, ia pasti akan kecewa.
"Ck ck ck. Dengan luka separah ini kemungkinan besar kamu harus berbaring tertelungkup selamat satu minggu. SetSetelah itu butuh waktu setidaknya satu bulan untuk pemulihan." Ucap Tabib Fang yang batu saja selesai mengoleskan obat dan membalut luka Pei Zhang Xi.
"Berikan salep yang lebih manjur. Jika terlalu lama, Yu'er bisa curiga."
"Huh! Aku tidak menyangka balok kayu yang kaku sepertimu saat jatuh cinta bisa sangat menakutkan."
"Ck. Kamu sendiri apa? Bukankah kamu juga menyukai Tabib Xue? Apa kamu pengecut dan tidak mau mengakuinya?"
"Tabib Xue? Lupakan saja! Aku tidak mungkin menyukai Tabib Xue." Tabib Fang memalingkan wajahnya. Ia tidak menyangka saat ia berbalik ia melihat Tabib Xue sedang berdiri di ambang pintu dengan wajah datarnya.
"Hormat hamba Yang Mulia. Hamba datang untuk melaporkan perkembangan kondisi Permaisuri." Tabib Xue maju dan melewati Tabib Fang nyangka berwajah pucat begitu saja.
Pensiunan Kaisar tidak pernah ikut campur mengenai urusan kekaisaran sejak ia turun tahta dan menyerahkan taMpu kepemimpinan pada Pei An Long. Ia juga tidak pernah memiliki keluhan atau pendapat tentang kebijakankebijakan yang diambil oleh putranya. Ia mengerti mengapa jadi kaisar tidaklah mudah dan memiliki banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum membuat keputusan. Tetapi hari ini ia sangat marah pada Pei An Long yang telah memilih untuk melupakan kesalahan Pei Zhong Min dan malah membuat Pei Zhang Xi yang tidak nersalah dihukum.
"Aku tidak pernah ikut campur dengan masalah apapun sebelumnya. Aku percaya kamu memiliki perhitungan sendiri. Tapi aku sangat kecewa pada keputusanmu ini." Pensiunan Kaisar menatap kecewa Pei An Long yang duduk dengan tenang di meja kerjanya.
"Aku dapat mengerti jika ayah kecewa atas keputusan yang aku ambil. Tetapi Aku juga tidak bisa berbuat lain selain mengorbankan Zhang Xi saat ini. Tetapi sisi positifnya adalah Zhang Xi pada akhirnya mendapat satu lagi dukungan."
"Dukungan itu tetap akan menjadi miliknya meskipun tanpa bantuanmu. Jangan mencari pembenaran atas kesalahan yang telah kau buat." Cibir Pensiunan Kaisar.
"Maafkan aku telah mengecewakan ayah."
"Bukan padaku kau harus meminta maaf. Mintalah maaf pada keturunannya karena kamu telah memilih membesarkan duri yang tajam di dalam daging." Setelah meluapkan kemarahannya, Pensiunan Kaisar keluar dari ruang kerja Pei An Long dengan emosi yang memuncak.
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_102♡
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..