Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 127


Lebih dari satu pekan telah berlalu sejak kejadian di istana. Namun Lu Jing Yu masih belum sadarkan diri. Setelah satu hari dirawat di istana setelah proses kelahiran, Pei Zhang Xi akhirnya membawa Lu Jing Yu kembali ke kediaman mereka. Ia tidak dapat menahan rumor yang tersebar di istana. Para pelayan dan penjaga menjelekkan Lu Jing Yu setiap saat membuat Pei Zhang Xi sangat murka. Jika dia masih bertahan di sana, kemungkinan ia akan menghancurkan istana dengan tangannya sendiri.


Bayi laki-laki yang tumbuh dengan sehat itu dirawat oleh bibi pengasuh yang telah dipilih sendiri oleh Lu Jing Yu sebelumnya. Di bawah pengasuhan bibi perawatnya, bayi yang belum memiliki nama itu tumbuh dengan baik. Namun tidak seperti bayi lainnya, bayi itu sepertinya selalu ingin berada di dekat Lu Jing Yu selama tahu bahwa wanita yang terbaring di sampingnya adalah ibunya. Bayi itu akan tenang bola berada di sisi Lu Jing Yu.


Setiap harinya Pei Zhang Xi akan pergi untuk menyelidiki kebenaran yang terjadi yang telah menyebabkan penderitaan yang begitu besar bagi Lu Jing Yu. Kasus pembunuhan kediaman Shi akhirnya dapat diselesaikan. Shi Bai Long ditangkap meskipun ibunya mati-matian melindunginya. Dengan itu Pei Zhang Xi meminta pada Kaisar untuk mengizinkannya menyelidiki masalah Lu Jing Yu sebagai hadiahnya.  


Lu Jing Yu yang masih tidak sadarkan diri, Pei Zhang Xi yang terus keluar setiap hari dan baru pulang di malam hari membuat kediaman Raja Rui terasa sepi. Sepertinya awan hitam pekat menyelimuti di atas kediaman yang senantiasa menyebarkan kesuraman yang tiada akhir.


Namun bukan hanya kediaman Raja Rui yang merasakan suasana yang suram. Kediaman Raja Yuan juga, meskipun di luar terlihat baik-baik saja,semua orang di kediaman itu merasakan perang dingin diantara majikan mereka. Suasana dingin kediaman Raja Yuan memang sudah tidak baik setelah sifat asli Zhu Man Xie terekspos namun sekarang jauh lebih tidak nyaman dari pada saat itu.


"Aku tahu pasti kamu yang melakukan semua ini kan?" Pei Qin Yang yang baru saja kembali dari istana pulang dalam keadaan marah. Ia langsung menghampiri ZHU Man Xie yang sedang menyulam sebuah kantong di taman kediaman.


"Apa yang Yang Mulia maksudkan?" Zhu Man Xie dengan santai meletakkan kain sulamanya di atas meja dan menatap Pei Qin Yang sambil memainkan kuku tangannya.


"Kamu jangan berpura-pura tidak mengerti. Aku yakin kamulah yang telah menyebarkan rumor bahwa permaisuri Rui dikutuk kan?" PEI Qin Yang mengangkat tangannya dan menunjuk Zhu Man Xie dengan tajam.


"Dikutuk? Aku benar-benar tidak mengerti. Apakah ada rumit seperti itu? Hahahaha.... tapi bukankah kemungkinan rumor itu benar? Permaisuri Rui selalu membuat masalah sejak ia masih muda. Banyak orang yang telah disakiti dan disinggungnya.  Jadi mungkin saja orang-orang itulah yang membuat kutukan pada Permaisuri Rui. Kenapa Yang Mulia langsung mengarahkan kejahatan ini padaku dengan begitu kejam? Apa Yang Mulia memiliki buktinya?"


"..." PEI Qin Yang mendengus kesal. Ia memang tidak memiliki bukti. Tapi mengingat apa yang bisa istrinya itu lakukan membuatnya merasa bahwa istrinya telah melakukan banyak sekali kejahatan pada Lu Jing Yu.


"Yang Mulia, yang Mulia telah mengurungku di halaman sendiri. Bahkan aku tidak bisa berjalan dengan bebas di kediaman Raja Yuan ini. Bahkan pelayan ku juga tidak bisa keluar dari sini. Pelayan yang datang hanyalah pelayan yang bertugas mengantarkan makanan untukku. Bagaimana bisa aku menyebarkan rumor itu?"


"Aku memang tidak memiliki bukti. Tapi aku ingatkan, jika sampai aku menemukan bukti yang mengarah padamu, aku akan segera mengajukan perceraian terhadapmu."


Zhu Man Xie tersenyum melihat punggung PEI Qin Yang yang dingin.  Meskipun ia berkata bahwa ia akan dengan senang hati bercerai dengan PEI Qin Yang, namun ia tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi untuk saat ini karena jika sampai ia diceraikan pada saat ia belum memulihkan nama baiknya, mustahil ia akan dapat kembali menikah dengan keluarga kerajaan.


***


Seorang gadis sedang berkumpul bersama dengan keluarganya. Ia meletakkan kepalanya di pangkuan ibunya sementara ayahnya duduk tidak jauh darinya memandang hangat dua wanita yang menjadi kesayangannya. Tangan sang ibu yang hangat mengelus kepala putrinya dengan sayang. Sesekali suara tawa akan terdengar dari ketiga orang itu.


"Ibu, ayah, aku sangat menyayangi kalian berdua." Ucap gadis itu dengan mata yang cerah.


"Kami juga sangat menyayangimu Yu'er. Kamu adalah permata hati kami yang akan selalu kami jaga dengan sepenuh jiwa." Sang ayah, meskipun mengatakannya dengan serius namun masih dapat memberikan perasaan yang hangat. Di dalam matanya, dunianya hanya berisi dengan dua orang saja. Istrinya dan anaknya.


"Hem. Aku akan selalu bersama dengan kalian." Gadis yang dipanggil Yu'er itu mengangguk dengan cepat dan senyum kedua orang tuanya pun berkembang.


Seorang wanita yang baru saja menjadi ibu dari seorang bayi mungil yang tampan sedang berada di alam bawah sadarnya sementara semua orang sedang menunggu kesadarannya. Bayi yang belum pernah ia lihat setiap malam dan siang senantiasa ingin dekat dengan ibunya selalu menanti ibunya untuk dapat melihat dan membelainya.


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_127♡


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..