Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 278. Kantong Wangi


Pada Kehamilan kali ini Yun Ying merasa jika kondisi tubuhnya sangat baik. Bahkan adalah kondisi yang paling baik dari pada kehamilannya sebelum-sebelumnya. Baik Lu Jing Yu maupun bidan yang diundang nya untuk memeriksanya ketika ia memutuskan untuk memberitahu Pei Wu Shan tentang kehamilannya mengatakan jika kondisinya dan juga calon bayi di dalam kandungannya dalam keadaan yang baik.


Jadi bagaimana bisa kondisi yang baik-baik saja selama ini tiba-tiba jatuh dalam keadaan terburuk dengan begitu cepat jika bukan karena campur tangan seseorang?


Bukan hanya Yun Ying yang menyadari arah dugaan Lu Jing Yu tetapi Pei Shi Liang juga menyadari hal yang sama.


"Maksud Putri Mahkota jika seseorang telah dengan sengaja merencanakan keguguran kakak ipar Yun Ying saat ini?" Pei Shi Liang mengatakan apa yang tidak Yun Ying katakan.


"Ya. Apa kakak ipar merasa ada sesuatu yang mencurigakan? Maksudku, adakah sesuatu yang berubah tidak seperti biasanya akhir-akhir ini?" Lu Jing Yu bertanya pada Yun Ying dengan serius.


Yun Ying mengingat-ingat sebentar sebelum ia menganggukkan kepalanya.


"Ya."


Yun Ying menjawab dengan suara lirih. Penuh dengan kepedihan. Ini sudah berhari-hari sejak kejadian pahit itu dan dia masih tidak menyadari kemungkinan penyebab hilangnya bayinya. Ia semakin merasa bersalah karena ia bahkan tidak dapat memberikan keadilan pada anaknya.


Beberapa hari yang lalu Ke Mei Jia mengirim kantung wangi secara pribadi. Tentu saja hal ini mendapatkan persetujuan dari bibi Niang. Setelah bibi Niang mendengar jika Ke Mei Jia akan mengirim kantung wangi buatannya untuk Yun Ying, bibi Niang dengan alasan mengirim kantung wangi itu untuk diberi doa pasa biksu, ia telah meminta seorang dokter di luar kediaman untuk memeriksanya. Jika diketahui jika kantung wangi itu bermasalah, ia berniat akan menggantinya dengan kantung wangi yang lainnya. Namun setelah dokter memeriksa nya, tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan yang mungkin dapat membahayakan bagi kehamilan.


Setelah membawa kantung wangi itu diperiksa oleh dokter, bibi Niang baru membawa kantung wangi itu ke sebuah kuil untuk didoakan dan sekaligus meminta biksu untuk melihat apakah kantung wangi itu mengandung sesuatu yang buruk atau kotor sebelum meminta biksu untuk memberikan doa pada kantung wangi itu.


Baru setelah ia memastikan jika kantung wangi itu aman dan tidak mencurigakan, ia menyerahkan kembali kantung itu pada Ke Mei Jia dan secara pribadi menemani Ke Mei Jia saat wanita itu mengantarkan kantung wangi pada Yun Ying.


"Kakak ipar, tolong katakan padaku apa yang terjadi beberapa hari ini?" Lu Jing Yu semakin tegang saat mendengar jawaban Yun Ying. Untuk mengatasi masalah ini, ia harus sangat berhati-hati dalam menyelidikinya. Jika tidak, ia mungkin melewatkan bagian kecil yang sebenarnya sangat penting.


"Beberapa hari yang lalu, selir Ke mengunjungiku dan me.beriku sebuah kantong wangi. Tapi aku tidak tahu apakah itu termasuk hal yang aneh. Bibi Niang mengetahui hal ini. Sejauh yang aku tahu, bibi Niang tidak akan mungkin melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan ibu. Ibu sangat bahagia saat aku memberitahunya jika aku sednag mengandung anak dari Yang Mulia. Jadi jika bibi Niang membiarkan selir Ke memberikan kantung wangi itu untukku, aku yakin jika tidak ada yang salah. Namun selain kantung wangi itu, tidak ada sesuatu yang berbeda seperti hari-hari biasa." Yun Ying mengerutkan alisnya. Selain kantung wangi itu, tidak ada sesuatu yang berbeda dari hari biasanya.


"Apakah kantong wangi itu masih ada? Apakah aku boleh melihatnya?" Lu Jing Yu bertanya dengan serius.


"Tentu saja." Yun Ying menganggukkan kepalanya sebelum ia memerintahkan pelayan pribadinya untuk mengambilkan kantung wangi yang disimpan di dalam kotak perhiasannya.


Pelayan itu segera berjalan ke arah lemari san mengeluarkan kotak perhiasan dari sana. Yun Ying memiliki banyak kantung wangi, namun aroma dari kantong wangi yang diberikan oleh Ke Mei Jia memiliki Ara yang khas yang bisa membuatnya tenang. Oleh karena itu kantung itu disimpan di dekat dirinya dan selalu ia kenakan setiap hari setelah ia mendapat nya. Ia baru melepaskan nya setelah kejadian itu dan meminta pelayan pribadinya untuk menyimpannya di dalam kotak perhiasan miliknya.


Kantung wangi itu tidak terlihat mencurigakan sama sekali. Penampilan nya sama seperti kantung wangi pada umumnya. Bahan herbal kering dan juga bunga yang sudah dikeringkan dimasukkan ke dalam kantung yang terbuat dari kain. Untuk bahan herbal maupun jenis bunga yang dipakai, dapat dibuat sesuai dengan aroma yang disukai. Jadi aroma dari kantung wangi ini bisa digunakan sebagai ciri khas seseorang. Selain itu, kain yang digunakan untuk menjadi kantungnya dijahit dengan indah dengan berbagai bentuk sesuai dengan status atau kepribadian orang yang memiliki nya.


Saat kantung itu dibawa mendekat oleh pelayan pribadi Yun Ying, aroma wangi yang samar segera tercium. Aromanya memang sangat lembut dan elegan seperti pembawaan Yun Ying. Tidak dipungkiri jika aroma kantung wangi ini sangat sesuai dengan kepribadian Yun Ying.


Namun Lu Jing Yu segera mengerutkan kening nya saat ia menghirupnya cukup lama sebelum dia menyuruh pelayan itu untuk membawa keluar kantung wangi tersebut. Pelayan pribadi Yun Ying ragu-ragu dan segera menatap Yun Ying untuk meminta persetujuan.


"Putri Mahkota, apakah ada yang salah dengan kantung wangi itu?" Wajah Yun Ying yang sudah berubah serius sejak awal semakin menjadi tegang.


"Sebenarnya kantong itu baik-baik saja. Namun jika berada dalam kondisi khusus, salah satu bahan yang dimasukkan ke dalam kantong itu bisa bereaksi buruk terhadap janin yang masih muda." Jawab Lu Jing Yu lirih. Yun Ying menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat air mata mulai mengalir melewati pipinya yang putih pucat. Apakah itu berarti dia juga memiliki andil dalam melenyapkan bayinya sendiri? Jika memang kantong wangi itulah penyebab kematian calon bayinya, berarti dia Telah gagal menjadi ibu yang baik karena ia tidak bisa melindungi calon bayinya dengan baik.


Cara membunuh janin seperti ini sangatlah kejam. Tidak akan ada yang mencurigai kantong wangi tentang andilnya membunuh janin yang masih muda. Juga, sangat jarang orang yang akan mengerti jika dua hal yang sama-sama baik dapat menjadi pembunuh mematikan bagi seorang janin muda jika keduanya bersama. Bertemunya kedua bahan ini tidak hanya berbahaya bagi janin melainkan bahkan dapat membawa pengaruh buruk bagi wanita karena dapat menyerang sel telur ddi dalam rahim seorang wanita.


Pei Zhang Xi dan yang lainnya keluar dari ruang kerja Kaisar setelah mereka selesai berdiskusi dan menemukan solusi untuk masalah yang akan mereka hadapi. Jenderal Yuan menemani Xia Yuan An untuk membuat ramuan yang dia butuhkan. Dengan statusnya saat ini, kekuatan Xia Yuan An sangat terbatas. Namun dnegan bantuan jenderal Yuan, ia mampu melakukan beberapa hal dengan mudah.


Mo Han yang melihat Pei Zhang Xi keluar dari ruang kerja Kaisar segera menghampirinya dan menyampaikan pesan Lu Jing Yu. Karena menurutnya pesan Lu Jing Yu tidak aneh sama sekali dan menganggap kunjungan Lu Jing Yu hanya sebuah kunjungan antar saudara, ia berbicara di depan semua orang tanpa khawatir.


"Jadi Putri Mahkota datang ke kediamanku saat ini?" Pei Zhang Xi belum bereaksi saat mendengar Pei Wu Shan bertanya dengan terkejut. Saat melihatnya, Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya. Ada apa dengan kakak keduanya ini? Bukankah ia sama dengannya yang telah mengeyahui hubungan baik antara istri mereka? Jadi mengapa dia begitu terkejut saat mengetahui jika Lu Jing Yu berkunjung ke kediamannya? Ini benar-benar aneh.


"Ada apa kakak ke dua? Yu'er dan kakak ipar Yun Ying snagat dekat satu sama lain. Shu Liang juga berhubungan baik dengan kedua iparnya ini. Bukankah tidak mengherankan jika mereka mengunjungi kakak ipar Yun Ying kan?" Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya saat ia bertanya dengan bingung.


Pei Wu Shan bahkan belum memberitahu ayah Kaisarnya mengenai kehamilan Yun Ying. Tapi saat ini justru kabar keguguran itu sudah datang. Apalagi saat ini suasana duka di istana masih sangat terasa bagaimana bisa ia menambahkan kesedihan itu? Pada akhirnya ia berniat untuk menyembunyikan kabar ini selamanya. Tapi ia masih belum berani mengatakan nya pada Yun Ying untuk memintanya merahasiakan hal ini dari siapapun. Namun Lu Jing Yu dan Pei Shi Liang ternyata datang lebih cepat dari dugaannya.... bagaimana ia bisa menjalankan rencananya?


Pei Wu Shan masih mencoba mencari kalimat yang tepat untuk menjelaskannya saat ia mendengar suara wanita yang sangat ia kenali yang menangis menghampirinya.


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_278🐣


Maaf kemarin tidak up date karena ada acara di rumah... 🙏


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***


Pada Kehamilan kali ini Yun Ying merasa jika kondisi tubuhnya sangat baik. Bahkan adalah kondisi yang paling baik dari pada kehamilannya sebelum-sebelumnya. Baik Lu Jing Yu maupun bidan yang diundang nya untuk memeriksanya ketika ia memutuskan untuk memberitahu Pei Wu Shan tentang kehamilannya mengatakan jika kondisinya dan juga calon bayi di dalam kandungannya dalam keadaan yang baik.


Jadi bagaimana bisa kondisi yang baik-baik saja selama ini tiba-tiba jatuh dalam keadaan terburuk dengan begitu cepat jika bukan karena campur tangan seseorang?


Bukan hanya Yun Ying yang menyadari arah dugaan Lu Jing Yu tetapi Pei Shi Liang juga menyadari hal yang sama.


"Maksud Putri Mahkota jika seseorang telah dengan sengaja merencanakan keguguran kakak ipar Yun Ying saat ini?" Pei Shi Liang mengatakan apa yang tidak Yun Ying katakan.


"Ya. Apa kakak ipar merasa ada sesuatu yang mencurigakan? Maksudku, adakah sesuatu yang berubah tidak seperti biasanya akhir-akhir ini?" Lu Jing Yu bertanya pada Yun Ying dengan serius.


Yun Ying mengingat-ingat sebentar sebelum ia menganggukkan kepalanya.


"Ya."


Yun Ying menjawab dengan suara lirih. Penuh dengan kepedihan. Ini sudah berhari-hari sejak kejadian pahit itu dan dia masih tidak menyadari kemungkinan penyebab hilangnya bayinya. Ia semakin merasa bersalah karena ia bahkan tidak dapat memberikan keadilan pada anaknya.


Beberapa hari yang lalu Ke Mei Jia mengirim kantung wangi secara pribadi. Tentu saja hal ini mendapatkan persetujuan dari bibi Niang. Setelah bibi Niang mendengar jika Ke Mei Jia akan mengirim kantung wangi buatannya untuk Yun Ying, bibi Niang dengan alasan mengirim kantung wangi itu untuk diberi doa pasa biksu, ia telah meminta seorang dokter di luar kediaman untuk memeriksanya. Jika diketahui jika kantung wangi itu bermasalah, ia berniat akan menggantinya dengan kantung wangi yang lainnya. Namun setelah dokter memeriksa nya, tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan yang mungkin dapat membahayakan bagi kehamilan.


Setelah membawa kantung wangi itu diperiksa oleh dokter, bibi Niang baru membawa kantung wangi itu ke sebuah kuil untuk didoakan dan sekaligus meminta biksu untuk melihat apakah kantung wangi itu mengandung sesuatu yang buruk atau kotor sebelum meminta biksu untuk memberikan doa pada kantung wangi itu.


Baru setelah ia memastikan jika kantung wangi itu aman dan tidak mencurigakan, ia menyerahkan kembali kantung itu pada Ke Mei Jia dan secara pribadi menemani Ke Mei Jia saat wanita itu mengantarkan kantung wangi pada Yun Ying.


"Kakak ipar, tolong katakan padaku apa yang terjadi beberapa hari ini?" Lu Jing Yu semakin tegang saat mendengar jawaban Yun Ying. Untuk mengatasi masalah ini, ia harus sangat berhati-hati dalam menyelidikinya. Jika tidak, ia mungkin melewatkan bagian kecil yang sebenarnya sangat penting.


"Beberapa hari yang lalu, selir Ke mengunjungiku dan me.beriku sebuah kantong wangi. Tapi aku tidak tahu apakah itu termasuk hal yang aneh. Bibi Niang mengetahui hal ini. Sejauh yang aku tahu, bibi Niang tidak akan mungkin melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan ibu. Ibu sangat bahagia saat aku memberitahunya jika aku sednag mengandung anak dari Yang Mulia. Jadi jika bibi Niang membiarkan selir Ke memberikan kantung wangi itu untukku, aku yakin jika tidak ada yang salah. Namun selain kantung wangi itu, tidak ada sesuatu yang berbeda seperti hari-hari biasa." Yun Ying mengerutkan alisnya. Selain kantung wangi itu, tidak ada sesuatu yang berbeda dari hari biasanya.


"Apakah kantong wangi itu masih ada? Apakah aku boleh melihatnya?" Lu Jing Yu bertanya dengan serius.


"Tentu saja." Yun Ying menganggukkan kepalanya sebelum ia memerintahkan pelayan pribadinya untuk mengambilkan kantung wangi yang disimpan di dalam kotak perhiasannya.


Pelayan itu segera berjalan ke arah lemari san mengeluarkan kotak perhiasan dari sana. Yun Ying memiliki banyak kantung wangi, namun aroma dari kantong wangi yang diberikan oleh Ke Mei Jia memiliki Ara yang khas yang bisa membuatnya tenang. Oleh karena itu kantung itu disimpan di dekat dirinya dan selalu ia kenakan setiap hari setelah ia mendapat nya. Ia baru melepaskan nya setelah kejadian itu dan meminta pelayan pribadinya untuk menyimpannya di dalam kotak perhiasan miliknya.


Kantung wangi itu tidak terlihat mencurigakan sama sekali. Penampilan nya sama seperti kantung wangi pada umumnya. Bahan herbal kering dan juga bunga yang sudah dikeringkan dimasukkan ke dalam kantung yang terbuat dari kain. Untuk bahan herbal maupun jenis bunga yang dipakai, dapat dibuat sesuai dengan aroma yang disukai. Jadi aroma dari kantung wangi ini bisa digunakan sebagai ciri khas seseorang. Selain itu, kain yang digunakan untuk menjadi kantungnya dijahit dengan indah dengan berbagai bentuk sesuai dengan status atau kepribadian orang yang memiliki nya.


Saat kantung itu dibawa mendekat oleh pelayan pribadi Yun Ying, aroma wangi yang samar segera tercium. Aromanya memang sangat lembut dan elegan seperti pembawaan Yun Ying. Tidak dipungkiri jika aroma kantung wangi ini sangat sesuai dengan kepribadian Yun Ying.


Namun Lu Jing Yu segera mengerutkan kening nya saat ia menghirupnya cukup lama sebelum dia menyuruh pelayan itu untuk membawa keluar kantung wangi tersebut. Pelayan pribadi Yun Ying ragu-ragu dan segera menatap Yun Ying untuk meminta persetujuan.


"Putri Mahkota, apakah ada yang salah dengan kantung wangi itu?" Wajah Yun Ying yang sudah berubah serius sejak awal semakin menjadi tegang.


"Sebenarnya kantong itu baik-baik saja. Namun jika berada dalam kondisi khusus, salah satu bahan yang dimasukkan ke dalam kantong itu bisa bereaksi buruk terhadap janin yang masih muda." Jawab Lu Jing Yu lirih. Yun Ying menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat air mata mulai mengalir melewati pipinya yang putih pucat. Apakah itu berarti dia juga memiliki andil dalam melenyapkan bayinya sendiri? Jika memang kantong wangi itulah penyebab kematian calon bayinya, berarti dia Telah gagal menjadi ibu yang baik karena ia tidak bisa melindungi calon bayinya dengan baik.


Cara membunuh janin seperti ini sangatlah kejam. Tidak akan ada yang mencurigai kantong wangi tentang andilnya membunuh janin yang masih muda. Juga, sangat jarang orang yang akan mengerti jika dua hal yang sama-sama baik dapat menjadi pembunuh mematikan bagi seorang janin muda jika keduanya bersama. Bertemunya kedua bahan ini tidak hanya berbahaya bagi janin melainkan bahkan dapat membawa pengaruh buruk bagi wanita karena dapat menyerang sel telur ddi dalam rahim seorang wanita.


Pei Zhang Xi dan yang lainnya keluar dari ruang kerja Kaisar setelah mereka selesai berdiskusi dan menemukan solusi untuk masalah yang akan mereka hadapi. Jenderal Yuan menemani Xia Yuan An untuk membuat ramuan yang dia butuhkan. Dengan statusnya saat ini, kekuatan Xia Yuan An sangat terbatas. Namun dnegan bantuan jenderal Yuan, ia mampu melakukan beberapa hal dengan mudah.


Mo Han yang melihat Pei Zhang Xi keluar dari ruang kerja Kaisar segera menghampirinya dan menyampaikan pesan Lu Jing Yu. Karena menurutnya pesan Lu Jing Yu tidak aneh sama sekali dan menganggap kunjungan Lu Jing Yu hanya sebuah kunjungan antar saudara, ia berbicara di depan semua orang tanpa khawatir.


"Jadi Putri Mahkota datang ke kediamanku saat ini?" Pei Zhang Xi belum bereaksi saat mendengar Pei Wu Shan bertanya dengan terkejut. Saat melihatnya, Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya. Ada apa dengan kakak keduanya ini? Bukankah ia sama dengannya yang telah mengeyahui hubungan baik antara istri mereka? Jadi mengapa dia begitu terkejut saat mengetahui jika Lu Jing Yu berkunjung ke kediamannya? Ini benar-benar aneh.


"Ada apa kakak ke dua? Yu'er dan kakak ipar Yun Ying snagat dekat satu sama lain. Shu Liang juga berhubungan baik dengan kedua iparnya ini. Bukankah tidak mengherankan jika mereka mengunjungi kakak ipar Yun Ying kan?" Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya saat ia bertanya dengan bingung.


Pei Wu Shan bahkan belum memberitahu ayah Kaisarnya mengenai kehamilan Yun Ying. Tapi saat ini justru kabar keguguran itu sudah datang. Apalagi saat ini suasana duka di istana masih sangat terasa bagaimana bisa ia menambahkan kesedihan itu? Pada akhirnya ia berniat untuk menyembunyikan kabar ini selamanya. Tapi ia masih belum berani mengatakan nya pada Yun Ying untuk memintanya merahasiakan hal ini dari siapapun. Namun Lu Jing Yu dan Pei Shi Liang ternyata datang lebih cepat dari dugaannya.... bagaimana ia bisa menjalankan rencananya?


Pei Wu Shan masih mencoba mencari kalimat yang tepat untuk menjelaskannya saat ia mendengar suara wanita yang sangat ia kenali yang menangis menghampirinya.


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_278🐣


Maaf kemarin tidak up date karena ada acara di rumah... 🙏


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***