
Setelah berlutut di depan kamar ibu Suri selama dua hari, selir Qiao akhirnya tumbang. Meskipun ia masih mendapatkan makanan dan minuman yang layak, ia hanya diperbolehkan untuk beristirahat selama tiga jam setiap harinya untuk tidur. Selain itu, ia masih harus berlutut, dengan kaos kaki di mulut nya. Namun ia tidak dibawa kembali ke halamannya sendiri atau diobati, melainkan ia dibawa ke dalam penjara. Lagipula dia saat ini adalah penjahat yang harus menerima hukuman.
Saat Selir Qiao akhirnya pingsan, bibi pelayan segera melaporkan kejadian itu kepada Kaisar Pei An Long yang segera memutuskan hukuman untuknya adalah dipenjara seumur hidupnya.
Apa yang dialami oleh Selir Qiao saat ini menjadi topik yang paling banyak dibicarakan di Harem. Lagipula bagi para wanita ini, masalah yang menyangkut selir lainnya lebih menarik daripada membicarakan pemberontakan gagal yang baru saja terjadi.
Karena masih dalam masa berkabung, semua orang memakai pakaian serba putih dengan riasan yang tipis. Para wanita Kaisar ini berkumpul di gazebo. Menikmati teh dan kudapan ringan yang disediakan dapur Kekaisaran untuk mereka.
"Apa kalian sudah dengar jika hari ini Selir Qiao pingsan dan dibawa ke dalam penjara?" Selir Chun membuka pembicaraan.
"Ya. Aku juga dengar. Aku tidak menyangka jika nasibnya akan menjadi seperti ini." Sahut selir lainnya.
"Hem. Tapi aku puas sekarang. Apa kalian ingat betapa sombongnya dia selama ini karena dia menjadi selir yang melahirkan putra pertama untuk Yang Mulia. Dia selalu menyombongkan diri jika putranya kelak akan menjadi Kaisar masa depan. Siapa yang sangka jika Yang Mulia bahkan tidak memandangnya dan memilih Raja Rui untuk menjadi putra Mahkota."
"Tapi aku bersyukur jika Raja Rui yang menjadi putra Mahkota, dia tidak sombong sama sekali dan memiliki kepribadian yang baik. Putri mahkota juga sebanding dengannya dilihat dari hal apapun."
"Aku juga setuju." Selanjutnya, masih banyak topik yang diangkat para selir ini. Sementara para selir ini sedang menikmati waktu bahagia mereka dengan tanpa persaingan seperti hari-hari biasa, Selir Qiao yang telah siuman dari pingsannya murka setelah mengetahui bahwa dia terbangun di dalam penjara.
"Apa kalian tahu siapa aku hah? Beraninya kalian memperlakukanku seperti ini! Keluarkan aku sekarang!" Selir Qiao menggebrak sel dan berteriak dengan gila. Tidak ada penjaga di sekitar yang berjaga. Mereka sudah mengetahui bagaimana watak wanita itu yang pasti akan segera menggila begitu ia bangun nanti. Jadi mereka hanya berusaha untuk menyelamatkan diri merek dari masalah. Pergi sejauh mungkin agar tidak terlihat dan menutup telinga mereka seakan mereka tuli.
"Apa kalian mendengarku? Cepat datang dan lepaskan aku!" Teriaknya lagi setelah tidak ada yang datang untuk melepaskannya.
Para penjaga berkumpul di salah satu ruang terbuka di tengah lorong. Mereka meletakkan meja dan kursi di tengah untuk berkumpul dan makan. Penjara tempat Selir Qiao di kurung bukan penjara bawah tanah seperti Pei Zhong Min melainkan penjara biasa yang lebih layak. Jadi di penjara ini suasana dan tempatnya jauh lebih baik dari yang berada di penjara bawah tanah yang pengap dan bau.
"Apakah tidak apa-apa membiarkannya seperti itu saja?" Ucap salah seorang penjaga setelah ia meneguk minumannya.
"Biarkan saja. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuknya." Sahut penjaga lainnya.
"Benar. Kita hanya cari masalah jika kita kesana."
"Ya ya. Bahkan dia berani memuntahkan kata-kata kotor begitu saja pada Yang Mulia dan bahkan Paduka Kaisar juga tidak luput darinya. Bayangkan saja apa yang akan dia katakan pada kita?"
"Hah! Aku membayangkannya saja keinginanku untuk menutup mulutnya dengan merontokkan beberapa gigi depannya hampir tidak mampu aku tahan." Saat mengatakannya, penjaga itu menggertak kan giginya saat tangannya mengepal erat karena emosi.
☘️☘️☘️
Setelah dua hari berlatih bersama dengan para pelayan dan penjaga di istana timur, Lu Jing Yu akhirnya mendapatkan kesimpulannya. Seseorang dengan mental yang kuat yang dibarengi dengan kemauan kuat untuk melawan akan sanggup melawan hipnotis yang dia lakukan pada mereka. Dan dalam beberapa kasus dimana mental seseorang itu sangat kuat bahkan cara yang sama tidak akan berhasil meskipun dia telah mencobanya beberapa kali seperti yang terjadi pada Chu Fei. Dia adalah orang yang tangguh. Sangat berbeda dengan Xiao Bei yang sangat mudah dikendalikan. Untuk menghadapi orang-orang seperti Xiao Bei ini, Lu Jing Yu tidak memiliki kekawatiran. Namun untuk orang-orang yang seperti Chu Fei, dia membutuhkan cara yang lain untuk mengatasinya. Ia tidak boleh membiarkan kesalahan kecil terjadi seperti seseorang akan berpura-pura terhipnotis padahal dia tidak.
Selain menggunakan jarum perak dengan teknik akupuntur, beberapa ramuan juga dapat digunakan untuk membuat seseorang melupakan masa lalunya. Meskipun jika menggunakan cara ini, orang itu harus mengkonsumsinya secara teratur untuk efek yang diinginkan.
Hari ini Lu Jing Yu keluar istana untuk menemukan herbal untuk ramuan itu secara pribadi. Karena dia keluar dari istana, ia tidak menggunakan pakaian berkabung lagi melainkan memakai hanfu berwarna biru muda yang terlihat lebih kalem. Seperti biasanya, ia hanya mengajak Chu Fei untuk menemaninya. Sedangkan para pengawal, ia meminta mereka untuk menyamar menjadi rakyat biasa agar tidak membuat keributan.
Masalah kaburnya Pei Zhong Min dari penjara juga sengaja tidak disebarkan agar tidak membuat kepanikan. Lagipula, mengenai kaburnya Pei Zhong Min memang sudah diperkirakan sejak awal dan Pei Zhang Xi telah membuat persiapan yang matang.
Karena bahan-bahan herbal yang diperlukan lumayan mudah didapatkan, Lu Jing Yu langsung menuju toko herbal terbesar untuk membuat pesanan karena ia akan membutuhkan banyak dari mereka. Lu Jing Yu tidak berlama-lama berada di luar istana dan segera pulang setelah ia selesai membuat pesanan dan memastikan jika semua barang pesanannya akan dikirim ke istana timur keesokan harinya. Lusa adalah upacara penguburan Ibu Suri dan dua hari setelahnya adalah hari eksekusi para pemberontak sekaligus penentuan nasib Anggota keluarga para pemberontak, apakah mereka memilih untuk setia pada Kekaisaran atau memilih mati mengikuti anggota keluarga mereka yang bersalah. Jadi tidak ada waktu lagi selain besok.
"Hei lepaskan anak itu!" Lu Jing Yu berteriak dan menarik perhatian kedua orang tua yang saling memperebutkan anak mereka. Sang suami sedikit lelah karena sesuatu yang tidak terduga dan cengkeramannya pada lengan sang anak akhirnya mengendur. Sang istri melihat kesempatan dan dengan cepat menarik putranya ke arahnya dan membawanya berlari berlindung di belakang Lu Jing Yu setelah memeluk putrinya yang menangis ketakutan.
Lu Jing Yu melirik anak itu yang sepertinya memiliki umur yang tidak jauh berbeda dari Pei Zhi Hui. Chu Fei juga bergerak cepat dengan menyembunyikan keduanya di belakangnya.
"Hei kalian jangan ikut campur urusan keluarga kami! Mereka adalah anak dan istiku. Tidak ada yang berhak ikut campur saat aku memberi pelajaran pada mereka." Pria itu marah setelah melihat anaknya lepas darinya dan istrinya bahkan bersembunyi di balik orang asing. Ia menatap Lu Jing Yu dengan tatapan permusuhan.
"Tidak! Tolong jangan biarkan dia menangkap kami atau dia akan menjual anakku menjadi budak." Wanita di belakang Lu Jing Yu meratap sambil menangis. Ia sudah dua kali melahirkan dan anak pertama mereka telah dijual oleh suaminya sendiri yang gila berjudi. Dia tidak ingin kehilangan anaknya lagi kali ini.
"Pak, dia adalah putrimu sendiri. Kenapa kamu ingin menjualnya?" Lu Jing Yu bertanya dengan tenang. Menghadapi orang seperti pria itu dengan amarah tidak akan dapat menyelesaikan masalah.
"Apa salahnya? Apakah kamu tidak tahu jika membesarkan seorang anak membutuhkan banyak uang? Apalagi dia adalah anak perempuan yang akan pergi saat ia sudah dewasa nanti. Dari pada buang-buang uang untuk membesarkan anak untuk orang lain, lebih baik menjualnya untuk mendapatkan uang. Kami masih muda dan dia bisa melahirkan empat atau lima anak lagi. Apa masalahnya?" Jawab pria itu dengan mudah.
"Jadi ini hanya masalah uang?" Lu Jing Yu bertanya dengan kaget.
"Tentu saja."
"Kenapa tidak menikah dengan babi saja!" Teriak Lu Jing Yu keras. Ia snagat marah mendengar jawaban pria itu. Apa dia menganggap seorang wanita hanyalah pembuat anak? Apa dia pikir seorang bayi adalah seekor babi yang bisa dia jual saat dia membutuhkan uang? Kenapa dia menikah dengan manusia dan bukannya dengan babi yang dapat memberinya banyak anak sekaligus?
"Ini tidak ada urusannya dengan mu. Cepat serahkan mereka padaku atau aku tidak akan sungkan." Pria itu sudah mulai kesal. Melihat penampilan Lu Jing Yu ia mengetahui jika Lu Jing Yu berasal dari keluarga yang mampu. Jadi dia berusaha untuk tidak berubah sembrono. Tapi saat ini dia sudah kehilangan kesabarannya.
Lu Jing Yu tidak menanggapi dan beralih berbicara pada wanita yang bersembunyi di belakang nya. "Nyonya, kamu sudah mendengar bagaimana suamimu memeperlakukanmu. Meskipun kami dapat menyelamatkan putrimu saat ini, sangat besar kemungkinan suamimu akan melakukan hal yang sama di masa depan. Apakah kamu mau kembali berasamanya?"
Pria itu berdecih saat mendengar apa yang dikatakan Lu Jing Yu pada istrinya. Tentu saja ia akan tetap menjual putri mereka.
"Tidak. Tolong kami Nyonya. Saya bersediaenajdi budak anda selamanya asal bisa lepas dari laki-laki jahat itu." Wanita itu menangis meminta bantuan. Ia berlutut di bawah kaki Lu Jing Yu. Lu Jing Yu tidak bisa membiarkan ibu dan anak itu berlutut dan segera membantunya berdiri.
"Hei tidak masalah jika kamu ingin menjadikan istriku menajdi budakmu. Tapi kamu harus membayarnya juga. Bagaimanapun mereka adalah anak dan istriku." Pria itu berkata dengan acuh seperti saat ia menegosiasikan barang dagangannya.
"Nyonya, tolong pertimbangkan dulu..." Chu Fei khawatir jika kedua orang ini hanyalah bersandiwara untuk mendapatkan uang. Lalu setelah mereka mendapatkan uang, mereka akan kabur. Namun sebelum ia selesai mengatakan pendapat nya, Lu Jing Yu mengintruksinya untuk diam.
*
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_268🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉