
Setelah resmi dinobatkan, Pei Zhang Xi sudah harus melakukan tugas-tugas nya juga. Setiap hari ia akan disibukkan dengan banyak dokumen yang harus ia periksa dan pelajari. Sebagai seorang Putra Mahkota, tugas utamanya adalah membantu tugas Kaisar. Memeriksa laporan yang dikirim dari berbagai daerah lalu mencari solusi jika ada masalah. Selain itu ia juga bisa memberikan pendapatnya jika ada hal yang masih 0erlu ditingkatkan.
"Hormat Yang Mulia." Bayangan hitam tiba-tiba masuk ke dalam ruangan dan berlutut di depan Pei Zhang Xi.
"Katakan." Pei Zhang Xi mengangkat matanya sebentar sebelum kembali fokus pada dokumen di depannya.
"Mereka mulai bergerak. Menurut mata-mata kita yang berhasil menyusup ke dalam kelompok mereka, mereka sudah mulai menghimpun pasukan." Ucap pria berbaju hitam itu dengan jelas.
"Lalu apakah kamu melihat ada orang lain yang juga menyelidiki mereka selain kamu?" Pei Zhang Xi mengerucutkan bibirnya mendengar laporan dari pria berbaju hitam tersebut. Sudah jelas bahwa pihak lain sedang mempersiapkan diri untuk suatu pemberontakan. Dengan dia berhasil mendapatkan sekutu dari kekiasaran lain yang merupakan musuh bebuyutan dari kekaisaran Shao, sudah pasti kesepakatan tidak akan dibuat engan mudah. Harus ada timbal balik untuk sebuah uluran tangan. Dan itu pasti hal yang sangat merugikan.
"Ya Yang Mulia. Bebebara orang dengan seragam pasukan bayangan di bawah naungan Paduka Kaisar juga berada di sana beberapa hari setelah kelompok kami datang.
"Aku sudah menduga jika hidung pria tua itu masih panjang seperti biasanya." Pria berbaju hitam itu masih tetap tenang sementara Mo Ting yang sejak awal berada di dalam ruangan mengerutkan bibirnya. Ia tidak pernah menyangka jika Pei Zhang Xi akan secara santai menyebut Paduka Kaisar dengan sebutan pria tua, bahkan menyinggung hidungnya yang panjang!
"Yang Mulia, tolong beri kami perintah segera. Jika mereka dibiarkan mengumpulkan pasukan, keamanan kekaisaran ini akan terancam. Apalagi di sekitar sisi utara hutan banyak desa yang akan terkena imbasnya jika mereka melewati daerah itu."
"Aku memiliki pengaturanku sendiri."
"Maafkan kelancangan hamba Yang Mulia. Yang rendahan ini pantas menerima hukuman." Pria beraju hitam itu mengangkat pedangnnya dan meletakkannya di atas kepalanya. Menunggu Pei Zhang Xi memberinya hukuman.
"Sudahlah. Kamu kembali dulu dan beritahukan pada yang lain untuk mengevakuasi desa yang ada di sekitar. Ganti para penduduk dengan anak buah kita." Pei Zhang Xi mengetuk meja dengan kelima jarinya.
"Terima kasih Yang Mulia. Hamba akan segera kembali dan menyampaikan perintah Yang Mulia." Pria baju hitam itu menurunkan pedangnya dan meletakkannya sejajar dengan dirinya di sisi kanan tubuhnya.
"Hem." Pei Zhang Xi melambaikan tangannya untuk memberi isyarat padanya untuk segera keluar. Saat ini mereka berada di dalam istana, meskipun yang berada di istana timur semuanya adalah anak buah mereka yang dapat dipercaya, masih ada beberapa orang yang luput.
Di kediaman Raja Zhong, Qin Sui Lan baru saja menerima surat dari Pei Zhong Min. Di dalam suratnya, Pei Zhong Min meminta Qin Sui Lan untuk meminta uang pada keluarganya dengan alasan untuk membantunya menjalin hubungan baik dengan penguasa kota Xia yang berada di sisi Utara Kekaisaran Shao yang merupakan kota terkenal karena kemajuannya.
Qin Sui Lan segera melipt surat itu dan memakatnya dengan lilin satu-satunya yang menerangi kamarnya untuk menghilangkan jejak. Setelah surat itu terbakar, ia meletakkannya di atas abu dupa dan menunggu hingga semua bagian surat terbakar habis dan menyatu dengan abu dupa sebelum memanggil pelayannya untuk masuk dan mlayaninya untuk mandi.
Lu Jing Yu menulis bebrapa resep lanjutan untuk perawatan Yun Yin. Sudah dua minggu sejak dia merawat kesehatan Yun Ying. Kerja kerasnya akhirnya menunjukkan hasil yang baik. Kondisi tubu Yun Ying sedikit demi sedikit telah terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya. Namun meskipun begitu, bukan berarti Yun ying telah siap untuk hamil. Kondisi rahimnya cukup parah dan memerlukan waktu untuk mengembalikannya seperti semula.
Melihat kondisi kecepatan perbaikan tubuh Yun Ying, Lu Jing Yu merasa bahwa ia bisa melanjutkan perawatan untuk tahap berikutnya. Awalnya Lu Jing Yu juga sangnat terkejut dan hampir tidak percaya saat ia memeriksa kondisi rahim Yun Ying yang sudah mulai memperbaiki dinding rahimnya, namun setelah ia berpikir, ini mungkin dikarenakan di zaman itu manusia masih belum terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya. Selain itu, udara yang maish segar dan bebas dari polusi juga merupakan faktor penting dalam proses penyembuhan.
Lu Jing Yu menulis beberapa resep ramuan herbal yang harus dikonsumi Yun Ying mulai besok. Ramuan yang digunakan kali ini akan mempercepat proses penebalan dinding rahim sekaligus menyuburkan sel telur. Setelah melalui proses ini, barulah Yun Ying bisa melakukan program hamil. Memikirkan kemajuan yang dibuatnya, Lu Jing Yu tersenyum bahagia. Ia benar-benar berharap usahanya akan berhasil sehingga Yun Ying tidak merasakan penderitaan jika Pei Wu shan menikah lagi di bawah tekanan selir Luo.
"Apa yang membuatmu sangat bahagia hem?" Lu Jing Yu terkejut saat merasakan lengan yang kuat melingkari pingangnya saat suara yang sangat dikenalnya terdengar di belakang telinganya.
Pei Zhang Xi dipanggil ke ruang kerja Kaisar setelah ia makan malam dan baru saja kembali. Malam sudah sangat larut dan ia terkejut setelah melihat Lu Jing Yu masih terjaga dan bahkan masih terlihat sibuk di dalam kamar. Lalu matanya menyapu bok bayi yang ada di sisi kanan ranjang mereka dan melihat Pei Zi Hui yang tertidur lelap di sana. Hatinya terasa hangat.
Melihat Lu Jing Yu yang sangat fokus pada pekerjaannya sehingga bahkan istrinya itu tidak menyadari bahwa ia masuk ke dalam kamar membuat Pei Zhang Xi sengaja mendekati Lu Jing Yu dengan melangkah hati-hati agar tidak mengganggu pekerjaannya. Pei ZHang Xi berdiri di belakang Lu Jing Yu dengan bersandar pada tiang di tengah ruangan. Memperhatin Lu Jing Yu tanpa mengganggu.
"Aku baru saja menulis resep untuk kakak ipar." Jawab Lu Jing Yu setelah ia berhasil mengembalikan kesadarannya, Pei Zhang Xi tidak mungkin hanya akan memeluk Lu Jing Yu saja ketika mereka sedang berdua di dalam kamar. Tangan pria itu semakin nakal saja setiap harinya. Membuatnya sering kehilangan pengendalian dirinya.
"Bagaimana kondisi kakak ipar sekarang? Aku dengar Selir Luo sedang sibuk mencari selir untuk kakak ke dua beberapa hari ini. Selir Luo bahkan sudah mengunjungi beberapa kediaman beberapa menteri dan bangsawan. Aku yakin tujuannya untuk mencari selir untuk kakak kedua." Pei Zhang Xi berkata dengan serius, tapi ia masih tidak berniat melepaskan Lu Jing Yu.
"Kondisi rahim kakak ipar masih belum siap untuk menerima bayi, jika dipaksakan meskipun dapat hamil, besar kemungkinan untuk kembali mengalami keguguran." Lu Jing Yu mengerutkan keningnya berpikir dengan serius.
"Itu memang tidak bagus. Kakak ipar telah mengalami banyak keguguran, jika terus mengalami hal yang sama berulang kali, bukan hanya fisiknya yang akan mengalami masalah namun juga bisa saja menimbulkan masalah mental. Jadi memang lebi baik untuk menunggunya benar-benar siap menerima kehamilannya." pei Zhang Xi mengatakan pendapatnya.
"Tapi aku merasa ada hal yang tidak beres, bukankah tidak mungkin jika Selir Luo bergerak tanpa izin dari Raja Wei? Apakah kakak ipar tahu?"
"Masalah ini, kita tidak berhak ikut campur, kamu sudah membantu kakak ipar sesuai dengan kemampuanmu, apakah itu kakak ke dua akhirnya memilih menyerah pada desakan selir Luo atau memilih tetap bertahan dengan kakak ipar, itu di luar kemampuan mu."
"Tapi..."
"Yu'er, aku sangat merindukanmu, daripada kamu sibuk memikirkan kesejahteraan rumah tangga orang lain, bukankah sebaiknya kamu mulai memikirkan kesejahteraan suamimu ini? Dia telah bekerja keras sepanjang hari dan sangat lelah. Membutuhkan suntikan semangat untuk mengembalikan vitalitasnya. Bagaimana menurutmu?"
Tanpa menunggu jawaban persetujun Lu Jing Yu, Pei Zhang Xi mencium leher putih Lu Jing Yu, memberikan gigitan kecil yang membuat Lu Jing Yu merintih dengan ambigu sementara tangannya yang pada awalnya melingkari pinggang Lu Jing Yu entah sejak kapan melepas ikatan hanfu Lu Jing Yu dan menyelinap masuk ke dalam. Menyentuh bagian sensitif Lu Jing Yu Membuat Lu Jing Yu berada di dalam kabut dalam waktu yang singkat.
Lu Jing Yu tidak sadar kapan Pei Zhang Xi melepas semua pakaiannya. Ia hanya menyadarinya bahwa dirinya telanjang setelah merasakan dingin.
Saat menyadari bahwa dirinya telanjang, dengan segera ia menoleh ke arah bok Pei Zi Hui dan menyadari bahwa bayi yang sebelumnya tidur dengan manis di sana telah menghilang.
"Yang... Mu-lia... Hui'er..." ucap Lu Jing Yu kesusahan saat hasrat telah memenuhi kepalanya.
"Aku sudah meminta Pengasuhnya untuk menemaninya malam ini. Malam ini kamu hanya bisa menjadi milikku. Jangan pikirkan pria lain lagi."
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_221🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉