Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 279. Pergi Ke Kediaman Raja Wei


Pei Zhang Xi dan yang lainnya keluar dari ruang kerja Kaisar setelah mereka selesai berdiskusi dan menemukan solusi untuk masalah yang akan mereka hadapi. Jenderal Yuan menemani Xia Yuan An untuk membuat ramuan yang dia butuhkan. Dengan statusnya saat ini, kekuatan Xia Yuan An sangat terbatas. Namun dnegan bantuan jenderal Yuan, ia mampu melakukan beberapa hal dengan mudah.


Mo Han yang melihat Pei Zhang Xi keluar dari ruang kerja Kaisar segera menghampirinya dan menyampaikan pesan Lu Jing Yu. Karena menurutnya pesan Lu Jing Yu tidak aneh sama sekali dan menganggap kunjungan Lu Jing Yu hanya sebuah kunjungan antar saudara, ia berbicara di depan semua orang tanpa khawatir.


"Jadi Putri Mahkota datang ke kediamanku saat ini?" Pei Zhang Xi belum bereaksi saat mendengar Pei Wu Shan bertanya dengan terkejut. Saat melihatnya, Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya. Ada apa dengan kakak keduanya ini? Bukankah ia sama dengannya yang telah mengeyahui hubungan baik antara istri mereka? Jadi mengapa dia begitu terkejut saat mengetahui jika Lu Jing Yu berkunjung ke kediamannya? Ini benar-benar aneh.


"Ada apa kakak ke dua? Yu'er dan kakak ipar Yun Ying snagat dekat satu sama lain. Shu Liang juga berhubungan baik dengan kedua iparnya ini. Bukankah tidak mengherankan jika mereka mengunjungi kakak ipar Yun Ying kan?" Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya saat ia bertanya dengan bingung.


Pei Wu Shan bahkan belum memberitahu ayah Kaisarnya mengenai kehamilan Yun Ying. Tapi saat ini justru kabar keguguran itu sudah datang. Apalagi saat ini suasana duka di istana masih sangat terasa bagaimana bisa ia menambahkan kesedihan itu? Pada akhirnya ia berniat untuk menyembunyikan kabar ini selamanya. Tapi ia masih belum berani mengatakan nya pada Yun Ying untuk memintanya merahasiakan hal ini dari siapapun. Namun Lu Jing Yu dan Pei Shi Liang ternyata datang lebih cepat dari dugaannya.... bagaimana ia bisa menjalankan rencananya?


Pei Wu Shan masih mencoba mencari kalimat yang tepat untuk menjelaskannya saat ia mendengar suara wanita yang sangat ia kenali yang menangis menghampirinya.


"Yang Mulia, ini salahku. Tolong hukum selir ini karena tidak bisa menjaga rahasia. Hu hu hu..." Ke Mei Jia datang sambil menangis tersedu-sedu. Bibi Niang membiarkannya kali ini. Lagipula semua nya sudah terjadi dan tidak ada cara untuk menutupi masalah keguguran Yun Ying lagi.


Yun Ying telah beberapa kali keguguran, ini menunjukkan jika kondisi Yun Ying memang tidak mendukung untuk hamil lagi. Jadi secara otomatis harapan Selir Yao untuk memiliki seorang cucu laki-laki adalah Ke Mei Jia ini. Jadi dia harus membantu gadis ini menyelesaikan masalah nya.


Pei Wu Shan sedikit banyak mengerti jika Lu Jing Yu mungkin mengetahui kabar jika Yun Ying keguguran dari Ke Mei Jia. Namun dia juga tidak bisa menyalahkan selirnya ini atas tersebarnya berita ini, jadi dia hanya menghela napas sebelum berbicara dengan lembut padanya.


"Tidak apa-apa. Lagipula cepat atau lambat kabar ini juga pasti akan tersebar. Jadi tidak ada bedanya jika itu tersebar saat ini atau nanti." Pei Wu Shan berkata sambil menepuk pundak Ke Mei Jia dengan lembut. Membuat wanita itu tersenyum senang.


"Kakak ke dua, ada apa sebenarnya?" Pei Zhang Xi segera bertanya.


"Huh! Ini tentang Ying'er. Ying'er memberitahuku jika dia hamil beberapa waktu, namun aku belum sempat memberitahu kabar ini ke dalam istana sampai dia kembali kehilangan bayi kami. Huft...kondisi tubuhnya sepertinya sangat lemah." Pei Wu Shan menghela napas panjang. Ia merasa sangat sedih melihat kondisi Yun Ying. Keguguran nya kali ini sepertinya adalah pukulan yang paling buruk untuknya.


"Apa?"


"Ya. Apalagi waktu kami kehilangan calon bayi kami bertepatan dengan hari nenek meninggal. Jadi aku memutuskan untuk tidak memberitahu istana saja. Tapi sepertinya saat ini berita itu sudah tidak bisa di bendung lagi."


"Ah! Baiklah. Aku akan pergi bersama mu ke kediaman mu." Ucap Pei Zhang Xi.


"Aku juga ikut. Aku berharap kakak ipar Yun Ying baik-baik saja." Pei Qin Yang juga maju untuk berbicara.


Pei Wu Shan menggunakan kereta yang sama dengan Yun Ying seperti saat mereka datang. Pakaian putih mereka juga belum mereka ganti. Di depan mereka, Pei Zhang Xi dan Pei Qin Yang menunggang kuda mereka. Pakaian mereka juga masih merupakan pakaian bela sungkawa berwarna putih. Saat mereka melewati jalanan ibu kota, mereka segera menjadi pusat perhatian. Lagipula Wajah mereka sangat tidak asing bagi mereka.


Kediaman Raja Wei berada di dalam ibukota yang hanya berjarak beberapa kilo dari istana sehingga mereka sampai di depan gerbang kediaman Raja Wei setelah mereka berkuda selama setengah jam, mereka akhirnya ssmapi..


Di zaman ini, batas antara pria dan wanita sangat jelas. Jaid meskipun Pei Zhang Xi dan Pei Qin Yang ikut ke kediaman Raja Wei untuk menjenguk Yun Ying, mereka berdua sama sekali tidak bisa bertemu bahkan memasuki halaman Yun Ying. Sebagai gantinya, mereka menunggu di dalam aula utama yang tidak begitu jauh dari halaman Yun Ying berada.


"Aku akan pergi melihat ke dalam dulu." Pei Wu Shan segera undur diri setelah memberi perintah pada pelayan untuk melayani kedua adik tirinya ini.


"Ya kakak kedua. Tolong sampaikan saja salam kami pada kakak ipar." Pei Qin Yang menganggukkan kepalanya


"Mmm. Tentu saja.".


Ke Mei Jia ikut ke halaman Yun Ying untuk melihat keadaannya. Pei Wu Shan sebenarnya telah memintanya untuk kembali ke halamannya sendiri namun ia menolak karena Ia ingin melihat sejauh mana Yun Ying jatuh kali ini.


Namun saat keduanya telah masuk ke dalam halaman, mereka mendnegar suara teriakan Yun Ying yang histeris. Pei Wu Shan tidak berpikir dua kali saat ia berlari menghampiri Yun Ying sehingga dia bahkan melupakan Ke Mei Jia yang menggamit lengannya sejak awal.


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_279🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***