
Lu Jing Yu tidak terbiasa melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan kereta. Perutnya hampir tidak berhenti mual sejak mereka baru setengah jalan dari perbatasan. Padahal saat ia berangkat satu bulan lalu ia tidak mengalami hal yang sama. Mungkin itu karena ia terlalu banyak pikiran dan memikirkan cara untuk mencegah sesuatu yang buruk menimpa Pei Zhang Xi. (ada perubahan sedikit ya. anggap aja waktu mereka pergi perang satu bulan ya untuk mendukung cerita selanjutnya. harap maklum penulisnya masih belajar jadi kadang idenya muncul tanpa diduga. terima kasih)
Namun saat perjalalanan kembali, dia hanya duduk diam tanpa banyak pikiran. Dia hanya memikirkan rencana masa depanya nanti. Saat turun dari kereta perut Lu Jing Yu terasa semakin tidak nyaman. Akhirnya Lu Jing Yu meminta izin untuk kembali ke kediaman terlebih dahulu untuk segera beristirahat ketika perjamuan baru saja dimulai. Kaisar memaklumi dan mengizinkan Lu Jing Yu pergi lebih dahulu. Pei Zhang Xi ingin mengantarnya tetapi karena dia masih memiliki utusan untuk tuk diselesaikan di istana, ia dengan berat hati memerintahkan Mo Han untuk mengantar Lu Jing Yu kembali.
Dalam perjamuan ini Pei Zhang Xi menjadi pusat perhatian. Tatapan semua orang hampir menyapu dirinya bagaimanapun caranya. Mereka ingin melihat bagaimana sikap Pei Zhang Xi dan juga Kaisar setelah kejadian hari ini.
Mertua Pei Zhang Xi adalah Perdana Menteri terkuat di kekaisaran. Jika sikap kaisar hari ini terlihat mendukungnya. Apalagi jika sampai Pei Zhang Xi menikahi Wei Qian Nian sebagai selirnya. Kesempatannya untuk menjadi putra mahkota akan terbuka lebar.
"Ayah Kaisar, ada satu hal lagi yang harus saya katakan." Pei Zhang Xi meletakkan sumpitnya dan tidak menunggu untuk berbicara. Sebab di sepanjang perjalanan istrinya itu muntah beberapa kali. Saat ini dalam pikirannya hanya ada kekhawatiran terhadap Lu Jing Yu dan ingin segera pulang untuk melihat kondisi Lu Jing Yu.
"Ada apa?" Kaisar Pei An Long melihat wajah Pei Zhang Xi yang cemas.
"Ini mengenai putri Wei Qian Nian. Kaisar Chu Timur mengirim Putri Wei Qian Nian untuk menjadi selir untukku. Tetapi Ayah Kaisar, saya dan Yu'er baru saja menikah dan masih menikmati masa kami berdua. Saya tidak pernah berpikir untuk menambah selir di belakang kediaman saya. Jadi mohon Ayah Kaisar memberi saya kelonggaran."
Senyum di bibir Wei Qian Nian saat mendengar Pei Zhang Xi membahas tentang dirinya seketika runtuh. Kecantikannya adalah kebanggaannya. Sejak dia tumbuh dewasa ia telah menciptakan citra seorang putri ya gak cantik jelita dan lemah lembut. Semua orang selalu menyukainya dimanapun ia berada. Setiap dia ada, dia akan selaluselaluenjadi prioritas bagi semua orang.
Saat Ayah Kaisarnya memberitahunya bahwa ia akan dikirim untuk menjadi selir dari seorang pangeran yang telah menikah, dia bahkan tidak merasa kesal. Bagaimanapun dia terbiasa mendapatkan apa yang dia inginkan. Memangnya kenapa jika asuaminya sudah memiliki istri? Dengan Kecantikannya dan kemampuannya, ia akan tetap menjadi istri sahnya dan meninggalkan gelar selir yang memalukan di belakangnya.
Apalagi ayah Kaisarnya berkata bahwa pangeran ini memikiki wajah yang tampan dan juga kemampuan yang hebat. Besar kemungkinan akan menjdi putra mahkota di masa depan. Jadi siapa yang akan menjadi ratu di masa depan? Itu hanya pasti dirinya!
Setelah melihat sendiri Pei Zhang Xi yang tampan dan berkarisma, dia semakin membulatkan tekad. Pria itu adalah pria paling tampan yang pernah dia lihat sebelumnya. Wajahnya yag tampan dan tubuhnya yang kokoh sangat mempesona.
Lalu tatapannya tertuju pada gadis cantik di samping Pei Zhang Xi yang pasti adalah istri Pei Zhang Xi yang telah dibicarakan ayah Kaisarnya sebelumnya. Yang katanya memiliki otak cerdas dan telah membuat pasukan Jenderal Mu kalah setelah mendapatkan kemenangan yang tak terhitung jumlahnya.
Istri Pei Zhang Xi memang cantik. Tapi dia juga tidak kalah cantik. Apalagi seorang pria hebat seperti Pei Zhang Xi dapat menikah dengan tiga istri dan empat selir. Atau bahkan lebih. Selain itu dia juga memiliki satu keunggulan dari Lu Jing Yu, dia lebih muda beberapa tahun. Penampilan Lu Jing Yu akan segera berkurang. Dibandingkan dengannya yang akan memiliki kecantikan berbeda tahun ke depan ia yakin posisi Permaisuri Rui tidak akan lagi menjadi mimpi.
Merebut posisi Lu Jing Yu adalah hal mudah baginya!
Tapi apa ini? Baru saja Pei Zhang Xi menolaknya! Dengan kecantikannya, dia tidak percaya Pei Zhang Xi akan menolaknya di depan umum. Gelas yang sedang digenggamnya dikepal erat. Buku jarinya memutih saat ia marah.
"Zhang Xi. Bukannya kamu juga tahu bahwa Putri Wei Qian Nian adalah Hadiah Kaisar Chu Timur untukmu. Jadi bagaimana kamu menolaknya?"
"Mohon ampun. Tapi ini juga demi kebaikan semuanya. Saat ini kondisi Yu'er tidak bisa diganggu. Jika dia erlalu banyak berpikir dan mengira jika aku tidak menyayanginya, ini akan buruk bagi kesehatannya." Pei Zhang Xi sudah memikirkan hal ini sejak dalam perjalanan pulang. Bagaimanapun caranya, ia harus menolak pernikahan ini. Lu Jing Yu saja sudah cukup untuknya. Tidak butuh wanita lain lagi.
"Ini karena kemungkinan Yu'er istriku sedang hamil." Saat Pei Zhang Xi mengatakan alasan yang secara acak ia temukan, tangannya mengepal di balik lengan bajunya agar kebohongannya tidak diketahui.
"Apa katamu? Apa maksudmu Lu Jing Yu sedang hamil?"
"Iya. Seperti yang Ayah Kaisar katakan. Yu'er mungkin sedang hamil anak pertama kami. Ini jugalah yang mungkin membuat keadaannya tidak sehat beberapa hari ini. Coba bayangkan jika yang dikandung Yu'er adalah seorang putra. Bagaimana jika kondisinya tidak stabil karena memikirkan aku yang mengangkat selir?" Pei Zhang Xi asal bicara. Tetapi semakin dia mengatakannya, semakin hatinya meyakinkan akalnya.
"Tidak. Berarti ini tidak bisa dibiarkan. Untuk saat ini kamu tidak boleh mengangkat selir. Temperamen Lu Jing Yu buruk pada awalnya. Jangan sampai membuatnya emosi sehingga mempengaruhi calon cucu kekaisaranku."
Pei Zhang Xi menghela napas lega. Akhirnya dia berhasil menyingkirkan Wei Qian Nian yang mirip seperti lalat yang terus mengikutinya.
Pei Zhang Xi mengetahui titik kelemahan ayahnya. Yaitu bahwa sampai saat ini ayahnya masih belum memiliki cucu laki-laki. Dari semua putranya, belum adanya memberinya cucu laki-laki. Semuanya cucu perempuan. Jadi Pei Zhang Xi sengaja menarik topik ini untuk mengalihkan perhatian ayahnya.
"Masalah ini akan kita bicarakan lagi nanti. Untuk sementara Putri Wei Qian Nian akan tinggal di istana sampai keputusan diberikan. Dan Kau cepat kembali ke kediamanmu dan temani Lu Jing Yu. Jangan sampai membuatnya sedih. Sampai kondisi Lu Jing Yu stabil, kamu akan dibebaskan tugaskan dari biro Yunguan." Untuk saat ini tidak ada yang lebih penting dari keselamatan calon cucu kekaisarannya. Pei An Long sangat bersemangat sampai dia tidak menyadari bahwa sejak awal Pei Zhang Xi sengaja menekan dan mengulangi kata 'kemungkinan'.
Bagaimanapun, tujuan Pei Zhang Xi sudah terpenuhi. Dengan engkau penuh percaya diri dia keluar dari ruang perjamuan dan bersiap untuk kembali ke kediamannya. Untuk melihat keadaan Lu Jing Yu. Namun belum berapa lama ia melangkah keluar dari ruang perjamuan, tangannya ditarik oleh seseorang dan dibawa pergi ke balik dinding oleh seseorang.
Yuk kenalan dulu sama Wei Qian Nian
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_49♡
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .