
Semua orang terdiam saat rombongan besar orang itu berjalan menuju platform tertinggi yang didirikan di tempat itu. Kaisar dan Ratu duduk di tengah. Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu duduk di sisi kanannya. Setelah dua pasangan itu duduk, para Selir Kaisar duduk di belakang Ratu Zhu. Namun meskipun semua orang itu telah duduk, para tamu masih berdiri. Mereka masih harus memberi hormat pada mereka.
"Hormat kami kepada Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Putra dan Putri Mahkota dan semua anggota keluarga Kerajaan. Semoga kemakmuran dan kesejahteraan selalu terlimpah bagi Kekaisaran Shao."
"Bangunlah. Silahkan duduk semua." Kaisar Pei An Long berkata dengan penuh wibawa dan keagungan.
"Terima kasih Yang Mulia." Semua orang segera kembali duduk di tempat mereka.
"Aku sudah lama mendengar jika Kekaisaran Shao adalah tempat pria tampan berkumpul. Aku sudah melihatnya sendiri tadi dan merasa meskipun mereka semua tampan, kakakku masih lebih tampan dari mereka. Namun setelah melihat Putra Mahkota Shao aku merasa jika aku salah. Pria seperti inilah yang layak menjadi suamiku." Xian Mu Xuan berbisik pada pelayan nya.
"Anda benar tuan Putri. Namun hamba mendengar jika karena Putri Mahkota tidak menginginkan wanita lain di sisi suaminya, Yang Mulia Putra Mahkota Shao sangat mencintai Putri mahkota dan berjanji bahwa tidak akan memiliki wanita lain di halamannya."
"Lalu apa? Seorang Putri Mahkota harus memiliki latar belakang yang kuat untuk mendukung suaminya, jika tidak, latar belakangnya akan menghalangi suaminya dan membuat semua mata jahat akan menyerang pada titik kelemahannya. Untuk itulah seorang wanita tidak boleh bertindak egois yang akan menyebabkan kejatuhan suaminya."
"Jangan berbicara macam-macam sembarangan. Jangan sampai membuat masalah di sini. Apalagi mendambakan Putra Mahkota Shao itu. Orang seperti Putra Mahkota Shao tidak berasa pada jangkauanmu." Xian Zi Xuan melirik Xian Mu Xuan memperingatkan.
"Apa yang salah kakak? Bukankah semua laki-laki sama mendambakan gadis penurut? Bukankah pikiran membatasi suami memiliki seorang selir adalah hal tabu di masyarakat ini? Lagipula Selama aku berhasil menjadi selir Putra Mahkota, kedudukan Putri Mahkota Shao tidak akan sulit aku dapatkan. Dengan seperti itu, Kekaisaran mana yang akan berani bermimpi menyerang Shixian?"
"Aku sudah memperingatkan mu. Jika kamu berkeras mendambakan posisi itu, bersiaplah menuju kehancuran. Tapi ingat untuk tidak menarik Shixian jatuh bersamamu pada saat itu."
Xian Mu Xuan mengerucutkan bibirnya mendengar peringatan keras Xian Zi Xuan. Kakaknya tidak pernah main-main jika hal itu mengenai Shixian. Jika kakaknya mengatakan sesuatu, itu pasti ada alasan yang jelas. Ia akan meminta seseorang mencari tahu sesuatu nanti. Saat Xian Mu Xuan sadar dari lamunannya, acara surga dimulai.
"Hari ini adalah hari yang membahagiakan. Seperti yang kalian ketahui bahwa sudah bertahun-tahun Kekaisaran Shao kita telah menunggu seorang pewaris tahta. Saat ini dewa telah mendengar do'a dan harapan semua orang sehingga Kekaisaran Shao akhirnya memiliki seorang pewaris pada akhirnya setelah putra Putra Mahkota Pei Zhang Xi dan juga istrinya, Putri Mahkota Lu Jing Yu." Kaisar Pei An Long berkata dengan jelas dengan bangga.
"Selamat Yang Mulia Kaisar. Selamat Yang Mulia Putra Mahkota." Semua orang menangkupkan tangannya.
"Oleh karena itu pada hari yang bahagia ini, Zhen mengundang kalian semua untuk ikut merayakan kelahiran cucu laki-laki pertama di Kekaisaran Shao sekaligus upacara pemberian nama. Hari ini untuk pertama kalinya pangeran kecil akan muncul di depan umum."
"Selamat Yang Mulia Kaisar. Selamat Yang Mulia Putra Mahkota. Hidup Kekaisaran Shao." Ucap semua orang keras.
Namun Karena Kaisar Pei An Long menyebutkan pada akhirnya, masalah yang sempat orang-orang ini lupakan kembali mereka ingat. Mereka mulai membahas kembali mengenai penculikan pangeran kecil. Apalagi setelah mereka tidak melihat ada bayi yang datang bersama mereka.
Kaisar Pei An Long juga mendengar apa yang mereka bicarakan di belakangnya. Ia juga mengetahui rencana Pei Zhang Xi sebelumnya dan bahkan membantu untuk menangkap pelaku dan menginterogasi nya. Ia segera memberi isyarat pada Kasim Song untuk melanjutkan acara. Sebelum memulai acara kembali, Kasim Song melirik anak buahnya yang telah menunggu di samping untuk melaporkan bahwa Selir Su yang membawa pangeran kecil telah sampai.
"Hari ini kita berkumpul di tempat ini untuk merayakan hari yang bahagia yaitu upacara satu bulanan sekaligus pemberian nama Pangeran kecil putra dari Yang Mulia Putra Mahkota yang terkasih. Oleh karena itu, mari kita sambut pangeran kecil masuk ke dalam acara."
Meskipun sudah dilindungi payung, namun karena karena saat itu adalah musim panas, panas matahari pagi sudah cukup menyengat dan menyilaukan mata, selir Su menutupi pangeran kecil dengan rapat agar cucunya tidak merasa tidak nyaman. Jadi semua orang yang sejak awal sudah penasaran apakah pangeran kecil itu benar-benar diculik atau tidak menjadi begitu penasaran. Mereka melihat bayi di dekapan Selir Su dengan mata yang menyiratkan bahwa mereka akan segera maju dan membuka penutup itu untuk melihatnya.
"Kakak, apakah menurutmu pangeran kecil itu benar-benar diculik dan mereka hanya mencoba menutupinya untuk menyelamatkan harga diri?" Xian Mu Xuan bertanya pada Xian Zi Xuan.
"Jika kamu memiliki kebiasaan tidak dapat menahan apa yang ada di otak kecilmu keluar, jangankan mendapat dukungan dari suami yang kompeten, aku yakin kamu tidak akan mampu mempertahankan hidupmu cepat atau lambat." Xian Mu Xuan mendengus mendengar jawaban Xian Zi Xuan.
Di depan, Pei Zhang Xi membantu Lu Jing Yu berdiri sehingga keduanya dapat berjalan beriringan menuruni platform untuk menjemput putra mereka. Kaisar dan Ratu juga sudah turun untuk menjemput cucu mereka. Senyum kebanggaan muncul di bibir Kaisar Pei An Long yang jarang terlihat. Melihat itu saja cukup mematahkan rumor tentang penculikan.
"Selirku, bawa kemari cucu laki-laki ku. Biarkan aku tunjukkan pada para tamu calon pewaris kekaisaran Shao." Kaisar Pei An Long mengulurkan tangannya bersiap menerima cucunya.
"Hati-hati Yang Mulia." Selir Su dengan hati-hati menyerahkan pangeran kecil ke dalam dekapan tangan Kaisar Pei An Long.
"Tenang saja. Aku sudah cukup memiliki pengalaman menggendong seorang bayi." Ucap Kaisar Pei An Long dengan percaya diri.
"Ini adalah cucu laki-laki pertama Kekaisaran Shao yang merupakan putra pertama Putra Mahkota dari istri sahnya, Lu Jing Yu. Hari ini adalah hari bahagia untuk merayakan satu bulan kelahirannya." Kaisar Pei An Long membuka penutup bayi itu untuk menunjukkan wajahnya pada semua orang.
Di usianya yang telah menginjak satu bulan, berat badan bayi kecil itu telah bertambah banyak. Membuat kedua pipinya yang putih kemerahan bulat seperti bakpao yang baru saja matang. Membuat semua orang yang melihatnya ingin sekali mencubitnya dengan gemas.
Meskipun bayi itu masih kecil, wajahnya sudah terlihat mirip dengan Pei Zhang Xi yang secara otomatis juga memiliki kemiripan dengan Kaisar Pei An Long. Membuat Kaisar Pei An Long memandang bayi itu dengan puas. Dia memang benar-benar cucunya.
"Bayi ini lahir di tahun yang membahagiakan dimana kedua orang tuanya bersinar pada tahun ini. Kekaisaran Shao memiliki tahun makmur yang damai setelah sekian lama. Bayi ini lahir seperti matahari yang memberi cahaya pada bumi. Menghangatkan dan memberikan semangat. Mendamaikan hati. Karena itu Aku, Kaisar Pei An Long memberi nama bayi ini "Pei Zhi Hui" yang memiliki arti kebijaksanaan. Agar dapat mewarisi jiwa kepahlawanan ayahnya namun tetap memiliki sifat welas asih dan cerdas seperti ibunya. Menjadi harapan seluruh Kekaisaran Shao di masa depan." Kaisar Pei An Long mengangkat bayi yang baru saja diberi nama itu tinggi.
"Hidup Yang Mulia Kaisar. Hidup yang Mulia Putra Mahkota. Hidup Pangeran Pei Zhi Hui."
*
*
~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_175🍀~
Terima kasih sudah mampir 😘
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟