Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
258. Keadaan Setelah Pemberontakan


Chu Fei dikawal oleh seorang penjaga melewati beberapa istana dan taman sebelum sampai di aula Pengadilan yang berada paling depan di bagian istana. Sedangkan istana ibu Suri berada di bagian yang cukup terpencil sehingga membutuhkan waktu yang cukup banyak. Sepanjang perjalanan, Chu Fei melihat banyak sekali pemberontak yang telah dilumpuhkan dikumpulkan di beberapa tempat.


Para pemberontak ini hanyalah pemberontak biasa tak ubahnya seperti penjaga Kekaisaran. Mereka hanyalah tokoh kecil yang hanya digunakan oleh pihak yang berkuasa. Mereka tidak akan terlibat dalam sebuah pemberontak an jika majikan yang mereka ikuti tidak memberontak. Bisa dikatakan, mereka tak ubahnya seperti anak kecil yang hanya akan berteriak saat temannya berteriak bahkan meskipun mereka tidak tahu apa yang membuat mereka berteriak.


Sebelumnya, Pei Zhang Xi telah memasukkan beberapa anak buahnya untuk menyamar menjadi warga desa biasa dan berpura-pura berjalan di sekitar desa menunggu untuk diculik. Setelah mereka berhasil diculik oleh para pemberontak, mereka akan dilatih sebagai tentara. Para tentara ini memiliki tanda untuk menunjukkan jika mereka adalah anak buah Pei Zhang Xi yang menyusup. Pada saat penyergapan, tentara inilah yang memiliki peran paling banyak. Mereka tanpa dicurigai sudah melumpuhkan banyak dari rekan mereka.


Yang memerlukan lebih perhatian adalah para pemberontak yang sebelumnya merupakan tentara Kekaisaran yang berasal dari perbatasan yang telah dihasut oleh Pei Zhong Min. Mereka dipisahkan dan akan diberi pembinaan lebih lanjut. Mereka harus benar-benar diberikan pengertian agar mereka mengerti jika mereka telah digunakan sebagai alat orang yang tidak bertanggung jawab karena ketidaktahuan mereka. Tujuannya, kedepannya agar mereka tidak kembali mudah dipengaruhi oleh orang lain yang berniat memanfaatkan kesetiaan mereka.


Namun Chu Fei tidak memiliki waktu luang untuk memperhatikan mereka. Ia mengemban tugas yang sangat penting dan mendesak. Tidak ingin membuang-buang lebih banyak waktu, ia mengajak penjaga yang ikut mengawalnya untuk bergegas.


Lebih dekat dengan aula Pengadilan, jumlah para pemberontak semakin bertambah. Chu Fei mengabaikan semuanya. Jika tidak, ia pasti akan mengenali seorang gadis yang menyamar sebagai pria dan berdiri di dekat pemberontak meskipun ia memakai pakaian yang sama dengan mereka dan akan mengenali gadis itu. Namun berbeda dengan Chu Fei, gadis itu terus memperhatikan setiap hal yang terjadi di sekitarnya dan mengenali Chu Fei. Tetapi saat melihat Chu Fei yang sepertinya sedang terburu-buru, ia mengurungkan niatnya untuk memanggilnya. Lagipula saat tegang seperti ini tidak akan cocok untuk mengucapkan say hello pada kenalannya.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka Chu Fei sampai di depan aula Pengadilan. Di depan aula Pengadilan lebih kacau lagi. Halaman aula pengadilan ini bahkan hampir penuh oleh para pemberontak yang telah dilumpuhkan dan dijaga oleh tentara Kekaisaran.


Para penjaga dan Kasim yang berjaga di depan aula Pengadilan melihat kedatangan Chu Fei dan segera mengalihkan perhatian mereka pasangan mereka semua mengenali jika Chu Fei adalah gadis pelayan yang melayani Lu Jing Yu. Pada hari biasa, mereka masih harus memberi hormat padanya karena secara status, status Chu Fei masih di atas mereka. Namun saat Chu Fei semakin dekat, mereka menyadari bahwa ekspresi Chu Fei tidak lah baik.


Seketika, raut wajah semua orang menjadi tegang. Mereka khawatir terjadi sesuatu pada Lu Jing Yu yang dampaknya mungkin bahkan lebih besar dari pemberontak an kali ini. Karena menurut bagaimana Pei Zhang Xi memperlakukan Lu Jing Yu pada hari biasa, jika sesuatu yang buruk terjadi pada Lu Jing Yu, Pei Zhang Xi pasti akan murka.


"Salam nona Chu." Semua orang membungkuk memberi hormat setelah mereka sadar dari lamunan mereka.


"Tidak perlu. Bisakah aku masuk? Aku membawa kabar buruk." Sekali lagi, semua orang membeku setelah mendengar perkataan Chu Fei. Tubuh mereka mulai gemetar.


"Tentu saja nona. Saya akan memberi tahu Kaiam Song terlebih dahulu." Ucap Kasim yang bertugas di depan aula Pengadilan. Setelah ia selesai berbicara, Kasim itu segera masuk ke dalam aula Pengadilan dengan tenang. Berjalan tanpa diketahui ke bagian depan. Menemui Kasim Song.


Di dalam aula Pengadilan, Pei Zhong Min berlutut di depan Kaisar. Di sampingnya, ikut berlutut para pemimpin pemberontak. Di Yi Shi, pria tua yang merupakan utusan dari Kekaisaran Xi'an juga berlutut di antara mereka. Selain mereka yang ditangkap tangan saat memberontak, para menteri yang bersekongkol juga ikut diadili saat itu. Tentu saja, mereka tidak menerimanya begitu saja. Mereka selalu memiliki keyakinan bahwa selama mereka tidak mengakui jika mereka tidak ikut secara langsung, maka mereka akan selamat. Mereka akan melakukan apapun demi menyelamatkan diri mereka.


"Apa kalian yakin jika kalian tidak bersekongkol dengan para pemberontak ini?" Pei Zhang Xi bertanya dengan acuh. Ia sudah mulai tidak sabar menghadapi para menteri ini. Mereka sangat lengket seperti getah karet.


"Ya ya. Kami bersumpah." Para menteri ini dengan semangat menjawab pertanyaan Pei Zhang Xi.


"Baiklah. Lalu, apakah kalian juga yakin jika kalian melakukan pekerjaan Kaiam dnegan bersih dan semata-mata bekerja demi Kekaisaran?" Pei Zhang Xi melanjutkan pertanyaan nya.


"Tentu saja Yang Mulia. Selama ini kami selalu bekerja sepenuh hati demi kemjuan Kekaisaran."


"Lalu, apakah ada yang bisa menjelaskan tentang ini semua?" Pei Zhang Xi selesai berbicara dan Mo Ting masuk dengan membawa beberapa berkas. Melemparkan berkas-berkas itu ke depan para menteri. Tepat pada menteri yang catatan kejahatannya ada di dalam berkas.


Melihat berkas yang tercecer di depan mereka, wajah mereka pucat. Bagaimana bisa semua ini ada di sini? Bahkan ada buku catatan kas milik keluarga mereka. Bagaimana bisa buku kas ada di sini? Bukankah buku catatan selalu disimpan dengan sangat aman? Dalam buku kas keluarga, selalu tercatat apa saja yang masuk dan keluar. Lengkap dengan jumlah dan jenisnya. Dengan bukti catatan itu, penyimpangan mereka selama ini pasti akan dengan mudah diketahui. Buku itu tidak boleh sampai di tangan para penyelidik atau kejahatan mereka akan terungkap.


"Menteri Xing, menemui Raja Zhong tanggal ke dua bulan ke empat di restoran Kehabagiaan. Menteri Sing bertemu dengan Raja Zhong keesokan harinya di restoran Awan. Menteri Huo bertemu Raja Zhong di kediamannya dan bahkan memberikan putri ke tiganya me jadi selir untuk Raja Zhong pada tanggal sebelas di bulan yang sama....." Satu persatu Menteri dan pejabat yang berhadapan langsung dengan Pei Zhong Min berlutut di tanah saat mereka mendengar nama mereka disebutkan oleh Mo Ting dengan keras. Jika mereka bahkan memiliki detai lengkap pertemuan mereka, sudah jelas bahwa mereka telah memiliki bukti yang cukup untuk menyeret mereka.


"Ampuni kami Yang Mulia! Ampuni kami." Ratap semua orang dengan menyedihkan.


Kasim Song masih mendengarkan tangisan semua orang saat ia melihat Kasim Yang yang berjalan ke arahnya dengan raut wajah yang aneh.


"Nona Chu?" Kasim Song mengerutkan alisnya saat mendengar laporan bahwa Chu Fei meminta izin untuk masuk dan melaporkan sesuatu hal yang buruk.


Sama seperti para penjaga dan Kasim di depan aula, mereka semua mengira jika yang tengah berada di dalam bahaya adalah Lu Jing Yu.


"Ya Kasim Song." Kasim Yuan mengangguk membenarkan.


"Baiklah. Bawa dia segera kemari." Kasim Song tidak berani mengulur waktunya dan segera memberikan izin. Masalah Lu Jing Yu tidak boleh sampai disepelekan.


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_258🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉