
Setelah Pangadilan pagi selesai, Pei Zhang Xi pergi menemui Kaisar Pei An Long untuk melaporkan dugaan konspirasi yang membahayakan keselamatan Ibu Suri. Sebenarnya saat ini Pei Zhang Xi yang bukan lagi merupakan kepala biro Yunguang tidak memiliki hak ataupun kewajiban untuk menyelesaikan kasus ini. Namun sepertinya selain dirinya dan Lu Jing Yu tidak ada yang memiliki keinginan bahkan dugaan seperti itu. Atau mungkin mereka memiliki nya namun enggan untuk ikut campur.
"Bagaimana menurut Ayah. Semua tindakan sudah siap. Jika Ayah setuju, aku akan segera meminta orangku untuk bertindak." Pei Zhang Xi bertanya setelah ia mengatakan dugaannya.
"Huft.... Aku tahu masalah ini tidak sesederhana yang ada di permukaan. Aku juga tidak percaya akan ada orang yang mampu membahayakan ibu dalam merencanakan konspirasi nya. Diantara semua orang di istana ini, mungkin selain ayah, akulah yang paling kecewa dan merasa bersedih. Namun, kita tidak bisa bertindak tergesa-gesa saat ini."
"Ayah benar. Karena itulah aku datang kemari untuk meminta pendapat. Undangan telah disebarkan sejak beberapa waktu yang lalu. Utusan dari kerajaan lainnya juga pasti sudah dalam perjalanan. Aku bahkan telah menerima kabar jika Putra Mahkota Shixian, Xian Zi Xuan dan putri Xian Mu Xuan telah sampai di ibukota siang ini. Jika terjadi kekacauan di istana saat Upacara Penobatan dilaksanakan, kita tidak akan memiliki muka untuk menghadapi kerajaan lain di masa depan."
"Untuk sekarang yang terpenting adalah menjaga kondisi ibu tetap stabil. Pastikan saja istrimu tidak akan mengecewakan kita dan mampu melakukan tugasnya dengan baik."
Di sisi lain pasar ibukota, di sebuah gang di samping salah satu toko herbal yang sepi, Pei Shi Liang menggerutu saat menemani Lu Jing Yu mencari bahan herbal yang dibutuhkan untuk tindak lanjut dari perawatan ibu Suri. Lu Jing Yu tidak mengetahui namanya di dunia ini. Namun saat ia menjelaskan bentuk dan cirinya, semua orang juga tidak ada yang mengetahui nya. Itulah mengapa ia pergi untuk mencarinya secara pribadi. Tetapi sudah beberapa toko herbal ia datangi namun belum juga ia dapatkan.
"Mohon maafkan kami Yang Mulia. Kami benar-benar tidak memiliki sesuatu seperti yang Yang Mulia katakan."
"Kakak ipar, kita sudah hampir mengelilingi ibukota. Apakah masih tidak menemukan yang kamu inginkan?" Pei Shi Liang khawatir jika Lu Jing Yu akan lelah. Kakaknya telah memberinya tugas untuk menjaga kakak iparnya. Jika sesuatu terjadi pada Lu Jing Yu di bawah pengawalan nya seperti pingsan karena kelelahan mungkin, kakaknya pasti akan memarahinya. Atau yang lebih buruk lagi kakaknya akan melarangnya menjauhi Lu Jing Yu dan keponakannya yang tampan. Ia tidak akan bisa menanggung hukuman seperti itu.
"Belum. Dari semua toko yang kita datangi mereka semua tidak memiliki nya." Sahut Lu Jing Yu sambil terus berjalan. Mengabaikan adik iparnya yang terus-menerus menggerutu. Matanya tidak berhenti bergerak melihat ke arah kios pedagang yang membuka dagangannya di kedua sisi jalan. Berharap menemukan apa yang ia cari.
"Hari sudah semakin siang. Bagaimana kalau kita beristirahat dulu. Jika kakak tahu kakak ipar kelelahan, dia pasti akan menghukum ku." Pei Shi Liang benar-benar tidak mau jika hal itu sampai terjadi.
"Tuan putri benar Yang Mulia. Sebaiknya kita beristirahat dulu sebelum melanjutkan." Bukan hanya Pei Shi Liang yang memiliki pemikiran yang sama. Xiao Bei juga seperti itu. Sebelum mereka keluar dari istana, Pei Zhang Xi tidak berhenti memperingatkan mereka berdua untuk menjaga Lu Jing Yu.
Melihat kedua orang yang mengikutinya terus mendesaknya, Lu Jing Yu akhirnya hanya bisa menyerah. "Huuh... Baiklah. Kita istirahat sambil makan siang. Baru setelah itu kita lanjutkan lagi."
Karena Lu Jing Yu datang dengan dikawal oleh para tentara istana, tentu saja kedatangannya ke suatu tempat selalu menarik perhatian. Lu Jing Yu sudah terkenal sebelum menikah dengan Pei Zhang Xi dan menjadi seorang Permaisuri karena reputasinya yang buruk. Namun saat ini mereka bahkan hampir melupakan citra buruk yang mereka bangun untuk Lu Jing Yu seiring berjalannya waktu dimana Lu Jing Yu telah membuktikan dirinya.
Di masa lalu mereka juga tidak banyak yang terlibat atau melihat secara langsung bagaimana Lu Jing Yu yang dikatakan memiliki temperamen buruk dan suka menggoda laki-laki. Mereka hanya melihat dari jauh dan mendengar dari mulut orang lain tentangnya. Jadi saat ini ketika mereka semua memperhatikan Lu Jing Yu pada setiap tindakannya, mereka menyimpulkan bahwa apa yang ada di masa lalu hanyalah rumor yang tidak berdasar.
"Hei perhatikan saat berjalan." Suar teriakan seorang wanita membuat semua orang yang tengah memperhatikan Lu Jing Yu yang masuk ke dalam restoran paling terkenal di ibukota terkejut. Pasalnya seorang gadis sengaja menabrak Pei Shi Liang yang berjalan di samping Lu Jing Yu. Namun sepertinya target gadis itu sebelumnya adalah Lu Jing Yu jika Pei Shi Liang tidak cepat menghadangnya.
Gadis itu tidak mengharapkan sama sekali jika Pei Shi Liang akan memblokir dirinya untuk Lu Jing Yu karena rumor mengatakan jika adik perempuan yang paling dekat dengan Pei Zhang Xi itu sebenarnya tidak cocok dengan Lu Jing Yu dan memiliki konflik dengannya. Jadi meskipun ia melihat Pei Shi Liang bersama dengan Lu Jing Yu, ia tidak takut untuk mencari masalah dengannya. Jadi saat ia gagal saat ia berpura-pura tidak sengaja mendorong Lu Jing Yu dan malah mendorong Pei Shi Liang sebagai gantinya, ia merasa khawatir.
"Putri, maafkan Hamba. Hamba benar-benar tidak sengaja melakukan nya." Gadis itu menatap Pei Shi Liang memohon ampun.
Pei Shi Liang memicingkan matanya mengingat-ingat identitas gadis di depannya yang sepertinya tidak asing. Sepertinya ia pernah melihatnya di suatu tempat. Lalu saat ia berhasil mengingat identitas gadis itu, ia mendengus kesal. Gadis ini adalah putri dari Menteri He yang menyukai Pei Zhang Xi. Beberapa kali gadis inu berusaha mendekatinya hanya untuk menanyakan beberapa hal mengenai Pei Zhang Xi padanya. Namun dia tidak cukup bodoh untuk memberikan apa yang gadis ini inginkan darinya.
*
*
~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_158🍀~
Terima kasih sudah mampir 😘
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟