
Pei Zhang Xi menatap punggung Lu Jing Yu yang tampak penuh dengan kekecewaan. Ia mengerti jika saat ini istrinya itu pasti sangat sangat marah dan kecewa padanya. Namun apa daya saat ini ia sedang dalam dilema yang buruk. Namun jika keadaan seperti yang dikatakan Lu Jing Yu padanya, ia tidak akan pernah ragu jika ia nb pasti akan memilih Lu Jing Yu dan putra mereka, Pei Zhi Hui....
"Yang Mulia, sepertiga dari racun yang dibutuhkan telah selesai dibuat. Jenderal Yuan akan melakukan percobaan sebelum racun dibuat seluruhnya untuk mengetahui keampuhannya jika digunakan. Apakah Yang Mulia ingin melihatnya?" Mo Ting datang dan melaporkan perkembangan persiapan yang kebanyakan dilakukan di kediaman Raja Rui karena dibandingkan dengan tempat lain, kediaman Raja Rui dinilai paling cocok karena pengamanan di Kediaman Raja Rui sangat ketat. Selain itu letaknya yang strategis karena berada di pinggiran ibu kota yang lebih dekat dari gerbang kota.
"Hem. Kita pergi." Pei Zhang Xi mengangguk ringan setelah ia melirik dimana arah Lu Jing Yu pergi sambil menghela napas panjang. Lalu berbalik dan pergi bersama dengan Mo Ting ke kediaman Raja Rui.
***
Kediaman Raja Rui adalah kediaman yang paling besar dari semua Kediaman pangeran yang lainnya. Pei Zhang Xi dulunya adalah seorang pejuang yang bekerja paling banyak di perbatasan bersama dengan para prajurit. Maka dari itu pada saat Pei Zhang Xi memulai membangun kediamannya, ia paling banyak menggunakan tempat untuk tempat latihan dibandingkan tempat tinggal.
Nyatanya, tanah yang ditempati oleh Kediaman Raja Rui sangat lah besar sehingga meskipun menghabiskan banyak tempat untuk markas dan tempat latihan, tempat yang digunakan untuk membangun rumah untuknya masih cukup luas.
Setelah ditinggal pindah oleh Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu, tata letak dan juga kebersihan dari setiap ruangan di halaman juga terawat dengan baik. Namun karena para tentara ini melakukan kegiatan mereka di lapangan latihan yang berada di belakang kediaman, bagian depan kediaman Raja Rui tampak sepi dan lengang.
Untuk menuju ke lapangan latihan atau markas para tentara, tidak perlu masuk untuk melalui gerbang utama melainkan gerbang belakang yang bahkan lebih lebar dari gerbang utama. Kuda yang ditunggangi oleh Pei Zhang Xi baru saja memasuki gerbang belakang saat ia mendengar berbagai macam suara khas orang yang sedang berlatih.
Lapangan latihan juga dibagi menjadi beberapa bagian tergantung jenis latihan apa yang dilakukan. Dan yang paling banyak menghabiskan tempat adalah latihan panah karena dibutuhkan tempat yang luas untuk mengasah kemampuan tersebut. Selain panah, para tentara ini belajar ilmu pedang, tombak dan juga pertarungan jarak dekat dengan menggunakan pisau khusus yang tajam.
Pada saat ini, seluruh lapangan penuh dengan tentara yang sedang berlatih. Semua orang telah mengetahui kabar tentang datangnya pasukan musuh yang berencana untuk menyerang Kekaisaran mereka, meskipun mereka adalah bagian dari tentara Kekaisaran, namun dibandingkan dengan menjalankan kewajiban mereka, hal yang membuat semangat mereka membara adalah bahwa mereka semua merasa jika melindungi keamanan Kekaisaran Shao adalah bagian dari tanggung jawab mereka sebagai warga sekaligus bagian masyarakat yang telah diselamatkan. Sekarang ini, tidak ada seorang pun yang akan bersantai. Semua orang berlatih dengan keras untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Beberapa tentara senior mengajar mereka beberapa teknik dan gerakan. Pemahaman strategi perang mereka juga dipelajari dengan seksama beserta dengan kode unik rahasia mereka yang harus dipahami betul oleh semua tentara ini agar tidak terjadi kesalahan informasi pada saat terjadi perang.
Saat mereka melihat gerbang belakang terbuka, mereka melirik dengan sudut mata mereka. Setelah mereka mengetahui jika Pei Zhang Xi yang datang, mereka menghentikan latihan mereka dan mulai menyapa )wi Zhang Xi dengan hormat.
"Baik. Lanjutkan latihan kalian dengan baik." Jawab Pei Zhang Xi dengan tegas. Aura nya yang mendominasi membuat semua orang menjadi lebih bersemangat untuk berlatih.
"Baik Yang Mulia!" Semua orang menjawab dengan tegas sebelum kembali memulai latihan mereka.
"Yang Mulia, anda datang." Jenderal Liu yang bertanggung jawab sebagai penanggung jawab area pelatihan segera datang dan menyapa Pei Zhang Xi.
"Hem. Bagaimana dengan kemajuan di sini? Apakah anggota baru sudah dapat menyesuaikan diri?"
"Mereka bekerja dengan baik Yang Mulia. Apalagi anggota yang baru datang memiliki semangat juang yang tinggi. Mereka tidak akan berhenti berlatih sebelum mereka menguasai sebuah teknik yang diajarkan. Jadi meskipun mereka sebelumnya adalah warga biasa tanpa kemampuan dasar beladiri, mereka cukup mudah diajar dan mencapai kemajuan yang baik." Jawab Jenderal Liu.
Pei Zhang Xi mengangguk puas. "Bagus. Lanjut kan mengajari mereka. Pastikan tidak ada kesalahan."
"Baik Yang Mulia." Jenderal Liu mengangguk tegas. Ia segera berbalik dan menuju lapangan kembali.
Pei Zhang Xi pergi setelah itu. Ia segera menuju ke sebuah bangunan besar seperti aula yang digunakan untuk pelatihan khusus. Di tempat ini lah racun buatan Xian Yuan An akan diuji coba sebelum digunakan dalam perang.
Di dalam bangunan, Jenderal Liu sedang berbicara dengan Xia Yuan An di pinggir area. Bersama dengan mereka ada beberapa pemanah yang sedang memperhatikan Jenderal Liu dan Xia Yuan An yang sedang menjelaskan beberapa hal pada mereka. Ketika mereka melihat Pei Zhang Xi datang, mereka berhenti dan menyapa dengan hormat.
"Tidak perlu formalitas. Bagaimana dengan persiapan?" Pei Zhang Xi melambaikan tangannya saat ia mendekat dengan cepat.
"Semua sudah selesai Yang Mulia. Kita akan menggunakan kambing sebagai media percobaan karena kekuatan kambing dinilai paling mendekati dengan kekuatan manusia." Jenderal Yuan menjawab sambil menunjuk beberapa ekor kambing yang berada sekitar sepuluh meter dari mereka. Kambing-kambing ini diikat pada tiang. Bisa saja memberikan racun pada kambing secara langsung, namun itu tidak akan memberikan efek yang sama dengan racun yang diberikan dengan cara dipanah
"Baiklah kalau begitu. Yang Mulia telah di sini, hamba kira percobaan ini sudah bisa dilakukan sekarang." Ucap Jenderal Yuan sambil memberikan isyarat pada anak buahnya untuk segera memulai percobaannya.
Lima orang berdiri di tempat yang telah ditentukan. Jarak antara para pemanah ini dengan kambing adalah dua puluh meter. yang merupakan jarak rata-rata bagaimana panah ditembakkan. Mereka akan memanah masing-masing satu kambing di depan mereka dalam jarak tersebut untuk mengetahui seperti apa efeknya dan berapa lama efek racun mulai bekerja.
"Siap!" Jenderal Yuan ikut berdiri sejajar dengan mereka dan memberi aba-aba. Ke lima pemanah itu segera memposisikan panah mereka dengan tepat. Menarik anak panah dari busurnya dengan kencang. Mengunci sasaran dengan bagain tubuh yang telah diperintahkan pada mereka karena semua pemanah memiliki bagian yang telah ditentukan.
Ke lima kambing merasakan tatapan mengancam pada mereka dan segera panik. Mereka terus bergerak memberontak nb meskipun mereka telah diikat dengan tali. Namun tali yang mengikat mereka pada dasarnya longgar dan memudahkan kambing untuk bergerak bebas namun masih tidak bisa melarikan diri dari tempat itu. Seketika, suara riuh kambing-kambing yang ketakutan ini memenuhi udara.
Setelah melihat semua orang telah siap, jenderal Yuan segera melanjutkan aba-aba. "Tembak!"
Syuutt
Syuutt
Syuutt
Syuutt
Syuutt
Lima anak panah melesat membelah udara kosong. Para pemanah dipilih dengan teliti kali ini dan merupakan pemanah yang paling mumpuni dari semua pemanah yang ada. Jadi meskipun kambing terus bergerak bingung, para pemanah ini berhasil mengenai bagian tubuh kambing yang telah ditentukan.
Kambing-kambing ini segera tumbang setelah tubuh mereka terkena panah dengan tempat yang berbeda-beda. Ada yang dipanah di bagian dada, kepala, kaki depan, kaki belakang, dan ada yang dipanah di bagian pan-tat. Namun semua kambing menunjukkan reaksi yang sama. Mereka segera tumbang dan kehilangan kesadarannya beberapa detik setelah terkena panah.
"Bagus. Lalu butuh berapa lama kambing-kambing ini akan dapat bangun kembali?" Pei Zhang Xi bertanya pada Xia Yuan An. Memang, tujuan mereka mengoles panah dnegan racun bukan untuk membunuh para prajurit lawan melainkan hanya untuk melumpuhkannya. Bagaimanapun, mereka akan berguna jika mereka masih hidup.
"Butuh waktu kurang lebih delapan hingga sepuluh jam untuk terbebas dari efek racun ini." Jawab Xia Yuan An dengan yakin.
"Bagus. Dalam kurun waktu ini, kemungkinan besar perang telah selesai. Dan meski pun belum selesai, selama pasukan kita bisa menekan para musuh, kita bisa mengamankan para tentara yang tumbang ini."
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_283🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***