
Arak-arakan mewah dengan warna merah keberuntungan berjalan keluar dari kediaman Zhu. Hari ini Pei Qin Yang dan Zhu Man Xie akan menikah. Di sepanjang jalan yang dilalui rombongan pengantin ini dihiasi dengan warna merah yang indah. Petasan dinyalakan dimana-mana. Untaian doa terucap di setiap bibir orang yang lewat.
Pei Qin Yang adalah seorang pangeran yang terkenal memiliki kepribadiannya yang luhur. Meskipun ia adalah putra langsung dari kaisar dan ratu, tidak membuatnya merasa lebih tinggi dari pangeran lainnya. Di saat pangeran lain sibuk memperebutkan tahta, dia justru masih bisa bersantai tanpa melakukan apapun. Padahal jika dia mau maju sedikit saja, dukungan untuknya akan mengalir dari mana saja. Tetapi, pangeran ini sepertinya tidak memiliki ambisi untuk menjadi Kaisar.
Pasangannya sendiri adalah Zhu Man Xie, nona muda yang paling berbakat di kekaisaran Shao sejak awal. Ia dulunya pernah dikabarkan dekat dengan Raja Rui meskipun tidak pernah ada yang melihat mereka pergi bersama. Jadi saat Pei Zhang Xi akhirnya menikah dengan Lu Jing Yu, tidak ada doa yang mereka terima dari orang-orang yang lewat seperti saat ini.
Pei Qin Yang memiliki fitur wajah yang hampir mirip dengan Pei Zhang Xi yang mereka warisi dari ayah mereka. Tetapi wajahnya terlihat lebih lembut dari Pei Zhang Xi yang hanya beberapa bulan lebih tua darinya. Perbedaan terbesar dari keduanya terletak pada alis mereka. Jika alis Pei Zhang Xi lurus seperti pedang yang tajam bagaimanapun dilihat, alis Pei Qin Yang melengkung dengan indahnya. Perbedaan yang sangat jauh.
Saat ini Pei Qin Yang duduk di atas kuda hitam yang dirasakan dengan warna merah dengan cantik. Tampak gagah dengan pakaian merah pengantinya saat ia menunggang kuda di depan. Memimpin tandu yang membawa Zhu Man Xie ke dalam kediamannya sebagai istrinya. Wajahnya yang tampan semakin terpancar auranya saat senyum bahagia terukir abadi di bibirnya.
"Yang Mulia, apa kamu benar-benar tidak apa-apa?" Lu Jing Yu berbisik di telinga Pei Zhang Xi.
Seluruh anggota keluarga kerajaan datang ke kediaman Raja Yuan, gelar Raja milik Pei Qin Yang untuk ikut merayakan pernikahan ini. Kaisar dan Ratu juga hadir untuk memberikan restu.
"Tidak apa-apa. Memangnya kenapa?" Pei Zhang Xi mengangkat alisnya yang sudah lurus. Membuat putri Nuo Nuo, putri dari Pei Zhong Min dari permaisurinya yang duduk tidak jauh dari mereka menangis ketakutan.
"Hihihi. Lihatlah Yang Mulia. Kamu membuat gadis kecil yang manis itu ketakutan. Di masa depan jangan mengangkat alismu yang lurus di depan anak kecil atau mereka akan menangis nanti." Lu Jing Yu cekikikan.
"Jika nanti putra kita sampai takut melihat alisku, aku akan menghajarnya. Putraku tidak boleh memiliki rasa takut."
"Yang Mulia sepertinya sangat yakin kalau yang aku kandung ini adalah bayi laki-laki."
"Dia sudah menjadi nakal saat masih di dalam kandungan. Jadi dia hanya bisa menjadi bayi laki-laki . Berani sekali dia membuatmu muntah setiap hari. Aku akan menghajarnya begitu dia keluar nanti."
"Tidak boleh. Mana bisa seorang ayah mengatakan itu mengenai anaknya yang bahkan belum lahir?" Wajah Garang Lu Jing Yu yang seperti induk ayam melindungi anaknya membuat Pei Zang Xi takut akan dimarahi lagi.
"Tidak tidak. Aku salah. Maafkan aku. Anakku yang baik, mau ya ayah kunjungi nanti malam?"
Plak! Lengan Pei Zhang Xi dipikul dengan keras. Mereka masih di tempat umum dan Pei Zhang Xi mudah sekali mengumbar kata-katanya dan membuat malu.
"Ternyata memang tidak salah rumor yang beredar di ibukota, hubungan kalian mampu membuat orang iri." Seorang wanita muda menyapa keduanya.
"Salam permaisuri Wei." Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu segera memberi hormat. Wanita muda ini adalah Yun Ying. Istri sah atau permaisuri dari Raja Wei, Pei Wu Shan. Pangeran ke tiga.
"Bagaimana kandunganmu Permaisuri Rui?"
"Baik kakak ipar. Berkat doa dari semua orang, bayi kami baik-baik saja."
"Syukurlah. Aku ikut bersedih mendengar kabar buruk itu. Untung saja semua dapat teratasi dengan baik. Kalau tidak kesempatan memiliki Pangeran kecil akan menghilang. Semoga saja itu yang terakhir kali yang memiliki niat buruk pada bayi yang bahkan belum dilahirkan."
"Terima kasih atas doa kakak."
"Kita satu keluarga. Jadi jika ada sesuatu yang membutuhkan bantuanku di masa depan jangan ragu untuk datang padaku."
Petasan di luar kediaman terdengar meriah. Kata-kata sambutan dan pengharapan juga menggema. Rombongan yang menjemput pengantin akhirnya tiba. Pei Qin Yang terlihat tampan dan gagah. Apalagi senyum di bibirnya membuatnya semakin menawan.
Saat tiba di halaman, Pei Qin Yang turun dari kuda dan berjalan menuju tandu pengantin di belakangnya. Tirai terbuka dari dalam dan sebuah tangan seputih giok susu yang tampak kontras dengan warna merah yang dikenakan terlihat terulur dari dalam. Pei Qin Yang membantu Zhu Man Xie turun dari tandu.
Wajah Zhu Man Xie tertutup lain merah dengan pernak pernik kaca di setiap pinggirnya. Membuat dagu lancip yang menjadi satu-satunya bagian dari wajahnya yang terlihat tampak sangat manis.
"Yang Mulia, apa kamu akan menyesal karena telah mempertahankanku dan melepaskan nona Zhu?" Lagi-lagi Lu Jing Yu bertanya entah sudah yang keberapa kalinya sejak semalam.
Jujur saja, Lu Jing Yu merasa insecure dengan dirinya sendiri. Dibandingkan dengan Zhu Man Xie dalam semua hal, ia jauh tidak ada apa-apanya. Selama ini, inilah yang selalu membuatnya meragukan perasaan Pei ZHANG Xi meskipun ia sendiri merasakan ketulusan pria itu padanya.
Tetapi bagaimana lagi, itulah hati seorang istri yang akan selalu merasa kurang saat melihat perempuan lain yang lebih baik darinya dalam beberapa hal. Apalagi jika wanita itu memiliki hubungan spesial dengan suaminya di masa lalu. Rasa krisis itu akan muncul begitu saja tanpa ia harapkan dan kendalikan.
"Kenapa kamu bertanya terus? Bukankah aku sudah menjawabnya setiap kali kamu bertanya?"
"Aku.... aku hanya khawatir. Lihatlah nona Zhu yang terlihat cantik bahkan saat seluruh wajahnya tertutup."
"Kamu juga cantik."
"Bohong."
"Sungguh. Di mataku kamu akan selalu menjadi wanita yang paling cantik. Apalagi Kalau kamu..." kata-kata terakhir diucapkan Pei Zhang Xi tepat di telinga Lu Jing Yu yang sukses membuat seluruh wajah Lu Jing Yu memerah.
Zhu Man Xie melihat pemandangan ini dengan iri dari sudut kerudungnya. Meskipun Pei Qin Yang memiliki wajah yang hampir mirip dengan Pei Zhang Xi, Pei Zhang Xi masih jauh lebih tampan. Apalagi alis lurus Pei Zhang Xi yang membuatnya tampak kuat dan mendominasi. Dibandingkan mata teduh Pei Qin Yang yang lembut, dia masih lebih menyukai tatapan tajam Pei Zhang Xi yang sanggup menembus ke dalam hatinya.
Meskipun dia sendirilah yang telah memilih untuk meninggalkan Pei Zhang Xi demi Pei Qin Yang, dia masih tidak rela jika melihat pria itu begitu dekat dengan wanita lain.
Tapi sekarang dia sudah melangkah jauh. Tidak ada jalan untuk kembali. Menikah dengan Pei Qin Yang Adalah keinginannya. Mengingat itu di dalam hatinya, ia meremas sapu tangan bebek mandarin merah di tangannya.
Pei Qin Yang sama sekali tidak mengetahui apa yang dipikirkan istri yang baru saja menyelesaikan upacara pernikahan dengannya saat ia tersenyum lembut padanya sebelum mengantarkannya pergi bersama pelayan untuk masuk ke dalam kamar pernikahan mereka.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_75♡
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .