Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
58. Hukuman Pei Zhang Xi


Wei  Qian Nian kembali ke paviliun nya dengan marah. Ketik ia pulang ia mulai menghancurkan barang-barangnya. Pelayan kecilnya panik dan berusaha memenangkannya tetapi tidak bisa.


"Putri tolong hentikan putri atau semuanya akan sia-sia."


"Aku tidak peduli. Memangnya siapa dia? Aku adalah putri Chu Timur kesayangan ayah Kaisar. Bagaimana dia memperlakukan aku seperti ini?!"


"Putri mohon tenanglah. Kemarin saat hamba keluar untuk mencari infromasi, hamba berkenalan dengan seseorang dari kediaman Raja Rui yang bersedia membantu kita." Mendengar perkataan pelayan kecilnya, Wei Qian Nian menekan kemarahannya.


"Dia bersedia membantu kita untuk berurusan dengan Permaisuri Rui. Asalkan putri bisa masuk, semuanya akan menjadi mudah untuk segera menyingkirkan Permaisuri Rui yag sombong itu." Pelayan kecil segera melanjutkan.


"Apa kamu sudah memeriksa latar belakang orang itu?"


"Sudah hamba pastikan dia aman. Hamba tidak sengaja bertemu dengannya di gang sempit. Dia baru saja mendapatkan surat dari keluarganya di desa yang memintanya untuk mengirim uang yang cukup banyak karena rumah keluarganya yang hampir roboh perlu di bongkar dan bangun ulang. Saat itulah hamba datang dan menawarkan kerjasama."


"Itu bagus. Tapi kamu harus memastikan untuk memeranginya erat. Pelayan rendahkan seperti itu sangat mudah berkhianat."


"Putri tenang saja. Hamba sudah meminta orang untuk menyelidiki nya dan mencari tahu keberadaan keluarganya. Hamba akan menggunakan keluarga nya untuk mengancamnya tutup mulut."


"Bagus. Berikan itu padanya. Meskipun hanya sedikit yang masuk ke dalam tubuh Lu Jing Yu, bayinya yang merepotkan itu akan segera menghilang." Senyum miring muncul di bibir Wei Qian Nian.


**


Ketika Pei Zhang Xi baru saja keluar dari aula pengadilan pagi, seorang kasim mencegatnya dan mengatakan padanya bahwa Yang Mulia Kaisar tengah menunggunya di ruang kerja Kaisar. Pei Zhang Xi sudah menduga hal itu akan terjadi. Jadi dia mengikuti kasim untuk pergi menemui ayah kaisarnya.


Sejak kembali dari pengadilan pagi, suasana hati Pei An  Long tidak bagus. Kelakuan Pei Zhang Xi yang seenaknya dan menentang kebiasaan membuatnya marah. Dukungan seperti ini jarang didapat. Ini adalah kesempatan bagus untuk memperkuat posisinya untuk menjadi putra mahkota. Jika itu pangeran lainnya, jangankan melawan, menolak saja tidak akan pernah mereka lakukan. Mereka akan langsung menerima tanpa berpikir dua kali.


"Yang Mulia, raja Rui di sini." Kasim Song masuk dan melaporkan kedatangan Pei Zhang Xi.


"Suruh dia masuk." Pei An Long mencengkeram cangkir tehnya.


"Baik Yang Mulia." Kasim Song  mengangguk dan keluar untuk mempersilakan Pei Zhang Xi masuk.


"Hormat kepada ayah." Pei Zhang Xi membungkukkan tubuhnya memberi hormat. Pei An Long meliriknya tanpa mempersilahkannya bangun. Karena belum diizinkan bangun, Pei Zhang Xi masih membungkukkan badannya.


Pei An Long mencibirnya sebelum mengambil dokumen di sampingnya dan mengerjakannya tanpa memandang Pei Zhang Xi sama sekali.


Lima menit,sepuluh menit, setengah jam, satu jam, dua jam berlalu Pei An Long masih tidak bisa melepaskan Pei Zhang Xi. Meskipun punggungnya sakit, Pei Zhang Xi tidak berani memprotes karena dia tahu bahwa dia telah salah karena berani menentang Kaisar hari ini. Hukuman ini masih terbilang ringan untuk nya.


"Kasim Song suruh Raja Rui kembali ke kediamannya. Jangan lupa apa yang kamu siapkan tadi dibawa kembali untuk diberikan pada Permaisuri Rui." Ucap Pei An  Longsor stelah tiga jam Pei Zhang Xi dibiarkan membungkuk.


Kasim Song  yang menunggu di luar segera masuk dan melihat Pei Zhang Xi yang gemetar dengan terkejut. Apakah Yang Mulia Raja Rui telah berdiri dan terjaga dengan posisi membungkuk sejak ia masuk ke dalam ruang kerja tiga jam lalu? Sedangkan di hadapannya, Yang Mulia Kaisar sibuk menyelesaikan semua dokumennya tanpa memperhatikannya sedikitpun. Pantas saja suasana di ruang belajar yang ia kira akan cukup ramai hanya akan menjadi keheningan. Terbanyak itu karena satu dan pihak lainnya tidak berada dalam jalur yang sama.


"Yang Mulia Raja Rui silahkan kembali." Pei An Long, yang ruah dipaksa menunduk selama tiga jam lamanya menjadi mati rasa. Punggungnya sakit. Lehernya hampir patah dan kepalanya seperti baru saja diputar hebat. Ketika Pei Zhang Xi menarik tubuhnya, ia hampir terjangkau karena tidak bisa menjaga keseimbangannya. Kasim Song menahan tangannya di udara untuk berjaga-jaga jika Pei Zhang Xi jatuh. Tetapi ia tidak berani secara langsung memeganginya.


"Anak ini pamit undur diri Ayah Kaisar." Pei Zhang Xi membungkuk sekali lagi sebelum pergi keluar setelah Pei An Long mendengus.


Kasim Song mengantar Pei Zhang Xi keluar dari ruang kerja Kaisar. Di tangannya sudah membawa kotak yang disiapkan oleh Kaisar untuk Lu Jing Yu.


"Beberapa hari terakhir Yang Mulia tidak bisa istirahat dengan tenang karena memikirkan hal ini. Aliansi pernikahan seperti ini selalu disorot oleh semua orang. Apalagi yang akan menikah kali ini adalah seorang putri yang paling disayangi oleh negaranya. Apalagi di kerajaan yang sedang mebgalami krisis jabatan seperti ini. Siapapun yang datang menikah dengannya, bisa dikatakan bahwa ia akan mendapatkan dukungan dan lebih unggul dari siapapun."


"Aku mengerti. Tetapi salah satu pangeran itu pasti bukan aku."


"Hamba tahu benar Yang Mulia Raja Rui bagaimana. Meskipun Yang Mulia Raja Rui benar-benar tidak menginginkan jabatan itu, kita semua tidak bisa menebak apa yang dipikirkan Yang Mulia. Terlebih lagi masa depan masih panjang. Diantara semua pangeran,  hamba rasa Raja Rui juga mengetahui dengan emang kondisi mereka semua."


"Haah. .. ini sangat menjengkelkan." Kasim Song tersenyum melihat reaksi Pei Zhang Xi. Ini mengingatkannya pada masa muda seseorang yang juga tidak menginginkan tahta.


"Di dalam kotak ini adalah ramuan untuk memperkuat janin. Bukan hanya manjur, ramuan ini tidak bisa dibeli dengan uang. Yang Mulia sengaja mengirim surat permohonan kepada Kaisar Zhuan di Kerajaan Gurun Utara untuk meminta ramuan ini dari salah satu putrinya yang terkenal sebagai ahli pengobatan. Yang Mulia sangat mengkhawatirkan Permaisuri Rui. Fan selalu berharap semoga Permaisuri segera melewati masa sulitnya dan mampu mengandung penerus kekaisaran dengan lancar." Kasim Song menjelaskan.


"Aku mewakili Lu Jing Yu untuk berterima kasih pada Kasim Song." Ucap Pei Zhang Xi saat menerima kotak dari Kasim Song. Ia sudah mengirim pesan pada temannya yang merupakan salah satu jenderal di kerajaan Gurun Utara untuk meminta ramuan ini. Tetapi sampai saat ini ramuan itu belum sampai dan bahkan temannya itu tidak bisa menjamin apakah ia akan berhasil atau tidak.


Seluruh tubuh Pei Zhang Xi masih terasa seperti mengambang pada saat ini, jadi dia menyerahkannya pada Mo Han yang juga menunggunya di luar ruangan saat ia masuk ke dalam ruang kerja Kaisar.


"Yang Mulia tidak perlu berterima kasih pada hamba. Semua ini disiapkan sendiri oleh Kaisar. Jika Yang Mulia Raja Rui dan Permaisuri ingin berterima kasih, berdoalah dengan rajin agar kali ini Yang Mulia dapat menimbang cucu laki-lakinya."


"Aku mengerti Kasim Song. Kalau begitu aku akan kembali dulu."


"Baik Yang mulia. Hati-hati  di jalan." Pei Zhang Xi berbalik dan berjalan seperti orang mabuk sepanjang jalan. Orang yang tidak tahu kejadian sebenarnya  akan mengira bahwa Pei Zhang Xi dipanggil Kaisar untuk menemaninya minum. Bahkan Mo Han juga mengira hal yang sama sampai saat ia tidak dapat mencium sedikitpun aroma arak dari tubuh Pei Zhang Xi.


~○○○~


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_58♡


*


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .