
Dengan segera koki Lim bergegas datang dari dapur. Setelah berjibaku dengan bumbu dan asap, saat koki Lim masuk, aroma khas dapur dan bau daging bakar segera tercium. Koki Lim datang dengan terburu-buru karena tidak berani membuat semua orang menunggunya lama dan tidak sempat mengganti pakaiannya. Dia hanya mencuci kedua tangannya dan melepaskan celemek yang membungkus tubuhnya. Namun semua aroma di dapur seperti telah menyatu di dalam tubuhnya. Namun karena semua orang sudah sejak awal telah mencium aroma yang serupa, mereka hampir tidak bisa membedakan baunya.
"Hormat Hamba Yang Mulia." Koki Lim berdiri di depan Kaisar Pei An Long dan membungkuk hormat tanpa berani mengangkat kepalanya sama sekali.
"Bangunlah. Apakah kamu tahu kenapa kamu dipanggil kemari?" Koki Lim yang sejak awal mengetahui jika ia dipanggil masuk ke dalam area acara perjamuan sudah merasa gugup dan khawatir. Ia takut jika ada yang salah dengan makanan yang dimasaknya. Ia takut ia akan dihukum. Segera gemetar dan menjatuhkan dirinya berlutut di atas tanah seraya memohon ampun.
"Mohon maafkan hamba Yang Mulia. Hamba benar-benar tidak mengerti." Ucap koki Lim yang semakin menundukkan kepalanya.
"Bangunlah juru masak. Kenapa kamu berlutut seperti itu?" Kaisar Pei An Long terkejut saat melihat reaksi Koki Lim.
"Bangunlah koki Lim." Pei Zhang Xi menatap koki Lim saat melihatnya yang terlihat ragu untuk berdiri.
"Yang Mulia, saya rasa koki Lim mengira bahwa ia akan dihukum. Bukankah banyak masalah yang terjadi dengan makanan pada hari biasa?" Ucap Lu Jing Yu dengan suara yang rendah. Membuat Pei Zhang Xi akhirnya mengerti mengapa anak buahnya itu terlihat sangat tertekan.
"Yang Mulia." Koki Lim mendengar suara Pei Zhang Xi yang menyuruhnya bangun dan segera menoleh untuk meminta bantuan. Meskipun Kaisar Pei An Long memintanya untuk berdiri, ia sama sekali tidak berani.
"Bangunlah koki Lim. Perkenalkan dirimu kepada semua orang yang ada di sini." Kata Pei Zhang Xi. Setelah mendengar perintah Pei Zhang Xi, koki Lim akhirnya melepaskan ketakutannya dan berdiri. Lalu membungkuk sekali lagi sebelum berdiri dengan tegak. Setelah melihat tatapan percaya diri Pei Zhang Xi, ia akhirnya menemukan kepercayaan dirinya dan tidak sabar untuk menunjukkan bahwa ia adalah anak buah Pei Zhang Xi yang mulia.
"Pelayan yang rendahan ini memberi hormat pada semua orang." Koki Lim memutar tubuhnya sedikit dan menghadap para tamu setelah menggeser tubuhnya ke pinggir agar dirinya tidak membelakangi Kaisar Pei An Long. Setelah memberi hormat, Koki Lim melanjutkan kalimatnya. "Pelayan yang rendahan ini bermarga Lim dengan Nama hamba Lim Li Guo. Koki kepala di istana Timur. Hari ini pelayan ini yang bertugas untuk bertanggung jawab dalam bidang makanan."
"Bagus. Koki Lim ya... Sebelum aku mengatakan niatku, biarkan aku berterima kasih atas makanan yang sangat enak yang telah disajikan malam ini."
Raja Hong tidak sabar menunggu dan segera berkata. Ia memandang Koki Lim dengan tulus. Yang membuat Koki Lim terkejut dan hampir tidak percaya. Meskipun ia adalah koki kepala yang selalu dihormati di tempat kerjanya, pada dasarnya posisinya sangatlah rendah jika dibandingkan dengan status semua orang yang hadir di tempat itu malam ini. Terlebih lagi, Ia tidak berharap akan ada dari orang-orang dari golongan atas seperti ini yang akan mengucapkan terima kasih padanya secara pribadi karena makanan nya. Ini benar-benar di luar imajinasinya.
"Koki Lim, ini adalah Raja Hong dari kekaisaran Baixi." Pei Zhang Xi memperkenalkan Raja Hong untuk memudahkan Koki Lim memanggil.
"Salam Raja Hong. Terima kasih atas Pujian Yang Mulia. Pelayan ini hanya mahir dalam hal memasak dan tidak pantas dibanggakan." Koki Lim terkejut, namun pada dasarnya dia tetap tenang di permukaan.
Apalagi setelah mengetahui bahwa ia dipanggil bukan karena ada masalah dengan makanannya dan segera melepaskan bebannya. Karena jika ada masalah dengan makanan yang ia masak malam ini, bukan hanya dirinya yang akan mendapatkan masalah dan dihukum. Melainkan semua orang yang terlibat secara langsung dan tidak langsung di dapur. Bahkan jika kasusnya parah, kemungkinan besar semua anggota keluarga mereka akan dimusnahkan. Jadi setelah masalah jelas, beban di pundaknya seakan terangkat dan menjadi ringan.
"Memang benar-benar pantas menjadi orang dari Putra Mahkota Shao. Memiliki kemampuan tapi tidak pernah sombong." Raja Hong sangat puas melihat penampilan koki Lim.
"Terima kasih atas Pujian Yang Mulia."
"Ya ya. Sebenarnya akulah yang meminta Yang Mulia untuk mengizinkanku bertemu denganmu."
"Merupakan kehormatan bagi hamba."
"Koki Lim, aku sudah lama mengalami masalah dengan nafsu makanku. Sehingga dalam beberapa tahun terakhir aku sangat kesusahan untuk makan. Namun hari ini, hanya dengan aroma masakan yang koki Lim buat, aku merasa nafsu makanku naik dalam sekejap dan aku terkejut bahwa aku bisa makan enak malam ini. Untuk itu, untuk menunjukkan rasa terima kasihku, aku akan memberikan uang dua ribu Tael emas padamu. Selain itu, aku juga akan memberikan tiga gulungan brokat awan. Bagaimana dengan itu?" Saat Raja Hong berkata, ia mengeluarkan uang kertas dengan jumlah tiga ribu Tael emas di tangannya.
"Raja Hong memberikan hadiah padamu yang merupakan berkah. Jangan menolaknya." Pei Zhang Xi mengetahui jika Koki Lim masih ragu dan segera berbicara. Sebagai seorang bangsawan, raja Hong tidak akan mengambil kembali apa yang telah diberikannya.
"Kalau begitu hamba mengucapkan terima kasih banyak Yang Mulia." Koki Lim akhirnya maju dan mengambil uang kertas dari tangan Raja Hong.
"Bagus-bagus. Sekarang aku ingin tahu bagaimana koki Lim menemukan inspirasi untuk memasak makanan dengan cara dan bumbu dengan sangat sempurna?"
"Itu... Itu..." Koki Lim ragu. Ia kembali melirik Pei Zhang Xi untuk meminta persetujuan. Dan setelah melihat Pei Zhang Xi menganggukkan kepalanya, ia pun mulai berkata.
"Mohon maaf Yang Mulia. Sebenarnya masakan ini bukan asli milik hamba. Hamba juga mempelajarinya dari seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Yang Mulia Putri Mahkota." Koki Lim memandang Lu Jing Yu dengan hormat. Selama ini ia telah lama menganggap Lu Jing Yu sebagai gurunya dari satu sisi karena Lu Jing Yu telah mengajarinya banyak hal dan resep makanan yang kesemuanya menakjubkan dan mudah untuk dipraktikkan.
Mendengar perkataan koki Lim, semua orang terkejut. Tidak ada satupun dari mereka yang mengira bahwa Lu Jing Yu yang lagi-lagi kembali menggemparkan dunia. Pujian yang datang dari seluruh meja tidak bisa tidak tertuju pada Lu Jing Yu.
"Ibu, sejak kapan Lu Jing Yu pandai memasak?" Lu Jing Yi yang duduk di sebelah Du Mei berbisik pada ibunya. Ia tidak berani berbicara kerasa karena di samping nya ada ayahnya yang tentu akan membela Lu Jing Yu.
"Ibu juga tidak tahu. Tapi ibu rasa dia pasti berbohong kan? Ibu yakin bahwa ja-lang itu pasti telah mengatur koki untuk mengarahkan pujian untuknya." Du Mei juga kesal. Ia meremas sapu tangan sutranya menjadi kusut.
"Bu, bagaimana kalau kita..."
"Diam dan lupakan rencana kalian kalau kalian tidak ingin menyesal karena telah mempermalukan diri sendiri." Lu Qing Hao memang tidak mendengar dengan jelas percakapan pasangan ibu dan anak di sampingnya tetapi ia sedikitnya mengerti dan segera menghentikan niat mereka sebelum terlambat.
"Tapi suamiku, bukankah kita tidak bisa membiarkan Yu'er terus membohongi Yang Mulia. Meskipun dia saat ini adalah Putri Mahkota, kejahatan menipu Kaisar adalah dosa besar." Du Mei memagang lengan Pei Qing Hao dengan lembut. Menatapnya dengan tatapan yang penuh perhatian.
"Jika kalian masih ingin tinggal di kediaman Lu setelah keluar dari sini, lupakan rencana kalian.” Lu Qing Hao melirik kedua pasangan ibu dan anak yang gemetar ketakutan.
Sebenarnya bukan hanya Du Mei dan Lu Jing Yi saja yang sangat membenci Lu Jing Yu saat ini. Xian Mu Xuan bahkan memiliki keinginan untuk segera memotong Lu Jing Yu menjadi ratusan bahkan ribuan potong karena telah berani mengambil sinarnya. Ia telah berusaha keras untuk menjadi pusat perhatian malam ini, namun pada akhirnya dikalahkan hanya dnegan kemampuan masak. Keadilan macam apa yang telah berlaku?! Membuatnya sangat marah dna memuntahkan semua makanan yang baru saja ia makan!
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_217🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi , pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉