Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
62. Chu Fei Mengakui Kesalahannya


Sejak Lu Jing Yu hamil, makanan tidak dihidangkan di aula samping seperti biasa melainkan di dalam kamar Pei Zhang Xi, paviliun Huang Zuan. Bibi Wu memimpin para pelayan masuk untuk menghidangkan semua makanan di atas meja. Satu persatu diletakkan dengan rapi. Lalu semua pelayan mundur ke belakang untuk menunggu perintah.


"Yang Mulia, semua makanan sudah dihidangkan." Bibi Wu berkata setelah melihat semuanya rapi.


Pei Zhang Xi selalu memiliki sikap waspada di dalam hidupnya. Ia akan selalu memiliki rasa curiga pada sesuatu selain yang memang benar-benar dapat dia percayai. Itulah mengapa para pelayan yang menyajikan makanan untuknya juga tidak luput dari perhatiannya.


Apalagi sejak mereka masuk, salah satu pelayan terlihat aneh. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebenarnya Chu Fei sudah bertindak sangat alami. Tetapi Pei Zhang Xi masih dapat melihat ketakutan di matanya.


"Apakah semuanya sudah diperiksa dengan baik?" Pei Zhang Xi bertanya pada bibi Wu, tetapi matanya berkeliling menatap semua pelayan yang ada. Membuat Chu Fei kembali kehilangan ketenangannya. Ia terjatuh dan berlutut di lantai.


"Ampuni hamba Yang Mulia. Hamba terpaksa melakukannya." Chu Fei memukulinya kepalanya di atas lantai dengan keras. "Tolong hamba. Seseorang memaksa hamba memberikan obat pada Permaisuri, orang itu menjadikan keluarga hamba sebagai ancaman."


"Lancang! Plak." Bibi Wu menarik Chu Fei dan menampakkan dengan keras.


"Hamba bersedia dihukum. Tetapi hamba mohon Yang Mulia menolong keluarga hamba. Mereka semua tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa. Hamba mohon belas kasihan Yang Mulia.


"Pengawal bawa pelayan bermata putih ini! Cambuk sampai mati agar menjadi pelajaran bagi semua orang." Pei Zhang Xi memanggil penjaga.


"Sebentar Yang Mulia." Lu Jing Yu tidak setuju menggunakan nyawa seseorang sebagai hukuman. Menurutnya semuanya masih bisa dibicarakan dan diselesaikan dengan baik tanpa ada nyawa yang harus dihilangkan.


"Yu'er, pelayan ini sudah kurang ajar dan sudah berani memiliki niat untuk meracunimu. Bagaimana jika aku tidak menyadarinya? Aku tidak akan memaafkan siapapun yang berniat menyakitimu."


"Aku tahu dia memang salah. Tetapi bukankah dia sudah mengakui kesalahannya? Bukankah ini adalah kesalahan pertamanya?"


"Aku tidak peduli. Dia berniat menyakitimu maka dia harus mati." Kemarahan Pei Zhang Xi tidak berkurang sedikitpun.


"Yang Mulia mohon tenangkan dirimu."


"Aku tidak bisa tenang Yu'er. Aku yakin setelah hari ini tidak akan ada kedamaian di kediaman ini. Mereka sudah tidak tahan untuk segera bertindak. Jika aku memaafkan mereka yang berkhianat seperti pelayan ini, semua orang akan mulai berkhianat."


"Dengarkan dulu penjelasanku." Lu Jing Yu melihat niat membunuh yang tidak berkurang sedikitpun dan mulai menenangkan Pei Zhang Xi.


"Siapa orang yang menyuruhku?" Lu Jing Yu bertanya pada Chu Fei setelah Pei Zhang Xi mulai terlihat tenang. Pei Zhang Xi mendengus. Ia terbiasa menyelesaikan dengan cepat. Dan jalan yang paling cepat adalah kematian. Dia tidak akan memaafkan pengkhianat.


"Hamba benar-benar tidak tahu. Hamba bertemu secara tidak sengaja dengannya satu minggu yang lalu dan mulai mengancam saya. Orang itu selalu memakai cadar dan menutupi seluruh tubuhnya dengan jubah. Tetapi dari fitur dan suaranya hamba dapat mengenali bahwa dia adalah seorang gadis." Jawab Chu Fei jujur. Gadis itu juga sudah mulai tenang. Pada tahap ini dia sudah pasrah jika memang harus dihukum mati.


"Lalu apa yang dia inginkan kamu lakukan?"


"Orang itu memberi hamba obat untuk dimasukkan ke drama makanan Permaisuri, dia berkata bahwa obat itu bukan racun, jadi tidak akan terdeteksi dengan  menggunakan jarum perak. Juga tidak akan bereaksi terhadap orang biasa. Tetapi hamba tidak mengetahui betul obat apa itu." Chu Fei mengeluarkan sisa bubuk yang diberikan padanya. Meskipun ia sudah menguatkan hatinya, ia tetap tidak tega melakukannya. Jadi dia hanya memasukkan setengah dari semua bubuk yang harus ia berikan.


Bibi Wu mengambil alih bubuk itu dan memberikannya pada Pei Zhang Xi. "Panggil tabib Fang dan tabib Xue kemari."


"Tidak perlu memanggil kami. Kami sudah ada di sini." Tabib Fang dan Tabib Xue masuk ke dalam ruangan. Mereka awalnya tergesa-gesa datang karena khawatir mereka akan terlambat. Mereka lupa bahwa Pei Zhang Xi adalah orang yang sangat berhati-hati. Mereka segera meletakkan kekhawatiran mereka setelah mengetahui keadaan di dalam ruangan. Sepertinya pengkhianat sudah ketahuan.


"Kalian?"


"Berani sekali mereka berniat melenyapkan anakku. Tapi siapa yang memiliki niat jahat seperti itu?" Pei Zhang Xi sangat marah dan mengepalkan tangannya erat.


"Aku memiliki rencana." Lu Jing Yu juga tidak akan memaafkan orang yang telah berniat melenyapkan bayinya. Dia bukan orang baik yang akan membiarkan orang yang berniat mencelakakan apalagi calon anaknya yang tidak berdosa lepas begitu saja.


"Yang Mulia Permaisuri, ini adalah liontin yang dijatuhkan orang itu dengan tidak sengaja. Semoga bisa membantu menemukan orang itu " Chu Fei mengeluarkan sebuah liontin yang merupakan tanda pengenal seseorang. Bibi Wu mengambilnya dan menyerahkannya pada Pei Zhang Xi.


"Mo Han, selidiki pemilik liontin ini."


"Baik Yang Mulia."


"Penjaga, bawa pelayan ini untuk menerima hukuman." Pei Zhang Xi masih tidak bisa melepaskan Chu Fei.


"Hamba bersedia menerima hukuman ini asalkan Yang Mulia berjanji untuk menyelamatkan keluarga hamba. Bahkan jika hamba mati, hamba tidak akan mengeluarkan keluhan." Chu Fei sudah pada batas tidak takut pada apapun.


"Kamu sungguh berani!"


"Yang Mulia, tolong maafkan dia dan berjanji untuk melindungi keluarganya." Lu Jing Yu menahan tangan Pei Zhang Xi.


"Tapi..."


"Yang Mulia, aku tahu kesalahannya memang besar. Tetapi jika hari ini kita memberinya hukuman dan membiarkan keluarganya juga menjadi korban, di masa depan jika ada lagi orang yang berusaha mengancam orang-orang tidak berdaya seperti mereka, mereka tidak akan dengan segan melakukannya. Tetapi jika hari ini Yang Mulia bersedia membantunya melindungi keluarganya, semua orang di kediaman ini akan memiliki rasa aman sehingga mereka tidak akan segan untuk berdiri di pihak kita. Jika ada orang yang berusaha memanfaatkan mereka dengan menggunakan keluarganya sebagai ancaman, mereka hanya perlu meminta bantuan pada kita dan mereka tidak akan pernah berkhianat. Selain itu, jika kita menghukumnya saat ini, bukankah rencana kita akan gagal?"


"Menurut hamba ucapan Permaisuri memang benar." Tabib Fang memandang Chu Fei.


"Sepertinya memang lebih baik seperti itu." Di bawah bujukan semua orang, Pei Zhang Xi akhirnya setuju untuk melepaskan Chu Fei.


"Terima kasih Yang Mulia. Hamba berjanji akan setia seumur hidup hamba dan tidak akan berkhianat apapun yang terjadi." Chu Fei jatuh ke dalam suka cita. Jika majikannya adalah orang lain, jangankan kesempatan untuk dimaafkan, dia tidak akan lepas dari hukuman yang berat.


"Yang Mulia Raja dan Permaisuri Rui sangat bijak. Kami berjanji setia seumur hidup kami." Semua orang tentu saja sangat senang mengetahui jaminan itu. Sebagai orang biasa-biasa seperti mereka, mereka sangat mudah menjadi sasaran empuk bagi semua orang yang berniat mencelakai majikan mereka. Keluarga mereka bahkan akan terseret karenanya. Tidak ada yang pernah memikirkan ketidakpercayaan mereka. Tetapi hari ini, Permaisuri Rui benar-benar melihatnya dan mereka sangat beruntung memiliki majikan sepertinya. Rasa hormat merek pada Lu Jing Yu juga berlipat dibandingkan sebelumnya.


~○○○~


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_62♡


*


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader.