
"Apa sudah ada dipastikan dimana keberadaan Permaisuri Rui saat ini?" Pei Zhong Min bertanya pada mata-matanya.
"Tadi malam Mo Han dipanggil ke istana untuk melapor. Setelah dari istana Mo Han pergi ke Heaven Lake. Dan malam itu juga Raja Rui kembali ke kediaman bersama dengan Permaisuri Rui."
"Apa itu benar-benar Permaisuri Rui dan bukan orang lain yang menyamar?" Pei Zhong Min mengerutkan alisnya.
"Hamba yakin Yang Mulia. Raja Rui menggendong Permaisuri yang sepertinya sudah tidur malam itu saat mereka masuk."
"Bagus. Kalau begitu cari cara agar wanita itu dapat masuk ke kediaman Rui."
"Baik Yang Mulia."
Kejadian yang sebenarnya terjadi di kediaman Raja Rui adalah Pei Zhang Xi memang kembali dengan kereta yang sama dengan seorang wanita. Dan wanita itu tidak lain adalah Pei Shi Lian yang berperan menggantikan Lu Jing Yu. Setelah Mo Han keluar dari ruang kerja Kaisar, ia berpapasan dengan Pei Shi Lian. Pei Shi Lian akrab dengan Mo Han dan bertanya apa yang terjadi sehingga suasana terasa mencekam.
Mo Han tidak menyembunyikan fakta dari Pei Shi Lian dan menceritakan semuanya padanya. Maka dari itu ia mengusulkan ikut untuk menggantikan Lu Jing Yu yang kemungkinan besar akan ditinggal di sana demi keamanannya. Jadilah saat Mata-mata Pei Zhong Min melihatnya, Pei Shi Lian lah yang dilihatnya.
Anak Buah Pei Zhong Min bergerak cepat. Dengan bantuan dari mereka Wei Qian Nian akhirnya sampai di depan kediaman Raja Rui. Tetapi gerakan ini sudah diperkirakan sebelumnya jadi semua orang sudah bersiap.
"Lalu tunggu apalagi? Kenapa kita tidak menangkap wanita busuk itu?" Jenderal Ji berkata dengan marah ketika Mo Han melaporkan bahwa anak buah mereka telah mengetahui keberadaan Wei Qian Nian.
"Tenang dulu Jenderal Ji. Aku tahu jenderal Ji marah dan ingin segera membalaskan dendam atas nama Jenderal Wang, tetapi dengan begitu kita tidak akan bisa menangkap pelaku yang sebenarnya. Aku yakin Jenderal Ji tidak menginginkan hal itu kan?"
"Huh! Aku tidak percaya permainan para raja dalam perebutan tahta bahkan mengorbankan jenderal yang setia seperti jenderal Wang." Cibir Jenderal Ji.
"Dalam dunia politik tidak mengenal sesuatu hubungan. Jika menguntungkan, bahkan keluarga pun dikorbankan. Apalagi dengan posisi dan kekuatan Jenderal Wang. Status yang tinggi dampak yang ditimbulkan juga semakin besar." Pei Zhang Xi menghela napas. Jenderal Ji mendengus mendengar penjelasan Pei Zhang Xi.
Wei Qian Nian yang menyamar menjadi pengemis dengan wajah yang sengaja diwarnai dengan warna hitam menyelinap masuk ke dalam kediaman Rui. Wei Qian Nian dapat dengan mudah masuk selain dengan bantuan anak buah Pei Zhong Min, para penjaga di kediaman Raja Rui juga sengaja mengalihkan pandangan mereka saat melihat Wei Qian Nian masuk.
Dengan hati-hati Wei Qian Nian berjalan melewati lorong-lorong. Ia telah mendengar bahwa Lu Jing Yu tinggal di paviliun Huang Yuan yang merupakan paviliun paling mewah.
"Itu adalah paviliun termewah di kediaman ini. Akuyakin Lu Jing Yu pasti ada di dalam." Gumam Wei Qian Nian sebelum ia menyelinap masuk ke halaman Huang Yuan.
Di jalan ia kembali menemukan gunting. Ia pernah membunuh sekali dengan menggunakan gunting. Sekarang ia akan membunuh Lu Jing Yu dengan gunting itu, dia tidak masalah. Dengan erat ia menggenggam gunting di tangannya yang ia sembunyikan di lengan bajunya. Para pelayan yang melihatnya dengan sengaja memalingkan wajah mereka.
Wei Qian Nian tidak memikirkan keanehan ini karena ia sudah terlalu bersemangat. Ia dengan cepat menerobos ke kamar sambil mengangkat gunting di tangannya saat ia melihat seorang wanita yang duduk membelakanginya.
"Matilah kau!" Teriak Wei Qian Nian saat ia mengayunkan guntingnya ke arah wanita itu.
Wanita yang duduk membelakangi Wei Qian Nian berbalik saat mendengar suara wanita yang berteriak marah ke arahnya.
Saat Wei Qian Nian melihat wajah Wanita itu, ia tercengang. Ia sampai tidak sadar bahwa tangannya yang memegang gunting ditangkap dengan mudah oleh wanita itu. Ia baru sadar saat merasa nyeri saat tangannya dipelintir hingga menyebabkan tangannya terkilir.
"Apa kamu menyukai kejutanmu?" Pei Shi Lian tersenyum licik menatap Wei Qian Nian.
"Jadi semua ini adalah rencanamu?"
"Benar sekali! Kamu telah berani memiliki niat menyakiti ipar dan Calon keponakanku. Jika tidak memberimu pelajaran dengan tanganku sendiri, aku tidak akan merasa puas." Setelah selesai berbicara, Pei Shi Lian menampar kedua pipi Wei Qian Nian dengan keras. Membuat kedua pipi hitam Wei Qian Nian membekas cap lima jari merah. Tangan Pei Shi Lian yang digunakan untuk menampar Wei Qian Nian menjadi warna hitam karena dasar pot yang digunakan Wei Qian Nian untuk menutupi wajahnya.
"Beraninya kau menamparku! Jika aku kembali ke Chu Timur aku akan memberi kalian pelajaran yang tidak akan pernah kalian lupakan seumur hidup." Pekik Wei Qian dengan marah. Tangannya memegang kedua pipinya yang ngilu
"Kamu masih menganggap dirimu adalah seorang putri yang terhormat? Sayang sekali, saat ini ayah tercintamu bahkan sudah tidak lagi memperdulikan hidup matimu."
Klak!
Aah! Tubuh Wei Qian Nian dipaksa duduk bersimpuh dilantai setelah kakinya dipatahkan oleh Pei Shi Lian.
"Tidak! Ini tidak mungkin! Kamu pasti akan dihukum Ayah kaisarku tidak mungkin membuangku begitu saja." Ratap Wei Qian nian tak percaya. Pada tahap ini Ia bahkan melupakan rasa kaitannya dengan kakinya yang telah patah.
"Itu adalah kesalahanmu sendiri yang telah membuat rencana jahat."
"Tidak! Ini semua karena wanita ja-lang itu! Aku akan membuatnya menderita!" Umpat Wei Qian Nian sebelum mulutnya terdiam paksa setelah kaki Pei Shi Lian mendarat di sana.
"Tidak! Ini tidak mungkin! Ayah kaisarku tidak mungkin membuangku begitu saja." Ratap Wei Qian nian tak percaya.
"Itu adalah kesalahanmu sendiri yang telah membuat rencana jahat."
"Tidak! Ini semua karena wanita ja-lang itu! Aku akan membuatnya menderita!" Umpat Wei Qian Nian sebelum mulutnya terdiam paksa setelah kaki Pei Shi Lian mendarat di sana.
"Hatcih! Hatcih!" Lu Jing Yu yang sedang sibuk memantau pekerjaan pembuatan kincir air yang sudah mulai memilih bahan-bahan pembuatannya tiba-tiba bersin-bersin karena merasa hidungnya sangat tidak nyaman. "Siapa yang telah mengumpatku di belakangku?"
Xiao Bei yang melihat Lu Jing Yu bersin segera panik. Ia mengambil mantel tebal untuk menyelimuti Lu Jing Yu. "Permaisuri tidak boleh masuk angin."
"Terima kasih telah menjagaku Xiao Bei." Lu Jing Yu menurut. Ia mengeratkan selimut tubuhnya. Meskipun ia sibuk dengan pekerjaannya, ia masih mengingat pesan Pei Zhang Xi untuk menjaga dirinya dan juga bayi mereka, jadi Lu Jing Yu akan masih meluangkan waktu untuk beristirahat dan tidak menolak saat Xiao Bei mengingatkannya untuk makan.
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_101♡
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..