Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 138


Dikarenakan seluruh pelayan yang ada di kediaman Raja Yuan baru saja menerima dua puluh kali hukuman cambuk, pelayan didatangkan sementara dari istana untuk membantu di kediaman raja Yuan hingga tiga hari kedepan. Pelayan dari istana tentu saja akan lebih profesional dalam menjalankan tugas mereka. Semua orang mengerjakan pekerjaan dengan cepat dan efisien. Mereka membersihkan seluruh ruangan dan melayani semua orang di kediaman itu.


Kamar Zhu Man Xie yang sejatinya adalah kamar yang paling mewah di kediaman saat ini terlihat sunyi. Hampir tidak ada pelayan yang ada di kamar itu. Itu dikarenakan mereka tidak tahan dengan sikap Zhu Man Xie yang sedang melampiaskan arahnnya pada mereka.


Zhu Man Xie juga mendapatkan hukuman yang sama. Tetapi di masa lalu Zhu Man Xie seperti halnya poreselen mewah yang sangat dilindungi yang tidak pernah terluka sedikitpun. Sehingga menerima hukjmna sebanyak dua puluh kali pukulan cambuk membut Zhu Man Xie kehilangan kesadarannya meskipun masih pada pukulan yang ke tujuh. Namun meskipun Zhu Man Xie pingsan, hukuman tetap dilanjutkan. Zhu Man Xie dibawa kembali ke kediaman dalam keadaan terluka parah dan belum diobati sama sekali.


Zhu Man Xie sadar beberapa saat setelah ia selesai diobati. Tetapi meskipun dirinya terluka, Zhu Man Xie tidak melupakan sama sekali emosi yang meledak di hatinya. Mulutnya tidak berhenti merutuki kesialan untuk Lu Jing Yu yang dianggap sebagai sumber masalah yang membut semua kegagalan dan kemalangan yang dialaminya.


Karena ia tidak bisa melampiaskan amarahnya pada Lu Jing Yu, ia melampiaskannya pada para pelayan yang melayani nya. Ia tidak menyadari jika para pelayan yang melayani hari ini berbeda dengan pelayan yang ada di kediaman itu, jika ia tahu bahwa para pelayan ini berasal dari istana, ia tidak mungkin akan berani memperlakukan mereka dengan buruk.


Awalnya Zhu Man Xie hanya berteriak keras untuk mengejek, menghina atau merendahkan mereka setiap kali ia melihatnya. Tetapi karena para pelayan ini mengabaikan ocehannya, ia mulai melemparkan barang yang bisa dijangkau nya ke arah mereka. Setelah mendapatkan kekerasan fisik, para pelayan ini mulai tidak bisa mempertahankan kesabaran mereka dan akhirnya mereka meninggalkan kamar Zhu Man Xie saru persatu.


"Pelayan bodoh! Dimana Huo Cui? Bawa pelayanku kemari." Zhu Man Xie melemparkan satu-satunya bantal yang tersisa di atas ranjangnya pada pelayan yang terkahir keluar. Huo Cui adalah pelayan pribadinya yang selalu melakukan apapun sesuai dengan keinginannya. Karena dia adalah pelayan pribadi dari Zhu Man Xie, saat memberikan hukuman padanya, penjaga sama sekali tidak menahan tenaganya seperti yang mereka lakukan saat mereka mencambuk para pelayan lainnya. Justru mereka mencambuk Huo Cui dengan sekuat tenaga sehingga gadis pelayan itu hampir kehilangan nyawanya seyelah dicambuk sebanyak dua puluh kali.


"Apa kamu masih berpikir jika kamu adalah seorang Permaisuri yang Mulia hah? Sudah jatuh sampai dasar seperti ini masih saja sombong! Hemp! Wanita jahat sepertimu jika bukan karena belas kasihan Permaisuri Rui, pasti sudah kehilangan nyawa. Tetapi bukannya bersyukur malah terus merutuki orang yang sudah menyelamatkan nyawamu. Seharusnya Permaisuri Rui tidak perlu bersusah payah melakukan perjalanan dari kediamannya yang jauh hanya untuk menyelamatkan orang yang tidak memiliki rasa terima kasih seperti mu! Bahkan jika bukan karena memandang pangeran Pei Qin Yang, kami tidak akan Sudi datang kemari. Hemp!" Pelayan itu pergi seyelah menyelesaikan pidatonya yang panjang.


"Pelayan tidak tahu aturan! Bagaimana bisa mereka memperlakukan majikan mereka seperti ini! Apa bagusnya Lu Jing Yu itu hah? Kepada siapa dia ingin menunjukkan bahwa dia adlaah seorang wanita yang baik hah? Siapa yang memintanya datang untuk menjadi pahlawan? Aku lebih baik mati daripada harus hidup dengan belas kasihannya!" Teriak Zhu Man Xie membuat pelayan dan penjaga yang mendengar suaranya menggelengkan kepala mereka.


"Kamu! Siapa kamu?! Keluar dari sini!"


"Siapa aku tidak ada gunanya bagimu untuk tahu. Yang perlu kamu tahu adalah bahwa aku adalah malaikat pencabut nyawamu." Pria itu memegang tiga buah jarum perak di antara jarinya. Lalu dengan tepat menembakkan ketiga jarum itu ke titik akupuntur di leher Zhu Man Xie yang halus. Seketika, wajah Zhu Man Xie yang tampak ketakutan menjadi pemandangan terakhir saat nyawanya terlepas dari raganya.


"Aku sudah memenuhi keinginan terkahirmu. Tapi tenang saja, tidak perlu berterima kasih padaku atas bantuan ku." Pria itu mencabut tiga jarum itu dan menyimpannya kembali sebelum pergi dari kamar tanpa diketahui oleh siapapun.


*


*


~#Permaisuri Tidak Ingin Mati_138#~


Please like, share, vote and comment 😊