
Pei Wu Shan melihat Ke Mei Jia yang menangis tersedu-sedu sehingga ia merasa tidak tega. Hatinya memamg sudah lembut sejak awal sehingga saat ia melihat Ke Mei Jia yang menangis dengan sangat sedih menjadi mudah tersentuh. "Sudah lah jangan menangis lagi. Aku tahu kamu adalah wanita yang baik. Hubungan kalian berdua juga sangat baik. Aku yakin kamu memang tidak sengaja melakukannya. Tidak apa-apa. Aku dan Ying'er..." Ucap Pei Wu Shan terpotong oleh interupsi yang dilakukan oleh Yun Ying.
"Yang Mulia! Aku tidak percaya Yang Mulia akan dengan mudah terpengaruh dan memaafkannya begitu saja! Aku tidak terima. Aku tidak terima ketidakadilan ini. Aku ingin masalah ini diperiksa dengan baik." Yun Ying mengepalkan tangannya. Matanya yang menatap tajam Pei Wu Shan telah menggenang air mata yang siap jatuh kapan saja.
"Ying'er, masalah ini sudah terjadi. Lagipula Jia'er tidak mengetahui jika apa yang diberikan pada mu sebenarnya berbahaya. Dia hanya berniat baik padamu. Apa kamu tega menyalahkannya atas ketidak sengajaannya?" Pei Wu Shan memandang Yun Ying dengan tidak percaya. Dia mengenal Yun Ying selama ini adalah seorang wanita yang baik haru dan mudah memberikan maaf pada orang. Bagaimana dia bisa berubah sampai sejauh itu?
Yang tidak diketahui oleh Pei Wu Shan adalah seorang wanita yang telah menjadi seorang ibu akan berubah menjadi seperti seekor singa betina yang sedang melindungi anaknya. Tidak peduli seberapa lembutnya wanita itu sebelumnya, ia tetap akan menjadi singa garang saat menghadapi sesuatu yang mengancam keselamatan anak mereka.
"Ini bukan kesengajaan! Aku yakin dia memang memiliki niat untuk melenyapkan anakku sejak awal. Aku yakin itu." Yun Ying tidak menyerah dan terus menunjuk Ke Mei Jia dengan tajam.
"Ying'er tolong jangan tidak masuk akal. Kita adalah satu keluarga. Tolong jangan bertindak seperti itu." Mendengar ucapan Pei Wu Shan, Yun Ying menggelengkan kepalanya tidak percaya. Bagaimana bisa suaminya yang dulu dangat menyayanginya berubah sampai seperti ini. Ia bahkan tidak mau mendengarkan keluhannya sama sekali. Karena ia tahu bahwa meminta keadilan pada Pei Wu Shan sudah tidak mungkin, ia berbalik dan memandang Pei Zhang Xi dengan penuh harap.
"Putra Mahkota, tolong bantu saya untuk mendapatkan keadilan untuk anakku." Ucap Yun Ying dengan memelas.
Pei Wu Shan mendengar perkataan Yun Ying dan segera menetap Pei Zhang Xi. Ia biasanya selalu berhubungan baik dengan semua saudaranya dan tidak pernah bermasalah dengan mereka. Jadi ini adalah kali pertama dia bersinggungan dengan saudaranya apalagi Pei Zhang Xi yang selalu berhubungan baik dengannya.
Pei Zhang Xi yang sejak awal memperhatikan keadaan juga sedang berpikir bagaimana car menghadapi masalah ini. Ia tidak bisa begitu saja menyetujui permintaan Yun Ying padanya. Sebagai seorang putra mahkota, dia tidak bisa sembarangan mengambil keputusan. Meskipun pada saat ini apa yang diinginkan Yun Ying memang tidak salah, namun ada banyak hal yang harus ia perhatikan.
"Putra Mahkota..." Yun Ying melihat jika ekspresi wajah Pei Zhang Xi terlihat aneh dan bibirnya mulai bergetar saat ia memanggil namanya. Lu Jing Yu juga menyadari jika wajah Pei Zhang Xi memang tidak beres dan segera menyadari sesuatu.
"Yang Mulia tolong jangan katakan..."
"Yu'er, masalah ini adalah masalah keluarga Raja Wei. Tidak lah pantas bagi kita untuk terlalu banyak ikut campur." Pei Zhang Xi menghela napas.
"..." Yun Ying tidak menyangka jika ia akan diberi bahu dingin oleh Pei Zhang Xi. Ia tidak bisa berkata-kata sehingga ia diam dengan hati yang teriris. Ia bahkan tidak dapat meneteskan air matanya lagi.
Namun Lu Jing Yu memiliki reaksi yang sangat besar. Ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Pei Zhang Xi, ia tidak bisa menyembunyikan ketidak sukaan nya. Ia mengepalkan tangannya saat ia menatap Pei Zhang Xi dengan penuh emosi.
"Yang Mulia, apakah apa yang aku dengar ini benar?" Lu Jing Yu memicingkan matanya menatap Pei Zhang Xi dengan kecewa. Ia mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Pei Zhang Xi, namun hatinya tidak bisa menerimanya begitu saja.
"Yu'er, aku tahu kamu pasti kecewa dengan keputusanku ini. Tapi meski pun memang benar jika kantong wangi berisi kesturi inilah yang menajdi penyebab lenyapnya calon bayi Raja Rui, namun Selir Ke tidak bisa dikatakan bersalah tanpa bukti yang cukup. Lagipula seperti yang aku katakan tadi, masalah ini adalah murni Masalah intern Kediaman Raja Wei, meskipun aku adalah putra Mahkota di Kekaisaran Shao ini, aku juga masih tidak bisa ikut campur jika kepala keluarga telah mengambil keputusan."
"Aku tahu ini adalah kediaman Raja Wei dan masalah ini adalah masalah keluarga mereka. Tapi bagaimana pun, sebagai seorang putra Mahkota, membiarkan ketidak adilan di depan mata bukankah tidak baik?" Lu Jing Yu menggertakkan giginya.
"Putri Mahkota, yang dikatakan Putra Mahkota benar. Ini adalah masalah intern keluarga Raja Wei, jangan pedulikan aku. Aku baik-baik saja sekarang." Yun Ying tersenyum menatap Lu Jing Yu, namun matanya jelas menunjukkan jika hatinya sangat terluka.
"Kakak ipar...." Lu Jing Yu tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia juga tidak tahu bagaimana ia bisa menghibur Yun Ying kali ini.
"Tidak apa-apa. Aku bisa mengatasinya di sini." Yun Ying masih berusaha mempertahankan senyumnya yang dipaksakan.
"Kakak ipar sudah mengatakannya. Yu'er, kita pulang sekarang. Hui'er sudah lama kita tinggal sendiri di istana."
"Huft.. Kakak ipar, aku sangat minta maaf." Lu Jing Yu memegang tangan Yun Ying saat ia menatap nya dengan penuh penyesalan. Ia merasa gagal sebagai seorang saudara. Yun Ying telah menjadi saudari yang baik baginya sejak awal, namun dia.... Dia tidak bisa diandalkan pada saat Yun Ying membutuhkan bantuan nya.
"Tidak apa-apa. Aku mengerti. Semua ini bukan salahmu sama sekali. Mungkin memang nasib burukku yang tidak mengizinkanku kembali menjadi ibu." Ucap Yun Ying dengan senyum pahit.
" Baiklah kakak ipar, kalau begitu aku pamit dulu. Jaga diri mu baik-baik."
"Hem." Yun Ying mengangguk lemah.
Meskipun Lu Jing Yu merasa tidak tega meninggalkan Yun Ying dalam keadaan seperti ini, namun ia masih harus pergi. Lagipula saat ini tidak ada yang mendukung nya. Jika ia masih berkeras untuk ikut campur masalah ini, tidak akan baik untuknya maupun Yun Ying. Namun dia tidak akan menyerah begitu saja. Dengan atau tanpa dukungan Pei Zhang Xi, ia masih akan menyelidiki masalah ini untuk Yun Ying dan berusaha memberikan keadilan bagi kakak ipar yang telah ia anggap sebagai kakaknya sendiri.
Omong-omong mengenai Pei Zhang Xi, saat ini pria itu diabaikan sepenuhnya oleh Lu Jing Yu hingga mereka masuk ke dalam kereta yang sama. Lu Jing Yu bahkan memilih duduk sangat jauh dari Pei Zhang Xi. Duduk di pojokan kereta.
"Yu'er, apakah kamu marah padaku?" Pei Zhang Xi menatap Lu Jing Yu tanpa daya.
"Tidak. Memangnya kenapa? Yang Mulia tidak melakukan kesalahan apa-apa." Jawab Lu Jing Yu tanpa memalingkan wajahnya yang terus menatap ke arah luar kereta. Nada suaranya sangat dingin saat ia berbicara.
"Aish.... Kamu tahu aku juga tidak ingin melakukan itu. Aku sama denganmu yang sama-sama ingin mencari keadilan untuk kakak ipar Yun Ying, namun saat ini bukanlah waktu yang tepat. Kekaisaran Shao sedang mengalami masalah yang besar. Pasukan besar musuh datang untuk menyerang. Kakek luar Selir Ke, Qing Bai Ban adalah salah satu pemegang pasukan yang cukup besar. Jika kali ini ia mendengar jika cucunya mengalami masalah di dalam kediaman Raja Wei, dikhawatirkan jika tuan tua Qing tidak akan bersedia meminjamkan pasukannya untuk membantu mempertahankan kedaulatan Kekaisaran Shao.
"Yang Mulia, aku sekarang mulai ragu apakah pada suatu hari nanti, jika Yang Mulia diminta memilih antara anak kita atau tahta, Yang Mulia akan lebih memilih kami atau tahta itu?!" Lu Jing Yu menjawab dengan sinis. Pada saat itu, mereka sudah sampai di istana timur sehingga setelah mengatakan apa yang ada di dalam hatinya, Lu Jing Yu segera turun dari kereta dengan marah.
Pei Zhang Xi menatap punggung Lu Jing Yu yang tampak penuh dengan kekecewaan. Ia mengerti jika saat ini istrinya itu pasti sangat sangat marah dan kecewa padanya. Namun apa daya saat ini ia sedang dalam dilema yang buruk. Namun jika keadaan seperti yang dikatakan Lu Jing Yu padanya, ia tidak akan pernah ragu jika ia nb pasti akan memilih Lu Jing Yu dan putra mereka, Pei Zhi Hui....
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_282🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***