Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 273. Sesuatu Terjadi Pada Yun Ying


Lu Jing Yu sudah lama tidak bertemu dengan Yun Ying sejak terkahir kali ia mengunjunginya di kediaman Raja Wei karena kesibukannya. Ia hanya mengirim ramuan herbal padanya secara berkala. Pada hari kematian ibu Suri, ia juga tidak bertemu bahkan juga tidak melihat nya. Saat ini semua orang akan datang, jadi Lu Jing Yu ingin bertemu dengannya. Sekian lama tidak menemuinya, ia merasa khawatir. Namun karena anak buahnya yang ia suruh berada di sisi Yun Ying tidak memberinya kabar apapun, ia sedikit merasa tenang.


Lu Jing Yu sejak awal sibuk memperhatikan setiap detail upacara yang terlihat sangat menarik dan membuat nya penasaran sehingga ia tidak memperhatikan masalah lainnya. Saat ini upacara sudah selesai, ia mulai celingukan mencari keberadaan Yun Ying. Namun setelah ia menemukan Pei Wu Shan, Lu Jing Yu sangat kecewa karena yang berada sebelah Pei Wu Shan bukanlah Yun Ying seperti biasanya melainkan Ke Mei Jia....


Apa yang terjadi sebenarnya? Ada apa dengan Yun Ying? Kenapa dia membiarkan wanita itu menggantikannya menghadiri acara penting di istana?


Setelah tidak menemukan Yun Ying dimanapun, hatinya menjadi kacau. Dia terlalu sibuk akhir-akhir ini dan tidak memiliki waktu untuk memperhatikan masalah Yun Ying yang sempat membuatnya khawatir. Jadi setelah acara selesai, ia berniat untuk pergi menemui Pei Wu Shan untuk bertanya secara langsung. Namun tepat pada saat ia baru saja akan berbicara, Pei Wu Shan dipanggil oleh Kaisar Pei An Long untuk datang menghadap. Sehingga ia ditinggalkan dengan canggung bersama dengan Ke Mei Jia.


"Salam Yang Mulia Putri Mahkota." Ke Mei Jia menyapa dengan hormat menurut aturan karena meskipun dia pernah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari Lu Jing Yu, pelayan di sampingnya mengatakan bahwa Lu Jing Yu memperlakukan nya seperti itu karena dia pasti merasa sungkan karena mereka sednag bersama dengan Yun Ying saat itu dan Lu Jing Yu hanya tidak ingin membuat Yun Ying benci padanya. Jadi pada saat bertemu untuk pertama kalinya tanpa Yun Ying di antara mereka, Ke Mei Jia memiliki harapan untuk mendapatkan perhatian dari Lu Jing Yu.


"Kenapa kamu yang menemani Raja Wei? Dimana kakak ipar?" Lu Jing Yu tidak peduli bagaimana Ke Mei Jia yang masih membungkuk ketika ia bertanya.


"Aku dan kakak Yun Ying sama-sama istri dari Raja Wei, jadi kami berdua sama-sama memiliki hak untuk menemaninya." Ke Mei Jia menjawab dengan percaya diri.


"Heh... Aku tidak tahu jika saat ini seorang selir saja bisa mewakili seorang istri sah." Sarkas Lu Jing Yu dengan tatapan mengejek.


"Meskipun saya hanyalah selir, namun Yang Mulia masih lebih memilih saya untuk menemaninya datang. Meskipun Anda adalah Putri Mahkota dari kekaisaran Shao ini juga tidak ada hak untuk melarang Yang Mulia." Ke Mei Jia selalu membenci gelar selir yang disandangnya karena bagi nya, status selir adalah sebuah aib. Jika bukan karena janji selir Yao, dia tidak akan pernah menerima status rendah seperti itu.


"Mohon Yang Mulia Putri Mahkota tidak memojoknya nyonya Ke lagi. Bagaimanapun, Raja Wei sendirilah yang telah memilih nyonya Ke untuk menemaninya datang." Bibi pelayan Niang maju dan berbicara atas nama Ke Mei Jia.


"Ooh... Jadi sekarang ini seorang pelayan bahkan dapat dengan bebas menyela saat para majikan sedang berbicara?" Lu Jing Yu mendengus kesal.


"Kakak ipar, apa yang terjadi di sini?" Pei Shi Liang yang baru saja keluar dari aula leluhur melihat Lu Jing Yu bersama dengan selir Kakak ke duanya. Ia melihat wajah Lu Jing Yu yang sama sekali tidak baik dan dengan cepat menghampiri nya.


"Selir ini memberi hormat pada Putri Ke Delapan." Ke Mei Jia dengan cepat merubah ekspresi nya. Meskipun ia pernah bertemu dengan Pei Shi Liang di masa lalu, saat itu ia masih belum menjadi selir Raja Wei, jadi dia tidak memiliki kesempatan untuk berbicara dengannya sama sekali. Jadi untuk kesempatan pertama kalinya ini, ia akan memanfaatkan nya dengan baik untuk membuat kesan pada Pei Shi Liang yang merupakan Putri kesayangan Kaisar Pei An Long.


"Selir Ke? Apakah kamu yang ikut kakak ke dua kemari?" Pei Shi Liang juga tidak memperhatikan setiap orang sejak awal dan karena semua orang memakai pakaian berwarna putih, sangat sulit membedakan mereka jika tidak melihat wajahnya. Jadi saat ia melihat Ke Mei Jia yang berada di sini dengan pakaian putih, jadi dia sudah dapat menebak jika Pei Wu Shan yang membawanya ke tempat ini untuk menemaninya dan bukan Yun Ying. Tapi kenapa? Kakak keduanya sejak dulu tidak menyukai wanita lainnya dan hanya menyukai Kakak ipar Yun Ying. Memikirkan kemungkinan yang mungkin terjadi, Pei Shi Liang mengerutkan alisnya.


Melihat reaksi Pei Shi Liang yang hampir sama dengan Lu Jing Yu, Ke Mei Jia kembali mengepalkan tangannya. Tapi saat ia menjawab, ia masih bisa menyematkan senyum di ujung bibirnya. "Benar Yang Mulia. Raja Wei yang mengajak saya menemaninya kemari."


Mendengar analisis Pei Shi Liang yang hampir semuanya tepat, Ke Mei Jia mengepalkan tangannya saat keringat dingin keluar dari pelipis nya. Memang semua ini adalah bagian dari rencananya. Selain fakta bahwa kesehatan Yun Ying yang terganggu akhir-akhir ini, ia juga merengek pada selir Yao untuk meminta Pei Wu Shan membawanya daripada Yun Ying yang sedang tidak enak badan. Karena desakan oleh Selir Yao, Pei Wu Shan akhirnya mengabulkan permintaan nya.


Namun Yun Ying tidak serta menyetujui apa yang diputuskan oleh Pei Wu Shan untuk nya mengingat bagaimana dia dan Ibu Suri pernah dekat sebelumnya.


"Yang Mulia, tolong biarkan aku ikut." Ucap Yun Ying saat Pei Wu Shan datang ke kamarnya untuk memberitahu.


"Tidak. Aku sudah memutuskan untuk mengajak selir Ke. Bukankah ini lah yang kamu inginkan selama ini? Kamu sudah merasa bosan untuk meneman ku makanya memilih untuk berbagi tanggung jawab untuk melayaniku?" Sinis Pei Wu Shan menatap Yun Ying yang diam seribu bahasa. Keinginan untuk membiarkan Pei Wu Shan menikah lagi memang keputusannya, dia bahkan membantu Selir Yao untuk membantu nya membujuk Pei Wu Shan, jadi saat masalah ini diangkat, ia tidak memiliki hal lain menyangkalnya.


"Lagipula, kamu batu saja kehilangan calon bayimu, jangan biarkan nasib buruk menodai kesempurnaan reinkarnasi nenekku." Ucap Pei Wu Shan dengan kejam tanpa memperhatikan jika ucapakan itu pastinya akan menyakiti istrinya yang baru saja kehilangan calon bayi mereka.


Ya, pada saat hari kematian ibu Suri, hari itu juga Yun Ying mengalami pendarahan hebat yang mengakibatkan bayinya tidak dapat diselamatkan. Sebenarnya, setelah Mengetahui jika Yun Ying mengalami pendarahan, pelayan yang diminta untuk berada di kediaman Raja Wei untuk mengawasi nya berniat untuk segera melaporkan kejadian itu pada Lu Jing Yu tetapi Yun Ying yang mengetahui niat itu melarangnya untuk memberi tahu Lu Jing Yu karena ia mengetahui jika pada saat itu Lu Jing Yu pasti sangat sibuk dengan banyak hal dan tidak ingin dirinya menjadi beban untuknya.


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_273🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


***