
"Mohon maafkan hamba Yang Mulia. Namun saat ini hamba rasa solusi inilah yang paling sesuai untuk dipilih. Memiliki Putri dari Kekaisaran Zhao juga bukan hal yang buruk. Dengan adanya hubungan pernikahan antara kedua Kekaisaran, kedamaian antara kedua Kekaisaran akan terjaga dengan baik. Bukankah seperti itu? Putri Mahkota saat ini hanya berasal dari keluarga Menteri, dibandingkan dengan Putri Kekaisaran Zhao, bukankah statusnya sudah dapat dilihat dengan baik? Menjadi seorang selir juga bukan sesuatu yang buruk. Selama bisa memenangkan Hati Yang Mulia, masih akan mendapatkan kasih sayangnya. " Ucap Menteri Jun dengan tersenyum. Meyakinkan semua orang akan apa yang ia katakan. Ia bahkan berani menatap mata perdana menteri Lu yang terlihat sangat marah. Mana mungkin ia terima jika putrinya diperlakukan dengan cara yang sangat tidak adil seperti ini!
"Lagipula jika kita memaksa untuk melawan mereka pun, tidak ada yang menjamin jika kita akan menang. Dan jika kalah dalam perang, bukan hanya wilayah-wilayah itu yang mereka kuasai melainkan seluruh kekaisaran. Yang Mulia, hamba mohon kebijaksanaan Yang Mulia untuk memprioritaskan kepentingan Kekaisaran Shao dari pada kepentingan Pribadi Yang Mulia." Lanjutnya sambil memandang Kaisar Pei An Long dengan tatapan yang mengharap.
Ia memiliki keyakinan besar jika usulannya ini adalah usulan yang baik. Apalagi jika negosiasi ini berakhir dengan baik. Karena dialah yang mengusulkan negosiasi ini, bukankah Putri Dari Kekaisaran Zhao akan memiliki pandangan yang baik padanya dan akan lebih mudah memasukkan putri dari keluarga nya untuk menjadi selir di masa depan?
Saat ini salah satu keponakannya telah menjadi salah selir Kaisar, jika ada gadis lain yang masuk ke istana lagi dan bahkan menjadi selir dari Putra Mahkota yang kelak akan mewarisi tahta, bukankah masa depan keluarga nya akan terjamin di masa depan?
"Jika menurut menurut Menteri Jun menjadi selir adalah sesuatu yang sangat baik, kenapa anda tidak mengajukan seluruh gadis di keluarga anda untuk menjadi selir di kekaisaran Zhao? Bukankah ini yang anda inginkan Menteri Jun?" Perkataan Pei Zhang Xi mmebungkam mulut Menteri Jun yang hampir berbusa setelah memuntahkan omong kosong sejak tadi.
"Ini.. ini...." Menteri Jun tidak menyangka jika Pei Zhang Xi akan membalikkan situasi sampai seperti itu. Bagaimana bisa ia mengajukan seluruh gadis di keluarganya untuk menjadi selir di Kekaisaran Zhao sementara ia tahu bahwa di Kekaisaran Zhao, seorang wanita tidak lebih seperti penghasil anak bagi mereka.
"Menteri Jun, sepertinya aku harus membuka kedua mata anda lebar-lebar agar anda dapat mendapatkan pencerahan diri. Setelah merasakan kedamaian selama bertahun-tahun, menteri Jun agaknya telah lupa bagaimana kekuatan pasukan kita di Medan perang." Pei Zhang Xi berbicara dengan suara rendah yang mengintimidasi. Tidak membiarkan celah sedikit pun untuk menteri Jun menyepaknya.
"Mungkin menteri Jun juga telah lupa bahwa kekaisaran Zhao masih hanya berada di bawah Kekaisaran Shao meskipun hanya satu tingkat. Lalu apa jika mereka telah berhasil menarik kekaisaran lain untuk menjadi bala bantuan mereka. Mereka masih harus membagi pasukan mereka yang tidak seberapa itu untuk berurusan dengan kekaisaran lain yang menolak tunduk pada mereka. Lalu dengan kekuatan seperti ini, bagaimana mungkin mereka bisa menang melawan pasukan kekaisaran Shao yang begitu hebat. Apa Menteri Jun meragukan kemampuan pasukan kita?" Menteri Jun segera gemetar di tempatnya saat ia mendengar perkataan Pei Zhang Xi. Ia telah menjadi menteri di kekaisaran Shao sejak lama. Keluarganya juga telah mengabdikan diri di dalam pemerintahan sejak dari leluhur mereka. Tidak mungkin baginya tidak mengetahui seperti apa kekuatan pasukan dari kekaisaran Shao?
Bukan hanya menteri Jun yang mulai mengerutkan dirinya, para menteri yang pada awal pertemuan menyarankan untuk mengikuti tuntutan kekaisaran Zhao segera menundukkan kepala mereka.
Melihat Menteri Jun dan para menteri lainnya terdiam, Pei Zhang Xi kemudian memanggil Pei Qin Yang untuk datang.
"Raja Yuan, sepertinya sebagain dari menteri kita meragukan kemampuan tempur pasukan kita. Raja Yuan adalah salah satu dari pengawas dari pasukan kita, bisa tunjukkan sampai mana kemampuan dan persiapan kita untuk menghadapi pasukan musuh." Ucap Pei Zhang Xi dengan tegas.
"Baik Yang Mulia." Pei Qin Yang menjawab dengan hormat. Lalu dia berdiri di depan Kaisar Pei An Long dan menjelaskan bahwa persiapan pasukan mereka telah pada tahap akhir dan siap dikirim ke manapun mereka ditugaskan. Namun tentu saja, rencana secara rinci maupun rencana rahasia mereka tidak dijelaskan dan dibuka. Hal ini karena jika startegi perang dibocorkan begitu saja, bisa jadi staregi perang akan diketahui oleh pasukan musuh dan menjadi penyebab kekalahan bagi pihak mereka.
"Bagaimana? Apakah masih kurang jelas bagaimana kekuatan tempur pasukan kita?" Pei Zhang Xi bertanya setelah Pei Qin Yang selesai menjelaskan.
"Tidak Yang Mulia. Kami menyadari kesalahan kami." Menteri Jun segera maju dan berlutut di depan platform. Diikuti oleh para menteri lainnya.
"Bagus. Kalian bisa bangun saat ini karena ada sesuatu yang lebih penting yang akan kita bahas." Pei Zhang Xi tersenyum penuh maksud. Melihat senyum Pei Zhang Xi yang sangat jarang terlihat, para menteri ini merasa sesuatu senyum itu sangat aneh dan merasa takut sehingga mereka semua kembali ke tempat mereka dengan tenang dan patuh.
"Melawan musuh tidak berarti hanyalah menyerang dan bertahan. Namun kita juga harus tetap memperhatikan keamanan di dalam ibukota. Kita tidak tahu jika mungkin pihak musuh memiliki rencana cadangan dan memasukkan orang mereka ke dalam istana sebelumnya dan menyerang kita dari dalam. Belum lagi dengan para pemberontak yang mungkin akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang. Untuk itulah aku bicara di sini untuk meminta kesanggupan kalian yang belum bergabung dengan pasukan istana untuk menyumbangkan pasukan kalian untuk ikut dalam pernah kali ini dan bergabung dengan pasukan istana dan pasukan dari kediaman Raja Rui dan kediaman lainnya. Apa kalian sanggup?" Pei Zhang Xi berhenti berbicara, sebagai gantinya, ia menatap semua orang dengan serius. Tatapannya tampak mendominasi meskipun sebenarnya dia adalah pihak yang meminta bantuan.
"Tentara Zhu akan bergabung." Tuan tua Zhu mewakili kediaman Zhu untuk bergabung. Menteri Zhu menatap ayahnya dengan terkejut. Meskipun selangkah lagi ia akan menjadi kepala keluarga Zhu, ayahnya masih tidak berniat memberikan tentara Zhu Padanya.
"Tentara dari kediaman Jenderal Bei siap membantu."
"Tentara dari kediaman Qing akan bergabung."
Satu persatu menteri menyatakan kesanggupan mereka untuk mengeluarkan pasukan mereka untuk membantu. Pei Zhang Xi menatap semua orang dengan puas. Kaisar Pei An Long melihat semuanya dari awal dan ia semakin yakin jika pilihannya memilih Pei Zhang Xi menjadi putra Mahkota sekaligus calon penerus tahtanya sangatlah benar. Pei Zhang Xi dapat berpikir dengan cepat dan tepat. Lalu bergerak dengan sistematis dan terencana. Namun ia tidak sombong dan mau merendahkan dirinya pada saat yang diperlukan. Masa depan Kekaisaran Shao akan gemilang di masa depan di bawah kepemimpinan orang seperti Pei Zhang Xi ini.
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_286🐣
Ini kenapa ya? Update dari tadi malam belum lolos sampai sekarang. Ini aq update ulang. Mohon maaf atas ketidaknyamanan nya ~
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***