
Lu Jing Yu berjalan-jalan di taman istana sendirian. Ia melarang Xiao Bei untuk mengikutinya. Bahkan Yun Ying yang berkeras untuk ikut juga ditolaknya dengan alasan ia ingin menenangkan dirinya sementara waktu. Meskipun ia sudah dimarahi oleh tabib istana dan bahkan Kaisar Pei An Long, ia masih memikirkan penyakit ibu suri.
Di dalam Novel kisah cinta sang pangeran disebutkan bahwa ibu Suri pada akhirnya meninggal dan menimbulkan perang dingin antara Ratu dan selir Su karena Ratu menganggap bahwa kematian IBU suri karena ulah Lu Jing Yu. Dan sialnya, karena merasa kehidupannya saat ini begitu tenang, Lu Jing Yu melupakan kejadian-kejadian yang terjadi di dalam isi Novel itu.
Di dalam Novel memang disebutkan bahwa kondisi kesehatan ibu suri memburuk disebabkan karena ia yang tidak menyukai Pei Zhang Xi menikah dengan Lu Jing Yu yang memiliki banyak rumor jelek yang mengikutinya. Lalu, karena Lu Jing Yu lah lagi-lagi penyakit ibu Suri kambuh hingga menyebabkan kematian.
Saat ini Lu Jing Yu sedang berpikir jika sebenarnya cerita dalam Novel masih bisa terjadi meskipun ia sudah berhasil merubah beberapa bagiannya. Tetapi sebenarnya jalan cerita itu masih berlaku jadi dia masih tetap harus waspada. Seperti saat ini, jika dia tidak mencegah ibu Suri meninggal sekarang, kemungkinan perang dingin antara ratu dan selir Su yang membuat selir Su membencinya akan benar-benar terjadi.
Melihat ciri-ciri gejala penyakit ibu Suri, wanita tua itu sepertinya mengidap penyakit jantung. Jantung bocor Jika itu di dunia modern akan mudah untuk mengobatinya dengan cara operasi dan kemungkinan hidupnya akan bertambah lama dengan menggunakan obat-obatan yang mendukung. Tetapi saat ini ia berada dalam dunia kuno yang tidak terdapat alat pendukung ataupun obat-obatan. Jadi cara yang paling tepat adalah dengan menggunakan jarum akupunktur juga memberikan tonik sebagai pendukungnya.
Tanpa sepengetahuan Lu Jing Yu, Zhu Man Xie sedang memperhatikannya dari jauh. Ia dan pelayannya bersembunyi dan mengintai Lu Jing Yu yang sedang sendirian.
"Permaisuri, apa rencana anda selanjutnya?" Pelayan Zhu Man Xie bertanya saat ia melihat jejak kebencian di mata Majikannya itu.
"Aku telah kehilangan bayiku. Aku ingin dia mengalami hal yang sama." Tangan Zhu Man Xie terkepal erat saat ia mengatakannya. "Tetapi akan sia-sia jika hanya melenyapkan bayinya saja." Lanjutnya dengan senyum licik.
"Lalu apa rencana Permaisuri?"
Zhu Man Xie membisikkan beberapa kalimat pada pelayannya sebelum pelayannya mengangguk dan pergi dari tempat itu.
Lu Jing Yu terkejut saat ia melihat Zhu Man Xie yang tiba-tiba saja datang menghampirinya seorang diri. Jika itu di masa lalu, Lu Jing Yu akan dengan senang hati menerima wanita cantik itu. Tetapi sejak ia mengetahui bahwa Zhu Man Xie tidak memiliki hati yang secantik wajahnya, Lu Jing Yu secara tidak sadar langsung memasang kewaspadaannya.
"Apa kabar Permaisuri Rui?" Zhu MAN Xie mendekat dengan senyum di bibirnya. Namun entah kenapa senyum itu membuat Lu Jing Yu merasa tidak nyaman yang tak dimengerti. "Oh tidak. Seharusnya adalah Permaisuri Kehormatan Rui." Lanjutnya saat melihat tidak ada reaksi dari Lu Jing Yu.
"Apa yang kamu inginkan?" Lu Jing Yu menatap Zhu Man xie dengan curiga. Ia berusaha menguatkan dirinya. Dia tidak bolehterlihat takut atau Zhu man Xie akan ngerjain melakukan apapun sesukanya.
"Tidak ada. Aku hanya ingin menyapa kakak ipar. Apa tidak boleh?"
"Tunggu Permaisuri Kehormatan. Ada berapa hal yang ingin aku tanyakan padamu." Zhu Man Xie merentangkan tangannya untuk menghalangi Lu Jing Yu pergi.
"Apa itu?"
"Bagaimana rasanya mengandung anak Raja Rui"
"Kenapa kamu menanyakan hal ini? Bukankah itu tidak sopan?"
"Pasti kamu sangat bangga kan bisa mengandung keturunan Raja Rui yang hebat."
"Bukanlah permaisuri Yuan juga sedang mengandung bayi Raja Yuan? Semua wanita hamil pasti merasakan hal yang sama."
"Benar juga. Sekarang bolehkah aku menyentuh perutmu. Aku sangat penasaran." Ucap Zhi Man Xie saat matanya menangkap bayangan pelayannya dari kejauhan yang berjalan bersama dengan beberapa pelayan lainnya.
"...." tanpa menunggu jawaban dari Lu Jing Yu, Zhi Man Xie sudah mengulurkan tangannya untuk menyentuh perut Lu Jing Yu. Namun ternyata tangan itu tidak mengarah ke perut Lu Jing Yu seperti jika akan menyentuh perutnya melainkan menarik tangan Lu Jing Yu dengan keras ke arahnya hingga membuat kedua wanita itu terjatuh.
"Aaah...." suara dia teriakan wanita terdengar. Keduanya memegang perut mereka dengan kesakitan. Semua orang yang melihat kejadian itu langsung panik. Keduanya adalah wanita hamil. Apa yang akan terjadi pada kandungan mereka nantinya?
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_124♡
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..