
Musim panas yang panjang terjadi. Di daerah pedesaan yang mayoritas merupakan petani mulai mengeluh kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka. Jika mereka mengangkat air dari sungai yang jauh, mereka tidak akan sanggup. Akhirnya mereka hanya bisa pasrah menerima keadaan. Hal ini juga sudah dilaporkan ke istana agar mereka mendapatkan solusi. Tetapi sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pihak istana akan mengirim para prajurit untik membantu pekerjaan mereka dan dan mengirim bahan makanan.
Tetapi solusi seperti itu bukan solusi jangka panjang. Setelah beberapa lama para prajurit itu juga akan ditarik kembali.
Pada saat para petani mulai pasrah akan keadaan, Kincir air yang dibangun di Heaven Lake akhirnya selesai dibuat setelah menghabiskan waktu selama satu bulan pembuatan. Namun hasil yang didapatkan tidak mengecewakan. Kincir air yang dirancang Lu Jing Yu sangat efektif untuk membantu pekerjaan para pekerja di perkebunan. Berita ini pun segera menyebar di seluruh ibukota. Mereka kembali membicarakan kemampuan Lu Jing Yu yang tak terduga. Harapan para petani kembali terbit.
Mereka mulai mencari tahu apa saja yang dibutuhkan untuk membuat kincir air yang ternyata tidak membutuhkan banyak biaya karena kebanyakan terbuat dari kayu dan bambu yang masih banyak tumbuh di sekitar.
Pembuatan Kincir air ini pada akhirnya menjadi contoh untuk membangun Kincir air lainnya di sungai besar untuk tujuan irigasi. Xin Mo Yan dan Xin Mo Yin serta para pekerja yang ikut membantu mulai membangun satu persatu kincir air di desa-desa. Mereka menggunakan desain yang sama setelah mendapatkan izin dari Lu Jing Yu. Dengan adanya kincir air, gagal panen yang diakibatkan oleh kekeringan akhirnya dapat diminimalkan. Semua orang memuji Lu Jing Yu.
Namun kabar ini hanya menyebar di kalangan rakyat. Para pasukan juga sudah mundur dan tidak tahu apa yang dilakukan oleh para warga. Para pejabat istana hanya tahu bahwa para warga membuat alat aneh untuk mengairi sawah mereka tanpa tahu cerita di balik terciptanya kincir air.
***
"Mau apa kamu kesana?" Pei Qin Yang bertanya pada Zhu Man Xie yang meminta izin untuk pergi ke istana untuk bertemu dengan ratu Zhu.
"Ibu sedang dalam hati yang buruk akhir-akhir ini. Aku akan memainkan sittar untuk membuatnya senang." Jawab Zhu Man Xie sambil menunjukkan sittar yag dibawa pelayannya di belakang.
"Xie'er aku harap kamu tahu batasan-batasanmu." Pei Qin Yang memicingkan matanya. Mereka sering bertengkar akhir-akhir ini. Selain masalah selir yang dikirimkan oleh ibu suri, ambisi Zhu Man Xie ya gak mulai terlihat membuat Pei Qin Yang merasa tidak nyaman. Ia tidak memiliki keinginan untuk ikut perebutan tahta.
"Apa lagi yang bisa aku lakukan? Jika Yang Mulia mau bertindak aku juga tidak akan perlu bekerja keras." Zhu Man Xie dengan cepat membalik tubuhnya dan berjalan dengan pelayan di belakangnya tanpa mengindahkan peringatan Pei Qin Yang.
Pei Qin Yang menatap punggung Zhu Man Xie yang tidak lagi dapat ia kenali dalam beberapa bulan ini dengan nanar.
Waktu berjalan dengan cepat tanpa terasa. Semua yang ia lihat di masa lalu bertahap menghilang dan digantikan dengan yang baru. Zhu Man Xie yang polos yang ia nikahi empat bulan lalu nyatanya tidak lagi ia lihat saat ini. Saat ini ia bahkan tidak merasa nyaman berada di sisi Zhu Man Xie. Istri yang dulu sangat ia cintai dengan segenap jiwanya. Bahkan jika saat jadwalnya untuk datang dan bermalam dengan istri sahaya ini, ia tidak lagi memiliki keinginan untuk menyentuhnya dan lebih sering meninggalkan Zhu Man Xie tidur sendirian.
Demi menjaga kedamaian, ia terpaksa meminta para selirnya untuk meminum ramuan pencegah hamil agar mereka tidak mengandung anaknya terlebih dahulu sebelum.ia berhasil emm autis Zhu Man Xie hamil. Jika tidak, dengan sifat Zhu Man Xie saat ini, ia yakin Zhu Man Xie tidak akan segan untuk melenyapkan bayi miliknya yang dikandung oleh wanita lain. Masa depan yang damai yang ia harapkan akan ia jalani bersama dengan Zhu Man Xie, gadis cantik yang polos hanya bisa menjadi impian yang tak mungkin terwujud.
"Ada apa Yang Mulia menghela napas berat pagi-pagi begini?" Seorang wanita cantik duduk di depan Pei Qin Yang. Ia adalah Mei Ling Ling. Salah atau selir Pei Qin Yang. "Ling Ling ada di sini, jika ada sesuatu yang mengganggu pikiran yang Mulia bisa mengatakannya pada Ling Ling." Lanjutnya dengan nada manja.
"Tidak apa-apa. Bersiap-siap lah malam ini. Aku akan menemuimu."
"Ini adalah berkah untuk Ling Ling. Tetapi Yang Mulia, bagaimana jika Permaisuri marah nanti? Bukankah malam ini seharusnya Yang Mulia bersama Permaisuri."
Setelah Pei Zhong Min dikirim ke perbatasan, hidup Lu Jing Yu dan Pei Zhang Xi bisa dikatakan berjalan dengan baik. Kandungan Lu Jing Yu yang sudah tampak besar membuat PEI Zhang Xi semakin menyayanginya. Bukan hanya Pei Zhang Xi yang mencurahi kasih sayang pada Lu Jing Yu tetapi juga selir Su yang sering mengirim bibi Gu datang unik berkunjung.
Sejak Lu Jing Yu mengetahui jika Pei Zhang Xi dihukum pukulan papan oleh Kaisar hingga menyebabkan Pei Zhang Xi tidak bisa bangun dari tempat tidur selama satu minggu dan baru bisa berjalan normal setelah satu bulan, ia masih belum bisa memaafkan ayah mertuanya itu dan menolak untuk bertemu. Bahkan saat tanggal lima yang seharusnya ia datang untuk memberi hormat, ia selalu membuat alasan untuk tidak bertemu dengan Kaisar.
Hari ini Lu Jing Yu pergi ke istana untuk menemui selir Su tetapi lagi-lagi tidak mau menemui Kaisar. Lu Jing Yu mengatakan jika perutnya sedikit tidak nyaman dan ingin segera pulang dan istirahat saat Kasim Song mengatakan pada Lu Jing Yu bahwa Kaisar memanggilnya.
"Huh! Pasangan ini begitu sombong." Pei An Long melemparkan cangkir di tangannya saat mendengar laporan Kasim Song. Kasim Song yang merasakan Amarah Pei An Long memuncak tidak bisa melakukan apa-apa. Sudah tiga bulan ini Lu Jing Yu selalu menghindari Pei An Long dengan sengaja. Jika itu adalah orang lain maka orang itu sudah lama mati.
"Apa dia ingin aku pergi menemuinya dan meminta maaf? Memangnya siapa mereka hah?"
"Permaisuri Rui memang sudah keterlaluan Yang Mulia." Suara Wanita yang menambahkan minyak ke dalam api penuh kebencian.
"Permaisuri sedang hamil. Dia memiliki temperamen yang sulit ditebak." Kaisar berkata dengan tenang. Sangat jauh berbeda dengan dirinya yang baru saja marah-marah.
"Itulah yang membuat Permaisuri Rui semakin berani. Yang Mulia terlalu memanjakannya. Lihat, Yang Mulia masih bisa membelanya padahal dia baru saja menolak panggilan Yang Mulia."
"Sudahlah tidak perlu membahas masalah ini lagi. Ada apa ratu kemari?"
Ratu Zhu mendengus dengan kesal. Tapi ia tidak bisa melawan dia duduk di depan Pei An Long terang-terangan.
"Sudah lama tidak ada perayaan di istana. Bagaimana jika kita mengadakan perjamuan?"
"Apa kamu tidak mengingat bahwa ini adalah musim panas yang panjang dan para warga ... ah benar. Lupakan saja. Kalau begitu siapkan perjamuan besar di istana. Pastikan semua orang untuk datang."
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_103♡
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..