Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 250. Pemberontakan 1


Suasana pengadilan pagi berjalan seperti biasa. Satu persatu menteri melaporkan kinerja mereka. Beberapa dari mereka juga melaporkan masalah yang ditemui. Selain itu, ada laporan dari masyarakat mengenai beberapa hal maupun kasus yang terjadi di sekitar. Semua berjalan normal di permukaan. Seperti mereka semua adalah orang awam yang tidak mengetahui apa-apa.


Namun jauh di dalam hati mereka, beberapa orang berdoa agar mereka tidak salah pilih pihak yang mereka dukung. Lagipula menyesal saat ini untuk berbalik pihak sudah tidak ada gunanya lagi. Sekali mereka telah memiliki niat untuk memberontak di hati mereka, akan sangat sulit untuk mengembalikan hati murni mereka untuk penguasa yang sah.


"Yang Mulia, kekeringan di daerah Selatan yang biasa terjadi setiap tahun telah berkurang banyak. Hanya beberapa daerah saja yang terdampak kekeringan dua tahun ini. Hal ini karena alat yang diciptakan oleh Yang Mulia Putri Mahkota. Bahkan, pada tahun ini daerah Selatan yang merupakan daerah penghasil gandum tetap bisa bertani pada saat musim panas. Pencapaian ini sungguh luar biasa." Salah satu menteri tersenyum saat melaporkan hasil yang dia terima dari daerah Selatan yang selalu menjadi langganan banjir. Senyum pria tua begitu tulus. Dengan sepenuh hati memuji kinerja alat yang dibuat dengan ide Lu Jing Yu.


"Bagus. Bagus sekali. Akhirnya setelah sekian lama masalah kekeringan di wilayah selatan yang selalu memakan banyak korban teratasi." Kaisar Pei An Long tertawa dengan bahagia.


"Benar Yang Mulia. Para rakyat di sana juga berniat untuk mengunjungi istana untuk berterima kasih secara langsung dan bertanya apakah perwakilan mereka dapat bertemu dengan Yang Mulia Permaisuri." Ucap menteri itu sambil memberikan surat yang dikirim oleh pimpinan daerah selatan kepada Kasim Song untuk diteruskan pada Kaisar Pei An Long.


"Menteri Hao, kirim balasan surat pada pemimpin daerah selatan bahwa istana ini dengan senang hati menyambut mereka mengenai bertemu dengan Putri Mahkota, Zhen merasa tidak ada alasan untuk menolak kunjungan ini." Kaisar Pei An Long melirik Pei Zhang Xi yang menyesap tehnya dengan tenang. Ia khawatir putranya yang pelit ini mungkin membuat masalah dan tidak mengizinkan istrinya bertemu dengan orang lain. Tapi melihat Pei Zhang Xi yang sangat tenang, ia tahu bahwa putranya ini pasti tidak keberatan.


"Terima kasih Yang Mulia. Pemimpin dan para warga di daerah selatan pasti akan sangat bahagia." Setelah menyampaikan terima kasihnya, menteri itu memberi hormat dan berjalan mundur secara perlahan kembali ke tempatnya.


Menteri itu belum duduk kembali ke tempatnya saat pintu utama aula pengadilan yang selalu tenang selama persidangan terbuka lebar dengan paksa. Suara yang sangat keras menunjukkan bahwa orang yang telah membuka paksa pintu itu menggunakan tenaga yang tidak sedikit. Setelah pintu terbuka lebar, puluhan orang dengan pedang di tangan nya menyerbu masuk. Mereka mengepung seluruh orang di aula utama dengan menggunakan pedang mereka.


Aturan di dalam aula sangat ketat. Setiap orang selain Kaisar, hanya diperbolehkan dua orang yang mendampingi mereka. Yang biasanya terdiri dari satu pelayan kepercayaan dan satu orang lagi adalah pengawal. Jadi tidak ada banyak pengawal yang ada di dalam ruangan. Jika mereka melawan, mereka sudah Pasti kalah jumlah. Lagipula, selain pengawal Kaisar, semua pengawal yang ada di dalam ruangan akan memprioritaskan keselamatan majikan mereka secara pribadi.


"Lancang! Beraninya kalian memasuki aula pengadilan dengan tidak hormat!" Perdana menteri Lu menatap marah para pemberontak yang mengepung mereka.


"Jika kami tidak memberi hormat, lalu apa? Lagipula setelah hari ini kaisar kalian ini akan segera digantikan." Pandangan Menteri Lu menoleh dan menatap tajam jenderal Yuan yang memimpin pasukan. Berdiri di belakang Pei Zhong Min.


"Jenderal Yuan, kamu adalah salah satu jenderal senior di kekaisaran ini. Tugas utamamu adalah menjaga kedamaian kekaisaran. Bagaimana bisa kamu malah bekerja sama dengan para pemberontak?" Jenderal Xun yang merupakan jenderal Besar menatap jenderal Yuan tidak percaya.


"Apa salahnya? Generasi yang sudah tua dan tidak lagi kompeten harus segera dilengserkan. Bahkan hanya memilih pewaris tahta saja gagal, bagaimana bisa mempertahankan kemakmuran Kekaisaran?" Jenderal Yuan mengangkat dagunya tinggi saat dia berbicara.


"Lancang! Sungguh sangat lancang! Beraninya kamu yang hanyalah seorang jenderal tingkat rendah berani mempertanyakan keputusan Yang Mulia."


"Hahahaha. Yang mulia kalian ini akan segera menghilang. Jadi sedikit saran untuk kalian semua. seharusnya sekarang kalian harus pandai mengambil sikap dan tahu kemana kalian akan memihak." Jenderal Yuan tertawa terbahak-bahak sebelum memandang semua orang di ruangan itu dengan cemoohan.


"Zhong Min! Bisa katakan padaku apa yang terjadi di sini? Kenapa kamu tiba-tiba membawa banyak pasukan masuk ke dalam aula persidangan?" Kaisar Pei An Long megepalkan tangannya di atas pegangan kursinya. Buku jarinya memutih karena tekanan yang diberikan.


"Huh! Apa masih perlu ditanyakan? Ayah hanya berpura-pura bodoh atau memang bodoh hah?" Pei Zhong Min memicingkan matanya memandang Kaisar Pei An Long.


"Hei Pei Qin Yang, bukankah saat ini statusmu sebagai raja bahkan telah dicabut meskipun kamu tidak melakukan kesalahan? Jika aku jadi kamu, aku tidak akan dapat terima. Bagaiaman bisa kamu menerima hal memalukan seperti ini?" Pei Zhong Min memandang Pei Qin Yang dengan ejekan di matanya.


"Kakak pertama, seseorang melakukan kesalahan adalah wajar. Jika segera mengakui kesalahan dan meminta maaf, pasti akan dimaafkan. Kakak pertama, cepatlah memohon pada ayah Kaisar untuk mengampuni? Katakan bahwa kali ini adalah sebuah kesalahpahaman saja. Cepat katakan!" Pei Qin Yang menatap Pei Zhong Min dengan penuh harap.


"Aku salah dan harus meminta maaf? Hahahaha. Maaf Pei Qin Yang, sepertinya aku akan mengecewakan mu. Aku bukan dirimu yang bodoh. Yang mau menerima perlakuan seperti itu begitu saja. Tapi karena kamu adalah saudaraku yang selalu perhatian, aku akan berbaik hati padamu. Ikutlah denganku dan aku akan segera memulihkan statusmu." Pei Zhong Min mencibir. Namun ia sungguh-sungguh saat ia meminta Pei Qin Yang bergabung dengannya.


"Tidak kak. Cepatlah sadar jika ini tidak benar. Pemberontakan akan berakhir buruk kak."


"Aku sudah menunjukkan niat baikku. Jika kamu tidak mau menerimanya, maka diam saja dan jangan ikut campur." Pei Zhong Min mengejek.


"Sudah cukup Zhong Min. Kamu adalah pangeran pertama di Kekaisaran Shao ini. Sudah seharusnya kamu memberikan contoh yang baik untuk adik-adik mu. Apa yang kamu lakukan ini benar-benar tidak pantas dilakukan. Cepat bawa kembali anak buahmu dan aku akan menganggap hal ini tidak pernah terjadi." Kaisar Pei An Long memandang perdebatan mereka dan segera memotongnya.


"Hahahaha."


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_250🐣


Mohon maaf telah update hari ini karena hari Minggu adalah hari sibuknya Author 🙏


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉