Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 194


"Apa maksud Yang Mulia Putra Mahkota dengan adanya adikku di sini masalah akan mudah diselesaikan?" Xian Zi Xuan tanpa diduga akhirnya membuka suaranya dan bertanya dengan santai. Semua orang mengalihkan pandangan mereka padanya dengan segera.


"Tidak sulit. Aku hanya perlu menanyakan beberapa hal padanya. Yang Mulia Putra Mahkota adalah kakak dari Putri Shixian, jadi saya ingin bertanya apakah mengizinkan saya melakukannya?" Pei Zhang Xi tersenyum memandang Xian Zi Xuan. Ia juga tidak menyangka jika Xian Zi Xuan akhirnya akan membuka suaranya setelah diam sejak awal seperti masalah mengenai Putri Shixian bukanlah bagian dari urusannya.


"Tidak masalah. Apalagi hal ini juga diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Bagaimanapun Masalah mengenai dua negara adalah sesuatu yang sangat penting. Jadi saya tidak akan menghalangi Yang Mulia untuk menyelesaikan masalah ini apapun yang diperlukan."


"Kalau begitu saya tidak akan sungkan lagi." Pei Zhang Xi mengangguk kan kepalanya dengan elegan sebelum memusatkan pandangannya kembali pada Xian Mu Xuan yang duduk tidak jauh dari Xian Zi Xuan. Membuat gadis itu langsung tegang melihat tatapan Pei Zhang Xi yang menatapnya dengan tajam.


"Putri Shixian, bukankah kamu telah memperhatikan kami sejak awal? Pasti mengetahui betul apa yang aku dan Putri Mahkota lakukan sejak tadi?" Pei Zhang Xi menatap Xian Mu Xuan.


Ia memang terbiasa menjadi psat perhatian dan ditatap sedemikian rupa oleh orang lain, tetapi jika ditatap dengan intensif apalagi dengan rasa kebencian yang besar tentu saja ia akan mencari tahu darimana tatapan itu berasal. Saat itulah ia menemukan Xian Mu Xuan yang memandang Lu Jing Yu yang duduk dengannya dengan tatapan penuh kebencian. Dia merasa jika tatapan bisa membuuh seseorang, Lu Jing Yu pasti telah tiada sejak mereka memasuki aula utama. Jika bukan karena ia berusaha menahan diri agar tidak mengacaukan acara, ia pasti akan menghampiri Xian Mu Xuan dan mencongkel kedua matanya.


Xian Mu Xuan mendongakkan kepalanya dengan terkejut. Ia tidak menyangka jika Pei Zhang Xi memergokinya memperhatikannya. Jika sebelum ia melihat tatapan Pei Zhang Xi yang acuh dan malah terkesan dingin, ia akan bahagia megetahui jika Pei Zhang Xi memperhatikannya. Namun saat ini ia merasa takut.


Semua orang juga terkejut mendengar jika Xian Mu Xuan ternyata telah memperhatikan Pei Zhang Xi. Dilihat dari segi Wajah dan statusnya, Pei Zhang Xi memang tidak diragukan lagi untuk menjadi pusat perhatian bahkan jika dijadikan sebagai target calon suami idaman. Namun meskipun begitu Semua orang mengetahui jika Pei Zhang Xi tidak akan pernah tertarik pada wanita lain selain Lu Jing Yu.


Semua orang memperhatikan Xian Mu Xuan dengan tidak percaya. Apakah putri cantik itu memang benar-benar memperhatikan Pei Zhang Xi? Sebagai seorang gadis, Bukankah tidak pantas untuk memperhatikan seorang pria? Apakah benar seorang putri akan melakukan hal yang akan merusak reputasinya? Namun Pei Zhang XI juga tidak akan berbicara omong kosong begitu saja. Atau mungkin ada kesalahpahaman semata.


"Mu Xuan, apakah benar apa yang dikatakan Putra Mahkota Shao?" Xian Zi Xuan mengernyitkan alisnya saat ia memandang adiknya itu dengan jijik. Ia memang melihat adiknya memandang Pei Zhang Xi, namun ia tidak mengetahui jika Xian Mu Xuan ternyata tidak mengindahkan peringatan nya dan malah terus bermimpi tentang Pei Zhang Xi.


"Tidak. Bukan seperti itu. Aku hanya... Hanya...." Xian Mu Xuan terdiam untuk berpikir sebentar sebelum ia akhirnya menemukan alasan yang masuk akal. "Aku bukan memandang Yang Mulia Putra Mahkota Shao, melainkan adalah yang Mulia Putri Mahkota. Ya benar. Aku bukannya memperhatikan Yang Muli Putri Mahkota melainkan Yang Mulia Putri Mahkota. Seperti itu. Mohon maaf jika hal ini menimbulkan kesalahpahaman Yang Mulia Putra Mahkota."


"Sebentar Putri Shixian, apa saya menyebutkan bahwa anda memperhatikan ku? Kenapa anda mengatakan bahwa anda memperhatikan saya? Apa itu artinya anda mengakuinya?" Xian Mu Xuan terkejut. Sebelumnya karena ia begitu gugup dan bingung untuk mencari alasan hingga ia tidak begitu memperhatikan apa yang dikatakan Pei Zhang Xi.


"Tidak. Saya tidak. Saya hanya salah mengatakannya. Saya benar-benar memperhatikan Yang Mulia Putri Mahkota. Itu karena... Karena... Karena saya sangat mengagumi Yang Mulia Putri Mahkota. Saya hanya beberapa hari di kekaisaran Shao ini namun telah mendengar betapa mengagumkannya Yang Mulia Putri Mahkota. Jadi tidak heran jika Yang Mulia Putra Mahkota begitu mencintainya. Itu saja. Sungguh." Xian Mu Xuan menggertak kan giginya. Ia benar-benar terpaksa mengatakan hal tersebut. Ia memang telah mengetahui bahwa rumor yang didengarnya sebelumnya ternyata salah dan kenyataan nya justru sangat bertolak belakang dan akan membuat setiap wanita iri. Namun ia tidak ingin mengakuinya. Tapi sekarang, demi menyelamatkan dirinya, ia terpaksa harus mengakui hal ini. Di depan semua orang!


"Hem... Jadi seperti itu. Kalau begitu saya juga tidak akan membawa masalah ini lebih panjang lagi. Lagipula tidak peduli siapa yang Putri Shixian perhatikan, pasti dapat mengetahui apa yang sebenarnya aku dan Putri Mahkota lakukan. Bukankah begitu Putri Shixian?" Tentu saja Pei Zhang Xi mengetahui jika alasan yang diberikan Xian Mu Xuan hanyalah sebuah kebohongan. Namun Pei Zhang Xi menyipitkan matanya yang tajam. Membuat Xian Mu Xuan mengangguk dengan segera.


"Aku melihat bahwa Yang Mulia Putra Mahkota dan juga putri Mahkota... mengobrol dan... " Xian Mu Xuan tidak melanjutkan kalimatnya. Melihat keduanya yang begitu hangat dan akrab membuatnya kesal. Dan ia tidak ingin mengakuinya.


"Dan...?" Pei Zhang Xi tidak akan melepaskan Xian Mu Xuan begitu saja. Dengan membongkar bahwa Xian Mu Xuan yang memperhatikan mereka, tidak lupa ia juga menunjukkan pada dunia bahwa dia sangat mencintai Lu Jing Yu dan tidak ada harapan bagi wanita manapun untuk beradaa di antara mereka. Tidak siapapun itu!


"Dan... Yang Mulia sepertinya menggoda Putri Mahkota sehingga Putri Mahkota tertawa saat itu." Xian Mu Xuan menundukkan kepalanya saat ia menggertakkan giginya. Sapu tangan burgambar bunga Sakura juga kusut diremas olehnya di bawah meja.


"Benar. Itulah yang terjadi. Jadi putri Shixian, apakah anda juga merasa jika Putri Mahkota sedang menertawakanmu karena jatuh seperti beberapa oran di sini?" Pei Zhang Xi menyatukan tangannya di atas meja. Memandang Xian Mu Xuan dengan senyum yang tanpa kehangatan sama sekali.


"Tidak. Tentu saja tidak. Sejak awal saya juga tidak merasa seperti itu. Saya juga tidak tahu mengapa semua orang mengira seperti itu. Namun saya juga berharap Putra Mahkota dapat memaklumi/semua orang yang telah salah mengira. Mereka hanya bersikap hati-hati dan berpikiran jauh." Xian Mu Xuan tidak lupa untuk meningkatkan kesan semua orang terhadapnya. Lagipula mengucapkan beberapa kata denan cara sedikit merendahkan diri saja tidak masalah baginya. Dibandingkan hasilnya yang luar biasa. Ini benar-benar pantas.


*


*


*


🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_194🍀


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi cerita, pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉