
Sebelum memulai membaca, Aku mau mengajak para pembaca untuk ikut gabung di Grub ChatQueen. Yuk gabung Yuk 🥰
... Happy Reading 😘...
Setelah Pei Zhang Xi menerima kabar bahwa utusan dari kekaisaran Zhao telah sampai, ia segera kembali ke istana. Dan mendapati bahwa semua jenderal dan juga para menteri telah berada di istana setelah dipanggil oleh Kaisar Pei An Long.
Setelah menyampaikan pesannya. Utusan perang tidak segera pulang tetapi menunggu keputusan dari Kaisar Pei An Long karena mereka memiliki keyakinan besar bahwa melihat besarnya kekuatan yang mereka miliki, Kekaisaran Shao pasti tidak akan berani mengacungkan senjata pada mereka. Pada saat ini, mereka menunggu di tempat peristirahatan dan bersantai di sana.
Di dalam aula Pengadilan saat ini suasana sangat tegang. Para pejabat mulai berdebat mengenai keputusan mereka untuk memilih menyetujui permintaan musuh dan menjadi kekaisaran yang berada di bawah kendali kekuasan Kekaisaran Zhao atau mereka akan berperang melawan Kekaisaran Zhao untuk mempertahankan kedaulatan mereka.
Pei Zhang Xi datang pada saat utusan perang dari Kekaisaran Zhao menyampaikan tuntutan mereka. Ia sangat marah hingga ia hampir tidak mampu menahan diri untuk memenggal kepala utusan itu yang sangat sombong. Dia hanyalah seorang utusan rendahan. Dia bahkan berani mengatakan jika Lu Jing Yu tidak pantas untuknya dan sama sekali tidak sebanding dengan putri mereka. Memangnya dia tahu apa? Memangnya dia siapa sehingga bisa mengatakan apapun sesuai yang ada di hati nya!
Tetapi memang biasanya seorang utusan perang memiliki temperamen yang sombong dan memandang rendah siapapun. Karena pada saat mereka menjadi utusan perang ke kerajaan yang memiliki kekuatan lebih kecil dari mereka, demi menjaga kondisi tetap stabil dan terjaga, mereka akan memperlakukan nya dengan sangat baik seperti mereka memperlakukan tamu terhormat.
Namun demikian, meskipun sepertinya status seorang utusan perang sangat bergengsi dan memiliki penghasilan yang banyak, namun resiko mereka juga tidak main-main. Jika musuh mereka tidak terima, kepalanya bisa dikirim ke Kekaisaran Shao dan menjadi jawaban balasan dari musuh bahwa mereka memilih berperang.
Pei Zhang Xi masih mencoba ditenangkan oleh Mo Han dan Pei Qin Yang ketika ia mendengar beberapa menteri mengajukan pendapat mereka yang semakin membuat nya marah.
"Yang Mulia, permintaan mereka memang sangat keterlaluan. Bagaimana bisa mereka meminta beberapa daerah yang berada di wilayah kita begitu saja? Mereka pikir wilayah-wilayah itu adalah sepotong kue yang dirobek begitu saja? Tetapi jika kita melawan mereka pun sepertinya kita akan kalah telak mengingat jumlah pasukan mereka yang berjumlah lima kali lipat dari jumlah pasukan kita. Bagaimana jika kita mengajukan tawaran?" Menteri Jun mengutarakan pendapatnya.
"Yang dikatakan Menteri Jun benar. Jika kita melawan, dampaknya pasti akan sangat buruk, kan? Mengajukan tawaran dengan pihak mereka adalah pilihan yang tepat." Menteri lainnya menganggukkan kepalanya.
"Yang Mulia, tolong perintahkan pada hamba untuk menjadi utusan ke Kekaisaran Zhao untuk melakukan negosiasi." Seorang menteri maju dan membungkukkan badannya.
"Menteri Zhu sudah setuju menjadi utusan negosiasi. Jika menteri Zhu, negosiasi akan berjalan dengan lancar. Dengan begitu kita bisa selamat dari bahaya perang yang menakutkan ini." Seorang menteri terlihat sangat bahagia. Wajah tegang nya sebelumnya tidak terlihat sama sekali saat ini.
"Oooh.... Sepertinya kalian sudah membuat kesepakatan. Sungguh bagus. Aku tidak tahu jika para menteri ku telah berkembang sejauh ini." Sindir Pei An Long dengan malas di atas kursi kebesarannya. Wajahnya tampak tidak senang sama sekali.
"Mohon maafkan hamba mu ini Yang Mulia." Semua menteri itu segera tahu kesalahan mereka dan meminta maaf dengan cara bersujud di lantai.
"Huh! Sudah lah. Kalian bisa bangun sekarang." Kaisar Pei An Long menghela napas panjang. Ia memindah posisi tubuhnya yang semakin membuat para menteri ini gemetar ketakutan.
"Negosiasi itu bisa saja dilakukan. Tapi katakan padaku apa yang akan kita tawarkan pada mereka sebagai bahan pertimbangan? Sedangkan kemauan mereka semuanya tidak ada yang mudah." Kaisar Pei An Long menatap semua orang. Mereka dari tadi membicarakan untuk melakukan negosiasi, tapi melakukan negosiasi dengan apa?
"Yang Mulia, bukankah tuntutan mereka yang terakhir adalah bahwa mereka menginginkan posisi Putri Mahkota untuk putri mereka?" Menteri Jun mengatakan niat yang telah ia pendam sejak awal. Lagipula, jika yang menjadi Putri Mahkota bukan lagi Lu Jing Yu, bukannya tidak mungkin memasukkan putri dari keluarga nya? Hanya tinggal menunggu waktu.
Namun Kaisar Pei An Long belum menanggapi saat suara gebrakan keras terdengar dari bagian depan. Tempat dimana Pei Zhang Xi duduk. Ia menatap menteri Jun dengan tajam dan penuh amarah. "Jika kamu berani Katakan sekali lagi!" Tantang Pei Zhang Xi sambil menunjuk menteri Jun.
"Mohon maafkan hamba Yang Mulia. Namun saat ini hamba rasa solusi inilah yang paling sesuai untuk dipilih. Memiliki Putri dari Kakaisaran Zhao juga bukan hal yang buruk. Dengan adanya hubungan pernikahan antara kedua Kekaisaran, kedamaian antara kedua Kekaisaran akan terjaga dengan baik. Bukankah seperti itu? Putri Mahkota saat ini hanya berasal dari keluarga Menteri, dibandingkan dengan Putri Kekaisaran Zhao, bukankah statusnya sudah dapat dilihat dengan baik? Menjadi seorang selir juga bukan sesuatu yang buruk. Selama bisa memenangkan Hati Yang Mulia, masih akan mendapatkan kasih sayangnya. " Ucap Menteri Jun dengan tersenyum. Meyakinkan semua orang akan apa yang ia katakan. Ia bahkan berani menatap mata perdana menteri Lu yang terlihat sangat marah. Mana mungkin ia terima jika putrinya diperlakukan dengan cara yang sangat tidak adil seperti ini!
"Lagipula jika kita memaksa untuk melawan mereka pun, tidak ada yang menjamin jika kita akan menang. Dan jika kalah dalam perang, bukan hanya wilayah-wilayah itu yang mereka kuasai melainkan seluruh kekaisaran. Yang Mulia, hamba mohon kebijaksanaan Yang Mulia untuk memprioritaskan kepentingan Kekaisaran Shao dari pada kepentingan Pribadi Yang Mulia." Lanjutnya sambil memandang Kaisar Pei An Long dengan tatapan yang mengharap.
Ia memiliki keyakinan besar jika usulannya ini adalah usulan yang baik. Apalagi jika negosiasi ini berakhir dengan baik. Karena dialah yang mengusulkan negosiasi ini, bukankah Putri Dari Kekaisaran Zhao akan memiliki pandangan yang baik padanya dan akan lebih mudah memasukkan putri dari keluarga nya untuk menjadi selir di masa depan?
Saat ini salah satu keponakannya telah menjadi salah selir Kaisar, jika ada gadis lain yang masuk ke istana lagi dan bahkan menjadi selir dari Putra Mahkota yang kelak akan mewarisi tahta, bukankah masa depan keluarga nya akan terjamin di masa depan?
"Jika menurut anda menjadi selir adalah sesuatu yang baik, kenapa anda tidak mengajukan seluruh gadis di keluarga anda untuk menjadi selir di kekaisaran Zhao? Bukankah ini yang anda inginkan Menteri Jun?" Perkataan Pei Zhang Xi mmebungkam mulut Menteri Jun yang hampir berbusa setelah memuntahkan omong kosong sejak tadi.
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_285🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
***