Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 143


Lu Jing Yu mengernyitkan alisnya menatap gadis cantik yang berpakaian laki-laki di depannya. Rambutnya tidak dihias dengan japit rambut atau ditata dengan indah melainkan diikat ekor kuda dengan gelang giok berwarna hitam dengan pola api yang mengikatnya. Tubuhnya berdiri dengan tegak seperti seorang prajurit sejati alih-alih seperti gadis cantik lainnya. Wajahnya yang cantik tampak misterius saat wajah itu terlihat begitu tegas.


"Kakak ipar ah salah. Seharusnya aku mulai memanggil Yang Mulia Putri Mahkota, putra mahkota memintaku untuk menjadi pengawal pribadi anda mulai saat ini." Ucap Pei Shi Liang dengan percaya diri. Ia mengangkat dagunya dengan bangga. Melihat adik iparnya yang seperti itu membuat Lu Jing Yu memijat pelipisnya dengan frustasi. Masalah apa yang diberikan suaminya kepadanya kali ini?


"Jangan memanggilku seperti itu. Memanggil dengan cara yang biasanya saja. Lagipula Kenapa kamu memakai pakaian seperti ini? Jika ada yang melihatmu berkeliaran di sini dengan pakaian seperti ini, tidak tahu apa yang akan dipikirkan orang tentang kediaman ini. Mungkin mereka akan berpikir bahwa kediaman Raja Rui bertindak semena-mena memperlakukan seorang putri Kaisar menjadi seorang penjaga." Lu Jing Yu menggerutu melihat penampilan Pei Shi Liang.


"Tidak masalah. Aku memang sudah terbiasa memakai pakaian laki-laki seperti ini. Lagipula saat berlatih pedang tidak mungkin memakai hanfu wanita kan?" Pei Shi Liang memegang menunjukan pedangnya yang ia sarungkan di ikat pinggangnya.


"Tapi aku yakin pasti ada hanfu wanita yang sesuai dengan pendekar wanita. Cepat ganti baju dan berdandan yang cantik. Saat ini yang aku butuhkan adalah teman bukannya penjaga."


"Aku rasa kakak putri mahkota belum mengetahui apa yang terjadi di kediaman kakak ke Lima kan?" Pei Shi Liang jelas tidak ingin berganti baju. Lagipula baginya hanfu laki-laki lebih mudah digunakan dan lebih nyaman untuk digunakan bergerak.


"Apa yang terjadi? Tidak terjadi apa-apa pada Yang Mulia kan?" Lu Jing Yu bertanya dengan panik. Belakangan ini banyak masalah yang muncul. Dan sekarang tiba-tiba saja Zhu Man Xie meninggal setelah menerima hukuman cambuk yang tidak begitu banyak jumlahnya. Lu Jing Yu memiliki firasat jika kematian Zhu Man Xie pasti tidak sesederhana yang terlihat di permukaan. Jadi saat dia mendengar sesuatu terjadi itu kediaman Pei Qin Yang dimana Pei Zhang Xi berada saat ini tentu saja membuat Lu Jing Yu khawatir.


"Kakak putra mahkota tidak apa-apa. Tapi dia mengkhawatirkan keselamatan kakak ipar putri mahkota. Jadi memintaku untuk datang kemari."


"Aish! Apa benar-benar tidak bisa merubah panggilanmu itu? Jika panggilan yang panjang seperti itu membuat telinga risih."


"Lupakan saja!" Lu Jing Yu menggertakkan giginya mengabaikan panggilan Pei Shi Liang yang terdengar sangat aneh saat mendengar gadis itu memanggilnya demikian. Yang terpenting saat ini adalah untuk mengetahui apa yang terjadi di kediaman Pei Qin Yang saat ini.


Pei Shi Lian berpikir sebentar sebelum memberitahu Lu Jing Yu keadaan dan dugaan Pei Zhang Xi pada Lu Jing Yu. Pei Zhang Xi secara khusus berpesan padanya untuk tidak menyembunyikan apapun mengenai kejadian di kediaman Pei Qin Yang dari Lu Jing Yu dan memberitahunya jika istrinya itu bertanya. Meskipun Pei Shi Lian masih belum mengerti kakak iparnya dengan baik, jika Pei Zhang Xi saja sampai percaya dan tidak menyembunyikan darinya, itu artinya kakak iparnya memang layak.


Lu Jing Yu mengangguk paham. Lalu berpikir sebentar sebelum memberi perintah setelah menemukan sebuah ide. "Baiklah aku mengerti. Tolong minta seseorang menyampaikan sesuatu pada Yang Mulia."


"Baiklah kakak ipar putri mahkota. Aku akan memanggil seseorang." Setelah Pei Shi Liang keluar dari kamarnya, Lu Jing Yu meminta Xiao Bei mengambilkan kertas dan tinta untuknya. Lalu segera menulis beberapa kalimat sebelum memberikannya pada Pei Shi Liang yang diterima oleh gadis itu tanpa ragu dan memberikannya pada seorang penjaga di luar untuk disampaikan pada Pei Zhang Xi.


"Baik Putri Mahkota." Chu Fei mengangguk dan segera bergerak mendekati Pei Shi Liang.


"Tapi kak..."


"Ganti apa kembali ke istana sekarang." Putus Lu Jing Yu dengan cepat.


"Ganti ganti. Aku ganti sekarang. Jangan minta aku kembali ke istana." Pei Shi Liang berlari sambil menarik Chu Fei keluar dari kamar. Lu Jing Yu menghela napas sambil menggelengkan kepalanya.


Pei Zhang Xi menerima pesan yang dikirimkan Lu Jing Yu padanya dengan terkejut. Ia seperti mendapatkan secercah cahaya. Sejak tadi dia bingung memikirkan solusi terbaik menghadapi masalah ini. Dia benar-benar harus memikirkan cara yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak menimbulkan dampak besar sekaligus mengungkapkan pelakunya sebelum upacara pemakaman Zhu Man Xie.


Saat Pei Zhang Xi sedang membicarakan rencana dengan Mo Han, seorang pelayan datang dan memberitahunya bahwa Zhu Yao Yan memintanya datang ke salah satu kamar di kediaman Pei Qin Yang.


"Tuan tua Zhu?" Gumam Pei Zhang Xi mengernyitkan alisnya. "Baiklah. Antar aku ke sana."


*


*


~#Permaisuri Tidak Ingin Mati_143#~


Please like, share, vote and comment 😊