Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
82. Pergi Ke Istana Lagi


Setiap hari Ke lima setiap bulan, para pangeran yang tinggal di luar istana akan mengunjungi istana untuk memberi hormat pada tetua. Mereka yang sudah menikah juga harus membawa istri mereka. Ini adalah bulan ke lima pernikahan Lu Jing Yu dan Pei Zhang Xi, tetapi ini adalah pertama kalinya ia ikut acara ini sebab kondisinya yang tidak memungkinkan.


Sejak pagi, Xiao Bei sudah membangunkan Lu Jing Yu untuk segera bersiap. Perut Lu Jing Yu sudah menunjukkan pertumbuhannya. Benjolan kecil terlihat di perut bagian bawah Lu Jing Yu. Memasuki bulan keempat , perut Lu Jing Yu sudah terlihat juga karena badannya yang terlalu kurus. Makan Lu Jing Yu baru pulih setelah memasuki bulan keempat.


Hari ini Xiao Bei menyiapkan hanfu berwarna putih tulang yang cantik. Di pinggir hanfu itu, sulaman bunga mawar tersebar dengan warna-warna yang cantik. Benjolan kecil di perutnya juga terlihat lucu. Pei Zhang Xi berkali-kali mengelus perut yang menonjol itu dengan gemas. Jika itu di kamar mereka, Pei Zhang Xi dadah akan meletakkan kepalanya di atas paha Lu Jing Yu dan menciumi perut yang menonjol itu.


"Ibu akan sangat senang melihat cucunya nanti." Ucap Pei Zhang Xi setelah membantu Lu Jing Yu dengan nyaman di kereta.


"Aku terkadang berpikir ibu akan memakanku jika aku berlama-lama ditetapkan olehnya."


"Ibu memang seperti itu. Dia memang orang yang aneh. Aku sendiri saja juga berpikir seperti itu."


"Bagaimanapun itu adalah ibu Yang Mulia sendiri. Kenapa berkata seperti itu?"


"Memang kenyataannya." Jawab Pei Zhang Xi tanpa berpikir. Ia menarik Lu Jing Yu ke dalam pelukannya dan memainkan rambut panjang Lu Jing Yu yang hari ini dibuat agak keriting di bagian depan oleh Xiao Bei. Membuat Pria Zhang Xi gemas untuk mempermainkannya. Menggulungnya lalu melepaskannya. Terkadang juga ia tarik lalu diciumnya.


"Tidak boleh berkata seperti itu. Apa Yang Mulia mau jika setelah anak Yang Mulia lahir ia juga akan menganggap Yang Mulia aneh?"


"Tidak bisa. Anakku tentu saja tidak akan seperti itu. Dia akan memujaku sebagai ayahnya."


"Ish. Jangan bermain rambutku. Geli." Lu Jing Yu menepuk tangan Pei Zhang Xi yang terus mempermainkan rambutnya.


"Hehehe. Bagaimana caramu membuat ini?"


"Mana aku tahu. Itu Xiao Bei yang membuatnya." Tangan Pei Zhang Xi yang sudah gemas kembali berusaha meraih rambut Lu Jing Yu, tetapi ditepuk kembali olehnya.


"Jangan mainkan rambutku. Kalau Yang Mulia suka, nanti aku akan meminta Xiao Bei mengatur rambut Yang Mulia menjadi seperti ini. Mau?" Lu Jing Yu memelototkan matanya.


"Tidak. Aku hanya ingin menyentuhnya saja. Ayolah izinkan aku menyentuhnya."


"Yang Mulia, tidakkah Yang Mulia berpikir jika Yang Mulia aneh?" Pei Zhang Xi segera diam setelah dikatakan aneh oleh Lu Jing Yu. Bagaimanapun ia juga merasa bahwa dirinya aneh. Jika tidak,  dia tidak mungkin bermain rambut seperti itu.


Lu Jing Yu tersenyum puas. Saat pasangan ini keluar dari kereta, dua wajah yang tampak saling bertolak belakang dilihat dengan jelas oleh semua orang. Lu Jing Yu dengan senyum kemenangan di wajahnya. Sedangkan Pei Zhang Xi yang seperti anak kecil yang tidak dibelikan manisan oleh ibunya. Melihat perbedaan yang sangat kontras antara keduanya, orang tidak bisa tidak berpikir apa yang sedang terjadi.


"Raja Rui, adik ipar. Kalian juga baru saja sampai?" Seorang wanita dengan gadis kecil di tangannya dan seorang pria muda yang tampan yang memiliki bentuk bibir yang sama dengan Pei Zhang Xi menghampiri mereka. Ketiganya juga baru turun dari kereta.


"Raja Wei, kakak ipar." Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu tersenyum begitu melihat keduanya. Pangeran ketiga, Pei Wu Shan tidak berambisi memperebutkan tahta. Sikapnya yang santai dan low profil membuatnya tidak menjadi sasaran mata para pangeran yang saling berebut.


Mereka sekeluarga yang cukup dekat dengan yang keluarga pangeran yang lain. Kecuali dengan keluarga Pei Zhong Min yang terkenal sombong dan memiliki lidah yang tajam.


"Itu bagus. Kita bisa pergi bersama-sama. Mari." Yun Ying sangat senang. Ia segera menarik putri kecilnya untuk berjalan bersama dengan Lu Jing Yu dan meninggalkan Pei Wu Shan.


"Adik ipar. Perutmu sudah mulai terlihat. Bukannya masih tiga masuk empat bulan ya? Apa jangan-jangan ini adalah anak kembar?" Yun Ying tanpa meminta izin langsung menyentuh perut menonjol Lu Jing Yu dan mengelusnya pelan. Sekarang Lu Jing Yu sudah terbiasa dielus perutnya oleh Pei Zhang Xi dan ia juga sudah bersiap jika nanti disentuh orang lain di istana ini. Jadi dia tidak memiliki perasaan yang tidak nyaman seperti sebelumnya.


"Tidak kak. Awalnya aku juga berpikir seperti itu. Yang Mulia juga. Tetapi setelah diperiksa oleh Tabib Xue ternyata tidak. Ini adalah kehamilan tunggal. Sedangkan kenapa perutku terlihat lebih besar itu karena tubuhku yang terlalu kurus." Ucap Lu Jing Yu sambil tersenyum.


"Oh seperti itu. Aku kira itu adalah bayi kembar. Akan sangat lucu jika ada bayi kembar di keluarga ini nanti."


"Kenapa tidak bayi kakak saja yang kembar?"


"Tidak. Aku masih terlalu takut untuk melahirkan lagi. Putriku juga baru saja stabil. Aku masih ingin merawat Putriku dengan baik." Putrinya terlahir dengan lemah. Dan baru setelah perjuangan beberapa tahun kondisinya pulih seperti anak-anak lainnya.


"Eh...itu kan raja Yuan dan permaisurinya." Yun Ying menunjuk tempat di depan mereka. Yaitu halaman Kaisar. Setiap pangeran yang datang akan mengunjungi Kaisar pertama kali, baru kemudian Ratu, Ibu suri dan pensiunan Kaisar. Baru setelah itu mereka bisa menemui ibu mereka masing-masing.


"Benar. Itu memang mereka. Mereka baru saja keluar dari paviliun Huan Long." Lu Jing Yu mengangguk.


"Mereka terlihat sangat bahagia. Lihatlah senyum mereka yang lebar." Mendengar ucapan Yun Ying, Lu Jing Yu reflek melirik Pei Zhang Xi yang menggenggam tangannya. Bagaimanapun Lu Jing Yu masih memiliki rasa khawatir di hatinya jika itu menyangkut Zhu Man Xie. Ia takut suatu saat ia akan mengingat kembali kisah cinta masa lalunya dan akan tetap membunuhnya suatu saat nanti. Pei Zhang Xi yang merasa tatapan mata Lu Jing Yu yang tertuju padanya juga meliriknya.


"Kakak ipar memang memiliki penglihatan yang bagus. Tetapi sepertinya kakak ipar melupakan sesuatu."


"Apa itu?"


"Pasangan yang paling bahagia di sini adalah aku. Lihatlah istriku sudah hamil." semua orang menghentikan langkahnya. Mereka tidak menyangka akan mendengar jawaban itu dari Pei Zhang Xi.


~○○○~


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_82♡


*


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..