
Selir Qiao juga melihat kedatangan Paduka Kaisar dan segera ingin berbicara. Tentu saja apa yang akan dia bicarakan sama tidak baiknya dengan apa yang dia bicarakan pada semua orang yang datang sebelumnya, tetapi karena mulutnya sudah penuh dengan kaos kaki, Tidak sepatah kata pun yang berhasil keluar dari mulutnya. Akhirnya, ia hanya bisa menggeram dan bergumam tidak jelas. Membuat Paduka Kiasar mengerutkan alisnya. Apa yang ingin dikatakan wanita ini? Tapi jika dilihat dari ekspresinya, ia pasti memiliki niat yang tidak baik.
Bibi pelayan yang bertanggung jawab untuk mengawasi Selir Qiao memberi hormat pada Paduka Kaisar sebelum menjawab dengan sopan. Ia melirik Selir Qiao dengan lega. Diam-diam bersyukur atas penderitaan yang dialami selir Qiao saat ini. Lihatlah wajahnya yang sangat marah tetapi tidak bisa melampiaskan kekesalannya itu. Heh... Lihatlah dulu yang begitu sombong. Saat ini bahkan pelayan rendah seperti dirinya dapat menekannya dengan sesuka hati.
"Menjawab Paduka Kaisar, Yang Mulia Kaisar menghukum Nyonya Qiao untuk berlutut di sini sampai masa berkabung usai." Jawab Pelayan itu dengan senyum di wajah nya.
Paduka Kaisar menganggukkan kepalanya. "Lalu kenapa tidak sambil membiarkan nya berlutut sambil memohon maaf tetapi malah menyumpal mulutnya?" Tanya Paduka Kaisar lagi.
"Sebenarnya Yang Mulia juga sudah memerintahkan hal itu, tetapi nyonya Qiao tidak mau melakukannya dan malah terus mengucapkan banyak omong kosong. Lalu Putri Ke delapan datang dan menyuruh kami untuk menyumpal mulutnya saja jika dia tidak mau meminta maaf dan malah terus berbicara omong kosong." Jawab pelayan itu sambil melirik sinis Selir Qiao lagi dan lagi.
"Oh. Jadi biarkan saja seperti itu." Paduka Kaisar mengangguk pelan sebelum ia pergi dari sana untuk kembali ke istana Kedamaian.
***
Kaisar Pei An Long mengurung dirinya di ruang kerjanya setelah Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu pergi beberapa saat yang lalu. Ia masih tidak bisa mempercayai apa yang dia lihat sebelumnya. Bagaimana bisa putranya menjadi seperti itu?
Flash Back On....
Setelah Pei Zhang Xi setuju untuk menjadi 'kelinci percobaan' Lu Jing Yu, ia segera duduk dengan tenang seperti yang dikatakan oleh istrinya. Kaisar Pei An Long masih tidak mengerti apa yang coba dilakukan oleh Lu Jing Yu, tetapi karena selama ini menantunya ini sering mengejutkan semua orang dengan ide aneh tetapi sangat efektif, ia mencoba percaya dan memberi kan kesempatan. Ia melihat dari samping dengan tenang. Menunggu apa yang akan terjadi.
Lu Jing Yu mengeluarkan jarum perak dan meletakkannya di atas meja dengan tenang. Wajah Pei Zhang Xi sedikit berubah melihat deretan jarum perak yang terlihat panjang dan tajam itu. Kaisar Pei An Long merasa sedikit bersemangat. Ia sangat senang melihat penderitaan Pei Zhang Xi, putranya yang kurang ajar itu!
"Yang Mulia, sebelum aku mulai, tolong jawab pertanyaan ku dengan baik." Ucap Lu Jing Yu serius tepat di depan Pei Zhang Xi.
"Ya. Apa yang ingin kamu untuk aku jawab?" Pei Zhang Xi dengan malas menanggapi.
"Nah, coba jawab siapa aku?" Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya saat mendengar pertanyaan Lu Jing Yu.
"Tentu saja kamu Istriku, Lu Jing Yu. Pertanyaan konyol macam apa itu!" Jawab Pei Zhang Xi dengan kesal.
"Sudah jangan banyak protes. Jawab saja dengan benar." Lu Jing Yu memutar bola matanya.
"Hemp!" Pei Zhang Xi mendengus.
"Pertanyaan kedua, kalau aku adalah istrimu, apa kamu mencintaiku?" Lanjut Lu Jing Yu dengan wajah yang masih terlihat sangat serius.
"Kamu ini mau bercanda ya?!"
"Tidak Tidak. Jawab saja."
"Huh iya."
"Bagus." Lu Jing Yu mengangguk puas mendapatkan jawaban yang dia inginkan. Menurutnya tahap ini sangat penting untuk menunjukkan apa yang coba ia tunjukkan pada Kaisar Pei An Long. Namun di mata Pei Zhang Xi, Lu Jing Yu hanya ingin bermain-main.
Bukan hanya Pei Zhang Xi yang salah paham pada Lu Jing Yu, Kaisar Pei An Long bahkan berpikir jika menantunya ini sangat sombong atas cinta yang diberikan oleh putranya padanya. Gadis sombong! Kaisar Pei An Long mendengus kesal.
Lu Jing Yu juga tidak bodoh dan segera mengetahui dengan mudah apa yang ada di pikiran kedua laki-laki itu tentangnya. Namun ia tidak ambil pusing dan segera mengambil napas untuk mempersiapkan diri.
Lu Jing Yu ingin melakukan hipnotis pada Pei Zhang Xi tetapi menggunakan metode akupuntur. Ia sendiri belum pernah melakukannya Sebelumnya. Ia hanya pernah membantu ibunya melakukannya untuk menyembuhkan orang yang mengalami trauma berat setelah mengalami kecelakaan yang parah.
"Kalau begitu aku mulai ya."
"Ya..." Jawab Pei Zhang Xi malas. Ia masih menganggap istrinya main-main.
Tangan lentik Lu Jing Yu mencabut satu buah jarum perak, mensterilkannya dengan membakarnya dengan lilin sebelum menemukan titik akupuntur di bagian tubuh Pei Zhang Xi yang tepat untuk menancapkan nya di sana. Setelah sampai pada titik tertentu, ia mengambil jarum yang lain. Membakarnya lagi untuk mensterilkan nya dan menancapkan nya di bagian tubuh yang lain. Lalu setelah tiga jarum perak itu menancap di tubuh Pei Zhang Xi, secara tiba-tiba Pei Zhang Xi yang awalnya baik-baik saja kehilangan kesadaran nya.
Kaisar Pei An Long sangat terkejut. Bagaimana bisa Pei Zhang Xi yang adalah seorang laki-laki yang kuat akan dengan mudah pingsan hanya dengan tiga buah jarum? Apakah putranya kesakitan sampai pingsan? Itu tidak mungkin! Namun keterkejutannya dengan cepat bertambah saat Lu Jing Yu mulai bertanya.
"Apa Yang Mulia bisa mendengarku? Jika bisa tolong anggukkan kepalamu."
Kaisar Pei An Long masih tidak percaya dengan apa yang terjadi dan sudah dikejutkan lagi dengan perkataan Lu Jing Yu. Pei Zhang Xi jelas pingsan tepat di depannya, bagaimana mungkin dia bisa mendengar? Namun anggukan Pei Zhang Xi hampir membuat darah nya menyembur dari mulutnya karena terkejut. Kaisar Pei An Long sama sekali tidak menyangka jika Pei Zhang Xi akan menganggukkan kepalanya dengan lemah, namun jelas.
"Baik. Kalau Yang Mulia bisa mendengar ku, dengarkan aku baik-baik. Hanya dengarkan aku dan ingat apa yang aku katakan. Apa Yang Mulia mengerti?" Kaisar Pei An Long masih tidak percaya tetapi ia penasaran. Ia mulai serius melihat dan mendengarkan.
Kali ini, saat Pei Zhang Xi menganggukkan kepalanya lagi, Kaisar Pei An Long sudah tidak terlalu terkejut.
Pei Zhang Xi mengangguk kembali.
Mata Kaisar Pei An Long hampir melompat mendengarnya. Apa ini?
"Kalau begitu bangun sekarang dan lakukan seperti apa yang aku katakan. Apa kamu paham?"
Pei Zhang Xi mengangguk lagi.
"Nah, aku akan mencabut jarum yang ada di tubuhmu. Nanti setekah kamu mendengar suara jentikan, kamu akan bangun."
Pei Zhang Xi mengangguk. Puas dengan apa yang dia lakukan, Lu Jing Yu mulai mencabut tiga jarum dari tubuh Pei Zhang Xi. Dengan urutan yang sama dengan bagaimana ia menancapkan nya di awal.
Kaisar Pei An Long tidak lagi menganggap Lu Jing Yu sekedar bermain-main atau sedang pamer. Selanjutnya ia memperlakukan semuanya dengan serius sekarang.
Mata Pei Zhang Xi yang sejak tadi tertutup mulai terbuka setelah mendengar suara jentikan yang jelas. Dari wajahnya, ia tampak sangat terkejut. Apa yang dia lakukan di sini? Memandang Kaisar Pei An Long dengan cemas. Lalu memandang Lu Jing Yu dengan heran.
"Katakan padaku siapa kamu?" Lu Jing Yu memandang Pei Zhang Xi yang kebingungan dan bertanya.
"Tentu saja aku adalah Pei Zhang Xi, Putra Mahkota Kekaisaran Shao." Pei Zhang Xi Dengan kesal. Ia terlihat sangat tidak bahagia.
"Lalu apa Yang Mulia mengenaliku?"
"Ya. Kamu Lu Jing Yu. Bodoh!" Pei Zhang Xi mendengus saat menjawabnya.
"Yang Mulia, apa kamu mencintaiku?" Lu Jing Yu mengulurkan tangannya untuk memegang pundak Pei Zhang Xi, tapi laki-laki itu dengan cepat menghindar.
"Heh! Kamu bertanya apa aku mencintaimu? Jangan harap! Aku tidak akan pernah mencintai wanita licik sepertimu yang akan menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan." Pei Zhang Xi menjauhi Lu Jing Yu seperti dia adalah kuman. Kaisar Pei An Long tidak dapat mempertahankan ketenangan nya sejak awal. Dan wajahnya memiliki ekspresi yang aneh.
"Baik baik aku paham." Bibir Lu Jing Yu berkedut. Ia seperti melihat Pei Zhang Xi saat ia baru sjaa menyeberang. "Kalau begitu tolong jawab aku, apakah Yang Mulia mengenalnya?" Lu Jing Yu menunjuk Kaisar Pei An Long.
"Tentu saja. Dia adalah Yang Mulia Kaisar. Ayahku sendiri. Bagaimana hamba bisa melupakan nya. Kaisar bodoh sepertinya mana mungkin aku tidak tahu." Kaisar Pei An Long berkedut. Jadi, meskipun dia tahu bahwa yang ada di depannya adalah seornag Kaisar, ia masih tidak menunjukkan rasa hormat? Dan dia bahkan menyebutnya Kaisar bodoh! Ia mulai kesal. Ingin sekali memukul kepala putranya yang kurang ajar itu.
"Pfft!" Lu Jing Yu juga tidak menyagka Pei Zhang Xi akan sangat berterus terang sehingga ia hampir tidak bisa menahan tawanya. "Apa yang Yang Mulia katakan? Bagaimana bisa Yang Mulia berkata seperti itu tentang Yang Mulia Kaisar?"
"Lalu apa? Dia selalu saja dengan mudah dibohongi oleh ibuku yang konyol itu. Memalukan!" Pei Zhang Xi mendecih. Melirik Kaisar Pei An Long dengan tatapan mengejek.
Kaisar Pei An Long tidak dapat menahan amarahnya lagi. "Apa dia bsia kembali normal?"
"Tentu saja Ayah. Aku bisa membuatnya meyakini seuatu dan melupakan sesuatu sesuai dengan kemauanku. Tentu saja aku juga bisa mengembalikannya. Dia juga bisa kembali normal tanpa bantunku namun akan sangat sulit dan itu tergantung pada kemauannya sendiri." Lu Jing Yu menjelaskan.
Kaisar Pei An Long mengangguk paham. "Baiklah kalau begitu. Anak bodoh ini benar-benar kurang ajar. Kembalikan dia seperti semua dan biarkan aku menghajarnya nanti."
Lu Jing Yu tidak bisa berbuat apa-apa. Ia kembali membakar sebuah jarum dan membuat Pei Zhang Xi pingsan dengan itu. Namun kali ini hanya diperlukan satu jarum.
"Yang Mulia, sekarang dengarkan aku. Setelah kamu bangun nanti, semuanya akan kembali normal. Kamu adalah Pei Zhang Xi yang sangat sangat sangat mencintai istrimu, Lu Jing Yu. Yang Mulia mengerti?"
Kaisar Pei An Long mengerutkan alisnya. Menantunya ini tidak melepaskan kesempatan sama sekali. Bukankah jika begitu, setelah putranya bangun nanti ia hanya akan semakin jatuh cinta pada menantunya yang kurang ajar ini?
*
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_263🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Terima kasih untuk Kak 'Narimah Ahmad' untuk tips nya 🥰
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉