
Mohon maaf. Karena Author tidak fokus hari ini udah karena anak Author sedang sakit, author keliru meng-update episode. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.
Pei Qin Yang menatap tidak percaya Zhu Man Xie yang sedang memakai pakaiannya di depannya tanpa perubahan ekspresi sedikitpun. Ia semakin tidak mengenali istrinya. Ia sudah menyetujui untuk ikut dalam pertarungan memperebutkan tahta. Ia menemui banyak orang untuk memberikan dukungan mereka padanya hanya demi memenuhi ambisi Zhu Man Xie yang seakan tidak ada habisnya bahkan jika ia ikut dihina karena kelakuan Zhu Man Xie yang keterlaluan.
Selama ini ia sudah berusaha sabar menghadapi Zhu Man Xie dan memaklumi setiap tindakannya berharap agar istrinya dapat kembali menjadi gadis polos yang dulu ia kenal yang membuatnya jatuh cinta pada kelemahan lembutannya. Tapi saat ini sepertinya harapannya akan sia-sia.
"Aku akan membongkar kebohonganmu ini di depan semua orang. Aku akan mengatakan bahwa kamu sudah lama keguguran."
"Hahahaha. Apa Yang Mulia tidak berpikir apa yang akan mereka pikirkan mengenai dirimu?" Zhu Man Xie mencibir. "Aku sarankan Yang Mulia untuk tetap merahasiakan kehamilan ini. Jika tidak, Yang Mulia mungkin juga akan dituduh ikut membohongi Kaisar dan akan dihukum dengan kejahatan menipu kaisar."
"Aku bisa mengatakan jika aku tidak tahu."
"Lucu sekali. Apa yang mulia pikir bisa semudah itu? Apa orang-orang akan percaya begitu saja? Kita tinggal bersama setiap harinya. Bagaimana bisa Yang Mulia tidak tahu jika aku keguguran?"
"Kamu pasti sengaja kan?"
"Yang Mulia tenang saja. Sebagai istrimu aku tentu saja tahu jika Yang Mulia adalah orang yang tidak suka berbohong apalagi menyembunyikan sesuatu yang besar seperti ini. Tidak lama lagi semua ini akan selesai."
"Apa maksudmu?"
"Yang Mulia tenang saja dan lihat apa yang akan lakukan. Yang Mulia akan bangga memiliki istri yang cerdas seperti itu."
"Awalnya aku memang bangga memilikimu menjadi istriku. Tetapi saat ini... kamu benar-benar membuatku kecewa."
"Lalu apa? Apa yang Mulia menginginkan kita bercerai?'
"Ya. Aku akan mengajukan cerai pada Ayah Kaisar."
"Berani bertaruh dia tidak akan mengetahuinya?"
"Kenapa?"
"Apa maksudmu?"
"Sampai saat ini hanya Yang Mulia lah yang merupakan putra langsung dari Kaisar dia Ratu. Seharusnya secara otomatis Yang Mulia akan mendapatkan gelar putra mahkota begitu Yang Mulia lahir. Tetapi karena Yang Mulia lahir bukan dari wanita yang paling disayangi Kaisar, gelar itu bahkan masih belum dapat ditentukan sampai saat ini. Itu bukan karena Yang Mulia Yang tidak mampu melainkan Kaisar yang pilih kasih antara putra-putranya. Dan sekarang, setelah aku mencelakai Lu Jing Yu, Kaisar tentu saja memberikan catatan hitam pada kualifikasi Yang Mulia yang tidak memungkinkan Yang Mulia bersaing dengan Raja Rui yang paling disayang."
"Apa kamu berniat mengadu domba diantara aku, Kaisar dan kakakku?"
"Tidak. Jika Yang Mulia tidak percaya, Yaang Mulia bisa mencobanya sendiri."
Seorang pria di awal usia tiga puluh tahunan duduk dengan tenang di dalam salah satu ruangan yang ada di kediaman Shi. Di depannya duduk seorang wanita tua yang terlihat sangat marah. Tiga garis hitam terlihat mewarnai dahinya yang sudah keriput.
"Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak menyentuh kakakmu. Lalu apa yang kamu lakukan?"
"Apa ibu begitu menyukai kakakku itu hingga membelanya dibandingkan denganku?"
"Omong kosong apa? Tentu saja aku lebih menyukaimu. Kamu adalah anak yang aku lahirkan dari rahimku sendiri. Sedangkan dia hanyalah bayi yang beruntung yang aku gunakan untuk menggantikan bayiku yang mati ketika ketika baru dilahirkan untuk mempertahankan statusku. Ibu membiarkan saja kamu melakukan apa saja yang kamu inginkan karena rasa cinta ibu padamu. Bahkan saat kamu memilih untuk menyerahkan urusan kediaman ini pada anak yang tidak jelas asal usulnya ini karena kamu lebih mmenyukai hidup dengan bebas. Tapi ibu selalu memberimu peringatan untuk tidak berurusan dengan kakakmu itu. Kenapa kamu tidak mau mendengarkan peringatan ibu? Sekarang lihatlah wanita itu telah memanggil petugas pemerintahan. Bagaimana jika mereka tahu semua yang kamu lakukan selama ini?"
"Apa yang ibu khawatirkan? Meskipun orang dari pemerintahan itu datang dan memeriksa mayatnya, mereka tidak akan pernah menemukan apapun yang dapat mengarah padaku." Pria itu adalah Shi Bai Long. Adik Shi Wen Hua.
Tidak ada yang mengetahui kebenaran buka kedua saudara Shi sebenarnya bukanlah saudara kandung kecuali nyonya Tua Shi dan Shi Bai Long sendiri. Selain itu tidak ada lagi. Bahkan pelayan setia nyonya tua Shi yang mendapatkan bayi itu juga sudah dibunuh untuk menghilangkan saksi.
"Tapi apa kamu tahu bahwa yang datang untuk menyelidiki kasus ini adalah Yang Mulia Raja Rui ya gak terkenal kejam dan berbakat. Ibu khawatir kali kamu..."
"Ibu tidak perlu cemas. Aku tidak sebodoh itu hingga membiarkan saksi dan bukti yang tersisa." Ucap Shi Bai Long dengan santai. Ia memasukkan kue kering ke dalam mulutnya dengan senyum meremehkan di bibirnya.
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_121♡
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..