Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 181


Selir Qian mendapatkan kabar mengenai ditangkap nya Pei Liu Wen dan An Jia Yun setelah ia kembali ke kediamannya di istana. Ia memang mengetahui niat anak dan menantunya untuk mewarisi tahta. Dia bahkan mendukung keduanya untuk itu. Meskipun ia tahu betul kemampuan putranya tidak layak untuk menjadi seorang Kaisar atau bahkan hanya seorang Putra Mahkota, namun sebagai ibu kandungnya ia tentu saja menginginkan yang terbaik untuk putranya. Apalagi putranya juga merupakan salah satu putra Kaisar yang memiliki hak untuk ikut memperebutkan posisi putra Mahkota.


Bagaimana pun jika putranya menjadi putra mahkota yang akan menjadi kaisar di masa depan, masa depannya di istana dia tidak perlu khawatir lagi. Jika nanti Kaisar akan turun tahta lebih awal, ia tidak harus di kirim ke luar istana untuk berdoa meskipun ia tidak bisa menjadi ibu Suri karena ia adalah ibu dari Kaisar.


Itulah kenapa ia menikahkan Pei Liu Wen dengan An Jia Yun terlepas dari olokan semua orang yang selalu berbicara padanya dengan nada merendahkan mengenai wajah menantunya. Namun tidak sedikit orang yang melihat niatnya yang mencoba menarik dukungan dari keluarga menantunya yang memiliki posisi terpandang dan terkemuka. Setidaknya membuat semua orang yang akan mengejeknya di depannya akan mengurungkan niatnya karena bagaimanapun jika ada yang merendahkan dirinya juga secara otomatis merendahkan keluarga Menteri An. Mereka tidak akan memilih untuk mencari masalah dengan mereka.


Apalagi An Jia Yun pandai dan berpendidikan. Ia juga sangat puas karena menantunya ini mengerti kenapa ia dipilih untuk menjadi istri putra tercintanya di antara banyak nona muda dari kalangan bangsawan lainnya. Selama ini menantunya telah menunjukan kemampuannya di depan umum dan secara bertahap membantu Pei Liu Wen dengan ide-ide dan rencananya untuk mendapatkan nama baik di depan Kaisar. Dengan itu ia masih bisa mentoleransi menantunya meskipun ia sering mendengar orang lain menganggap putranya menaiki punggung mertuanya untuk menaiki jabatan.


Ia tidak pernah mempermasalahkan apa yang dilakukan An Jia Yun untuk membantu putranya selama jalan putranya menjadi tahta selalu berjalan lancar. An Jia Yun memang mengupayakan banyak hal agar suaminya menjadi lebih menonjol dengan mendapatkan banyak dukungan dan sumber daya. Ia tidak ragu menggunakan cara yang curang bahkan kejam selain terus menggelontorkan dana demi tercapainya tujuan sang suami. Namun hanya sedikit yang diketahui oleh Selir Qian. Jadi saat ia mendengar jika anak dan menantunya ditangkap oleh penjaga Kekaisaran dan penjaga kediaman Putra Mahkota, ia sangat terkejut dan hampir pingsan.


Karena kondisinya yang masih syok dan tidak dapat menguasai dirinya, ia tidak diizinkan menghadiri acara perjamuan Penobatan Putra Mahkota yang seharusnya menjadi kesempatan untuk mendapat perhatian dari Kaisar Pei An Long. Ia telah mempersiapkan penampilan dan hadiah yang ia pilih dengan sangat hati-hati. Namun sekarang semua rencananya gagal.


Gaun indah berwarna biru muda yang merupakan warna pakaian yang menurut Kaisar Pei An Long sangat cocok dikenakannya berserakan di lantai. Beberapa perhiasan yang memiliki warna dan corak yang sama juga tergeletak dan sebagian telah hancur di atas lantai. Hanya karang laut Utara yang langka yang berusia ribuan tahun yang sempat diselamatkan oleh pelayan setelah segera membawanya pergi sebelum disadari oleh Selir Qian.


Karang laut Utara berusia di atas seribu tahun dikatakan sebagai bahan yang dapat digunakan untuk membuat obat apa saja. Jika seseorang mengkonsumsi dari ekstrak nya, orang itu juga akan mendapatkan tambahan umur selama beberapa puluh tahun karena karang jenis ini memiliki fungsi meregenerasi sel dan organ tubuh penting sehingga orang yang mengkonsumsi nya akan memiliki tubuh seperti baru.


Untuk mendapatkan karang Laut Utara berusia ribuan tahun ini tentu saja tidak mudah. Arena selain langka, karang jenis ini hanya akan tumbuh satu centi meter setiap sepuluh tahun. Jadi meskipun memiliki ukuran yang cukup kecil dibandingkan usianya, harganya sangat mahal.


Setelah Pei Liu Wen menikah dengan An Jia Yun, menantunya itu selalu memberikan uang padanya setiap bulan yang berasal dari keluarga nya. Ditambah dengan sisa uang jatah yang didapatkan dari istana ke halamannya selama bertahun-tahun, ia pergi ke pelelangan sebuah aliansi dagang yang ada di ibukota setelah ia mendengar akan ada karang laut Utara Ribuan tahun yang akan dilelang dan berhasil mendapatkan nya dengan harga yang sangat mahal setelah berhasil memenangkan nya dari banyak orang yang juga menginginkannya.


"Nyonya tenanglah. Hamba yakin semua adalah kesalahpahaman. Permaisuri Nan juga sangat cerdas dan bijak. Hamba yakin dia akan menemukan jalan keluar yang baik." Pelayan berusia tiga puluh tahunan yang ikut datang bersama nya saat memasuki istana mencoba menenangkan Selir Qian yang masih bertindak gila dengan melemparkan apapun yang dilihat olehnya. Segala vas dan guci porselen yang indah di dalam kamarnya saat ini telah hancur berantakan. Membuat kamarnya yang tadinya rapi berubah menjadi seperti kapal pecah dalam sekejap.


"Hamba mengerti kekawatiran Nyonya, namun setelah semua hamba tidak percaya jika Yang Mulia tidak akan datang menemui Nyonya untuk menghibur anda."


"Kamu benar." Selir Qian berpikir sebentar sebelum mengiyakan. Lalu dia melihat sekelilingnya yang saat ini lebih mirip dari sebuah gudang yang lama tidak digunakan dari pada kamar seorang selir Kaisar.


"Xu Lan bersihkan tempat ini dan minta orang untuk menyiapkan diriku."


"Baik nyonya."


*


*


~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_181🍀~


Terima kasih sudah mampir 😘


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟