
Semua orang larut dalam alunan irama dan gerakan Pei Shi Liang yang mempesona. Gadis itu sukses menampilkan gerakan seni beladiri pedang dengan indah. Tampak indah namun mengancam. Gerakannya Lues dan Sam sekali tidak terlihat kaku sehingga orang masih akan menemukan keindahan tari daripada ketajaman pedang yang menyilaukan.
Semua orang hampir tidak menyadari jika sampai tahap ini bukan Pei Shi Liang yang mengikuti lagu Sittar Pei Xiang Ming melainkan sebaliknya. Jika orang mendengarkan dengan seksama, melodi Sittar secara bertahap mulai kacau dan rancu. Namun karena gerakan Pei Shi Liang yang penuh dengan semangat, hampir tidak ada yang menyadari hal itu.
"Heh! Gadis yang nakal." Gumam Xian Zi Xuan saat melihat seulas senyum licik di ujung bibir Pei Shi Liang. Ia mengangkat cangkir tehnya dengan santai. Menyesap secara perlahan sambil menikmati betapa indahnya tarian pedang Gadis incarannya.
"Aku tidak menyangka jika sebenarnya bela diri pedang bisa menghasilkan tarian yang begitu indah." Lu Jing Yu hampir tidak bisa berkata-kata. Di dunia modern ia pernah beberapa kali melihat tarian pedang dimainkan. Namun tidak ada yang benar-benar menguasai keduanya seperti Pei Shi Liang saat ini.
"Apa kamu pikir pedang hanya bisa digunakan untuk berperang?"
"Ya." Lu Jing Yu mengangguk mengakui. Memangnya apa lagi? "Yang Mulia, kamu lebih hebat memainkan pedang dari pada Liang'er. Apa Yang Mulia juga bisa menari dengan lebih hebat?"
"Tentu saja aku bisa." Jawab Pei Zhang Xi serius.
"Benarkah?" Lu Jing Yu memicingkan matanya tidak percaya.
"Kenapa aku harus berbohong padamu?" Wajah Pei Zhang Xi masih sama seriusnya sejak awal. Bahkan saat ini ia bahkan lebih serius lagi.
"Tapi aku masih tidak percaya. Aku tidak akan percaya sampai melihatnya dnegan kedua mata kepalaku sendiri."
"Tentu saja. Tapi apakah luka di perutmu sudah sembuh?"
"Kenapa menanyakannya?"
"Karena aku akan mengajakmu menari bersamaku. Jadi cepat jawab pertanyaan ku."
"Benarkah? Baik. Lukanya bisa dikatakan cukup baik. Tapi sepertinya harus menunggu beberapa hari lagi hingga pilih sepenuhnya." Lu Jing Yu berpikir keras. Lukanya telah kering dengan perawatan yang sesuai. Apalagi banyak tanaman herbal yang digunakan sangat manjur untuk proses pemulihan luka. Saat ini Lu Jing Yu sudah bisa bergerak dengan bebas tanpa rasa tidak nyaman.
"Bagus. Kalau begitu jika kamu merasa lukamu sudah pulih dan tidak akan sakit untuk bergerak bebas, kamu bisa mengatakannya padaku. Dan aku akan mengajakmu untuk menari pedang bersamaku."
"Bagus. Aku sudah tidak sabar untuk itu." Mata Lu Jing Yu bersinar. Ia membayangkan dirinya menari sperrti Pei Shi Liang yang bergerak lincah seperti seekor singa yang sedang mengejar mangsanya.
Gerakan Pei Shi Liang semakin cepat dan semakin cepat. Membuat Pei Xiang Ming semakin kesulitan mengikutinya. Hingga pada puncaknya, saat Pei Shi Liang selesai dengan tariannya, Pei Xiang Ming berteriak kesakitan saat jari telunjuk kanannya tidak sengaja terluka oleh senar Sittar yang membuat luka mengaga di ujung jarinya.
"Tuan Putri." Pelayan Pei Xiang Ming segera memegang tangan Pei Xiang Ming yang terluka dan berdarah.
Namun hampir tidak ada yang mendengar teriakan kesakitan Pei Xiang Ming karena semua orang sibuk bertepuk tangan dengan mata yang berbinar penuh semangat. Tidak dapat dipungkiri jika tarian Pei Shi Liang membuat semangat semua orang membara. Beberapa orang bahkan tidak sadar dan berdiri untuk menunjukkan apresiasi mereka. Mereka baru sadar jika ada masalah saat mereka melihat salah satu sisi area berkerumun banyak orang. Mereka baru bertanya dan mengetahui jika Pei Xiang Ming tidak sengaja melukai jari telunjuk nya memainkan Sittarnya.
"Panggil tabib Kekaisaran untuk mengobati luka Putri ke tujuh." Kaisar Pei An Long mengintruksikan Kasim Song yang langsung bekerja dengan cepat. Tabib Kekaisaran segera membantu mengobati jari Pei Xiang Ming.
"Ini tidak apa. Aku yang tidak berhati-hati dan tidak sengaja melukai jariku. Ini bukan salah adik." Pei Xiang Ming tentu saja juga menyadari jika sebenarnya Pei Shi Liang sengaja melakukan nya. Ia berniat untuk membuatnya malu namun ia tidak menyangka jika Pei Shi Liang akan membalasnya. Ia telah masuk perangkap! Namun meskipun ia mengetahuinya, ia tidak bisa menuduh Pei Shi Liang tanpa bukti. Dia hanya bisa menggertak kan giginya dan melepaskan nya untuk saat ini.
"Ah! Syukurlah kalau bukan adik yang membuat kakak celaka."
"Bagaiamana keadaan putri ke tujuh?" Kaisar Pei An Long bertanya setelah tabib selesai melakukan pengobatan. Membersihkan luka hingga membalut luka.
"Hormat hamba Yang Mulia." Tabib istana menangkupkan tangannya. "Luka Putri ke tujuh tidak parah. Hanya saja untuk beberapa waktu mungkin masih belum bisa bermain Sittar hingga benar-benar pulih." Lanjutnya.
"Hem. Kalau begitu tolong rawat Putri ke tujuh hingga sembuh."
"Suatu kehormatan bagi hamba Yang Mulia."
"Bagus. Bawa putri ke Tujuh kembali ke istananya dan biarkan dia istirahat untuk memulihkan kondisinya."
"Baik Yang Mulia."
"Ayah Kaisar, Mohon maaf karena Putri ini, acara menjadi terganggu." Pei Xiang Ming meneteskan air matanya dengan alami. Wajahnya yang angkuh tidak terlihat lagi. Saat ini di wajahnya hanya ada rasa bersalah. Bahkan tidak terlihat jika jari telunjuk tangannya baru saja terluka.
"Kau gadis baik. Semua ini tidak ada hubungannya denganmu. Lebih baik kamu segera kembali dan mendapat kan istirahat yang baik agar luka di tanganmu segera pulih. Aku akan meminta seseorang mengirimkan Ganoderma seribu tahun untuk membantu lukamu pulih dengan cepat."
"Terima kasih atas perhatian ayah Kaisar. Kalau begitu putri ini izin undur diri."
Pei Xiang Ming pergi di bawah pandangan semua orang. Beberapa dari mereka menyayangkan kejadian itu. Namun beberapa dari mereka tampaknya telah mengerti apa ya g sebenarnya terjadi.
"Betapa kasarnya dia. Dia bahkan tega menyakiti saudarinya sendiri." Xian Mu Xuan berkata dengan sinis. Sejak awal ia sudah tidak menyukai Pei Shi Liang hanya dengan melihat penampilan dan gaya berpakaiannya. Melihat caranya membalas dengan kejam, ia semakin tidak menyukainya.
*
*
~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_188🍀~
Terima kasih sudah mampir 😘
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟