Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
50. Pei Zhang Xi Sudah Tahu


Pei Zhang Xi melihat wanita yang menariknya ke balik dinding. Wanita yang sangat dikenalnya itu menengok ke kiri dan ke kanan memastikan tidak ada orang lain di sekitar mereka.


"Jangan mencoba membodohi ibumu ini. Katakan padaku apa itu benar? Apakah Yu'er benar-benar hamil?" Selir Su segera bertanya setelah semuanya aman.


"Apa? Apa ibu tidak percaya padaku?"


"Ibu adalah ibumu. Orang yang telah membesarkanmu dengan kedua tanganku. Aku tahu bagaimana hubungan dengan Yu'er. Jadi bagaimana mungkin dia bisa hamil?"


"Oh... sepertinya aku harus mengingatkan seseorang tentang minuman kesuburan yang selalu rutin dikirimkan ke kediaman Raja Rui selama ini. Ataukah aku harus mengingatkan tentang dupa afrodisiak yang ada di penginapan bunga mekar hm?"


Mendengar kelakuannya yang sudah diekspose oleh putranya sendiri, Selir Su memalingkan wajahnya dan mundur dua langkah. Setelah itu ia ingin melarikan diri. Tapi rasa ingin tahunya terlalu besar untuk melarikan diri tanpa mendapatkan apapun.


"Apa salahnya? Aku hanya ingin membantu saja. Ramuan kesuburan tidaklah berbahaya mau sebanyak apapun kalian meminumnya. Aku juga membantu kalian agar tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan keturunan. Dengan rutin meminumnya, maka Boom! Perut Yu'er akan segera terisi."


"Jadi seperti itu rencana selir kesayangan Kaisar?" Pei Zhang Xi menyindir ibunya. Selir Su hanya tertawa garing melihat reaksi Pei Zhang Xi.


"Lalu, Mengingat sikap dinginmu itu, aku tidak yakin selain menggubukan cara itu kamu dan Yu'er akan sampai pada tahap itu begitu cepat." Selir Su menautkan kedua jari telunjuknya.


"Oh ya?"


"Heem. Ngomong-ngomong bagaimana kalian malam itu? Apa kalian main sampai pagi? Berapa kali? Cepat katakan pada ibu!" Semakin memikirkan kejadian malam itu, semakin kesal Selir Su saat mengingat bahwa dia tidak berhasil menguping mereka pada akhirnya.


"Apalah ibu pantas bertanya seperti itu? Ibu sudah memberi kami ramuan kesuburan itu. Lalu membuat kami melakukannya di penginapan. Aku yakin ibu sudah hafal seberapa manjurnya reaksi dupa sialan itu. Aku yakin ibu nisa menebak berapat kali kami melakukannya malam itu. Lalu sekarang, ibu masih bertanya apa Yu'er benar-benar hamil? Apa mungkin Selir kesayangan Kaisar tidak mempercayai kemanjuran ramuan kesuburan dan dupa miliknya?"


"Jadi dia benar-benar hamil?!" Sekian banyak yang diucapkan Pei Zhang Xi hampir tidak adakan masuk ke dalam hati Selir Su. Semuanya hanya lewat telinga kanan dan keluar telinga kiri. Yang masuk ke diam otaknya hanyalah satu poin, Lu Jing Yu saat ini sedang hamil.


Pe Zhang Xi memijat pelipisnya melihat ibunya yang tersenyum tidak jelas. Saat ini Pei Zhang Xi bersyukur telah diciptakan sebagai seorang laki-laki yang lebih banyak memiliki kemiripan dengan ayahnya, kalau tidak mungkin dia akan mewarisi sifat Selir Su yang terkadang angkat aneh dan absurd.


"Kamu sudah mengetahui bahwa itu adalah tangan kesuburan. Jadi kenapa kamu masih meminumnya? Kamu pasti juga sengaja agar Yu'er segera hamil kan?" Selir Su mengangkat abisnya saat ia mengingat poin penting yang hampir ia lupakan.


"Omong kosong apa? Aku baru tahu satu minggu sebelum aku berangkat ke perbatasan. Tabib juga sudah memastikan bahwa ramuan ini aman."


"Waaah... aku tidak menyangka akhirnya kamu nertidsk dengan cerdas. Kamu masih meminumnya sehingga Yu'er langsung dung! Hahahaha. Ini adalah hari paling bahagia. Baiklah. Kalau begitu ibu tidak akan menahanmu di sini lagi. Kamu cepatlah pulang dan lihat bagaimana calon cucu kekasisaranku. Pastikan dia tumbuh dengan baik di dalam perut Lu Jing Yu. Jika terjadi apa-apa padanya, kamu akan tahu kemarahan ratu neraka yang sesungguhnya." Ancam Selir Su dengan galak. Ia memelototkan matanya dengan kesulitan.


"Huh. Aku akan pergi sekarang ratu Neraka." Selir Su terlalu senang sehingga dia tidak sadar panggilan yang diberikan Pei Zhang Xi untuknya. Dia melambaikan tangannya dengan ringan.


Wei Qian Nian dibawa ke dalam kamarnya sementara di istana setelah Pei Zhang Xi pergi dari ruangan. Gadis itu juga membutuhkan istirahat. Sebuah paviliun yang indah menjadi tempat tinggalnya sementara.


"Terima kasih kasim telah mengantarkanku kemari." Wei Qian Nian berterima kasih pada kasim yang mengantarnya. Ia memberikan isyarat pada pelayannya untuk memberikan sedikit uang tip pada kasim tersebut.


"Tuan Putri tidak perlu sungkan. Ini merupakan tugas hamba sebagai pelayan Yang Mulia." Kasim itu menolak dengan sopan.


"Ambillah Kasim. Perlakuan itu sebagai amalku atas hari ini yang begitu indah." Kasim menjadi ragu dan akhirnya menerima kantung berisi dua puluh tael perak.


"Kalau begitu hamba mengucapkan terima kasih banyak Tuan Putri. Jika anda memerlukan sesuatu, panggil saja saya. Nama saya adalah Ci San Huo. Saya akan dengan senang hati membantu."


"Argh! Bang! Bang! Prak!" Kamar yang tadinya rapi dalam sekejap menjadi seperti kapal pecah. Semua barang di atas meja berhamburan di atas lantai. Satu set teh dan sebuah vas bunga yang indah hancur berkeping-keping.


"Tuan Putri hamba mohon kendalikan amarahmu. Sekarang kita tidak neraka di Chu Timur lagi. Jika seseorang melihat ini, reputasi Tuan Putri akan hancur." Pelayan kecil itu berusaha memungkin tuannya agar tidak menghancurkan selimut fungsi bantal.


"Ku tidak peduli. Aku, Wei Qian Nian tidak pernah mengalami penghinaan seperti ini sepanjang hidupku. Siapa Raja Rui? Siapa dia yang berani menolakku di depan umum?!"


"Tuan putri mohon tenanglah. Hamba merasa ini bukan salah Raja Rui. Apa Tuan Putri tadi mendengar bahwa alasan Raja Rui menolak anda karena permaisuri sedang hamil saat ini. Saya biasanya jamin bahwa pasti permaisuri Rui lah yang telah membujuk Raja Rui untuk menolak anda. Jika tidak, dengan kecantikan tuan putri yang tiada bandingannya ini, bagaimana mungkin Raja Rui akan menolak anda?"


"Sepertinya memang benar. Jadi, jika Permaisuri Rui tidak hamil lagi, itu artinya tidak ada larangan lagi untuk menolakku." Wei Qian Nian tersenyum licik.


"Itu benar Putri."


"Apa kami membawanya?" Pelayan kecil mengangguk paham.


"Tunggu saat ada waktu yang tepat. Kita lihat bagaimana dia akan menghalangi Raja Rui untuk menikahi nanti?"


Di tempat lain, kolusi lain sedang dilakukan. Setelah Wei Qian Nian meninggalkan ruang perjamuan untuk beristirahat, Kaisar memberi keputusan bahwa Wei Qian Nian tetap akan menjadi seorang Selir. Tapi bukan selir bagi Pei Zhang Xi melainkan Selir bagi pangeran yang lainnya.


Itulah kenapa saat ini para pangeran sedang bertemu dengan kolusinya menemani cara agar merekalah yang akan mendapatkan Wei Qian Nian sebagai Selir. Selain karena gadis itu memang sangat cantik, latar belakangnya juga kuat. Jika mereka berhasil menariknya ke dalam sisi mereka, mereka akan segera mendapatkan kekuasaan mereka lagi. Lagipula Wei Qian Nian dikirim ke kekaisaran Shao sebagai rampasan perang. Jdi dengan siapapun dia menikah, tidak bisa protes sesuka hati.


"Yang Mulia, apalah Permaisuri benar-benar hamil?" Mo Ting selalu beraa dengan mereka. Jadi mengapa kabar sebesar itu ia tidak mengetahuinya? Sejak Pei Zhang Xi mengatakan bahwa Lu Jing Yu sedang hamil, rasanya mulutnya gatal ingin bertanya. Jadi setelah mereka sampai di kediaman, ia tidak bisa lagi menahannya.


"Menurutmu?" Pei Zhang Xi melirik dengan peringatan.


"Yang Mulia, bukankah ini tidak baik? Bagaimana jika Kaisar mengetahui jika anda berbohong?" Mo Ting segera gemetar.


"Aku tidak berbohong. Aku hanya berkata kemungkinan. Itu mungkin iya dan mungkin juga tidak. Aku tidak mengatakan bahwa permaisuri benar-benar hamil. Jadi ini tidak bisa dianggap membohongi Kaisar."


"Tapi bagaimana jika nanti kebenaran tentang Permaisuri terkuak?"


"Itu mudah. Aku kan hanya bilang mungkin. Jadi mungkin tidak juga kemungkinan." Mo Ting terdiam antara paham dan tidak paham.


~○○○~


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_50♡


*


*


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .