
Setelah persiapan selesai Lu Jing Yu pergi ke perbatasan dengan dikawal pengawal kediaman Raja Rui dengan rahasia. Ya. Kepergian Lu Jing Yu ke perbatasan dirahasiakan. Lu Jing Yu juga hanya membawa Xiao Bei untuk melayaninya.
Selir Su dan Kaisar baru mendapatkan kabar setelah sore hari bibi Wu datang melapor. Kedua orang tua itu marah tetapi tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Lu Jing Yu juga sudah berangkat sejak pagi. Jika perjalanan lancar, besok siang mereka sudah akan sampai di perbatasan. Kaisar akhirnya memerintahkan penambahan prajurit untuk membantu di sana.
Sore hari saat bibi Wu melapor ke istana, Lu Jing Yu sudah setengah jalan untuk sampai di perbatasan. Quan Yuan menyarankan untuk istirahat di penginapan untuk malam ini dan melanjutkan perjalanan besok pagi karena itu adalah kota terakhir sebelum tiba di perbatasan yang ada di seberang hutan.
Lu Jing Yu datang dengan menyamar sebagai seorang pria demi keamanan. Begitu dengan Xiao Bei. Mereka menyewa dua kamar. Satu kamar untuk Lu Jing Yu dan Xiao Bei. Sedangkan Quan Yuan dan pengawal yang lainnya mendapat satu kamar di sebelah kamar Lu Jing Yu dan bergantian berjaga.
Pagi-pagi keesokan harinya Lu Jing Yu melanjutkan perjalanan. Dan akan tiba di pangkalan militer siang harinya setelah melewati hutan. Sebelum tiba di pangkalan militer, mereka melewati sebuah desa yang bernama desa Luhao.
Desa Luhao adalah desa terkahir sebelum perbatasan. Jadi desa ini terdampak perang yang terjadi di luar perbatasan. Sebagian besar penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani. Mengandalkan hasil penjualan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan kehidupan mereka. Tetapi semenjak terjadinya penyerangan di perbatasan yang sudah dimulai setengah bulan yang lalu, mereka tidak bisa lagi menjual hasil pertanian mereka di luar desa.
Karena terjadi penyerangan di perbatasan, jumlah prajurti yang berpatroli di sekitar menjadi berkurang dan hampir tidak ada. Jadi begal merajalela menghantui penduduk desa. Penduduk desa bergiliran berjaga siang dan malam karena begal akan datang tak kenal waktu untuk mengganggu penduduk desa.
"Quan Yuan kenapa desa ini sangat sepi?" Lu Jing Yu membuka tirai kereta dan melihat sekitar. Selain para pria di jalan hampir tidak ditemui wanita di desa.
"Desa ini adalah desa terdekat dari perbatasan dan juga tempat terjadinya perang. Jadi desa ini paling terdampak jika perang terjadi di perbatasan. Para wanita mungkin mengungsi di desa lain demi keamanan." Jawab Quan Yuan.
Lu Jing Yu merasa ada yang aneh. Sebab saat ia baru akan masuk ke desa, ia melihat lahan pertanian yang tidak terurus. Semua tanaman yang ditanam tidak dirawat. Bahkan yang sudah hampir dipanen dibiarkan.
"Quan Yuan berhenti dulu di depan."
"Ada apa tuan muda?" Karena saat ini Lu Jing Yu serang menyamar sebagai seorang pemuda, Quan Yuan juga memanggilnya dengan tuan muda.
"Aku akan turun dan menanyakan apa yang terjadi pada penduduk. Aku merasa ada yang aneh di sini."
"Tapi..."
"Tidak ada tapi. Berhenti."
"Baik." Quan Yuan tidak bisa melawan. Dia hanya bisa menghentikan kereta seperti yang dikatakan Lu Jing Yu.
Lu Jing Yu turun dari kereta. Semua orang di sekitar langsung memandang ke arahnya dengan tatapan menyelidik. Desa mereka tidak memiliki tembok yang bisa menghalangi orang luar untuk masuk. Biasanya desa mereka aman karena berada di dekat pangkalan militer dan banyak prajurit yang berjaga. Jadi mereka tidak membangun dinding seperti desa lain sehingga semua orang dapat masuk dengan bebas.
Itulah mengapa setiap ada orang baru yang masuk ke desa, mereka tidak bisa tidak curiga dan meningkatkan kewaspadaan.
Merasa tatapan warga desa yang menatap padanya dengan curiga, Lu Jing Yu mengharukan hidungnya tanpa daya.
"Permisi tuan. Apa boleh saya bertanya?" Lu Jing Yu mendekati kumpulan tiga orang pria yang paling dekat dengannya.
"Kalian siapa? Dan apa tujuan kalian datang kemari?" Para pria memandang Lu Jing Yu dan yang lainnya curiga.
"Oh dari ibu kota. Saya Luo Bai. Kepala desa Luhao."
"Benar. Kami dari ibukota. Kami melewati desa ini dan merasa ada yang aneh. Kebetulan sekali bertemu dengan anda kepala desa Luo. Apa ada yang terjadi di desa ini? Kalau boleh kami tahu."
"Haah... bagaimana lagi Tuan Lu. Biasanya desa kami selalu aman karena banyak prajurit yang berpatroli di sekitar. Tapi sejak perang setengah bulan yang lalu, hampir semua prajurit dikerahkan untuk ikut berperang. Jadi tidak ada lagi yang berpatroli di desa ini. Kami sudah terbiasa mendapatkan perlindungan dari para prajurit dan tidak membangun dinding seperti desa lainnya. Jadi saat para prajurit sibuk berperang, bekal menyerang siang dan malam dan kami tidak memiliki perlindungan sama sekali. Bahkan untuk pergi ke sarah saja kami ketakutan."
"Lalu dimana para wanita berada saat ini?"
"Para wanita sudah kami kirim ke desa sekitar untuk berlindung. Sedangkan kami harus tetap tinggal di desa untuk mengurus rumah dan ternak."
"Kenapa tidak membuat dinding saja? Bukankah desa ini dekat dengan hutan bambu?"
"Benar. Tapi membuat dinding dari bambu juga membutuhkan waktu. Kami bukannya belum mencoba membangun dinding sebelumnya. Tetapi belum sampai dinding jadi, para bekal akan menyerang dan merusak dinding yang dengan susah payah kami bangun."
Lu Jing Yu melihat kesungguhan dari mereka. Ia juga melihat puing bambu yang berserakan di beberapa tempat yang menunjukkan bahwa apa yang mereka katakan memang benar.
"Tuan Muda. Anda ingin pergi ke pangkalan militer pasti memiliki sesuatu yang penting untuk dikerjakan. Kami sarankan untuk tuan muda segera melanjutkan perjalanan karena biasanya pada siang hari para bekal akan datang dan menyerang. Kami tidak ingin menahan tuan muda dan rombongan untuk sampai di pangkalan militer."
"Tidak. Kami tidak akan pergi tanpa melakukan apapun untuk desa ini. Apa gunanya kita menang berperang jika rakyat menderita. Kami akan tinggal untuk membantu membangun dinding yang bisa melindungi desa ini." Lu Jing Yu sudah bertekad.
"Tapi sepertinya dinding itu tidak akan selesai dalam waktu singkat meskipun dengan bantuan tuan muda dan rombongan." Semua orang termasuk Lu Jing Yu, hanya ada sekitar sepuluh orang yang ada. Sedangkan sepuluh orang pengawal bayangan tidak akan keluar jika tidak ada yang mendesak.
"Aku ada cara. Kalian hanya perlu melakukan beberapa hal saja. Apa kalian bersedia?"
"Tentu saja. Kami akan melakukan apapun yang tuan muda katakan."
"Bagus." Lu Jing Yu mengangguk puas.
...~○○○~...
...♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_36♡...
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .