
Para wanita memiliki kelompok mereka sendiri. Sebelum acara perjamuan resmi dimulai, dan kaisar juga belum memasuki tempat acara, mereka akan berkmpul di suatu tempat untuk berbincang-bincang. Selain menjalin hubungan sosial dengan sesama istri para pejabat dan mencari jalan untuk karir suami mereka. Namun yang paling sering mereka lakukan adalah mereka akan bergosip dan membicarakan hal-hal yang sedang terjadi di ibukota.
Karena perjamuan akan dilaksanakan di ruang terbuka dan sedikit gelap paa malam hari, mereka berkumpul di seditar api unggun yang menyala terang di tengah area. Sesekali suara tawa yang teredam akan terdengar dari balik kips lipat yang mereka gunakan untuk menutup mulut mereka. Tidak jarang juga mereka akan berbisik di telinga wanita lainnya untuk menggunjing satu sama lainnya.
Pada saat kasim mengumumkan kedatangan Xian Zi Xuan dan Xian Mu Xuan dengan lantang, para wanita ini langsung menghentikan omong kosong mereka dan tampak antusias pada kedua orang yang memasuki tempat acara dengan sangat elegan. apalagi Xian Zi Xuan yang memiliki aura pemimpin yang medominasi yang tidak akan mudah diabaikan. Meskipun Xian Zi Xuan tampil mendominasi, Xian Mu Xuan yang berjalan dengan anggun di belakangnya tidak kehilangan sinarnya sedikitpun. Apalagi dengan kesan terakhir para wanita ini terhadap Xian Mu Xuan yang digiring oleh nyonya Feng. Yang selalu menyebutkan jasa Xian Mu Xuan dengan berapi-api dan penuh pemujaan.
"Tidakkah kalian merasa jika tuan Putri Shixian ini sangat menakjubkan?" Shen Li menyapukan pandangannya pada para wanita ini. Shen Li adalah istri dari menteri penting di istana, jadi secara alami para wanita ini akan lebih memperhatikannya daripada sebagian yang lainnya. dan saat Shn Li berbicara, para wanita ii akan memusatkan perhatian mereka padanya. Lalu satu persatu akan memberikan tanggapan mereka yang sudah pasti merupakan dukungan. Dengan posisi penting suaminya, tidak akan ada yang berani melawan nya.
"His sayang sekali Kekaisaran Shao telah memiliki putri Mahkota. Jika tidak akan sangat baik jika tuan utri Shixian ini yang akan menjadi Ratu masa depan Shao. Bukankah begitu?" Shen Li menggelengkan kepalanya seakan ia sangat merasa begitu tertekan dan dirugikan. Lalu meandang para wanita yang berkumpul di sekitarnya dengan tatapan yang meminta persetujuan.
Namun masalah yang diangkat Shen Li kali ini bukan masalah yang sederhana. Bagaimana mungkin mereka yang hanya merupakan istri pejabat rendahan memiliki kualifikasi untuk ikut menilai kelayakan anggota keluarga. Bahkan seoang Putri Mahkota yang telah diakui dan diangkat secara resmi? Pada tahap ini mereka lebih memilih untuk tidak ikut dalam kesenangan.
Di satu sisi Shen Li yang biasa berkumpul bersama mereka dan di sisi lain adalah Lu Jing Yu yang merupakan Putri Mahkota yang bagaimana pun adalah anggota keluarga kerajaan yang secara otomatis akan mendapatkan dukungan dari pihak istana ditambah dukungan Pei Zhang Xi yang sangat mencitai istrinya. Mereka tidak perlu berpikir dua kali untuk berdiri di pihak Lu Jing Yu dan bertarung dengan Shen Li kali ini.
"Nyonya Feng, putri Shixian memang berjasa dalam penyelamatan putri anda. Namun, dengan ini saja tidak bisa menentukan apakah dia layak menjadi Putri Mahkota, apalagi untuk menggantikan Yang Mulia Putri Mahkota." Seorang wanita dengan riasan tebal berbicara. Ia memang sudah lama tidak menyukai Shen Li.
"Aku memang mendukung Putri Shixian. Namun bukan hanya karena dia menyelamatkan putriku. Tetapi karena Putri Shixian lebih pantas. Bagaimana pun, Putri Shixian memiliki garis keturunan dari seorang Kaisar. Mungkin Nyonya Di yang berasal dari rakyat biasa tidak mampu membedakannya. Tetapi aku berasal dari kediaman Shen dan megerti hal ini dengan baik. Keturunan Kaisar tentu saja berbeda dari masyarakat pada umumnya. Hal ini karena mereka memiliki temperamen yang hanya dimiliki seorang gadis bangsawan sejak mereka dilahirkan. Aku rasa hanya seorang gadis seperti itulah yang layak menjadi Putri Mahkota dan menjadi wanita terhormat dan panutan setiap wanita."
Shen Li tidak biasa dilawan dan dikalahkan. Dia berbicara dengan lancar. Tidak pernah berpikir jika apa yang dikatakannya akan berbalik menyerangnya pada akhirnya. Bahkan ia masih sempat menghina wanita yang dipanggil Nyonya Di dengan mengingatkan padanya asal usulnya karena Nyonya Di memang tidak berasal dari keluarga bangsawan dan hanya rakyat biasa yang memiliki keberuntungan disukai oleh seorang Sarjana dan dinikahi sehingga statusnya di masyarakat juga naik secara siginifikan.
"Oh jadi maksud Nyonya Feng adalah hanya keturunan Kaisar yang berhak menjadi wanita yang dihormati dan menadi panutan? Sedangkan seorang wanita yang tidak memiliki garis keturunan Kaisar tidak berhak dihormati? Bukankah itu sama saja dengan mengatakan jika Nona Feng bahkan tidak layak mendapat penghormatan mengingat dia hanyalah putri dari seorang menteri jika Putri Mahkota yang bahkan adalah putri Perdana Menteri Lu yang terhormat tidak layak?" Nyonya Di mengangkat dagunya tinggi dengan cibiran yang jelas di wajahnya.
Mendengar apa yang dikatakan Nyonya Di, wajah Shen Li segera terdistorsi. Wajahnya menjadi hitam dan jelek. Ia menatap Nyonya Di dengan tajam dengan niat membunuh yang kental.
"Kamu! Kamu pasti sengaja melakukannya kan?" Teriak Shen Li marah. Ia hampir tidak dapat menahan amarahnya dan meledak di tempat. Namun ia masih bisa menahan diri dan hanya menggertakkan giginya untu meredakan amarahnya.
"Apa? Bukannya menurut anda hanya Keturunan Yang Mulia Kaisar yang berhak mendapatkan penghormatan, bahkan Yang Mulia Putri Mahkota juga tidak? Mengapa anda marah jika orang tidak menghormati Putri Anda?"
"Mengapa membawa putriku? Aku hanya bilang jika Putri Shixian lebih pantas! Tidak ada hubungannya dengan putriku sejak awal. Kamu Nyonya Di yang kampungan tidak berhak merendahkan putriku sama sekali."
"Oh... Jadi kualitas apa yang membuat Nyonya Feng memiliki hak untuk tidak menghormati istriku yang Putri Mahkota?" Semua orang segera berdiri dengn tegak. Shen Li merasakan punggungnya yang dingin dan kepalanya yang sakit saat mendengar suara rendah namun terdengar mengintimidasi.
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_212🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi , pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉