Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
120. Kebohongan Zhu Man Xie


Pei Qin Yang masuk ke dalam kamar Zhu Man Xie dengan berusaha menahan amarahnya. Setelah sifat aslinya diketahui oleh Pei Qin Yang dan semua orang, Zhu Man Xie tidak lagi berusaha menutupi sifatnya itu di depan semua orang di kediaman. Semua orang sudah tahu bagaimana dirinya yang sebenarnya.


Lagipula, setelah terbongkarnya kejahatannya yang berniat mencelakai Lu Jing Yu, ia tidak akan mungkin dapat mempertahankan citranya sebagai seorang wanita yang baik hati dan lemah lembut.


Pagi ini Zhu Man Xie mendatangi salah satu selir Pei Qin Yang dan membuat masalah dengannya. Menggunakan statusnya yang merupakan istri sah Pei Qin Yang, ia meminta selir itu untuk mengambilkan buah mangga untuknya.


"Kenapa? Apa kamu mau aku mengusirnya dari kediaman ini?" Sarkas Zhu Man Xie ketika melihat Selir Tong membolakan matanya.


"Mohon maafkan hamba permaisuri. Bukannya hamba menolak. Tetapi hamba hanyalah seorang wanita yang lemah yang tidak bisa mengambilkan buah mangga. Apalagi dengan cara memanjat pohonnya." Selir Tong memandang Zhu Man Xie penuh harap. Ia tidak boleh sampai terjatuh karena ia saat ini tengah hamil muda. Sampai saat ini usia kandungannya mencapai satu bulan ia masih menyembunyikan kabar itu dari Pei Qin Yang karena ia mengkhawatirkan keselamatannya.  


Sebenarnya Pei Qin Yang masih meminta para pelayan untuk membuatkan ketiga selirnya ramuan pencegah kehamilan. Tetapi selir Tong menipu bibi pelayan dengan memuntahkan kembali ramuan itu ketika bibi pelayan pergi barulah ia bisa mengandung anak dari Pei Qin Yang.


Awalnya selir Tong sangat senang karena ia telah mengandung anak pertama Pei Qin Yang dan bermaksud untuk memberi tahu Pei Qin Yang untuk itu. Tetapi setelah ia mendengar bahwa Zhu Man Xie ternyata juga hamil dan dia masih tidak akan membiarkan selir suaminya juga mengandung menjadi takut sehingga memutuskan merahasiakannya.


"Aku tidak mau tahu. Aku menyuruhmu untuk memanjat ya panjat saja. Apa kamu mau aku meminta pelayan untuk mencambukmu?" Zhu Man Xie tersenyum licik. Selir Tong menggigil ketakutan. Ia seakan merasa jika Zhu MAN Xie sebenarnya tahu jika dia sedang hamil.


"Tidak Permaisuri tidak. Tolong jangan lakukan itu." Dia tidak boleh membiarkan dirinya dicambuk saat hamil atau ia akan kehilangan bayinya dan bahkan mungkin kesempatannya untuk  menjadi ibu kembali. "Hamba akan memanjat untuk mengambilkan mangga untuk permaisuri." Dia hanya bisa menuruti Zhu Man Xie dan berhati-hati saat ia memanjat agar ia tidak sampai jatuh dan membahayakan bayi di dalam kandungannya.


Selir Tong pun pergi ke halaman untuk mengambilkan buah mangga untuk Zhu Man Xie. Sebenarnya banyak pelayan dan penjaga di sekitar. Tetapi mereka semua tidak ada yang berani menolong atau mereka yang akan terkena hukuman dan kemungkinan negara Zhu Man Xie juga akan menghukum Selir Tong juga.


Satu persatu kaki Selir Tong yang halus mulai memanjat. Tetapi selalu terjatuh dan tidak sampai ke atas. Zhu MAN Xie mencibirnya lalu meminta penjaga untuk mengambilkan  tangga untuk membantu Selir Tong memanjat. Selir Tong pun berhasil sampai di atas pohon. Namun saat Selir Tong akan memetik sebuah mangga muda yang berada paling dekat dengannya, namun Zhu Man Xie malah memarahinya dan memintanya untuk mengambilkan mangga yang berada di cabang yang agak tinggi.


Saat Selir Tong berusaha mendapatkan mangga yang diinginkan Zhu Man Xie itulah ia tidak sengaja tergelincir dan akhirnya terjatuh.


"Ah! Permaisuri Tolong panggilkan tabib untuk hamba. Hamba sedang mengandung putra Yang Mulia. Bayi ini harus diselamatkan." Pekik Selir Tong dengan panik saat ia merasakan sakit yang menusuk di perutnya.


Semua orang kaget sekaligus terkejut Karena mereka tidak ada yang tahu selain pelayan setia Selir Tong yang sudah khawatir sejak awal.


Namun Zhu Man Xie tidak bergeming dan hanya mencibirnya. Seakan dia tahu semuanya akan terjadi. Selir Tong menatap Zhu Man Xie tidak percaya sebelum akhirnya dia kehilangan kesadarannya saat ia merasakan sesuatu mengalir di pahanya.


Semua orang panik kecuali Zhu Man Xie dan pelayannya yang hanya pergi tanpa berbalik setelah itu.


"Ada apa Yang Mulia terlihat tidak baik." Zhu Man xie bertanya dengan acuh sambil menegakkan badannya yang tadi sedang bersantai dan merebahkan diri di kursi malas.


"Jangan pura-pura tidak tahu." Geram pei qin yang marah. Ia menatap Zhu Man Xie penuh emosi.


"Pasti kamu sengaja melakukannya. Kamu pasti sudah tahu sebelumnya jika selir Tong sedang hamil sehingga kamu memaksanya untuk memanjat pohon dan akhirnya terjatuh. Apa kamu sadar yang kamu lakukan itu sangat berbahaya? Selir Tong saat kehilangan bayinya sekarang? Apa kamu puas?"


"Ooh... maaf. Tapi aku memang sengaja. Aku sudah bilang jika tidak ada yang berhak memiliki anak Yang Mulia kecuali aku. Jadi jangan salahkan aku yang tidak berperasaan."


"Kamu! Kamu sudah dengan jahat berusaha mencelakai Permaisuri Rui dan bayinya. Sekarang bayiku sendiri yang dikandung Selir Tong juga tidak kamu lepaskan. Apa kamu tidak takut karma juga akan terjadi padamu? Apa kamu tidak takut bayi di perutmu juga akan celaka?"


"Karma ya? Hahahaha." Zhu Man Xie tertawa saat ia berdiri dan meninggalkan kursi malasnya merenggangkan badannya.


Pei Qin Yang membulatkan matanya melihat noda darah di kursi malas dan menodai bagian belakang baju Zhu Man Xie.


"Xie'er! Darah. Ada darah. Kenapa begitu banyak darah?" Teriak Pei Qin Yang panik.


"Oh ini...maaf telah membuat Yang Mulia cemas. Tapi Yang Mulia tenang saja. Aku tidak apa-apa." Ucap Zhu Man Xie santai.


"Kamu tinggal mengandung saat ini. Bagaimana kamu bisa begitu tenang?"


"Aku ya?" Zhu Man Xie menunjuk dirinya sendiri. "Mohon maaf sekali lagi Yang Mulia. Sebenarnya bayi yang setiap hati Yang Mulia khawatirkan itu sudah lama tiada." Jawab Zhu Man Xie enteng.


Zhu Man Xie memang hamil saat tabib istana memeriksanya. Tetapi tiga hari kemudian karena ia tidak sengaja terpeleset dan terjatuh, bayi itu sudah tidak dapat diselamatkan. Lalu demi tidak dihukum oleh Kaisar, ia menyembunyikan kebenaran ini hingga saat ini. Dua bulan kemudian.


Beruntung saat itu Pei Qin Yang tidak berada di kediaman sehingga ia bisa menyembunyikan kebenaran dengan memberikan sejumlah uang tutup mulut pada tabib yang menolongnya untuk mengatakan pada semua orang di kediaman bahwa kandungannya baik-baik saja lalu Membunuh tabib itu setelah ia keluar dari kediaman untuk menutup mulutnya selamanya. Itulah sebabnya ia sangat marah saat mendapatkan laporan dari pelayan yang diletakkan untuk mengawasi para selir Pei Qin Yang jika Selir Tong sedang mengandung.


"Apa maksudmu Xie'er?"


"Bayi itu telah tiada. Apa masih tidak jelas?" Zhu Man Xie dengan santai melepas bajunya dan mengganggu tanya dengan yang baru tanpa memperdulikan Pei Qin Yang yang Syok.


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_120♡


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..