
"Kurang ajar sekali dia. Beraninya memiliki niat untuk melenyapkan keturunan keluarga kerajaan. Aku akan memberinya pelajaran ekstra jika aku mengetahui pelakunya." Geram Selir Su setelah mendengar cerita dari Lu Jing Yu. Lu Jing Yu juga tidak menghentikan atau berusaha meredakan amarah Selir Su pada pelakunya. Ia sendiri juga sangat marah. Meskipun anak yang dikandungnya saat ini tidak pernah ia harapkan sebelumnya, perasaannya pada Pei Zhang Xi juga masih tidak dapat ia pastikan, tetapi anak adalah suatu anugerah yang harus tetap disyukuri. Dia tidak akan memaafkan orang yang berusaha mencelakai bayi yang masih ada di dalam perutnya ini bagaimanapun caranya.
"Yu'er kamu berkata kalau pelayan yang memasukkan bubuk ke dalam makananmu akhirnya diampuni. Aku tahu kamu adalah gadis yang baik hati. Tetapi menyimpan orang seperti itu di kediaman ini akan sangat berbahaya. Bisa saja dia menjadi bom waktu yang akan meledak dan mencelakai semua orang lagi lain kali. Xiao Bei tunjukkan siapa pelayan itu. Bawa aku menemuinya agar aku yang akan menghukumnya memggantikan Lu Jing Yu yang terlalu baik ini." Selir Su sudah menyingsingkan lengannya siap untuk menyerang. Tetapi Lu Jing Yu dengan lembut menarik tangannya.
Chu Fei baru saja masuk ke dalam ruangan saat itu. Ia memgantarkan kudapan kecil untuk Lu Jing Yu dan selir Su. Sejak kemarin ia sudah diliputi rasa bersalah sepanjang waktu. Ia juga tahu kesalahannya sangat besar. Jika ia akan dihukum ia juga akan tetap menerimanya tanpa keluhan. Tetapi mendengar sendiri bahwa Selir Su yang biasanya ceria dengan wajahnya yang ramah mengatakan akan memberinya pelajaran dengan wajahnya yang marah membuatnya gemetar.
Selir Su yang ditahan Lu Jing Yu penuh pertanyaan di matanya. Tetapi saat melihat tatapan teduh Lu Jing Yu, niatnya untuk melepaskan diri berangsur melemah dan kembali duduk di tas ranjang Lu Jing Yu kembali.
"Ibu, aku tahu apa yang ibu khawatirkan. Tetapi ibu tenang saja bahwa dia tidak akan menjadi ancaman lagi pada keluarga ini sampai kapanpun. Aku bisa menjamin itu." Lu Jing Yu tersenyum dan mengelus lengan Selir Su untuk meredakan amarahnya.
"Karena kamu yang mengatakan itu, aku akan mempercayaimu." Selir Su menghela napas. Namun Ia masih merasa bahwa mengampuni pelayan yang pernah memiliki niat untuk melenyapkan cucunya adalah keputusan yang salah. Tetapi melihat Lu Jing Yu yang begitu yakin akan keputusannya, ia tidak tega unik melawan.
'Kali ini aku akan menyerah. Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku akan mencari tahu siapa orangnya dan aku akan lihat bagaimana dia bisa membuat Yu'er begitu percaya padanya.' Gumam Selir Su dalam hati.
Mendengar perkataan Lu Jing Yu dari waktu ke waktu membuat Chu Fei semakin merasa bersalah. Ia diam-diam menghela napas dan bertekad untuk membantu Lu Jing Yu menemukan pelakunya dengan cara apapun.
***
Wei Qian Nian ingin mendengarkan sendiri apa yang dikatakan rakyat mengenai masalah ini. Ia pun meminta izin untuk dapat keluar dengan alasan ingin jalan-jalan menghilangkan kebosanan. Sejak ia datang ke kerajaan Shao ia belum pernah keluar dari istana sekalipun jadi Kaisar memberinya izin tetapi dengan pengawalan ketat para penjaga.
Ibukota Kerajaan Shao dan Chu Timur memiliki banyak perbedaan. Terutama makanan dan juga bentuk khas perhiasannya rambut yang bermacam-macam. Wei Qian Nian sangat senang berkeliling dan mencoba beberapa perhiasan lalu membeli beberapa yang dia suka. Ia juga mencicipi beberapa makanan yang dijual para pedagang.
Di saat Wei Qian Nian berada di suatu tempat, ia langsung menjadi pusat perhatian. Bukan hanya wajahnya yang cantik dan semangat mudanya yang penuh keceriaan membuatnya terlihat manis, pengawal yang mengikutinya sepanjang jalan juga menyita perhatian. Mereka mulia bertanya-tanya siapa sebenarnya nona muda yang cantik yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
Akhirnya ada seorang nona muda yang pernah melihatnya di istana dan mengenalnya sebagai putri Chu Timur.
Mulailah semua orang membicarakan tentang kecantikan putri dari kerajaan lain itu. Dan tentu saja membicarakan putri Chu Timur akan selalu berdampingan dengan membicarakan Pei Zhang Xi. Bagaimanapun kedatangan putri Chu Timur ke kerajaan Shao adalah untuk menjadi selir dari Pei Zhang Xi tetapi sampai saat ini ia masih belum dapat masuk ke dalam kediaman raja Rui karena kehamilan Lu Jing Yu. Namun saat ini Lu Jing Yu keguguran. Kemungkinan besar putri Chu Timur akan segera masuk ke dalam kediaman Raja Rui.
Semua orang mulai membandingkan antara dua wanita cantik. Lu Jing Yu dan Wei Qian Nian. Keduanya sama-sama cantik tetapi mengingat sifat dan akrwakter Lu Jing Yu yang mereka kenali di masa lalu, mereka tidak bisa tidak lebih condong memuji Wei Qian Nian.
Mendengar pujian aemua orang Wei Qian Nian merasa sangat senang. Inilah yang dia inginkan. Ia ingin semua orang tahu kelebihannya sehingga mereka akan segera mendesak kaisar untuk segera memasukkannya ke dalam kediaman Raja Rui.
"An Ru aku lapar. Ayo kita pergi mencari restoran." Wei Qian Nian berbicara dengan manja kepala An Ru, pelayanan setianya.
"Tidak jauh di depan adalah restoran Hua Ling. Restoran paling terkenal di seluruh ibukota. Masalah yang disediakan di sana adalah yang terbaik." Kasim Ci tersenyum Lembut dan memberikan ide.
"Baik Putri. Tolong ikuti hamba."
Tujuan Wei Qian Nian keluar dari istana hari ini tentu saja bukan hanya untuk mengarahkan pandangan rakyat untuk menjadi pendukungnya. Dia juga masih memiliki tujuan lain.
"Cari kesempatan untuk menyelinap dari sini. Pergi temui orang yang akan membantu melenyapkan orang itu. Hanya orang yang tidak bernyawa yang akan menyimpan rahasia." Wei Qian Nian berbisik di telinga An Ru saat mereka berada di dalam ruang VIP restoran.
"Baik nona." An Ru selicik dan sepandai majikannya. Ia segera menemukan alasan untuk menghindari kasim Ci yang bertanggung jawab atas keselamatan mereka sekaligus untuk mengawasi mereka.
"Kasim Ci, dimana toko perhiasan paling terkenal di ibukota?"
"Itu adalah toko perhiasan Yaoyuzi. Ada satu blok dari sini. Jika nona An ingin pergi ke sana aku akan meminta salah satu pengawal untuk mengantar nona."
"Terima kasih kasim Ci. Kalau begitu maaf merepotkan." An Ru segera mengikuti pengawal yang diminta Kasim Ci untuk mengantarnya.
An Ru sudah memiliki janji dengan seseorang di dekat Yaoyuzi sebelumnya pada hari ini. Seperti apa yang dikatakan orang, penjahat akan bertemu dengan penjahat juga. Pada saat An Ru memberikan bubuk itu pada Chu Fei ia juga bertemu dengan orang itu. Yang sedang melakukan perampokan di siang bolong. Orang itu juga berniat merampok An Ru. Bagi An Ru, uang tidak masalah. Jadi dia memberikan uang miliknya. Tapi selain itu ia bahkan menawarkan pekerjaan dengan imbalan besar. Tentu saja perampok itu bersedia.
Pada saat di toko Yaoyuzi An Ru beralasan bahwa ia ingin pergi ke kamar mandi untuk lepas dari pengawasan Pengawal dan menyelinap pergi untuk menemui perampok kenalannya.
"Nona, aku kira kamu tidak datang." Perampok itu sudah menunggu cukup lama di gang belakang Yaoyuzi. Dia mulai khawatir bahwa ia telah tertipu. Teman-teman yang dibawanya sudah bertanya-tanya padanya dan hampir kehilangan kesabaran.
"Aku tentu saja datang." An Ru segera bergegas. "Ada beberpa hal yang harus aku lakukan. Selain itu tidak mudah bagiku untuk datang kemari." Lanjut An Ru saat melihat orang-orang yang dibawa Perampok itu yang tampak menyeramkan. Senyum jahat terbit di bibirnya. Semuanya akan berjalan lancar.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_65♡
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .