
Perjamuan sudah disiapkan di dalam istana. Kaisar dan para pejabat berdiri di depan istana saat rombongan Pei Zhang Xi sampai. Pei Zhang Xi turun dari kereta.namun dia tidak langsung pergi. Melainkan mengulurkan tangannya ke drama kereta. Semua orang terkejut mengetahui ada seorang wanita di dalam kereta yang sama dengan Pei Zhang Xi.
Sebelumnya meskipun Pei Zhang Xi sudah menikah dengan Lu Jing Yu, mereka tidak pernah keduanya tampil bersama di dalam sebuah acara. Apalagi rumor yang beredar selama ini mengatakan bahwa hubungan antara keduanya tidak baik setelah apa yang dilakukan Lu Jing Yu untuk naik ke atas ranjang Pei Zhang Xi.
Selain kabar lepahlawanan Lu Jing Yu yang sampai di istana,kabar lin juga turut sampai. Kabar itu tidak lain adalah bahwa putri dari Chu Timur, putri Web Qian Nian ikut pulang bersama Pei Zhang Xi sebagai selir. Jadi saat Pei Zhang Xi berhenti dan berinisiatif utk membatu orang lain di dalam kereta meraka tidak ada yang menebak bahwa itu adalah Lu Jing Yu melainkan PUTRI Wei Qian Nian.
Sebuah tangan yang putih dan halus terulur menyambut tangan Pei Zhang Xi. Lalu secara bertahan sebelah kaki dengan hantu kuning gading keluar dengan lembut. Sampai sebuah kepala dengan hiasan kepala yang sederhana keluar dari dalam kereta dengan wajah yang cantik namun terlihat masam. Sekali lagi mereka semua terkejut. Bukankah itu adalah wajah Lu Jing Yu yang sudah mereka kenali. Bagaimana bisa dia? Dimana putri dari Chu Timur?
Semua orang dalam kebingungan sampai mereka melihat gadis cantik lain yang turun dari kereta di belakang. Gadis itu memiliki wajah yang cantik dan manis. Memiliki mata yang bulat besar dan berair. Mata yang indah itu melihat sekeliling dengan ingin tahu. Bibirnya yang mungkin tersenyum saat melihat semua orang baru yang menyambut.
Jika Lu Jing Yu terkenal dengan kecantikan nomor satu di kekaisaran Shao, Wei Qian Nian juga memiliki reputasi yang sama di Kekaisaran Chu Timur. Keduanya memiliki tingkat kecantikannya mereka sendiri. Lu Jing Yu terlihat anggun dan dewasa sedangkan Wei Qian Nian tampak manis dan polos. Semua orang tidak akan bisa memilih diantara mereka siapa yang lebih cantik.
Pei Zhang Xi berjalan bersama dengan Lu Jing Yu dan memberi hormat pada Kaisar dan Ratu. Wei Qian Nian mengikuti mereka di belakang. Kerumunan fokus pada penampilan halus Wei Qian Nian yang cantik dan segar.
"Anakku. Kalian telah membuat kekaisaran Shao bangga telah memiliki kalian. Selamat atas kemenangan kalian. Kontribusi ini akan selalu diingat. Aku umumkan! Untuk merayakan keberhasilan Raja dan Permaisuri Rui dalam menjalankan tugasnya, akan diadakan pesta rakyat tiga hari tiga malam. Sebarkan perintah ini di seluruh ibukota." Semua orang tersenyum bahagia.
"Dan untuk Permaisuri Rui, karena keberanian dan dedikasinya. Juga berkat ide-ide yang brilian dan juga kontribusinya pada perang kali ini, aku, Kaisar Shao Pei An Long akan menganugerahkan gelar Permaisuri Kehormatan pada Permaisuri Rui, Lu Jing Yu. Juga akan memberikan hadiah sepuluh ribu tael emas dan juga Bungalou Heaven Lake di daerah timur. Terimalah menantuku." Pei An Long menyerahkan dekritnya pada Lu Jing Yu.
Lu Jing Yu tidak mengharapkan hadiah sama sekali. Dia hanya tidak ingin menjadi janda yang memakai pakaian putih di sepanjang sisa hidupnya barulah dia nekat pergi ke medan perang demi menyelamatkan Pei Zhang Xi. Apalagi dia berniat akan pergi dari kekaisaran ini setelah ia bercerai dengan Pei Zhang Xi di masa depan. Bagaimana dia bisa menerima semua hadiah ini? Gelar? Bungalou? Apa gunanya untuknya di masa depan?
Suang orang terkejut saat mendengar hadiah yang diberikan kaisar pada Lu Jing Yu. Semua orang di kekaisaran tahu bahwa Bungalou Heaven Lake adalah sebuah tempat peristirahatan bagi para anggota kerajaan. Mereka akan berkunjung ke sana jika mereka bosan. Selain itu, wilayah di sekitar Bungalou Heaven Lake adalah perkebunan anggur sejauh mata memandang. Sebuah rumah pembuatan arak tertua dan penghasilan arak terbaik di kekaisaran Shao. Bisa dikatakan ini adalah harta istana. Tapi saat ini akan diberikan begitu saja sebagai hadiah?
Pei Zhong Min menggertakkan giginya saat mendengar hal ini. Sebagai seorang pangeran, meskipun di mata orang luar tempat seperti Bungalou Heaven Lake dikenal sebagai tempat istirahat dan berlibur anggota kerajaan, tempat itu tidak sesederhana kelihatannya. Jangankan bermimpi memilikinya, menginjakkan kaki di sana saja membutuhkan usaha yang besar. Dulu saat ia akan mengajak istrinya yang sedang hamil.pergi berlibur kesana bahkan harus melalui beberapa tahap barulah bisa menginap selama satu minggu.
Selain Pei Zhong Min yang tidak puas dengan hadiah yang diterima Lu Jing Yu, pangeran dan putri yang lain juga menelan cuka di dalam hati mereka.
Wei Qian Nian yang sejak awal hanya mendengar melihat jelas keterkaitan semua orang dan tatapan iri para pangeran dan putri yang dilihatnya. Melihat ini saja, meskipun dia tidak mengerti tempat seperti apa Bungalou Heaven Lake yang baru saja didapatkan oleh Lu Jing Yu, tetapi dia dapat melihat bahwa tempat itu adalah tempat yang tak ternilai.
"Yu'er, cepat terima hadiahmu. Itu adalah berkat dari Ayah Kaisar." Pei Zhang Xi mengerti apa yang dipikirkan Lu Jing Yu dan tau bahwa istrinya ini serang bingung. Jadi dia mendorongnya untuk segera menerima semua hadiahnya dan menjadikannya sebagai tali yang akan mengikat Lu Jing Yu selain dirinya.
Dengan ragu akhirnya Lu Jing Yu maju dan berlutut untuk menerima hadiah dari Kaisar. "Terima kasih atas kemurahan hati ayah Kaisar. Menantu ini tidak memiliki naik lain saat menyusul Yang Mulia ke medan perang. Hadiah ini sangat berarti bagi Menantu ini."
"Ayah Kaisar. Kami juga membawa hasil rampasan perang yang dikirim oleh Chu Timur." Saat Pei Zhang Xi berbicara para pelayan datang dan menyerahkan nampan berisi banyak harta dari Chu Timur kepada para kasim.
"Ooh. Kaisar Chu Timur sangat murah hati. Aku juga mendengar bahwa dia juga mengirim putrinya kemari. Apakah ini dia?" Kaisar menoleh dan melihat Wei Qian Nian yang sejak tadi mengamati keadaan.
"Benar Yang Mulia. Hamba adalah Wei Qian Nian. Putri keenam dari Kaisar Wei Wu Xian. Hamba memberi hormat kepada Kaisar." Wei Qian Nian membungkukkan tubuhnya.
"Memang seperti rumor yang beredar bahwa putri keenam Chu Timur memang seorang gadis yang cantik."
"Terima kasih atas pujian yang Mulia."
"Baiklah cukup basa-basinya. Kalian semua sudah menempuh perjalanan yang jauh. Lebih baik segera masuk dan memulai perjamuannya."
Semua orang mengikuti Kaisar masuk. Mereka tidak bisa hanya diam melihat putri Wei Qian Nian yang mengikuti Pei Zhang Xi sejak dia datang. Mereka diam-diam mengukur seberapa penting tingkat Pei Zhang Xi saat ini.
Kemenangan perang kali ini bukan hanya melihat bahwa mereka telah berhasil mengalahkan Chu Timur. Lebih penting lagi adalah bahwa status dan posisi Pei Zhang Xi saat ini akan satu titik lebih tinggi dari sebelum dia pergi ke perbatasan satu bulan lalu. Pada saat ini banyak menteri yang mulai membelokkan kemudian mereka kemana mereka akan memeluk paha seseorang.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_48♡
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .