
"Yang Mulia, wanita itu telah bergerak. Kemungkinan mereka akan melaksanakan rencana mereka malam ini." Mo Han datang dan berbisik di telinga Pei Zhang Xi meskipun mereka sedang berada di dalam ruang kerja yang tertutup.
"Aku mengerti." Pei Zhang Xi mengangguk ringan. "Lalu apakah ada kabar dari mata-mata kita?" Lanjutnya tanpa mengalihkan perhatian dari berkas yang sedang diperiksanya. Beberapa tim yang dibentuk dan disebar di berbagai daerah mulai mengirimkan laporan kerja mereka. Meskipun sebagian dari mereka tidak menemukan sesuatu yang mencolok, beberapa yang lain menemukan beberapa jejak yang mencurigakan. Sebenarnya, bagi Pei Zhang Xi, hasil laporan ini tidak begitu penting. Sebab dia selalu menerima laporan lengkap dari bawahannya setiap harinya. Namun ia masih harus membaca dan mempelajari setiap laporan yang telah dikirim padanya.
"Seperti yang Yang Mulia duga sebelumnya, setelah tim dibentuk dan mulai menyisir hutan Bulan Gelap, mereka seger mempercepat langkah mereka."
"Itu juga bagus. Dengan mereka mempercepat gerakan mereka, Semakin cepat masalah ini diselesaikan."
"Yang Mulia benar."
"Lalu bagaimana dengan pergerakan dari luar?" Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya.
"Saat yang berada di dalam mempercepat langkah mereka, bantuan dari luar juga segera didatangkan."
"Aku sudah lama mencurigai kerajaan kecil itu ingin melakukan pemberontakan, tapi aku benar-benar tidak menyangka jika mereka bahkan berani berkolusi untuk melawan kita." Pei Zhang Xi bergumam dengan jelas sebelum melanjutkan. "Berapa pasukan yang mereka kirimkan?"
"Menurut dari mata-mata kita, dua ribu pasukan dengan kuda dan tiga ribu dengan berjalan kaki. Selain itu, beberapa hari yang lalu, mereka telah mengirim senjata ke dalam hutan."
"Sepertinya kakakku yang baik telah mengerahkan segala kemampuannya kali ini untuk menekanku." Pei Zhang Xi menganggukkan kepalanya lagi. Matanya menyipit dengan keengganan yang terasa.
Mo Han tidak mengatakan apa-apa. Tapi wajahnya dipenuhi dengan rasa penasaran yang tidak dapat ditutupi dengan mudah.
"Apa ada yang lain?" Pei Zhang Xi mengerutkan alisnya saat ia melirik Mo Han yang masih belum pergi setelah menyampaikan informasi yang dia inginkan. Hari ini sudah sore, dia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dan pulang untuk menemui istri dan putranya. Meskipun dia terbiasa diperhatikan oleh seseorang apalagi hanyalah Mo Han yang selalu di sampingnya, jika ditatap dengan intensif seperti itu, semua orang bahkan seseorang yang telah terbiasa juga akan masih merasa tidak nyaman.
Mo Han ragu-ragu sebentar sebelum akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. Melawan rasa takutnya untuk memenuhi rasa penasarannya.
"Yang Mulia, ini mengenai Yang Mulia Kaisar.... Apakah kita... Kita tidak melakukan sesuatu? Bagaimana jika Selir Qiao berhasil mendapatkan token Elang seperti yang direncanakan?"
"Tidak perlu. Meskipun Ayah Kaisar terlihat bodoh pada hari biasa, dia masih seorang Kaisar yang selalu memiliki rencana cadangan di lengan bajunya." Mendengar jawaban Pei Zhang Xi, sudut mulut Mo Han berkedut dan tidak tahu harus berkata apa. Hanya Pei Zhang Xi yang menganggap Kaisar Pei An Long bodoh dan berkata dengan suara keras.
Sementara itu, Mu Dong telah sampai di depan ruang kerja Kaisar dan menunggu untuk bertemu. Tak lama menunggu, Kasim Song mempersilahkan nya masuk setelah melapor beberapa saat.
"Hormat Hamba Yang Mulia." Mu Dong membungkuk tanpa berani mengangkat wajahnya di depan Kaisar Pei An Long.
"Bangunlah. Ada apa selir Qiao mengirimmu kemari?" Kaisar Pei An Long melambaikan tangannya saat pandangannya menyapu Mu Dong yang masih menundukkan kepalanya.
"Yang Mulia, hamba datang untuk menyampaikan undangan dari selir Qiao. Malam ini adalah malam bulan purnama, waktu yang sangat tepat untuk melihat bulan. Nyonya memperhatikan jika Yang Mulia sangat sibuk akhir-akhir ini dan berinisiatif untuk menghibur Yang Mulia dengan mengajak Yang Mulia menikmari bukan bersama dengan ditemani oleh musik Guzheng. Oleh karena itu nyonya telah melatih Guzheng sejak pagi agar dapat menghibur dan berharap dapat mengurangi sedikit beban Yang Mulia." Mu Dong telah berpengalaman dan cukup fasih. Ia tahu bagaiamana harus berbicara.
"Yah. Sepertinya aku memang sudah sangat lama tidak mendengar Ling'er bermain Guzheng. Malam ini dia telah mengundangku untuk datang, tentu saja aku tidak akan mengecewakan nya. Katakan pada nyonya mu bahwa aku akan datang malam ini." Kaisar Pei An Long berkata sambil menatap Mu Dong.
"Pergilah." Kaisar Pei An Long melambaikan tangannya untuk membiarkan Mu Dong keluar. Setelah Mu Dong benar-benar menghilang dari balik pintu, tampilannya yang acuh telah berubah menjadi dingin.
Sejak ia memutuskan untuk membangun Harem di istananya, ia sudah bertekad bahwa ia akan berusaha memperlakukan seluruh istrinya seadil mungkin. Sebisa mungkin ia membagi waktu di antara para istrinya demi menghindari perselisihan. Namun meskipun begitu, semuanya sangat sulit dilakukan.
Seperti yang diketahui, di dalam sebuah Kekaisaran, adanya Harem adalah sesuatu yang sangat penting. Meskipun terkadang adegan berdarah sering terjadi di sana akibat persaingan antar wanita, dari haremlah para pangeran yang berkualitas berasal. Sejak zaman dahulu, semua orang mempercayai bahwa semakin banyak keturunan seorang Kaisar, akan semakin makmur pula kekaisaran itu. Hal ini mengacu pada penerus Kekaisaran. Dengan banyaknya pangeran yang dimiliki oleh Kaisar, akan memudahkan untuk memilih kandidat yang paling sesuai.
Namun yang mereka abaikan adalah bahwa Harem bukan hanya tempat untuk melahirkan seorang penerus, tetapi juga tempat yang lebih kejam dari Medan perang dimana para wanita ini akan bersaing untuk mendapatkan kasih sayang dan dukungan dari Kaisar.
Jadi meskipun Kaisar Pei An Long telah berusaha untuk bersikap adil di antara istrinya, masih akan ada yang merasa iri satu sama lain. Jika tidak, bagaimana bisa Selir Su memiliki sebutan selir Kesayangan? Lagipula kenyataan yang tidak dapat diabaikan lainnya adalah, meskipun para wanita ini selalu mengumbar pernyataan bahwa mereka saling bersaudara, perselisihan mereka sangat nyata.
Apalagi setelah para istrinya ini satu persatu mulai hamil dan melahirkan bayi untuknya, mereka mulai saling menyerang dalam kegelapan.
Namun meskipun ia mendengar beberapa pertengkaran di dalam Harem, ia selalu membiarkan Ratu Zhu untuk mengurusnya untuknya. Itulah mengapa ia akhirnya memilih untuk menjadikan Zhu Qing Yi sebagai ratunya karena dari semua istrinya, hanya Zhu Qing Yi yang memiliki kualifikasi menjadi seorang Ratu yang mendominasi. Sedangkan Selir Su, dengan sifat naif dan polosnya, ia khawatir jika selir kesayangannya itu bahkan akan tenggelam pada hari pertamanya menjadi Ratu.
Seperti pertengkaran beberapa hari yang lalu antara Selir Yu dan Selir Xiu hingga membuat wajah selir Xiu terluka dan selir Xiu dikirim ke Kuil, ia juga mengetahui nya namun tidak melakukan apapun selain mengunjungi Selir Xiu yang terluka dan menunjukkan perhatiannya.
Selama itu tidak keterlaluan, Kaisar Pei An Long masih akan mentolerir nya.
Namun akhir-akhir ini ia telah menemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan Selir Qiao ini. Pei Zhang Xi juga telah memberitahukan kenyataan yang terjadi padanya dan mengetahui jika Putranya bersama dengan Qiao Ling memiliki niat untuk memberontak.
Meskipun ia dengan keras menyangkal, semua bukti ada di depannya sehingga dia tidak memiliki alasan untuk tidak mempercayainya. Kaisar Pei An Long mulai mengerahkan pasukan tersembunyi, pasukan Elang nya untuk memeriksa semua orang dengan teliti.
"Ling'er, aku sangat berharap kamu tidak akan mengecewakan ku." Gumam Kaisar Pei An Long meremas tangannya.
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_233🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉