Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 222


Pei An Rong sudah sangat lama tidak berada di istana. Sudah lebih dari satu tahun dia telah dikirim untuk belajar pada seorang guru di luar Kekaisaran yang tinggal di pegunungan. Jadi dia tidak mengetahui banyak hal yang terjadi selama kepergiannya.


Saat ia menerima perintah untuk kembali demi menghadiri upacara penobatan Pei Zhang Xi sebagai Putra Mahkota, ia merasa sangat terkejut apalagi mengetahui bahwa yang menjadi Putri Mahkota adalah Lu Jing Yu.


Seharusnya kakaknya lah yang merupakan Putra pertama di Kekaisaran yang akan mewarisi tahta? Tetapi saat ia tiba di istana, ibunya datang padanya dan mengatakan bahwa kakaknya telah dikirim ke perbatasan oleh ayah mereka karena Pei Zhang Xi. Ini sungguh tidak adil! Sekali lagi bertambah kebenciannya pada Lu Jing Yu dan Pei Zhang Xi. Terutama Lu Jing Yu.


Sebelum wanita itu datang, Pei Zhang Xi bahkan tidak berniat untuk mewarisi tahta. Namun apa sekarang? Pasti karena bujukan Lu Jing Yu yang sombong dan haus akan kekuasaan itu. Itu pasti. Pasti karena alasan itu baru bisa membuat Pei Zhang Xi yang tidak tertarik pada tahta akhirnya ikut berjuang berebut tahta dengan saudaranya.


Dalam benaknya, Lu Jing Yu masih meninggalkan kesan buruk. Rumor yang menyebar selama bertahun-tahun sangat buruk. Setelah melihatnya secara langsung dengan kedua matanya bahkan semakin terlihat menjengkelkan. Lalu lihatlah bagaimana dia tidak memiliki etika sopan santun saat makan? Huh! Pei An Rong semakin kesal di hatinya.


Sebenarnya Lu Jing Yu juga tidak menentang etika dasar. Hanya saja Lu Jing Yu memang sudah lapar dan makan dengan sedikit lebih cepat. Namun di mata Pei An Rong yang memang sudah tidak menyukainya sejak awal, perilakunya terlihat sangat buruk.


Suara Pei An Rong saat berbicara tidak rendah. Selain itu tidak ada suara lain selain suaranya yang memecah keheningan karena semua orang fokus untuk makan. Tidak ada yang berbicara karena Ratu Zhu tidak menyukai orang yang berbicara saat makan. Semua orang segera melihat ke arah Pei An Rong yang mereka dapati sedang menatap Lu Jing Yu dengan penuh penghinaan. Menyadari tatapan Pei An Rong, semua orang sedikit terkejut. Namun saat mereka mengingat bahwa Pei An Rong telah lama tinggal jauh dari ibukota, mereka akhirnya mengerti. Pei An Rong pasti belum mengetahui apa saja yang terjadi selama ia pergi. Jika tidak, gadis itu pasti tidak akan melakukan hal seperti itu saat ini.


"Putri ke sepuluh, sepertinya kamu belum mendengar banyak hal telah terjadi selama tidak berada di istana." Selir Su tidak terima menantunya dihina.


"Selir Su, saya tahu jika dia adalah menantu anda, tapi tidak bisa juga anda memaksa semua orang untuk menyukainya." Pei An Rong menatap Selir Su dengan sombong. Ia mengangkat dagunya.


Merasa dirinya tidak bisa melawan Selir Su, Pei An Rong menoleh pada Ratu Zhu dan meminta bantuan darinya.


"Ibu, apakah aku salah bicara? Sebagai seorang putri, Bukankah sejak kami kecil telah diajari etika makan? Bagaimana kami bisa membiarkan seseorang tidak mematuhi etika?" Pei An Rong tidak ingin melepaskan Lu Jing Yu dengan mudah.


Sedangkan Lu Jing Yu, yang meskipun merasakan tatapan permusuhan Pei An Rong sejak awal padanya, ia masih menjaga ketenangan nya dan makan dengan baik. Ia bahkan memperlakukan masalah yang dibuat Pei An Rong sebagai tontonan gratis sambil makan. Seluruh isi Mangkuknya akhirnya telah pindah ke dalam perutnya dan siap untuk diproses. Pei Zhi Hui tidak akan menunggu hingga Pei An Rong membuat masalah dan kelaparan. Meskipun ada bibi pengasuh, yang paling utama adalah ASI dari Lu Jing Yu. Jadi jika dia tidak segera mengisi perutnya yang kosong, dia tidak akan bisa memberikan ASI yang berkualitas pada Putranya yang manis. Mengesampingkan masalah Pei An Rong, ia mengambil beberapa kue kacang hijau yang bergizi.


Melihat Lu Jing Yu yang seperti tidak menanggapi provokasinya sama sekali, Pei An Rong merasa emosinya telah meluap di ubun-ubun dan siap untuk dilepaskan. Namun demi menjaga citranya, ia harus menahan amarahnya dengan mengepalkan tangannya di bawah meja.


"Aku merasa heran pada kalian semua yang membiarkan kelakuan seenaknya saja. Semua orang membicarakan nya tetapi lihatlah dia bahkan dia tidak merasa bahwa dia melakukan kesalahan. Jika kebiasaan seperti ini dilihat oleh orang dari kekaisaran lain, bukankah akan mempermalukan Kekaisaran Shao?" Lanjut nya dengan marah setelah tidak mendapatkan tanggapan apapun. Sedangkan Ratu Zhu juga tidak mencegahnya, itu artinya dia memang diizinkan untuk berbicara.


"Adik ke sepuluh, siapa yang kamu maksud dengan 'Dia' di sini? Aku mendengarkan ocehanmu sejak awal dan berpikir mengacu kepada siapa yang kamu bicarakan? Aku benar-benar tidak menemukan seseorang seperti itu di sini. Apakah kamu masih terbawa suasan pegunungan dan salah mengingat rekan mu selama di pegunungan?" Pei Shi Liang meletakkan sumpitnya dan melipat tangannya di atas meja. Menyipitkan matanya memandang Pei An Rong dengan ejekan.


"Kakak ke delapan, apakah matamu yang sudah tua sudah begitu rabun hingga kesalahan di depanmu saja tidak dapat kamu lihat?" Pei An Rong memelototkan matanya menatap Pei Shi Liang dengan kesal. Kenapa dia harus ikut campur? Kenapa dia melindunginya? Bukankah dia seharusnya juga menentangnya seperti ingatan terakhir nya? Kapan semuanya berubah?


"Kakak ke delapan. Kenapa kamu melawanku begitu aku kembali?"


"Aku bukan melawanmu. Bukankah aku hanya bertanya pada mu? Siapa yang kamu sebut 'dia'? Tolong beritahu padaku. Aku yakin semua orang di sini juga penasaran. Bukankah kamu juga berkata jika 'dia' bertingkah seperti orang yang tidak bersalah, menurutku itu karena 'dia' memang tidak mengerti jika sebenarnya yang kamu bicarakan panjang lebar sejak awal adalah 'dia'. Jadi bagaimana menurutmu jika kamu mengatakannya sekarang agar kamu juga mengerti siapa 'dia' yang kamu maksud?"


"Ya...?"


"Bukankah itu adalah Lu Jing Yu?! Wanita tidak sopan seperti itu bahkan tidak memenuhi syarat masuk ke dalam keluarga kerajaan. Jika bukan karena trik kotor yang memalukan yang dia lakukan, ia bahkan tidak akan bisa masuk menjadi anggota keluarga Kerajaan. Apa haknya menjadi seorang putri Mahkota yang sombong?"


"Kamu tahu harus memanggilnya Putri Mahkota dan masih tidak menghormatinya?" Pei Shi Liang tidks percaya Pei An Rong berani menyebutkan Lu Jing Yu secara terang-terangan. Awalnya ia hanya mencoba sampai dimana keberanian gadis kecil ini.


"Untuk apa aku harus menghormati nya? Dia tidak layak dihormati olehku sama sekali."


"Jika posisi Putri Mahkota bahkan tidak layak membuatmu menghormati ku? Lalu apa yang menurutmu layak?" Suara malas Lu Jing Yu terdengar santai. Setelah ia memenuhi perutnya, ia merasa sedikit mengantuk.


"Ooh... Rupanya sang Putri Mahkota yang terhormat bisa berbicara? Aku awlanya ragu apakah aku harus memberi hormat pada wanita bisu." Pei An Rong menoleh ke arah Lu Jing Yu setelah mendengar suara Lu Jing Yu yang tidaj dia dengar sejak awal.


"Sebenarnya aku juga ingin berkata, tidak akan ada yang menganggapmu bisu bahkan jika kamu tidak berbicara." Lu Jing Yu menatap Pei An Rong yang membola matanya mendengar perkataan Lu Jing Yu.


"Kamu... Kamu! Beraninya kamu menyebutku bisu!" Pei An Rong dengan marah menunjuk Lu Jing Yu dengan telunjuknya yang tajam.


"Yah. Maafkan aku yang terlalu pelupa. Aku seharusnya juga mengingat kan pada Putri ke sepuluh sebagai kakak ipar yang baik. Sebaiknya, jika kamu tidak bisa berbicara dengan baik, lebih baik kamu diam dan tidak berbicara daripada terus membual sesuatu yang bahkan kamu sendiri tidak tahu. Tidak mengapa jika kamu berbicara dalam lingkungan keluarga maupun Kekaisaran sendiri. Jika kamu berada di kekaisaran lain, kamu akan segera mendapat kan banyak musuh setelah berbicara hanya dengan satu kalimat saja."


Pei An Rong tidak menyangka bahwa Lu Jing Yu yang terkenal bodoh mampu membungkam nya dengan begitu buruk.


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_222🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉