
Dua minggu berlalu begitu saja. Namun sejak kehamilan Lu Jingga Yu diketahui, ia selalu mual di pagi dan malam hari. Sehingga hanya pada siang harilah dia bisa makan. Semua orang di kediaman Raja Rui kebingungan mengenai hal ini. Semua orang bertanya pada orang-orang yang memiliki pengalaman merawat orang hamil sebelumnya, tetapi semua metode yang didapat dari orang-orang itu masih tidak berhasil.
Pei Zhang Xi ingin menghancurkan kediaman melihat kondisi Lu Jing Yu yang terlihat pucat dan lemas sepanjang waktu. Urusannya untuk melapor ke istana mengenai hasil temuannya yang mengakibatkan keterlambatan pasukan akhirnya kembali gagal karena dia tidak pernah meninggalkan kediaman bahkan meninggalkan Lu Jing Yu melebihi satu jam.
Kabar bahwa kondisi Permaisuri Rui yang mengalami kesulitan saat hamil telah menyebar di ibukota. Setiap orang membicarakannya di setiap sudut.
"Mungkin ini adalah karma karena permaisuri Rui mendapatkan gelarnya saat ini dengan cara curang." Salah satu gadis di rumah makan sibuk bergosip dengan teman-temannya. Lagipula, tidak ada seorangpun di ibukota yang tidak mengetahui bagaimana Lu Jing Yu menjadi Permaisuri Rui. Semua gadis di ibukota membencinya.
"Syut.. jangan berbicara keras-keras. Bagaimanapun dia adalah salah satu permaisuri sasaat ini. Jika kita membicarakan keburukan anggota keluarga kerajaan, kita akan dihukum nanti." Temannya segera mengingatkan.
"Tapi siapa di ibukota ini yang tidak tahu kebenaran masalah ini? Tidak peduli seberapa diam kita, orang juga sudah tahu."
"Benar. Memangnya apa hebatnya dia? Dia bodohnya dan tidak tahu etika. Mana pantas menjadi permaisuri?"
"Iya. Nona muda yang pantas menjadi Permaisuri seperti Nona Muda Zhu itu. Selain cantik, dia juga baik dan juga berbakat. Pangeran Pei Qin Yang sungguh beruntung bisa menikah dengannya di masa depan."
"Padahal dulu Nona Zhu dan Pangeran Pei Zhang Xi adalah pasangan idolaku. Sekarang aku mendukung Nona Zhu dan Pangeran Pei Qin Yang."
"Sekarang aku jadi kasihan pada pangeran Pei Zhang Xi. Menikah dengan Nona muda yang tidak berguna dan bahkan juga menyusahkan saat dia hamil."
"Sudahlah. Tidak ada gunanya kita membicarakan masalah ini."
Dan pangeran yang mereka kasihani saat ini memang terlihat menyedihkan. Karena keadaan Lu Jing Yu yang terus menerus muntah membuat penampilannya yang biasanya dingin menjadi seperti asura yang akan menghancurkan bumi.
"Yang Mulia, tolong baskom." Lu Jing Yu kembali meminta baskom saat ia merasa mual. Pei Zhang Xi segera menyerahkan baskom dan membantu memijat tengkuk Lu Jing Yu. Tetapi yang keluar hanyalah cairan kuning yang sangat pahit. Membuat Lu Jing Yu hampir menangis setiap kali dia muntah.
"Apa masih tidak nyaman?" Pei Zhang Xi bertanya setelah mengelap bibir Lu Jing Yu.
"Tidak. Bukankah Yang Mulia berkata akan pergi ke istana hari ini? Kenapa belum berangkat?"
"Kamu seperti ini. Mana mungkin aku tega meninggalkanmu."
"Yang Mulia tidak boleh menunda pekerjaan hanya karena aku. Yang Mulia sudah dua minggu tidak pergi ke istana. Bagaimana perkataan orang di luar nanti. Lagipula pekerjaan Yang Mulia penting. Bagaimana jika seseorang memanfaatkan hal ini untuk menutupi semua bukti? Jika seseorang datang dan melapor terlebih dulu kepada Ayah Kaisar, semua bukti yang Yang Mulia dapatkan tidak akan berguna."
"Tidak masalah. Seseorang memang sudah melakukannya. Jadi kita hanya bisa menganggap bahwa kita tidak tahu apa-apa."
"Jadi, orang itu tidak akan mendapatkan hukuman?"
"Yah..." Pei Zhang Xi menghela napas. "Tidak masalah dia lepas kali ini. Untuk selanjutnya kita tidak akan membiarkannya lagi jika dia melakukan sesuatu yang menyimpang." Lu Jing Yu merasa bersalah. Karenanya lah Pei Zhang Xi menunda pekerjaannya dan menemaninya sepanjang siang dan malam.
"Sudah, tidak perlu dipikirkan lagi. Orang yang memiliki ambisi besar seperti dirinya tidak akan tahan untuk diam terlalu lama. Aku yakin dia tidak akan lama sampai dia bertindak."
"Hm. Aku rasa Yang Mulia benar."
"Ya. Sekarang apa kamu ingin memakan sesuatu? Sekarang sudah siang. Aku rasa kamu tidak akan muntah lagi nanti." Untuk saat ini prioritas utama Pei Zhang Xi adalah memberi makan Lu Jing Yu. Tabib Xue berkata meskipun sulit Lu Jing Yu harus tetap makan meskipun itu hanya sesuap atau dua suap untuk memberikan nutrisi bagi ibu dan calon anaknya.
"Yang Mulia, sepertinya enak kalau makan buah."
"Tapi kamu belum makan apa-apa sejak tadi. Jika kamu makan buah bukankah perutmu akan sakit?"
"Tapi aku ingin makan buah. Katanya Yang Mulia akan memberi apapun yang ingin aku makan?"
Setelah memastikan bahwa tidak apa-apa bagi Lu Jing Yu untuk makan buah-buahan dan buah apa saja yang diperbolehkan, Pei Zhang Xi membawakan sendiri buah-buahan itu kepada Lu Jing Yu.
"Semua buah-buahan ini boleh kamu makan. Tabib Xue berkata semua buah ini baik untuk kesehatanmu dan anak kita. Kamu mau makan apa dulu? Aku akan mengupasnya untukmu." Pei Zhang Xi melambaikan tangannya untuk memerintahkan Xiao Bei untuk keluar.
"Jeruk. Aku mau jeruk."
"Jeruk? Baiklah." Pei Zhang Xi mengambil sebutir jeruk dan mengupasnya sebelum memberikannya anda Lu Jing Yu.
"Nyam nyam. Ini enak sekali." Lu Jing Yu merasa bahwa buah jeruk itu sangat manis dan enak. Padahal sebelumnya Lu Jing Yu sangat tidak menyukai buah jeruk. Seberapa manispun buah jeruk, akan dianggap masam oleh Lu Jing Yu.
"Makanlah kalau kamu suka. Aku sudah meminta pelayan untuk memberi tahu koki memasak untukmu. Ayah Kaisar khawatir setelah mendengar keadaanmu dan Pagi ini mengirimkan koki yang paham mengenai nutrisi untuk membantu menyiapkan makanan untukmu."
"Sepertinya aku telah membuat semua orang repot." Lu Jing Yu berhenti mengunyah jeruknya dan memandang Pei Zhang Xi merasa bersalah."
"Apa yang kamu katakan? Tidak ada yang merasa direpotkan olehmu. Apa kamu tahu betapa senangnya mereka saat mengetahui bahwa kamu hamil? Mereka sangat mengkhawatirkan kondisimu saat ini. Bagaimanapun kamu mengandung keturunan keluarga kerajaan. Kamu adalah prioritas utama mereka saat ini."
"Baiklah. Karena semua orang menganggap seperti itu, aku tidak akan sungkan lagi." Suasana hati Lu Jing Yu sangat cepat berubah. Satu detik yang lalu dia merasa sedih dan detik berikutnya dia sudah kembali bersemangat. Pei Zhang Xi tersenyum melihat perubahan yang begitu cepat itu dan dia memiliki firasat bahwa dia akan mendapatkan karmanya setelah memperlakukan ibunya dengan tidak baik dengan membuat istrinya semakin mirip dengan ibunya. Yang suka berakting. Semenjak kemarin, sifat Lu Jing Yu semakin mirip saja dengan sifat ibunya yang terkadang aneh dan keras kepala.
***
Selamat dua minggu jugalah nasib Wei Qian Nian masih belum ditentukan. Kaisar Pei An Long masih belum dapat memutuskan dengan siapa putri Wei Qian Nian akan dinikahkan. Meskipun Wei Qian Nian dikirim sebagai seorang selir untuk Pei Zhang Xi, tetapi karena Pei Zhang Xi saat ini tidak bisa mengangkat selir, Pei An Long harus memikirkan kompensasi yang bagus untuk Wei Qian Nian.
Setidaknya dia harus dinikahkan dengan seorang pangeran yang belum memiliki istri sah. Dan hanya dua pangeran di kekaisaran Shao yang masih belum memiliki istri sah sampai saat ini, satu adalah Pei Qin Yang yang sudah memiliki calon, yang satunya lagi adalah pangeran Pei Bai Xuan yang lemah sejak masih kecil. Pei An Long tidak mungkin menikahkan Wei Qian Nian pada keduanya.
Dan untuk menjadikan Wei Qian Nian sebagai selir juga harus menimbangnya dengan matang. Harus memastikan agar tidak ada ketidakpuasan bagi kedua belah pihak. Sejak dua minggu yang lalu, Pei An Long sudah dipulangkan dengan hal ini.
"Apa yang Yang Mulia pikirkan hingga membuat Yang Mulia mengabaikanku?" Pei An Long segera sadar dari lamunannya dan menghela napas.
"Nie'er, bagaimana menurutmu dengan Putri Chu Timur itu?"
"Apa? Apa yang Mulia berniat menjadikannya selir?" Selir Su memasang ekspresi terkejut yang berlebihan. Dia tahu Pei An Long tidak mungkin memiliki pikiran itu. Dia hanya ingin menggodanya karena melihat Pei An Long yang terlihat banyak pikiran.
"Ish! Apa yang kamu katakan? Putri Chu Timur bahkan lebih muda dari kebanyakan anak-anakku."
"Lalu apa yang Yang Mulia khawatirkan? Putra Yang Mulia semuanya kompeten. Apalagi dengan pangeran Feng Xing." Pei An Long tersenyum mendengarnya. Menghela napas dan semua bebannya terasa hilang. Memang benar jika seseorang yang dekat dengan hati memiliki pemikiran yang sama.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_54♡
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .