
Pandangan semua orang di dalam Aula pengadilan pagi tertuju pada Pei Zhang Xi. Sementara beberapa pangeran yang telah menargetkan Wei Qian Nian untuk menikah ke dalam kediaman mereka meremas tangan mereka setelah mendengar apa yang dikatakan Wei Qian Nian. Menurut pemahaman mereka, seorang putri seperti Wei Qian Nian tidak akan keras kepala dan menundukkan kepalanya kepada seseorang yang telah menolak dan menghinanya di depan umum. Jadi kepercayaan diri mereka meningkat karena salah satu saingan mereka yang kuat, Pei Zhang Xi secara otomatis telah dieliminasi. Siapa yang sangka putri Wei Qian Nian akan mampu menanggung penghinaan bahkan bersedia menunggu Pei Zhang Xi yang jelas-jelas telah menolaknya.
Kaisar dengan senyum di wajah nya yang terlihat tenang namun saat diterima oleh Pei Zhang Xi, senyum itu tampak sangat menjengkelkan.
"Sekarang keputusan ada pada Raja Rui sebagai pihak bersangkutan. Putri Chu Timur, Wei Qian Nian telah bersedia menunggu sampai kediaman Raja Rui siap menerima selir. Jika Raja Rui tidak memiliki alasan yang bagus, Zhen rasa ini tidak akan ada masalah. Bagaimana Raja Rui?"
"Karena putri Chu Timur bersedia menunggu tidak masalah. Tetapi ada yang harus diketahui karena pada saat ini dan seterusnya, kediaman Raja Rui tidak akan pernah menerima istri atau selir lagi. Itu karena kediaman Raja Rui bukanlah milik saya lagi." Jawab Pei Zhang Xi dengan senyum licik di wajahnya yang tampan.
Mendengar perkataan Pei Zhang Xi semua orang terkejut. Mereka mulai menanyakan pada rekan mereka apakah yang mereka dengar benar atau merek salah dengar. Kebisingan sekali lagi terjadi.
"Apa maksud Raja Rui? Jangan bercanda di saat yang tidak tepat." Wajah Kaisar mulai gelap. Apa yang direncanakan putranya ini sebenarnya?
"Yang Mulia selalu mengenal saya dengan baik. Saya tidak pernah bercanda untuk hal apapun. Termasuk saat ini. Karena semua berkumpul saat ini, saya sekalian akan mengumumkan pengumuman penting. Saya, Pei Zhang Xi adalah pangeran termiskin di seluruh kekaisaran bahkan mungkin di seluruh dunia ini karena sebagai hadiah telah mengandung anak saya dengan susah payah, saya telah memberikan semua aset dan kekayaan atas nama saya menjadi nama Lu Jing Yu." Jawab Pei Zhang Xi dengan tenang. Ia tidak repot-repot melihat bagaimana reaksi semua orang setelah mendengar pernyataannya.
"Zhang Xi apa rencanamu sebenarnya?" Kaisar menggerakkan giginya erat menahan kesal.
Sebenarnya aliansi pernikahan ini memang sangat penting seperti yang dikatakan semua orang yang ada di perjamuan. Kaisar juga sebenarnya lebih setuju jika Wei Qian Nian menjadi selir di kediaman Raja Rui seperti rencana awalnya.
Di antara para pangeran, Pei Zhang Xi adalah salah satu kandidat yang paling memenuhi syarat untuk menjadi putra mahkota. Jadi saat ada kesempatan emas untuk mendapatkan lebih banyak dukungan bagi Pei Zhang Xi, kesempatan itu tidak bisa dilewatkan begitu saja. Tetapi karena kondisi Lu Jing Yu yang sedang hamil dan dalam kondisi psikologis yang sedang tidak stabil akibat kehamilannya, ia tidak bisa memaksakan kekehendaknya untuk tetap memasukkan Wei Qian Nian ke dalam kediaman Raja Rui.
Demi menjaga perdamaian antara dua kerajaan, Kaisar dengan berat hati membiarkan pangeran lain yang menjadikan Wei Qian Nian sebagai selirnya. Tetapi jika Wei Qian Nian sendiri yang bersedia menunggu, akan lebih baik jika dia tetap masuk menjadi selir bagi Pei Zhang Xi. Siapa sangka ternyata anak busuknya telah melakukan hal yang tak terduga ini.
"Tidak ada rencana apapun. Hanya saja saya sudah bosan dengan semua harta itu. Lagipula di dalam keluarga, memang sebaiknya semua pengeluaran dan pemasukan dipegang langsung oleh seorang istri. Tugas suami hanya mencari harta. Dan hak istri untuk memiliki semua yang didapatkan suaminya." Pei Zhang Xi berkata dengan santai sambil menyesap tehnya.
Semua orang tampak tercengang. Mereka tidak pernah mendengar hal semacam itu sebelumnya. Kas sebuah rumah tangga memang dipegang oleh seorang istri. Tetapi semuanya masih merupakan hak suami. Lagipula tidak ada yang akan bersedia menyerahkan semua hasil kerja kerasnya pada seseorang begitu saja meskipun itu adalah istrinya sendiri. Jadi saat mereka mendengar perkataan Pei Zhang Xi yang dengan mudahnya menyerahkan semua miliknya pada Lu Jing Yu sebagai hadiah karena telah mengandung, berapa banyak aset yang harus mereka serahkan pada istri dan selir mereka? Mereka tidak akan sanggup!
Wei Qian Nian juga tidak menduga hasilnya akan seperti ini. Dia sudah berkata bahwa ia akan menunggu dan memenuhi keinginan ayahnya. Tetapi bila kondisi Pei Zhang Xi seperti ini, Wei Qian Nian tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Saat ini jika dia menarik ucapannya dan memilih salah satu pangeran, citra baik yang susah payah ia jaga akan hancur begitu saja. Jadi, Ia hanya diam-diam menancapkan kukunya yang panjang ke telapak tangannya hingga hampir mengoyak kulitnya.
Pei An Long memijat keningnya dengan marah. Memikirkan Pei Zhang Xi tang keras kepala membuatnya kesal.
"Yang Mulia, mohon tenangkan dirimu. Kesehatan Yang Mulia sedikit bermasalah akhir-akhir ini. Tidak akan baik jika Yang Mulia melupakan emosi saat ini." Ratu menyentuh lengan Kaisar. Menepuknya dengan lembut untuk meredakan amarahnya.
"Huh!" Pei An Long melihat Pei Zhang Xi Yang terlihat santai di tempatnya dengan marah. Mengambil napas dalam sebelum memutuskan untuk menunda kembali masalah ini dan akan membahasnya lain kali. Setelah itu Pei An Long dengan cepat meninggalkan ruangan sidang dengan memijat keningnya yang pusing.
Mendengar pertanyaan Pei Qin Yang, semua orang yang ada di dalam ruangan menajamkan telinga mereka. Mereka juga Dengan sengaja memperlambat gerakan mereka mengemasi barang-barang mereka.
"Ya. Aku sudah memindahkan semua aset atas namaku menjadi milik Lu Jing Yu. Kenapa? Apa ada masalah?"
"Tidak. Hanya saja bukankah ini berlebihan? Bagi seorang pangeran, memiliki istri dan selir yang lebih dari satu adalah hal biasa. Bagaimana bisa kak Zhang Xi melakukan hal itu jika semau aset menjadi milik kakak ipar?"
"Bagaimana lagi? Menjadi seorang pangeran memang tidak mudah. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Aku hanya melihat bahwa memiliki banyak wanita di belakang rumah adalah sesuatu yang sangat merepotkan. Istriku hanya satu. Dan kamu tahu sendiri saat hamil seperti ini sudah membuatku kelimpungan. Bagaimana kalau ada istri lainnya juga? Bisa-bisa aku tidak akan pernah keluar dari kediaman sekalipun seumur hidupku. Jadi aku memutuskan untuk tidak menambah istri maupun selir lagi di masa depan."
Pei Zhang Xi sengaja mengatakan hal itu agar tidak ada yang menilai buruk Lu Jing Yu. Pada zaman ini, jika ada seorang istri yang menolak berbagi suami, mereka akan dikucilkan oleh masyarakat. Kepribadian nya dianggap sombong, tidak sopan dan egois. Menurut masyarakat sekitar, dengan memiliki istri lebih dari satu, beban di rumah bagi seorang istri akan lebih berkurang. Karena tugas melayani suami telah dibagi dengan wanita lainnya.
"Huh! Katakan saja jika Permaisuri Rui lah yang tidak mengizinkan mu mengangkat selir. Bukankah dulu kamu sangat tidak menyukainya? Kenapa saat ini kamu malah membelanya?" Pei Wu Jing mengejek dan berdiri di depan Pei Zhang Xi.
"Tidak. Aku sendiri yang memang tidak menginginkannya. Lagipula aku juga tidak pernah berkata bahwa aku tidak menyukai istriku. Memangnya mengapa aku tidak menyukai istriku sendiri? Jika aku tidak menyukainya, bagaimana dia bisa hamil anakku sekarang? Ngomong-ngomong mengenai hamil, istriku di rumah sudah menungguku. Aku tidak akan mengganggu pekerjaan semua orang. Permisi." Pei Zhang Xi tersenyum dan melihat semua orang yang memperhatikannya dengan heran.
Apakah ini masih Pei Zhang Xi? Pangeran yang dingin yang menghabiskan sebagian besar waktunya di perbatasan?
Apakah setelah menikmati daging, sang biksu akhirnya tercerahkan dan tergila-gila pada dagingnya?
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_57♡
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .